45 research outputs found
KEMAMPUAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA BAGI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMP NEGERI 1 SRANDAKAN BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar bermain
sepakbola bagi siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 1
Srandakan Kabupaten Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode
survai. Adapun teknik pengambilan datanya berupa tes kemampuan dasar bermain
sepakbola David Lee yang mempunyai reliabilitas 0,78. Subyek penelitian dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMP
Negeri 1 Srandakan Kabupaten Bantul dengan jumlah 44 siswa. Teknik analisis
data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase
dari hasil tes kemampuan dasar bermain sepakbola siswa peserta ekstrakurikuler
sepakbola di SMP Negeri 1 Srandakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dasar bermain
sepakbola siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 1 Srandakan
sebagai berikut: (2,27%) dalam kategori sangat baik, (34,09%) dalam kategori
baik, (38,64%) dalam kategori sedang, (15,91%) dalam kategori kurang dan
(9,09%) dalam kategori kurang sekali.
Kata kunci : kemampuan dasar, ekstrakurikuler sepakbola, sisw
Desain Mainan Balok Susun Kayu Bertema Rumah Adat Bagi Anak-Anak Umur 7-11 Tahun
Saat ini akibat penyebaran globalisasi informasi yang semakin meluas. Anak-anak Indonesia semakin menggemari budaya luar dan pada saat bersamaan semakin melupakan budaya bangsanya sendiri. Di lain pihak, industri mainan di Indonesia semakin lesu akibat gempuran mainan impor. Fenomena diatas adalah dasar perancangan dalam mengembangkan desain mainan dengan sentuhan budaya Indonesia. Pada Tugas Akhir ini dilakukan studi dan analisa lebih lanjut mengenai penerapan tema rumah adat pada mainan. Baik itu berupa bentuk penyederhanaan, mekanisme, aplikasi budaya, hingga proses produksi. Sentuhan budaya didapat dari elemen-elemen dalam rumah adat terpilih yang memenuhi kriteria seperti arsitektur, ukiran, sejarah daerah tempat rumah itu berada dan bentuk-bentuk tradisional lainnya yang nantinya akan diaplikasikan dalam mainan balok susun. Hasil yang diperoleh dalam Tugas Akhir ini berupa serial produk mainan balok susun untuk anak umur 7-11 tahun dengan konsep unik, konstruktif, dan berbudaya
Desain Perangkat Dapur untuk Tunanetra dengan Konsep Clean Design
Tunanetra dituntut untuk menggunakan produk yang sama dengan produk yang digunakan oleh orang dengan penglihatan normal dalam kesehariannya, salah satunya pada aktivitas di dapur. Aktivitas di dapur ini rawan kecelakaan, terlebih pada aktivitas yang berhubungan dengan air panas. Maka pelatihan memasak dan pembelajaran activity daily living yang gencar diadakan oleh komunitas dan lembaga mendapatkan respon positif oleh tunanetra di Surabaya. Analisis diawali dengan interview pada dua lembaga tunanetra, dua organisasi tunanetra, serta dua orang tunanetra di Surabaya. Hasil dari wawancara dan shadowing yang telah dilakukan akan menghasilkan desain perangkat dapur dengan konsep clean design guna memudahkan tunanetra dalam mengoperasionalkan perangkat, serta hasil desain perangkat harus yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat menunjang tunanetra untuk dapat berkontribusi dalam kegiatan ekonomi di masyarakat
Jejak uang: mengungkap kepentingan pemilik modal di balik layar media dalam kajian teori ekonomi politik media
AbstrakTelevisi merupakan bentuk dari salah satu media massa yang dalam hal ini mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap pembentukan opini publik. Teori ekonomi politik termasuk yang menggunakan pendekatan kritis, terutama berfokus tentang kaitannya antar struktur ekonomi, proses peroduksi media, dan pandangan konten media. Fokus penelitian ini mempunyai implikasi terhadap penelitian berfokus pada kepemilikan media dan struktur kendali serta fungsi kekuatan pasar media. Teori ekonomi politik media McQuail menyatakan bahwa kepemilikan media berdampak negatif pada masyarakat. Dari sudut pandang politik dan ekonomi, media tidak bisa dipisahkan dari kepentingan kapitalis, negara, dan kelompok lainnya. Media berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan masyarakat dan menciptakan dominasi ideologi tertentu. Terdapat kekhawatiran bahwa monopoli atau penguasaan media oleh segelintir pemilik dapat mengancam kebebasan pers dan kebebasan masyarakat umum untuk memilih dan mengakses informasi sesuai kebutuhan mereka. Dari sudut pandang demokrasi, televisi adalah salah satu media pendukung. Televisi dapat menyajikan informasi politik yang dapat digunakan masyarakat dalam mengambil keputusan politik. Ekonomi politik berkembang sebagai tanggapan terhadap akselerasi kapitalisme. Kepuasan audiens dengan Penggunaan media mempengaruhi pada pembentukan modal. Dimmick dan Rothenbuhler (1984) berpendapat bahwa mengenai hal tersebut media mempunyai tiga sumber kehidupan yaitu konten, modal dan khalayak. Jika kontennya menarik, pemirsa akan terus memilih saluran TV tertentu untuk ditonton. TV menunjukkan bahwa kemajuan teknologi media masyarakat tidak mengetahui mengenai batas ruang dan waktu. Dalam arti sempit, Moskow mengatakan bahwa ekonomi politik adalah penelitian tentang hubungan sosial, terutama hubungan kekuatan yang saling menguntungkan antara distribusi, konsumsi, dan sumber produksi. yang berkaitan termasuk dengan sumber komunikasi. Konten atau Media Konten merupakan barang yang dapat dijual di pasar, dan informasi yang disebarkan didasarkan pada apa yang ada di pasar saat ini.Kata kunci: pemilik modal, televisi, ekonomi politik media Abstract Television is a form of mass media which in this case has the greatest influence on the formation of public opinion. Political economy theory includes those that use a critical approach, mainly focusing on the relationship between economic structure, the process of media production, and the view of media content. The focus of this research has implications for research focusing on media ownership and the control structure and function of media market forces. McQuail's media political economy theory states that media ownership has a negative impact on society. From a political and economic point of view, the media cannot be separated from the interests of capitalists, the state, and other groups. The media serves as a tool to control society and create the dominance of certain ideologies. There are concerns that monopoly or control of the media by a few owners could threaten press freedom and the freedom of the general public to choose and access information according to their needs. From the point of view of democracy, television is one of the supporting media. Television can present political information that can be used by the public in making political decisions. Political economy developed in response to the acceleration of capitalism. Audience satisfaction with media use affects capital formation. Dimmick and Rothenbuhler (1984) argue that in this regard, the media has three sources of life, namely content, capital and audience. If the content is interesting, viewers will continue to choose a specific TV channel to watch. TV shows that the advancement of media technology does not know about the limits of space and time. In a narrow sense, Moscow says that political economy is the study of social relations, especially the mutually beneficial power relations between distribution, consumption, and sources of production. related to communication sources. Content or Media Content is an item that can be sold in the market, and the information disseminated is based on what is currently in the market. Keywords: capital owners, television, media political econom
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS MESIN DENGAN METODA TERMOCOUPLE
ABSTRAKSI: Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan terjadi perubahan-perubahan yang lain seperti, naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Akibat pemanasan global tersebut disebabkan oleh efek rumah kaca, pembungan bahan bakar kendaraan bermotor, alih fungsi lahan dan pembabatan hutan, sampah, serta bidang industri. Seiring dengan kemajuan teknologi di era modern, penyebab terjadinya pemanasan global dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, yaitu energi listrik. Kebutuhan energi listrik saat ini berbanding terbalik dengan pasokan energi listrik yang dihasilkan. Diperlukan inovasi energi listrik agar keseimbangan dapat tercapai. Salah satunya energi listrik tenaga panas mesin. Tugas akhir ini dibuat untuk memanfaatkan energi panas yang dihasilkan oleh mesin yang akan dikonversi menjadi energi listrik dengan metoda termocouple. Hasil tegangan keluaran termoelektrik selanjutnya digunakan untuk penerangan lampu dan membuat kipas dc berputar. Proses perancangan dan implementasi pembangkit listrik tenaga panas mesin dimulai dari panas yang ditimbulkan mesin yang diserap oleh bagian panas termoelektrik. Suhu dingin diserap oleh sisi dingin termoelektrik. Perbedaan suhu pada termoelektrik akan timbul tegangan diantara bagian panas dan dingin termoelektrik. Semakin besar perbedaan suhu yang dihasilkan, semakin besar pula tegangan yang ditimbulkan. Menurut informasi, selain perbedaan suhu yang besar, jumlah modul termoelektrik yang diperlukan dapat berpengaruh terhadap hasil keluaran tegangan. Semakin banyak modul termoelektrik yang digunakan, semakin besar pula tegangan yang dihasilkan. Pada akhirnya timbul daya yang akan digunakan untuk keperluan penerangan. Pembangkit listrik tenaga panas mesin dapat mengkonversi panas menjadi listrik dengan baik. Tegangan maksimal yang dihasilkan pada tugas akhir ini sebesar 25.6 volt dengan perbedaan suhu sebesar 77.3 0C dan dapat didistribusikan untuk penyalaan LED dan kipas DC secara bersamaan. LED dan kipas DC dapat menyala dan berputar secara bersamaan saat tegangan minimal yang dihasilkan oleh termoelektrik diatas 5 Volt.KATA KUNCI: Termoelektrik, Termoelektrik generatorABSTRACT: Global warming is a process of average atmosphere temperature increases of atmosphere, sea and land. The increment of it is predicted to affect the sea level height, extreme weather intensity, and the amount of prescipitation. The other effects of global warming are: dreaded farming, lost of glaciers, and the extinction of various animal species. The cause of global warming is greenhouse effect, the fossil fuels burning, deforestation, and various industrial waste. Because of the advancement of technology, the global warming effect can be utilized to provide electrical energy. The rising demands in electrical energy is inversed in respect to the produced energy. The additional power source is needed to maintain the equilibrium. One of the alternative to it is the machine heat power. This final project is made to utilize created heat energy that is converted to the electrical energy. The thermocouple method is used as the theoretical basis. The resulted thermoelectric voltage then is used to power lamps and make the DC fan spinning. The process of designing and implementing this power generator is started with the heat that is produced and absorbed by the heat part of thermoelectric module. The cold temperature is absorbed by cold part of thermoelectric module. This temperature difference will make a potential difference (voltage) between the heat and cold part of thermoelectric. The amount of used thermoelectric will signify the output voltage. The more thermoelectric modules are used, the more output voltage will be created. At the end there will be a power to be used for lighting purposes. The heated-machine electrical power generator can convert heat energy well. The maximum voltage provided is 25.6 volt with temperature difference of 77.3 0C and can be distributed to lit LEDs on and spins DC fan simultaneously. LED and DC fan can be turned on at the minimum thermoelectric voltage of 5 volt.KEYWORD: thermoelectric, generator thermoelectri
The Influence of Taxpayer Knowledge, Perception of Tax Fairness, Love of Money, Subjective Norm and Changes in Government Policies on Taxpayer Compliance
Using Theory of Attribution and Responsive Regulatory, this research aims to test how tax knowledge, perception of tax fairness, love of money, subjective norm and change in government policy influence tax compliance among the individual taxpayer. Utilizing a quantitative approach, primary data from 177 taxpayer in Purwokerto were analyzed with SmartPLS 4.
Based on result of research and data analysis using Structural Equation Modelling (SEM) it indicate that (1) tax knowledge does not affect the tax compliance, (2) perception of tax fairness has a positive effect on tax compliance, (3) love of money behavior does not affect tax compliance, (4) subjective norm has a positive effect on tax compliance and (5) change in government policy has positive affect on tax compliance behavior. Thus, tax compliance behavior is indeed affected either by internal or external factor. Fact that tax is one of the most important things in Indonesia, tax authorities should take a balanced approach to tax enforcement, encouraging both voluntary compliance and the deployment of the state's traditional coercive equipment to compel tax compliance
Analisis Perbandingan Performansi Antara Voip Model Client-Server Dan Voip Model P2p (Peer-To-Peer) Pada Jaringan Ptiik
Jaringan komputer saat ini berkembang semakin pesat dan juga dirancang untuk menghubungkan satu komputer atau device dengan device atau komputer lainnya yang tersebar di seluruh dunia maya untuk berkomunikasi dan berbagi data. Dengan berkembangnya jaringan komputer saat ini pengguna tidak hanya bertukar informasi via tulisan saja atau kita kenal dengan sebutan IM (Instant Messenger) tetapi sudah berkembang melalui suara. Suara tersebut ditransmisikan melalui jaringan internet yang biasa disebut VoIP. Layanan VoIP yang dikembangkan dewasa ini berdasarkan metode client dan server dimana server menyediakan entitas untuk melayani layanan VoIP dan client mendaftar di server tersebut untuk melakukan layanan VoIP. Semakin berkembangnya teknologi menyebabkan perangkat-perangkat tersebut lebih cerdas dan lebih cepat dalam mengolah data dan menyimpan informasi. Teknologi VoIP P2P (Peer-to-peer) merupakan salah satu model komunikasi di mana beberapa client terhubung dan dapat berkomunikasi satu dengan yang lain secara peer-to-peer tanpa menggunakan server. Kalaupun terdapat server maka hanya digunakan sebagai media penyimpanan data pengguna yang sudah terdaftar dan hanya digunakan untuk autentikasi pada saat melakukan login. Peer-to-peer (P2P) adalah salah satu model jaringan komunikasi di mana setiap node komunikasi (peer) memiliki kemampuan server dan client, salah satu node dapat memulai sesi komunikasi terlebih dahulu serta semua node yang tergabung dalam jaringan, terhubung satu sama lain secara langsung tanpa melalui server (Valluri, 2010). Dari pengujian pada tiga kondisi ketersediaan bandwidth berbeda yang dilakukan pada pengujian performansi VoIP client-server menghasilkan nilai delay rata-rata sebesar 11,744 ms. Nilai rata-rata jitter sebesar 1,494 ms. Sedangkan untuk prosentase nilai packet loss adalah sebesar 0,239 %. Kemudian pengujian pada tiga kondisi ketersediaan bandwidth berbeda, yang dilakukan pada pengujian performansi VoIP peer-to-peer menghasilkan nilai delay rata-rata sebesar 10,445 ms. Sedangkan untuk prosentase nilai packet loss sebesar 0,033 %
PENERAPAN METODE FAKTORIAL DESIGN 23 PADA PEMBUATAN BRIKET SERBUK GERGAJI KAYU UNTUK MENGHASILKAN KALOR YANG OPTIMAL
PENERAPAN METODE FAKTORIAL DESIGN 23 PADA PEMBUATAN BRIKET SERBUK GERGAJI KAYU UNTUK MENGHASILKAN KALOR YANG OPTIMA
Efek Ekstrak Etanol Pegagan (Centella Asiatica) Pada Stunting Larva Zebrafish (Danio Rerio) Akibat Induksi Rotenon Melalui Peningkatan Ekspresi Glucose Transporter 4 (Glut 4) Dan Osteocalcin
Stunting merupakan retardasi pertumbuhan linear yang ditandai dengan tinggi badan / panjang badan dibandingkan umur (TB/U; PB/U), nilai z-score nya berada dibawah -2 standar deviasi berdasarkan pengukuran WHO. Kriteria stunting yaitu bayi lahir normal tanpa kelainan kongenital dan memiliki panjang badan kurang dari 2 standar deviasi saat anak berusia 2 tahun. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2013) prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun 2010 (35,6%) menjadi 37,2% pada tahun 2013. Menurut WHO prevalensi balita stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya ≥ 20%. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah adanya paparan toksin atau pestisida. Pestisida bekerja sebagai Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) yang dapat mengganggu fungsi homeostasis hormon dalam tubuh. Rotenon merupakan salah satu jenis pestisida yang bekerja menghambat komplek I mitokondria yang dapat menyebabkan sistem transpor elektron terganggu, penurunan jumlah Adenosine Triphospate (ATP), meningkatnya ROS serta terjadi stres oksidatif. Stres oksidatif dapat mempengaruhi peran Insulin Reseptor Substrat (IRS) dalam memediasi aktifasinya terhadap jalur PI3K termasuk translokasi Glucose Transporter 4 (GLUT4). GLUT4 merupakan protein yang memediasi penyerapan dan transportasi glukosa yang merupakan sumber utama dalam pembentukan ATP. Selain itu stres oksidatif dapat menurunkan aktifitas osteoblastogenesis dan meningkatkan osteoclastogenesis sehingga pertumbuhan tulang terhambat. Osteoblas yang tidak terbentuk akan mempengaruhi sekresi osteocalcin. Sedangkan osteocalcin berperan penting pada mineralisasi tulang dimana mineral sangat dibutuhkan pada proses osteogenesis yaitu pembentukan dan pertumbuhan tulang. Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman yang mengandung teriterpenoid berperan sebagai antioksidan yang dapat menyeimbangkan oksidan dalam sel sehingga stres oksidatif dapat diturunkan. Selain itu pegagan mengandung makronutrien, mikronutrien, vitamin dan mineral yang sangat penting dan dibutuhkan pada proses pertumbuhan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica) dapat mempengaruhi panjang badan pada stunting larva zebrafish akibat induksi rotenon melalui ekspresi GLUT 4 dan Osteocalcin. Pada penelitian terdahulu telah dibuktikan rotenon konsentrasi 10 ppb mampu menurunkan panjang badan larva zebrafish namun hasilnya belum maksimal. Sehingga pada penelitian ini dilakukan eksplorasi kembali dan dibuktikan rotenon konsentrasi 12,5 ppb mampu menyebabkan stunting.
Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan desain post-test-only control group menggunakan hewan coba zebrafish. Sampel diinduksi rotenon konsentrasi 12,5 ppb sejak 2-72hpf. Ekstrak etanol pegagan digunakan konsentrasi 1,25μg/ml; 2,5 μg/ml; dan 5 μg/ml dan dipapar secara bersamaan dengan rotenon. Larva diikuti perkembangannya dan diukur pertumbuhannya dengan cara mengukur panjang badan larva zebrafish usia 3,6 dan 9 dpf menggunakan software Image Raster 3. Pada 9 dpf, dilakukan pengukuran ekspresi GLUT4 dan osteocalcin menggunakan whole mount immunohistochemistry (IHC) dengan pewarnaan DAB. Warna coklat yang terekspresi dikuantifikasi menggunakan software imageJ melalui nilai integrated density dalam satuan pixel.
Hasil penelitian menunjukkan pada usia 3 dpf (analog dengan bayi baru lahir) larva zebrafish yang dipapar rotenon tidak ada perbedaan rerata panjang badan secara signifikan pada seluruh kelompok. Pada usia 6 dpf (analog dengan anak usia 2 tahun) dan 9 dpf (analog dengan anak usia 8 tahun) didapatkan hasil selisih panjang badan larva zebrafish > 2SD dan berbeda signifikan (<0,05) dengan kelompok kontrol. Semua kelompok pada usia 3,6 dan 9 dpf memiliki rasio panjang badan yang sama yaitu 1:5. Sehingga dapat disimpulkan stunting akibat induksi rotenon 12,5 ppb terjadi mulai usia 6 hingga 9 dpf. Pada kelompok rotenon pegagan, rata-rata panjang badan larva zebrafish usia 3 dpf tidak terdapat perbedaan signifikan antara semua kelompok. Rata-rata panjang badan larva zebrafish usia 6 dpf yang dinduksi rotenon pegagan konsentrasi 1,25μg/ml tidak terdapat perbedaan signifikan dengan kelompok rotenon, sedangkan pada konsentrasi 2,5μg/ml dan 5μg/ml terdapat perbedaan signifikan. Pada larva zebrafish usia 9 dpf terdapat perbedaan rata-rata panjang secara signifikan pada konsentrasi 2,5μg/ml dan 5μg/ml dengan kelompok rotenon. Ekspresi GLUT4 dan Osteocalcin pada larva zebrafish yang diinduksi rotenon menurun secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Ekspresi GLUT4 meningkat secara signifikan dengan penambahan pegagan konsentrasi 5μg/ml, sedangkan ekspresi Osteocalcin meningkat secara signifikan dengan penambahan pegagan konsentrasi 2,5μg/ml dan 5μg/ml.
Korelasi pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat kuat antara konsentrasi pegagan dengan ekspresi GLUT4 (0,880) serta hubungan positif dan kuat pada ekspresi Osteocalcin (0,671). Korelasi antara GLUT4 dan Osteocalcin dengan panjang badan memiliki hubungan positif dan kuat. Korelasi antara ekspresi GLUT4 dengan Osteocalcin memiliki hubungan positif dan sangat kuat (0,760).
Kesimpulan penelitian ini adalah rotenon 12,5 ppb dapat menginduksi terjadinya stunting larva zebrafish (Danio rerio). Penambahan ekstrak etanol pegagan dapat memberikan efek terhadap stunting larva zebrafish melalui peningkatan ekspresi GLUT4 dan Osteocalcin yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan panjang badan
Analisis Motif Bantuan Luar Negeri Argentina Ke Uni Eropa Lewat International Monetary Fund (Imf) Pada Tahun 2012
Argentina merupakan sebuah negara dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Namun dibalik kekayaannya, Argentina sempat mengalami krisis ekonomi dan meminjam dana dengan jumlah yang besar ke IMF dan juga World Bank. Tingginya jumlah hutang dan tidak stabilnya kondisi perekonomian Argentina selanjutnya berimbas pada tingginya tingkat pengangguran dan juga penurunan perdagangan. Di tengah ketidakstabilan perekonomian Argentina, pada tahun 2012 Argentina justru turut berkontribusi dalam penyelesaian Krisis Eropa yang tengah terjadi. Bantuan tersebut diberikan lewat mekanisme pembelian Note Purchase Agreement dari IMF senilai US$ 1 miliar ketika di sisi lain, status Argentina dalam World Bank masih sebagai negara penerima donor Lewat penelitian ini, penulis akan membahas mengenai motif-motif yang melatar belakangi alokasi bantuan luar negeri yang diberikan oleh Argentina ke Uni Eropa dengan menggunakan konsep Motif Alokasi Bantuan Luar Negeri dari David Sogge
