1,726,857 research outputs found
piti-diablotin/agate: v1.4.1
Fix gnuplot detection
Full Changelog: https://github.com/piti-diablotin/agate/compare/v1.4.0...v1.4.
piti-diablotin/agate: v1.3.1
Bump version to 1.2.3
Update README.md
Improve font rendering
Add command to print displacement vector
Compute pressure from stress in HistData
Add hold functionnality to plot band.
Customize the color with color=R G B if no spin or 1 spin and
color=R B G R B G for 2 spin chnnel
Interjektsioni piti
Kielenaineksethäti piti (kieli: suomi, sivulla: 109)piti piti (kieli: suomi, sivulla: 109)pitit|täjä, -tää, -ys (kieli: suomi, sivulla: 109
STUDI KELEMBAGAAN PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI)
Islam bukanlah agama yang asing bagi keturunan Tionghoa. Sejak ratusan
tahun yang lalu Islam sudah ada di negara Cina. Di negara itu umat Islam hampir
tersebar di seluruh kota besar di Cina.
Di Indonesia sendiri pindahnya agama keturunan Tionghoa ke Islam sudah
ada sejak zaman Cheng Ho tahun 1413-1431 pada Dinasti Ming yang turut
memperkenalkan agama Islam ke daerah-daerah Nusantara. Kernudian
perkembangan itu berlanjut sampai zaman penjajahan Belanda, pada tahun 1936
berdiri Persatuan Islam Tionghoa di Medan dan Partai Tionghoa Islam Indonesia
di Makasar.
Akhirnya pada tahun 1963 kedua organisasi lersebut bergnbung menjadi
PJTI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Namun, ()ada tahun I 960 khususnya
setelah meletus G 30 S/PKI, yang mana pada saat itu sedang digalakkan gerakan persatuan dan kesatuan bangsa. PITI terkena dampaknya. nama Tionghoa
pada kepanjangannya harus dihilangkan. Dirubah menjadi Pembina lman Tauhid
Islam dengan singkatan yang sama dan ini terjadi pada tahun I 972. PITI
mempunyai tujuan yaitu untuk membentuk kepribadian yang Islami di mana
tergambar sosok pribadi yang taat, tunduk, patuh kepada Allah swt. Selain itu.
melalui PITI diharapknn dapat menjadi jembatan penghubung antara etnis
Tionghoa Indonesia dengan mayoritas Bangsa Indonesia. PITI berusaha untuk
selalu menghilangkan stereotype yang ada di kalangan etnis Tionghoa maupun
masyarakat bangsa Indonesia. dengan dernikian kerjasama yang erat dapat terjalin
kerjasama.
Berdasarkan latar belakang di atas penulis ingin mengetahui lebih dalam
mengenai faktor-faktor orang Tionghoa rnengikuti PITI, aktifitas-aktilitas PITI
dalam pembinaan Islam Tionghoa, serta pengaruh PITI dalam pengembangan
Islam kepada masyarakat Tionghoa.
Untuk membahas mengenai kelembagaan PITI dengan jalan menganalisis
hubungan antara lembaga-lembaga tersebut dalam masyarakat tertentu. Yang
ditinjau dari segi aktititasnya peran serta pengaruhnya dalam masyarakat. Pada
penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sosiologis dan analisis data
dengan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif. Melalui penelitian ini dapatlah dipetik hasil bahwa PITI adalah organisasi
dakwah Islam yang khusus mengenalkan agama lslam kepada masyarakat Tionghua. Melalui aktifitas - aktifitas yang didasari dengan nilai Islam. Juga sebagai proses pembauran antara muslim Tionghoa dengan muslim pribumi
Manuel Piti Fajardo Rivero: padre, hijo, un doctor de verde olivo
Introduction: doctors have been connected with the revolutionary process in every historical stage of the Cuban people, demonstrated by the incorporation of several of them to the Cuban independence fighters, named Mambises, and closer in the time to the rebel troops (guerrillas), constituting the Military Health Corps. An example of this is Manuel Fajardo Rivero, more affectionately called Piti. Objective: to value the personal dimension, work as a doctor in the (guerrilla) and as a great revolutionary of Manuel Piti Fajardo Rivero, from the testimony of those who knew him.Method: a manual and automated documentary analysis was carried out about the warrior doctor Manuel Piti Fajardo Rivero, using reliable search engines such as academic Google and SciELO. Twenty-five Spanish-language bibliographic sources were consulted, 60% of them corresponded to the last five years.Development: is presented the happy and restless young man, devoted son and loving father, the doctor by vocation and the daring warrior in the days of clandestinely and the guerrilla warfare, who contributed to the healing of the wounded and sick people from the battle, but also contributed to the achievement of the definitive victory after which he carried out tasks of impact in the construction of the society dreamed by the Cuban people. Final considerations: Piti Fajardo was an exceptional revolutionary and human being, with good feelings, a principles person and with a high sense of justice and love for others, as expressed with anecdotal focus by those who knew him. His name will always be carried with affection.Introducción: los médicos han estado vinculados al proceso revolucionario en cada etapa histórica del pueblo cubano, como demuestra la incorporación de numerosos galenos a las filas insurrectas mambisas y más contemporáneamente a las tropas rebeldes, constituyendo el Cuerpo de Sanidad Militar. Una muestra fehaciente de ello lo constituye la figura de Manuel Fajardo Rivero, Piti, más cariñosamente. Objetivo: valorar a Manuel Piti Fajardo Rivero a partir de su dimensión personal y labor como médico guerrillero y revolucionario convencido, desde el testimonio de quienes lo conocieron. Método: se realizó un análisis documental por vía manual y también automatizada, empleando buscadores de confianza como Google académico y SciELO, sobre el médico rebelde Manuel Piti Fajardo Rivero. Se consultaron 25 fuentes bibliográficas en idioma español, de las cuales el 60 % correspondió a los últimos cinco años. Resultados: se presenta al joven alegre, inquieto, hijo devoto y padre amoroso, al médico de vocación y al audaz combatiente en los días de clandestinidad y guerrilla, que brindó su aporte a la curación de heridos y enfermos, pero también al logro de la victoria definitiva tras la cual desempeñó tareas de impacto en la construcción de la sociedad soñada por los cubanos. Conclusiones: Piti Fajardo fue un excepcional revolucionario y ser humano, noble, de principios firmes y con alto sentido de la justicia y amor al prójimo, como expresaran con enfoque anecdótico quienes lo conocieron. Su nombre será siempre llevado con cariño
Piti Maranggangu (Kawin Tangkap) dalam Perspektif Hukum
Sumba Island holds a lot of local wisdom. One of the local wisdom is Piti Maranggangu. Piti Maranggangu is a catch / take in meetings that often occur in public places or public places, such as in traditional markets, places of customs activities (traditional parties), on the street, at home and even planted. The purpose of this study was to find out and understand Piti Maranggangu from the point of view of Customary Law and Law No. 1 of 1974 on marriage. The type of research used is socio-legal research with a research location in Sumba Island, East Nusa Tenggara. The results showed that Piti Mara interfered with a review of the principles of customary law that piti maranggangu practices are recognized in the sumba island community and is a form of honest exogamous mating mating system. Referred to as honest exogamy because the edited woman has been positioned as a surrogate in the clan. While Piti Maranggangu in the perspective of Law No. 1 of 1974 can be concluded that there are 2 (two) conditions violated in the marriage process, namely substantive conditions that there is no consent from the bride, then the age of the edited bride is underage (under 19 years). As a result of violating these substantive conditions, Piti Maranggangu can legally be void by law
PELAKSANAAN DAKWAH ORGANISASI PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) BANYUMAS
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di deklarasikan di Jakarta pada 14
April 1961. PITI di dirikan bertujuan untuk mempersatukan muslim Indonesia
dengan muslim Tionghoa dan muslim Tionghoa dengan etnis Tionghoa non muslim
serta umat Islam dengan etnis Tionghoa. Untuk mewujudkan tujuan itu, PITI
melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang dapat dianggap sebagai
mewujudkan rahmatan lillamin. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti
bagaimana pelaksanaan dakwah PITI Banyumas.
Penelitian ini dikelompokkan dalam jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi ini
dilakukan secara non partisipan, dimana peneliti tidak terlibat langsung. Wawancara
digunakan untuk mengungkap data yang bersifat informative. sedangkan
dokumentasi yaitu mencari data atau hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkip, buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain. Untuk metode analisisnya
digunakan. Sedangkan untuk teknik analisis data mengguanakan metode berfikir
deduktif.
Setelah dilakukan analisis, ada beberapa pelaksanaan dakwah yang dilakukan
PITI Banyumas. Yaitu: 1). penyucian harta, disini di gambarkan sebagai usaha
membersihkan harta sebelumnya. 2) penyejahteraan ekonomi umat, disini anggota
PITI dilatih dalam bidang kewirausahaan dan PITI berperan dalam hal pemasaran
hasilnya. 3). pendekatan secara psikologi, ini sebagai upaya menstabilkan keadaan
mualaf setelah masuk Islam. 4). pembinaaan dasar-dasar Islam, tujuan dari ini adalah
sebagai pemantauan kepada Mualaf serta untuk menjaga hubungan baik dengan
pengurus PITI. 5). penanaman budaya religius sebagai ajang berkumpul dan
mempelajari Agama secara mendalam.6). pendidikan usia dini, ini adalah bentuk
pendekatan kepada masyarakat sekitar.
Kata kunci: PITI Banyumas, Pelaksanaan Dakwah
- …
