11 research outputs found
A planning model for creative industry zone-producer of clothes used as cultural tourism product Case study in the area of Tuan Kentang 15 Ulu Palembang
A Planning Model for Creative Industry Zone-producer of Clothes Used as Cultural Tourism Product Case Study in the Area of Tuan Kentang 15 Ulu Palembang
Creative industry has a significant contibution in increasing economy because it can create positive atmosphere in tourism sector. The area of Tuan Kentang 15 Ulu - Palembang is one of creative industry zones from fashion subsector which produces Jumputan and Tajung clothes which are known by many people. As one of tourism products based on creative industry, the area of Tuan Kentang has possessed five charateristics of creative tourism, i.e, tourists become part of the tourism progress, the existence of participative learning, interactive, informal, limited products, and has something to do with the local people. However, there were so many constraints, such as lack of planning and facilities needed for tourism development in this area. This influences the number of visitors coming to this area. By doing this research, there will be model of planning for creative industry zone which produces a number of clothes as an effort to improve the quality of the area and culture in Palembang. This research used descriptive qualitative and quantitative as a method in analyzing. The products of tourism by using scoring range for the products through participative place making approach. There were some stages in analyzing the data, that is by using likert scale and SWOT analysis. The result of this research composed factors and facilities that used to be created in a creative industry area, which could determine and develop the planning for tourism area based on creative industry in Indonesia
PERBEDAAN KADAR SERUM ZINK ANTARA PASIEN PREEKLAMSIA BERAT DAN SUPERIMPOSED PREEKLAMSIA BERAT
Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kadar zink serum maternal antara preeklamsia berat (PEB) dan superimposed PEB.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional comparative study yang membandingkan kadar zink serum maternal antara kelompok preeklamsia berat dan superimposed PEB. Jumlah sampel sebanyak 36 orang yang terdiri 18 orang preeklamsia berat dan 18 orang dengan superimposed PEB. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Penelitian dimulai pada bulan September 2017 hingga jumlah sampel terpenuhi di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M Djamil, rumah sakit jejaring, dan puskesmas jejaring yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Untuk mengetahui perbedaan rerata kadar zink serum maternal pada kedua kelompok digunakan uji Mann-Whitney dengan 95% CI (p≤0,05).
Hasil: Terdapat perbedaan rerata kadar zink serum maternal (p=0,0001) antara preeklamsia berat dan superimposed PEB. Rerata kadar zink serum maternal pada preeklamsia berat lebih tinggi (8,79 ± 0,96 µg/dL) dibandingkan superimposed PEB (7,45 ± 0,29 µg/dL).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata kadar zink serum maternal pada preeklamsia berat dan superimposed PEB.
Kata Kunci: Preeklamsia, Superimposed Preeklamsia, Zin
MANAJEMEN WAKTU OLEH SUPERVISOR PADA SEKSI OPERASIONAL KAS DI PT TASPEN (PERSERO) CABANG PADANG
Banyak penelitian menunjukan hanya sedikit saja diantara bawahan dan
manajer yang mengetahui dengan tepat bagaimana sebenarnya menggunakan waktu,
dan sebagai konsekuensinya kita tidak mengetahui efisien penggunaan waktu kita.
Hanya beberapa diantaranya dalam manajemen yang dapat lulus dalam penelitian
penggunaan waktu (time study) tanpa merasa malu melihat hasilnya. Kebanyakan
pekerja menghamburkan waktu, menghabiskan waktu memburu sesuatu hal yang
keliru dan melakukan pekerjaan orang lain yang bukan porsinya, sehingga mereka
mengeluh merasa kesulitan, namun tetap berusahan tegar yang pada akhirnya
membuat tegang diri sendiri, keluarga maupun kesehatan.
Sehubungan dengan itu, umumnya manusia tidak begitu menganggap waktu
itu penting. Namun, kenyataannya waktu sangatlah berharga. Bahkan Mr. Adam
Smith dengan teori kapitalisme ekonominya pun berkata “time is money”. Karena
begitu berharganya waktu untuk dia. Biasanya orang yang sukses di dunia ini, lebih
bisa menghargai waktu. Mereka pasti orang-orang yang tahu bagaimana
mengoptimalkan waktu yang mereka punya
Rumah Rakit Sebagai Penunjang Pariwisata Sungai Musi
Minat wisatawan dunia saat ini cenderung mengarah kepada sesuatu yang unik original dan mengandung nilai-nilai yang patut diteladani. Dengan demikian untuk pemenuhan motivasi berkunjung wisatawan dan kesediaan jenis atraksi di kota Palembang maka arahan pariwisata kota Palembang mengarah kepada wisata budaya. Manfaat yang dapat diambil dari pariwisata budaya tidak terbatas secara ekonomi, namun juga bermanfaat dalam hal pelestarian budaya yang pada saat ini cenderung mulai tersisih oleh perkembangan zaman. Rumah Rakit dan pasar terapung merupakan salah satu potensi atraksi wisata sejarah dan budaya yang belum terkelola di Sungai Musi. Penelitian ini bertujuan menyusun arahan pengembangan rumah rakit sebagai diversifikasi atraksi wisata serta sebagai prioritas pengembangan pola pemberdayaan masyarakat pariwisata di tepian Sungai Musi. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara mengamati secara seksama terhadap objek rumah, rakit melakukan wawancara dengan keturunan pemilik rumah, tokoh masyarakat, wawancara. Pengambilan data sekunder melalui data sejarah rumah rakit berupa buku penelitian terdahulu. Rumah rakit sangat berpotensi sebagai penunjang pariwisata Sungai Musi, hal-hal yang dapat dilakukan seperti perbaikan kondisi kawasan disekitar rumah rakit dan pasar terapung, sehingga dapat meningkatkan kualitas objeknya, pengembangan sarana dan prasarana penunjang kegiatan homestay dan pusat perdangan terapung (pasar terapung), pengembangan rumah rakit sebagai fasilitas akomodasi homestay di tepian sungai Musi dan pengingkatan kualitas restoran apung sebagi fasilitas perdagangan kuliner dan souvenir dan pengembangan Sumber daya Manusia di bidang pariwisata. Rekomendasi Pengembangan sarana dan prasarana dan fasilitas pendukung pengembanga pasar terapung di tepian sungai (kawasan pasar 16 Ilir dan kawasan sekanak), pengembangan wisata minat khusus berbasis wisata heritage, belanja dan alam (Sungai Musi), peningkatan kualitas rumah rakit di kawasan 5 Ulu, 7 Ulu dan 10 Ulu, pengembangan atraksi pendukung sebagai pendukung atraksi utama
A planning model for creative industry zone-producer of clothes used as cultural tourism product Case study in the area of Tuan Kentang 15 Ulu Palembang
Creative industry has a significant contibution in increasing economy because it can create positive atmosphere in tourism sector. The area of Tuan Kentang 15 Ulu - Palembang is one of creative industry zones from fashion subsector which produces Jumputan and Tajung clothes which are known by many people. As one of tourism products based on creative industry, the area of Tuan Kentang has possessed five charateristics of creative tourism, i.e, tourists become part of the tourism progress, the existence of participative learning, interactive, informal, limited products, and has something to do with the local people. However, there were so many constraints, such as lack of planning and facilities needed for tourism development in this area. This influences the number of visitors coming to this area. By doing this research, there will be model of planning for creative industry zone which produces a number of clothes as an effort to improve the quality of the area and culture in Palembang. This research used descriptive qualitative and quantitative as a method in analyzing. The products of tourism by using scoring range for the products through participative place making approach. There were some stages in analyzing the data, that is by using likert scale and SWOT analysis. The result of this research composed factors and facilities that used to be created in a creative industry area, which could determine and develop the planning for tourism area based on creative industry in Indonesia
HEMORRHAGIC POST PARTUM: SYOK HEMORRHAGIC ec LATE HEMORRHAGIC POST PARTUM
Pendahuluan: Kematian ibu terjadi sebagai akibat dari komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Sebanyak 80 % kematian ibu di dunia disebabkan perdarahan berat (terutama perdarahan setelah persalinan), infeksi, tekanan darah tinggi selama kehamilan. Menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2010, perdarahan menempati presentasi tertinggi penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu sebesar 28%. Laporan Kasus: Seorang wanita, 31 tahun, datang dengan penurunan kesadaran dan perdarahan banyak dari kemaluan sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit, nadi teraba cepat dan halus. Pasien sebelumnya melahirkan di rumah ditolong bidan 10 hari yang lalu, kakak anak lahir 30 menit setelah anak lahir dan kesan diakui bidan lengkap. Diagnosa akhir pada pasien ini Syok Hemoragik Teratasi ec Late HPP ec Sisa plasenta + Anemia Sedang (Hb 7,0 gr/dl). Simpulan: Pada kasus ini membuktikan bahwa HPP masih menjadi hal yang menakutkan sebagai penyebab kematian ibu. Dalam hal ini dirasa perlu adanya alur rujukan untuk kasus emergensi, yaitu pengelompokkan kasus pada persalinan dengan komplikasi segera dilakukan pelaporan kasus ke DINKES untuk rujukan ke RS. Setelah perawatan di RS selesai, perawatan lanjutan atau postnatal care dilakukan sesuai jadwal. Pasien diantar kembali setelah selesai perawatannya, dan hasil rujukan dilaporkan kembali ke hotline Dinkes Kabupaten/kota
Caesarian Section Patient Profile with Indication Absolute in Dr. M. Djamil General Hospital Padang in 2018-2020
Backgrounds : Caesarea sectio delivery must be done if the existence of medical indications and normal labor can no longer be done at prioritizing the mother and baby. Purpose : To find out the profile of the Caesarean sectio patient with an absolute indication at Dr. RSUP M. Djamil Padang in 2018-2020. Methods : The scope of this research is obstetrics and gynecological science. The study was conducted in March - March 2022. The type of research is descriptive categoric. The affordable population in the study was the patient sectio caesarea with an absolute indication in Dr. RSUP M. Djamil Padang in 2018-2020 as many as 56 samples with total sampling techniques. Univariate data analysis is presented in the form of frequency distribution and data processing using the Computerized SPSS version of the IBM version 25.0. Results : The highest mother age is 20-35 years, which is 38 people (67.9%). The most maternal parity is multipara, which is 38 people (67.9%). The highest education is high school, which is 31 people (55.4%). The highest history of SC It was what had a previous SC history of 33 people (58.9%), and the most absolute medical indication was the placenta previa of 24 people (42.9%). Conclusion : The highest mother age is 20-35 years. The most mother parity is multipara. The highest education is high school. The highest history of SC is who has a previous history of SC, and the most absolute medical indication is placenta previa
