98 research outputs found
MANAJEMEN BENGKEL PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN
MANAJEMEN BENGKEL PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN
Oleh:
Wahyudi Prihananto
NIM. 11503249004
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen bengkel program keahlian teknik pemesinan di SMK Negeri 2 Depok Sleman.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tempat penelitian
dilakukan di SMK Negeri 2 DepokSleman, Mrican, Caturtunggal. Subjek penelitian ini
adalah wakil kepala sekolah, ketua program, kepala bengkel dan teknisi SMK Negeri
2 Depok Sleman. Teknikpengumpulan data menggunakan teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bengkel ,yaitu:
Perencanaan sarana bengkel melibatkan pengelola jurusan dan guru pengampu
melaui musyawarah mengenai kebutuhan belajar siswa berdasarkan kurikulum;
Struktur Organisasi di bengkel pemesinan menggunakan organisasi lini. Struktur
organisasi di bengkel di ketuai oleh ketua program yang membawahi kepala bengkel
dan teknisi. Pemilihan anggota struktur dilakukan oleh jurusan; Pelaksanaan yang
ada di bengkel teknik pemesinan SMK Negeri 2 Depok Sleman beru papenggunaan
ruang, penyiapan bahan dan peminjaman alat. Pengaturan penggunaan ruang
sesuai kurikulum yang dibuat oleh guru pengampu. Penyiapan bahan dilakukan oleh
teknisi pada awal semester. Peminjaman alat di bengkel menggunakan kartu bon
agar lebih tersistematis danbaik. Pengawasan di bengkel teknik pemesinan disini
berbentuk pemeliharaandanevaluasi. Pemeliharaan sarana salah satunya dilakukan
setiap hari setelah praktik dengan membersihkan beram-beraml ogam. Evaluasi
dilakukan tiap akhir semester sepertitingkat kemajuan siswa dan kesiapan (kondisi)
mesin.
Kata kunci: manajemen, bengke
Hermeneutika Gadamer Sebagai Teknik Analisi Pesan Dakwah
This article discusses Gadamer's hermeneutics to understand and analyse the messages of Da’wa, including the rational importance of interconnection and integration between hermeneutic theories developed in the West and in Islamic world, especially regarding to the message of Da’wa in Islamic communication. In addition, the principal key issues to be addressed in this article are related to how the development of hermeneutic itself. The author argues that Gadamer's hermeneutics Ricoeur approach applied in the Islamic communication is able to be an alternative to delivering a message of Da’wah that is open, inclusive and constructive.Keywords: hermeneutics, Gadamer Ricoeur, analytical techniques, message of da’wa----------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas tentang hermeneutika Gadamer untuk memahami dan menganalisis pesan dakwah, termasuk rasional pentingnya interkonneksi dan integrasi antara teori-teori hermeneutika yang berkembang di Barat dan khazanah keilmuan Islam, khususnya menyangkut pesan dakwah dalam komunikasi Islam. Selain itu, pokok perma–salahan utama yang akan dijawab dalam artikel ini adalah terkait dengan bagaimana perkembangan pemikiran herme–neutik itu sendiri. Penulis berpendapat bahwa pendekatan hermeneutika Gadamer Ricoeur yang diaplikasikan dalam komunikasi Islam ternyata dapat menjadi sebuah alternatif penyampaian pesan dakwah yang terbuka, inklusif dan mengandung pesan yang membangun.Kata Kunci: hermeneutika, Gadamer Ricoeur, teknik analisis, pesan dakwa
Aplikasi Hermeneutika Gadamer sebagai Sebuah Teknik Alternatif dalam Analisis Pesan Dakwah
ini mengungkap tentang pemikiran Gadamer bagi pengembangan pemahaman dan analisis teks dakwah. Selanjutnya juga memaparkan lebih lanjut rasionalitas pentingnya “interkonneksi” dan “integrasi” antara teori-teori hermeneutika yang berkembang di Barat dan khazanah keilmuan Islam, khususnya ilmu dakwah dalam memahami teks atau pesan dakwah. Pokok permasalahan utama yang akan dijawab adalah berkisaran pada “hermeneutika” dan bagaimana perkembangan pemikiran hermeneutik itu sendiri. Dari pemaparannya ditemukan bahwa aplikasi hermeneutika Dadmer yang diaplikasikan dalam dakwah ternyata dapat menjadi sebuah alternatif penyampaian pesan dakwah yang terbuka, inklusif dan mengandung pesan yang membangun. Kata Kunci: Hermeunetika Gadamer; Pesan Dakwa
IMPLEMENTASI PENERAPAN SANKSI PIDANA OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM PENUNTUTAN TERHADAP PENYALAHGUNA NARKOTIKA GOLONGAN I DI KEJAKSAAN NEGERI KOTA SEMARANG UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN
Penyalahgunaan narkotika, sejatinya, merupakan perbuatan pidana, se-hingga terhadap pelaku, sudah selayaknya dilakukan proses hukum sebagaimana layaknya penegakan hukum terhadap perkara pidana lainnya. Salah satu tahap terpenting dalam penegakan hukum dalam tindak pidana narkotika adalah tahap penuntutan oleh jaksa penuntut umum, terutama menentukan penerapan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana narkotika.
Berdasarkan pada latar belakang di atas, penulis merumuskan beberapa permasalahan, yaitu implementasi, hambatan, serta kebijakan dalam mengatasi hambatan penerapan sanksi pidana oleh jaksa penuntut umum dalam penuntutan terhadap penyalahguna narkotika golongan I di Kejaksaan Negeri Kota Semarang untuk mewujudkan keadilan.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder sekunder, yang diperoleh melalui wa-wancara dan studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif meng-gunakan teori penegakan hukum dan teori keadilan Pancasila.
Hasil penelitian ini adalah : (1) implementasi penerapan sanksi pidana oleh jaksa penuntut umum dalam penuntutan terhadap penyalahguna narkotika golong-an I di Kejaksaan Negeri Kota Semarang didasarkan pada BAP dan bukti-bukti dari pihak kepolisian. Penerapan sanksi pidana oleh jaksa penuntut merujuk pada aktivitas tersangka ketika dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian; (2) hambatan dari dari segi : (a) substansi hukum : (i) kedudukan pengguna narkotika sebagai pelaku atau sebagai korban Undang-Undang Narkotika, (ii) pelaksanaan Undang-Undang Narkotika tergantung aturan pelaksana, (iii) tumpang tindihnya pasal pemidanaan, dan (iv) tidak ada batas daluwarsa bagi pengguna narkotika, (b) struktur hukum : kurangnya koordinasi antara kejaksaan dan para penegak hukum lainnya, serta (c) kultur/budaya hukum : kurangnya kesadaran hukum bagi masya-rakat; (3) kebijakan dalam mengatasi hambatan untuk mewujudkan keadilan adalah : (a) substansi hukum : (i) rekonstruksi hukum Pasal 111, Pasal 112, dan Pasal 127 Undang-Undang Narkotika, (ii) upaya penyusunan peraturan pelaksana Undang-Undang Narkotika, (iii) penerapan asas hukum lex superior derogat legi inferior, dan (iv) perubahan penormaan ketentuan daluwarsa bagi pengguna narkotika (b) struktur hukum : (i) dibuat MoU dan MoA dalam kerjasama para penegak hukum, (ii) mengadakan sharing knowledge, (iii) memahami yuris-prudensi atau ketentuan terkait penyalahgunaan narkotika, (iv) dilakukan gelar perkara dengan menghadirkan ahli, (v) meningkatkan keahlian pengetahuan IT, dan (vi) koordinasi dengan pihak bandara dan pelabuhan, (c) kultur/budaya hukum : (i) sosialisasi mengenai bahaya narkotika dan (ii) memasukkan penge-tahuan tentang narkotika dan obat-obatan terlarang di dalam kurikulum pen-didikan.
Kata Kunci : Jaksa Penuntut Umum, Keadilan, Sanksi Pidana, Narkotik
Implementation of Criminal Sanctions by Public Prosecutor against Narcotics Abuse
The purpose of this study is to describe and analyze the implementation, barriers and policies to overcome obstacles in the application of criminal sanctions by public prosecutors in prosecuting class I narcotics abusers at the Semarang City District Attorney. The method used in this research is juridical empirical, which is descriptive-analytical. The data used in this study are primary data and secondary data, which were obtained from interviews and literature studies, then analyzed qualitatively. The conclusions in this study are: (1) the application of criminal sanctions by the public prosecutor refers to the BAP and evidence provided by the police, which is based on the activities of the suspect when the police are arrested; (2) obstacles in the implementation of the application of criminal sanctions by the public prosecutor, including obstacles in terms of legal substance, legal structure and legal culture: (3) so that policies are needed to overcome these obstacles to achieve justice, including revision of articles in the Law. Narcotics Law, holding knowledge sharing, holding outreach, and coordinating with related agencies
Da'wah Based on Socio Cultural Capital in the Prevention of Radicalism and Religious Conflict
This study focuses on the growth and development of radicalism in the Lamongan Regency area and the forms and variants of co-religious conflicts in the Tuban Regency area. These two focuses do not intend to compare Lamongan and Tuban as study destinations but explore the two regions with different questions. The next focus is the da'wah model based on socio cultural capital in preventing radicalism and religious conflicts in Lamongan Regency and Tuban Regency. This research uses a qualitative approach with the type of grounded theory according to the stages of the type of research. Socio cultural capital is diverse and meaningful, stretching from the potential of natural resources, economy, culture, customs, arts, and religion. The results of the analysis show that the dominant factors that cause the growth of radical ideas in Lamongan Regency are limited religious knowledge and insight, mistakes in choosing teachers, low levels of economic welfare, provocation of online media, sectarianism, disappointment with social, political, economic and legal conditions, and weak government control over educational institutions and pesantren affiliated with radical groups. The form of religious conflict that occurred in Tuban Regency was a peaceful action, which is an action carried out by Muslims without violence in order to address sectarian and communal issues. The socio cultural capital of the Lamongan and Tuban communities has a diversity ranging from the potential of natural resources, economy, culture, customs, arts, and religion, giving birth to five da'wah models for preventing radicalism and religious conflicts. The five da'wah models in question are economic-based, institution-based, village-based mosques, pesantren, and based on local wisdom
Da’wa Message on Net TV's Muslim Travelers Program
Da’wa is growing with the existence of communication media that continues to progress. Da’wa messages are increasingly diverse and packaged. Like the Muslim Travelers NET TV program, which is a traveling program that presents da’wa messages and is packaged according to the millennial generation. Therefore, in this study, we examine the message of da’wa on the Spanish edition of the Muslim Travelers NET TV program and the dominant message of da’wa. The method in this study uses descriptive quantitative content analysis to describe in detail a message. Using the thematic unit of analysis, based on the theme of the message of da’wa. Sources and types of data use videos of Muslim travelers traveling to Spain which consist of three videos. Using observation data collection techniques, direct observation of research objects and documentation, the data is then transcribed into primary data. After the data was collected, it was analyzed using SPSS version 16 for Windows. From the results of the analysis, it can be concluded that the Spanish Travel Program Muslim Travelers NET TV program contains three elements of the message of preaching aqidah, morals and shari'ah. The message of faith is illustrated by an invitation to maintain faith, and show confidence, with a percentage of 34.3%. Moral messages show examples of behaving towards fellow humans with a percentage of 34.3%. And the Shari'ah message provides an example of how a Muslim implements Islamic Shari'ah in Spain with a percentage of 31.5%. This study only examines the message of the da’wa contained, further researchers can examine more deeply about the program
RELIGIOUS IDENTITY TRANSFORMATION: Cultural Interbreeding Between Dayak Indigenous Culture and Islam
The arrival of imported religions, Islam and Chistianity in particular, in West Kalimantan creates cultural dialectic and transformation within local indigenous Dayak’s culture and belief. This article tries to explore on cultural interbreeding between Dayak indigenous culture and Islam in West Kalimantan, Indonesia. The findings have revealed that the interaction between local Dayak culture with variant of Islam creates new cultural identity such as Senganan Dayak in Semabi. This new identity is the consequence for those who convert to Islam as they do not abandon the Dayak identity. However, the massive conversion of Dayak to Islam does not necessarily imply the downgrading of identity from Dayak to Malay; instead they still remain to be Dayak in spite of their conversion to new religion. Another transformation occurred within tradition such as the ritual of “ngantar buah pulang (bring fruit home)â€. This Dayak indigenous ritual is replaced with Islamic kind of thanksgiving ritual and replaces the spelling of magic spell with supplication to God Almighty
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN SUDU, POSISI VERTIKAL TURBIN CROSS FLOW DAN SUDUT PENGARAH ALIRAN (GUIDE VANE) TERHADAP DAYA POROS YANG DIHASILKAN PADA SISTEM PEMULIHAN ENERGI TERINTEGRASI DENGAN MENARA PENDINGIN
The installation of cross flow wind turbine with flat blades in an enclosure above a cooling tower was used to recover the wasted energy from the cooling tower. Adding guide vanes had a function to increase the performance of the cross flow wind turbine by manipulate the air flow around it. The objectives of this experiment were to determine the effect of blade angle and vertical position of cross flow wind turbine, also to find out the effect of guide vane’s angle on the performance of wind turbine. The model of turbine was made on scale down with 400 mm diameter and 380 mm height. The results showed blades of cross flow wind turbine with a slope angle of 60 ° had the best performance compared to other blades angle. At the variation of turbine vertical position, the best vertical position occurred on the y-axis of 30 mm. The results also showed that the guide vane could improve the performance of wind turbin with increasing in shaft power up to 26% with coefficient of power,Cp of 0.28 and tip speed ratio,λ, of 0.9
Studi Identifikasi Crude Fukosantin Dan Fukosantin Hasil Isolasi Dari Alga Coklat (Sargassum Filipendula) Dengan Pengujian Spektroskopi Ftir
Fukosantin merupakan karotenoid utama yang ditemukan pada alga coklat Sargassum filipendula. Fukosantin memiliki rumus C42H58O6 berupa trans-fukosantin. Fukosantin memiliki struktur kimia yang unik karena memiliki sebuah ikatan alenat dan 5,6 monoepoksida di dalam molekulnya, serta memiliki 2 gugus hidroksil. Fukosantin memiliki aktifitas fungsional untuk mencegah obesitas dan diabetes, mencegah dan memerangi kanker, pencegah oksidasi pada tubuh, mencegah penyumbatan pembuluh darah dan memerangi implamasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pigmen crude fukosantin dan fukosantin hasil isolasi menggunakan KLT dengan fase gerak heksan : aseton (7:3 v/v) dan fase diam silica gel, identifikasi pola spektra dan panjang gelombang pada spektrofotometer UV-vis menggunakan pelarut aseton dan identifikasi gugus fungsi menggunakan Spektrofotometer Fourier Transfom Infrared (FTIR). Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan kromatografi kolom dengan fase gerak heksan : etil asetat (7:3 v/v, 6:4 v/v, dan 5:5 v/v) dan fase diam silica gel. Hasil identifikasi pigmen crude fukosantin dan fukosantin hasil isolasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis diperoleh Rf 0,25 dan 0,28. Identifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis didapatkan panjang gelombang (ג) dengan pelarut aseton crude fukosantin yaitu 445 nm dan 446 nm sedangkan panjang gelombang fukosantin hasil isolasi yaitu 446,5 nm . Identifikasi gugus fungsi fukosantin menggunakan Spektrofotometer Fourier Transfom Infrared (FTIR) pada crude fukosantin didapatkan gugus fungsi OH, CH, C=O, C=C, CH2, C-O, C-O-C, dan C=C trans disubstitusi dan fukosantin hasil isolasi didapatkan gugus fungsi OH, CH, ikatan alenik, C=O, C=C, CH2, C-O-C, dan C=C trans disubstitus
- …
