1,721,768 research outputs found
Tari Klasik"Priyambodo Mustakaweni"
Tari Klasik"Priyambodo Mustakaweni"
Penyaji: Sri Lestari Purnawirastri, Ujian penyajian tari, Pendapa ISI Surakart
KOREOGRAFI TARI NYAI BRINTIK GARAPAN YOYOK BAMBANG PRIYAMBODO
Tari Nyai Brintik merupakan tari yang diciptakan oleh koreografer Yoyok
Bambang Priyambodo. Yoyok adalah seniman sekaligus penata tari asal kota
Semarang yang sering menjadi pembicara dalam diskusi kebudayaan. Yoyok
membuat tari ini dengan mengangkat cerita rakyat kota Semarang pada masa
pemerintahan Adipati Pandanaran. Ragam gerak Tari Nyai Brintik bersumber dari
ide dan tema cerita Nyai Brintik dengan berpijak pada tari gaya Surakarta
bercampur dengan gaya Semarangan. Rumusan masalah yang diambil adalah
bagaimana proses koreografi dan bagaimana bentuk koreografi Tari Nyai Brintik
garapan Yoyok Bambang Priyambodo. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui dan menjelaskan proses koreografi dan bentuk koreografi Tari Nyai
Brintik garapan Yoyok Bambang Priyambodo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data
deskriptif, dengan pendekatan koreografi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian
data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Teknik keabsahan data yang
digunakan yaitu triangulasi sumber, metode, dan teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi Tari Nyai Brintik garapan
Yoyok Bambang Priyambodo dibagi menjadi dua tahap yaitu proses koreografi
Tari Nyai Brintik dan bentuk koreografi Tari Nyai Brintik. Proses koreografi Tari
Nyai Brintik terdiri dari proses terbentuknya ide dan proses garap. Proses
terbentuknya ide terdiri dari imajinasi dan intuisi, sedangkan proses garap terdiri
dari eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Setelah melalui tahap-tahap pada
proses koreografi, selanjutnya pembentukan tarian. Bentuk koreografi Tari Nyai
Brintik terdiri dari tema, pemain/ pelaku, gerak, iringan, kostum/ tata busana, tata
rias, pentas/ panggung, dan tata lampu.
Saran penulis untuk koreografer, diharapkan tetap mengembangkan
kreativitas dalam menciptakan karya-karya tari baru serta dapat menjaga
eksistensi Tari Nyai Brintik. Bagi Sanggar Greget diharapkan terus
mengembangkan Tari Nyai Brintik dengan latihan rutin, dan mengadakan pentas
di kota Semarang maupun luar daerah sehingga Tari Nyai Brintik dapat bertahan
dan terus berkembang. Bagi generasi muda khususnya di kota Semarang
hendaknya ikut melestarikan Tari Nyai Brintik agar dapat bertahan
MAKNA SIMBOLIK TARI KUNTUL BLEKOK KARYA BAMBANG PRIYAMBODO DI SANGGAR GREGET KOTA SEMARANG
Tari Kuntul Blekok merupakan Tarian yang diciptakan oleh seniman tari
asal Semarang yang bernama Bambang Priyambodo, tarian ini diciptakan guna
melestarikan jenis burung kuntul blekok sekaligus membuat maskot baru bagi
Kota Semarang selain Warak Ngendog, Nyai Brintik, dan beberapa ikon-ikon
Kota Semarang lainnya serta memperkenalkan satwa khas Kota Semarang yaitu
burung kuntul blekok. Rumusan Masalah yang dikaji pada penelitian ini yaitu: 1)
Bagaimana bentuk penyajian pada Tari Kuntul Blekok karya Bambang
Priyambodo di Sanggar Greget Kota Semarang? 2) Bagaimana makna simbolik
Tari Kuntul Blekok karya Bambang Priyambodo di Sanggar Greget Kota
Semarang? Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk penyajian dan
menganalisis makna simbolik Tari Kuntul Blekok Karya Bambang Priyambodo
Di Sanggar Greget Kota Semarang.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data
deskriptif dengan pendekatan semiotika. Pengumpulan data menggunakan
obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan
dengan mereduksi, mendeskripsikan data, menginterpretasi data, kemudian
menyimpulkan data. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian
data dan penarikan simpulan.
Hasil Penelitian menjelaskan bahwa makna simbolik Tari Kuntul Blekok
terdiri dari makna yang disimbolkan melalui gerak, tata rias, tata busana, iringan,
pola lantai, tema, ekspresi wajah, properti, dan pencahayaan serta beberapa unsur
pendukung yang akhirnya menjadi bentuk penyajian pada sajian Tari Kuntul
Blekok yang meliputi tema, gerak, penari, ekspresi wajah, tata rias, tata busana,
iringan, pola lantai, panggung, properti, dan pencahayaan. Saran untuk hasil
penelitian yang berjudul “Makna Simbolik Tari Kuntul Blekok Karya Bambang
Priyambodo Di Sanggar Greget Kota Semarang” maka beberapa saran yang dapat
peneliti ajukan sebagai berikut: Bagi pencipta Tari Kuntul Blekok: diharapkan
terus mempertunjukkan , memunculkan, dan mempertahankan makna-makna
melalui simbol yang terkandung pada karya Tari Kuntul Blekok serta saat
sebelum menyuguhkan karya Tari Kuntul Blekok untuk bisa menjelaskan terlebih
dahulu sinopsis tariannya supaya masyarakat, pengamat, dan penikmat seni
pertunjukan khususnya seni tari mengetahui dan paham tentang Tari Kuntul
Blekok. Bagi masyarakat: diharapkan untuk dapat berapresiasi, mengapresiasi,
belajar, dan melestarikan Tari Kuntul Blekok melalui makna-makna yang
dimunculkan pada makna simbolik Tari Kuntul Blekok karya Bapak Bambang
Priyambodo supaya masyarakat luas mendapatkan pengalaman berkesenian
ix
dengan menyaksikan sajian Tari Kuntul Blekok khususnya masyarakat asli Kota
Semarang
KOREOGRAFI TARI NYAI BRINTIK GARAPAN YOYOK BAMBANG PRIYAMBODO
Tari Nyai Brintik merupakan tari yang diciptakan oleh koreografer Yoyok Bambang Priyambodo. Yoyok adalah seniman sekaligus penata tari asal kota Semarang yang sering menjadi pembicara dalam diskusi kebudayaan. Tari Nyai Brintik bersumber dari cerita rakyat kota Semarang pada masa pemerintahan Adipati Pandanaran. Ragam gerak dan iringan Tari Nyai Brintik bersumber dari ide dan tema cerita. Masalah yang diambil adalah bagaimana proses koreografi dan bagaimana bentuk koreografi Tari Nyai Brintik garapan Yoyok Bambang Priyambodo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, dengan pendekatan koreografi. Berdasarkan hasil penelitian, proses koreografi Tari Nyai Brintik terdiri dari proses terbentuknya ide dan proses garap. Proses terbentuknya ide terdiri dari imajinasi dan intuisi, sedangkan proses garap terdiri dari eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Setelah melalui tahap-tahap pada proses koreografi, selanjutnya pembentukan koreografi Tari Nyai Brintik terdiri dari tema, pemain, gerak, iringan, kostum, tata rias, pentas, dan tata lampu. Saran penulis, diharapkan koreografer tetap mengembangkan kreativitas dalam menciptakan karya-karya tari baru serta dapat menjaga eksistensi Tari Nyai Brintik, dan bagi generasi muda khususnya di kota Semarang hendaknya ikut melestarikan Tari Nyai Brintik agar dapat bertahan
KOREOGRAFI TARI NYAI BRINTIK GARAPAN YOYOK BAMBANG PRIYAMBODO
Tari Nyai Brintik merupakan tari yang diciptakan oleh koreografer Yoyok Bambang Priyambodo. Yoyok adalah seniman sekaligus penata tari asal kota Semarang yang sering menjadi pembicara dalam diskusi kebudayaan. Tari Nyai Brintik bersumber dari cerita rakyat kota Semarang pada masa pemerintahan Adipati Pandanaran. Ragam gerak dan iringan Tari Nyai Brintik bersumber dari ide dan tema cerita. Masalah yang diambil adalah bagaimana proses koreografi dan bagaimana bentuk koreografi Tari Nyai Brintik garapan Yoyok Bambang Priyambodo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, dengan pendekatan koreografi. Berdasarkan hasil penelitian, proses koreografi Tari Nyai Brintik terdiri dari proses terbentuknya ide dan proses garap. Proses terbentuknya ide terdiri dari imajinasi dan intuisi, sedangkan proses garap terdiri dari eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Setelah melalui tahap-tahap pada proses koreografi, selanjutnya pembentukan koreografi Tari Nyai Brintik terdiri dari tema, pemain, gerak, iringan, kostum, tata rias, pentas, dan tata lampu. Saran penulis, diharapkan koreografer tetap mengembangkan kreativitas dalam menciptakan karya-karya tari baru serta dapat menjaga eksistensi Tari Nyai Brintik, dan bagi generasi muda khususnya di kota Semarang hendaknya ikut melestarikan Tari Nyai Brintik agar dapat bertahan
SISTEM PENGOLAHAN AKADEMIS UPTD BLKI PANGKALPINANG BANGKA BELITUNG BERBASIS WEBSITE
Priyambodo Dwi Wratsongko, 2010. Academic Management system UPTD
BLKI Pangkalpinang Bangka Belitung Based on Website. Final project
Diploma of Computer Science, Science and Mathematics faculty, Sebelas Maret
University of Surakarta.
Technological development is very advanced now. One of them is website
which has been growing rapidly according to technological progress. UTPD BLKI
is a goverment institute which working in employment sector has been
implementing to make a website as media publication, but an UPTD BLKI
website is still less effectively because it was only limited as media publication
and not handle registration developed system and management of student
academic. So to handle it must be making an Academic Management System
UPTD BLKI Pangkalpinang Bangka Belitung Based on Website. The aim of this
final project is to make Academic Management system UPTD BLKI
Pangkalpinang Bangka Belitung Based on Website.
The method that the author used was observasion, the author collected data
by observing directly the exciting system in UPTD BLKI Pangkalpinang, and then
used to designing work system and website design and implemented with making
Academic Management system UPTD BLKI Pangkalpinang Bangka Belitung
Based on Website. The program was developed by PHP and the database was
managed by MySQL.
The conclusion can be drawn was that Academic Management system
UPTD BLKI Pangkalpinang Bangka Belitung Based Website have success to
build by applying PHP Programming language and combine with MySQL
database. This system has the advantage to facilitate prospective students during
the registration process and facilitate students in the process of assessment.
Keyword : Website, Academic Management Syste
KOREOGRAFI TARI NYAI BRINTIK GARAPAN YOYOK BAMBANG PRIYAMBODO
Tari Nyai Brintik merupakan tari yang diciptakan oleh koreografer Yoyok Bambang Priyambodo. Yoyok adalah seniman sekaligus penata tari asal kota Semarang yang sering menjadi pembicara dalam diskusi kebudayaan. Tari Nyai Brintik bersumber dari cerita rakyat kota Semarang pada masa pemerintahan Adipati Pandanaran. Ragam gerak dan iringan Tari Nyai Brintik bersumber dari ide dan tema cerita. Masalah yang diambil adalah bagaimana proses koreografi dan bagaimana bentuk koreografi Tari Nyai Brintik garapan Yoyok Bambang Priyambodo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, dengan pendekatan koreografi. Berdasarkan hasil penelitian, proses koreografi Tari Nyai Brintik terdiri dari proses terbentuknya ide dan proses garap. Proses terbentuknya ide terdiri dari imajinasi dan intuisi, sedangkan proses garap terdiri dari eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Setelah melalui tahap-tahap pada proses koreografi, selanjutnya pembentukan koreografi Tari Nyai Brintik terdiri dari tema, pemain, gerak, iringan, kostum, tata rias, pentas, dan tata lampu. Saran penulis, diharapkan koreografer tetap mengembangkan kreativitas dalam menciptakan karya-karya tari baru serta dapat menjaga eksistensi Tari Nyai Brintik, dan bagi generasi muda khususnya di kota Semarang hendaknya ikut melestarikan Tari Nyai Brintik agar dapat bertahan
- …
