25 research outputs found

    Fabrikasi Dan Karakterisasi Directional Coupler Konfigurasi 3×3 Susunan Segitiga Berbahan Serat Optik Plastik Step Index Multimode Tipe FD-620-10

    Full text link
    Dalam penelitian ini telah dilakukan fabrikasi dan karakterisasi directional coupler konfigurasi 3×3 susunan segitiga berbahan serat optik plastik step index multimode tipe FD-620-10 dengan panjang kupasan 35 mm, 40 mm, 45 mm, 50 mm, 55 mm, dan 60 mm menggunakan pendekatan metode fused biconical tapered (FBT). Hasil karakterisasi directional coupler menggunakan BF5R-D1-N diperoleh bahwa panjang kupasan 45 mm dengan input pada port A1 menunjukkan nilai coupling ratio CR = 0,6; 0,2; 0,2 dan excess loss Le = -7,76 dB, pada port B1 menunjukkan nilai CR = 0,2; 0,6; 0,2 dan Le = -6,76 dB, pada port C1 menunjukkan nilai CR = 0,2; 0,19; 0,61 dan Le = -6,75 dB. Directional coupler ini paling baik digunakan sebagai piranti dalam sensor

    The Effect of Gel-Electrolyte on Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Prototype based on Nanosized-TiO2 Using Mangosteen Pericarp as Absorber

    Full text link
    Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) with Fluorine deped Tin Oxide (FTO) substrat and nanosize-TiO2 layer sensitized by “dye” ,mangosteen pericarp extract, was succesfully fabricated. Gel-Electrolyte as electron regenerator was synthesized by adding Polyethylene Glycol (PEG) 1000 to electrolyte solution while nanosize-TiO2 was synthesized by co-precipitation method from TiCl3 solution. The crystal size of TiO2 characterized by X-Ray Diffraction is 10.5 nm in size. The solar absorbance of “dye” mangosteen pericarp was measured using UV-Vis Spectrophotometer and it showed that the dye can absorb photon at Near Ultraviolet (NUV) to yellow visible light. Nanosize-TiO2 based DSSC with gel-electrolyte successfully reached short circuit current up to 30.9 μA, open circuit voltage 398.3 mV and performed the long term stability. ©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved</jats:p

    Pengaruh Penggunaan Gel-Electrolyte pada Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Berbasis TiO2 Nanopartikel dengan Ekstrak Murbei (Morus) sebagai Dye Sensitizer pada Substrat Kaca ITO

    Full text link
    Telah dihasilkan prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis TiO2 nanopartikel dengan elektrolit gel dan dye sensitizer berupa ekstrak buah murbei (morus) pada substrat kaca ITO. TiO2 orde nano berfase anatase dengan besar ukuran kristal 10,9 nm telah berhasil disintesis melalui metode koprepsipitasi. Dalam penelitian ini sel difabrikasi menggunakan kaca konduktif ITO (Indium Tin Oxide) dan berhasil dikarakterisasi pengaruh elektrolit gel terhadap sel. Karakterisasi DSSC menunjukkan performansi DSSC yang dihasilkan, didapat dengan nilai efisiensi sebesar 0,0724% dan fill factor sebesar 0,921 ketika ISC 597 μA, VOC 77 mV, IMPP 580 μA, dan VMPP 73 mV. Penggunaan elektrolit gel pada DSSC mampu memberikan ketahanan pemakaian yang lama, kestabilan tegangan, serta kestabilan arus yang sangat tinggi

    Fabrikasi dan Karakterisasi Directional Coupler Konfigurasi 3Ã3 Planar Berbahan Serat Optik Plastik Step-Index Moda Jamak Tipe FD-620-10

    Full text link
    Fabrikasi dan karakterisasi directional coupler konfigurasi 3Ã3 planar berbahan serat optik plastik step index moda jamak tipe FD-620-10 telah dilakukan dengan panjang kupasan 35 mm, 40 mm, 45 mm, 50 mm, 55 mm, 60 mm dan 65 mm menggunakan pendekatan metode Fused Biconical Tapered (FBT) yang menghasilkan karakteristik yang berbeda. Hasil karakterisasi directional coupler konfigurasi 3Ã3 planar menggunakan BF5R-D1-N menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan maka semakin besar rugi daya dan semakin kecil intensitas cahaya yang diteruskan. Pada directional coupler konfigurasi 3Ã3 planar dengan panjang kupasan 60 mm dan input pada Port B1 didapatkan nilai CR = 0.34 : 0.31 : 0.35 ; Le = -3.59 dB; Lins = -8.24 dB, -8.67 dB, -8.19 dB; dan D = -13.33 dB, -13.43 dB. Piranti ini paling baik digunakan sebagai pembagi daya maupun pemecah berkas sehingga selanjutnya dapat digunakan sebagai piranti dalam sensor

    Analisis Pengaruh Panjang Kupasan Dan Perubahan Suhu Terhadap Pancaran Intensitas Pada Serat Ooptik Plastik Multimode Tipe FD-620-10

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian mengenai analisis pengaruh pemberiankupasan jacket dan cladding pada serat optik plastik mode jamaktipe FD-620-10 terhadap Perubahan suhu dengan menggunakandetektor silikon dan BF5R-D1-N. Penelitian dilakukan dengantujuan untuk mengetahui pengaruh kenaikan suhu terhadap losspada serat optik plastik dan mengetahui kemampuan detektorsilikon dan BF5R-D1-N dalam pengukuran tegangan dan intensitaspada variasi panjang kupasan. Variasi panjang kupasan yangdigunakan adalah 30, 40, 50, 60, 70, dan 80 mm. Pengukurandilakukan pada range suhu 30ºC - 75ºC dengan pengambilan datasetiap kenaikan 1ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakintinngi suhu di daerah sensing, semakin besar loss yang terjadiakibat adanya pemuaian termal di daerah sensing yangmenyebabkan penurunan indeks bias core. Detektor silikonmampu mendeteksi Perubahan intensitas cahaya dan bekerjaoptimal pada serat optik dengan panjang kupasan 80 mm BF5RD1-N dapat merespon Perubahan intensitas cahaya dan bekerjaoptimal pada serat optik dengan panjang kupasan 30 mm

    Kebisingan di dalam Kabin Masinis Lokomotif Tipe CC201

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kebisingan didalam kabin masinis dengan tujuan untuk mengetahui kuantitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebisingan di dalam kabin masinis lokomotif CC201. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat kebisingan dengan variasi nyala mesin, variasi transmisi mesin, variasi pergerakan lokomotif, variasi kondisi sarana insulasi kabin dan variasi penggunaan panel penyerap bunyi (absorber). Panel penyerap bunyi yang digunakan pada penelitian ini terbuat dari rockwool dengan ketebalan 5 cm dan 10 cm. pada setiap panel juga dilakukan variasi penggunaan triplek sebagai penutup panel. Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa tingkat kebisingan dipengaruhi oleh nyala mesin yang dibuktikan dengan adanya selisih sebesar 44,1 dBA dibandingkan kondisi mesin mati. Sistem transmisi mesin memiliki kesebandingan dengan tingkat kebisingan karena pada setiap kenaikan sistem transmisi didapatkan tingkat kebisingan yang semakin naik. Sarana insulasi ruang berupa jendela dan pintu kabin juga mempengaruhi tingkat kebisingan didalam kabin masinis. Pergerakan kereta berpengaruh pada tingkat kebisingan di kabin masinis karena pada saat kereta bergerak timbul sumber kebisingan dari gesekan roda dengan rel. Penggunaan panel penyerap bunyi pada penelitian ini dapat mereduksi kebisingan hingga 0,9 dBA

    Analisis dan Simulasi Optimasi Parameter Akustik Ruang pada Smart Classroom Departemen Fisika ITS

    No full text
    Dalam penelitian ini dibahas analisis parameter akustik ruang hasil pengukuran dan simulasi optimasi tata letak loudspeaker pada ruang smart classroom Departemen Fisika ITS. Ruang smart classroom memiliki fungsi sebagai ruang kelas atau meeting room. Dalam mengevaluasi ruang tersebut parameter akustik ruang yang perlu diukur berdasarkan ISO 3382-1 adalah persebaran SPL, RT, dan C50. Metode yang digunakan dalam penellitian ini adalah metode impulse response. Pengambilan data dilakukan dalam dua keadaan yaitu saat ruang kosong dan saat ruang telah diisi meja dan kursi. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh persebaran SPL yang merata dengan selisih titik terdekat dan titik terjauh sebesar 2 dB untuk dua keadaan. Nilai waktu dengung diperoleh sebesar 0,45 s untuk keadaan pertama dan 0,57 s untuk keadaan kedua. Nilai C50 untuk dua keadaan berada pada rentang -2 - 5 dB. Simulasi yang dilakukan adalah simulasi parameter akustik ruang pada kondisi eksisting dan perbaikan sistem tata suara. Berdasarkan hasil simulasi, nilai terbaik diperoleh dari simulasi perbaikan sistem tata suara dimana hasil persebaran SPL lebih merata dan optimal, C50 berada pada rentang 1-3 dB. Namun untuk waktu dengung masih belum memenuhi rekomendasi yaitu sebesar 0,58 ketika ruangan berisi audience. Permasalahan rendahnya waktu dengung dapat diatasi dengan perbaikan komposisi material penyusun ruang atau perbaikan pengaturan sistem tata suara

    Ekstrak Buah Murbei (Morus) Sebagai Sensitizer Alami Pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Substrat Kaca ITO Dengan Teknik Pelapisan Spin Coating

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arus dan tegangan sel DSSC dengan dye yang diekstrak dari buah Murbei menggunakan substrat kaca ITO. Sel DSSC terdiri dari tiga komponen penting yitu elektroda kerja, larutan elektrolit berupa dan elektroda karbon. Ekstrat dye yang dibuat dari buah murbei segar dapat menyerap cahaya pada panjang gelombang 274 – 597 nm dengan dua daerah serapan maksimum yakni pada panjang gelombang 294 nm dan 510 nm. Lapisan nanopartikel pada kaca ITO menyebabkan banyak mulekul dye yang menempel. Dye mengakibatkan sel dapat menyerap energi foton kemudian diubah menjadi arus dan tegangan. Karakterisasi dilakukan dengan sumber penyinaran cahaya matahari dan lampu halogen.Diperoleh data kualitas arus dan tegangan terhadap waktu dengan sumber cahaya matahari, kualitas arus dan tegangan terhadap waktu dengan sumber lampu halogen, pengaruh pembebanan terhadap kualitas arus dan pengaruh waktu pendinginan terhadap arus. Dengan penyinaran cahaya matahari Arus maksimum  = 682 μA, Voc max = 419,8 mV. Dengan menggunakan sumber penyinaran lampu halogen Arus maksimum =  1283 μA. Voc maksimum = 580 mV

    Fabrikasi dan Karakterisasi Directional Coupler Konfigurasi 3×3 Susunan Segitiga Berbahan Serat Optik Plastik Step Index Multimode Tipe FD-620-10

    Full text link
    Dalam penelitian ini telah dilakukan fabrikasi dan karakterisasi directional coupler konfigurasi 3×3 susunan segitiga berbahan serat optik plastik step index multimode tipe FD-620-10 dengan panjang kupasan 35 mm, 40 mm, 45 mm, 50 mm, 55 mm, dan 60 mm menggunakan pendekatan metode fused biconical tapered (FBT). Hasil karakterisasi directional coupler menggunakan BF5R-D1-N diperoleh bahwa panjang kupasan 45 mm dengan input pada port A1 menunjukkan nilai coupling ratio CR = 0,6; 0,2; 0,2 dan excess loss Le = -7,76 dB, pada port B1 menunjukkan nilai CR = 0,2; 0,6; 0,2 dan Le = -6,76 dB, pada port C1 menunjukkan nilai CR = 0,2; 0,19; 0,61 dan Le = -6,75 dB. Directional coupler ini paling baik digunakan sebagai piranti dalam sensor
    corecore