1,732,277 research outputs found
Napak Pertiwi A Land To Remember
Indigenous dalam tradisi budaya Bali selalu ada dalam upacara- upacara keagamaan salah satunya adalah
Napak Pertiwi dari kelairan hingga kematian. Sumber tertulis yang memaparkan secara jelas konsep tersebut belum
ada, tetapi interpretasi maupun filosofis dari berbagai lontar seperti Barong Swari, Siwa Tatwa, Bajang Colongan
sudah merepresentasikan tentang makna dari Napak Pertiwi. Film fiksi Napak Pertiwi :”A Land to Remember” ini
“didukung dengan karya yang ditulis oleh I Wayan Jengki Sunarta, Putu Karang, seorang pelukis asal Nusa Penida,
Bali. Penciptaan karya memerlukan tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Teori yang digunakan
adalah A Companioun to Film Theory karya Robert Stam dan Toby Miller (2004), yaitu aspek teatrikal, aspek statis,
aspek literasi, teknologi (technology), kesejarahan (historycaly), pembahasaan (linguisticly), kelembagaan
(institutionally), dan proses penerimaan (acceptance) untuk membentuk sejarah atau histori sehingga terjadi
rangsangan untuk membuat sebuah karya yang dapat dilihat melalui video.
Hasil dari karya film ini adalah tervisualisasikannya kearifan lokal yaitu Napak Pertiwi. Cara visualisasi
film fiksi Napak Pertiwi sehingga menyenangkan untuk ditonton disampaikan dengan struktur tiga babak dalam
cerita film Napak Pertiwi, yaitu babak I eksposisi, babak II konfrontasi dan babak III resolusi dan ending, yang
setiap babaknya tetap menyuguhkan emosi, depresi atau kehilangan, dan romantisisme pada tokoh yang berdurasi 69
menit bergenre melodrama dengan pesan kesadaran diri.
Kata kunci : film fiksi , melodrama, Napak Pertiwi, visualisas
Tari Bumi Pertiwi Perancangan Kolaborasi Tari dengan Koreografi Kamera
Penelitian ini berupa penciptaan tari untuk kebutuhan virtual disebabkan situasi pandemi Covid-19. Maka koreografi dipentaskan secara daring dengan direkam video menggunakan teknik one shot, dengan multi kamera video yang mengikuti gerak perpindahan penari dari awal hingga akhir, maka ada editing gambar untuk menyatukan hasil rekaman dari 3 kamera video. Hal itu untuk menjaga keberlanjutan dramatisasi koreografi dan emosional penari dalam melakukan gerak tari yang utuh dan kontinyu seperti saat pentas di panggung. Untuk memenuhi itu diperlukan adanya koreografi kamera untuk mewujudkan kolaborasi dengan tari. Tari bertema tentang Bumi Pertiwi yang sedang berduka karena dilanda wabah penyakit dan bencana alam. Ekspresi tari, musik dan kostum bernuansa tradisi Jawa dan Nusantara. Setting panggung terdiri dari juntaian kain kain transparan, menggunakan tata cahaya yang menyiratkan suasana surgawi. Ruang pentas di panggung proscenium, hutan Sengon, dan sawah hijau yang merupakan kekayaan Nusantara yang membangkitkan semangat hidup. Metode penciptaan Koreografi Lingkungan. Tari Bumi Pertiwi dibawakan oleh seorang penari wanita, diibaratkan sebagai peran ibu yang kuat dan bisa bangkit lagi secara mandiri setelah diterpa duka lara. Durasi sekitar 11 menit. Tari Bumi Pertiwi merupakan tari video yang menggunakan multi camera dan siap dipublikasikan secara daring.
Kata Kunci: Tari Bumi Pertiwi; Koreografi Lingkungan; one shot; tari vide
Pelajar UMPSA anjur program Perwira untuk Bumi Pertiwi
KUANTAN, 9 September 2023 - Seramai 37 orang pelajar Asasi Sains dan Teknologi (AST), Pusat Sains dan Matematik (PSM), Universiti Malaysia Pahang Al–Sultan Abdullah (UMPSA) telah mengadakan program Perwira Untuk Bumi Pertiwi bersama Sekolah Kebangsaan Pandan, Kuantan baru–baru ini
UMPSA Students Organize Perwira untuk Bumi Pertiwi Programme
KUANTAN, 9 September 2023 - A total of 37 students from the Foundation in Science and Technology (AST), Centre for Science and Mathematics (PSM), Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), recently organized the "Perwira untuk Bumi Pertiwi" programme together with Sekolah Kebangsaan Pandan, Kuantan
Erratum: Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Purtiwi, P.D. (2017): Author Purtiwi, P.D. is spelled Pertiwi, P.D.
Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Purtiwi, P.D. (2017) Descriptions of four new species of damselfishes (Pomacentridae) in the Pomacentrus philippinus complex from the tropical western Pacific Ocean. Journal of the Ocean Science Foundation, 25, 47–76.
corrected spelling of third author’s name to:
Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Pertiwi, P.D. (2017) Descriptions of four new species of damselfishes
(Pomacentridae) in the Pomacentrus philippinus complex from the tropical western Pacific Ocean. Journal of the Ocean Science Foundation, 25, 47–76
Pengaruh Permainan Origami Terhadap Motorik Halus Anak Usia Dini Di TK A Pertiwi Dharmarini Saradan Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan origami terhadap motorik halus pada anak kelompok A TK Pertiwi Dharmarini Saradan Pemalang tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan jenis eksperimen dengan metode pre eksperimental design yaitu One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah peserta didik TK A Pertiwi Dharmarini Saradan Pemalang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini
menggunakan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Ttest menggunakan SPSS 16.0 For Windows. Hasil Ttest diperoleh thitung (21.000) > ttabel (2.093) dengan pvalue sebesar 0,000 < α (0,05). Dengan demikian maka Ho ditolak, berarti terdapat pengaruh permainan origami terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK Pertiwi Dharmarini Saradan Pemalang tahun ajaran 2012/2013
Perbedaan Tingkat Konsentrasi Belajar Siswa antara Kebisingan Lingkungan Sekolah SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 Padang
Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak dikehendaki atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Kebisingan yang sudah melewati ambang batas tingkat kebisingan terbukti dapat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan tingkat konsentrasi belajar siswa antara kebisingan lingkungan sekolah SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 Padang. Penelitian cross-sectional comparative ini dilakukan di SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 pada bulan Agustus 2015 – selesai dari pukul 10.20-10.50 WIB. Jumlah sampel sebanyak 80 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diwakili 40 orang. Pengukuran kebisingan dilakukan selama 30 menit pada setiap lokasi penelitian dengan pengambilan data setiap 5 menit. Penentuan tingkat konsentrasi siswa dilakukan dengan penggunakan digit span test. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan kebisingan lingkungan SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 terdapat perbedaan yang bermakna dengan signifikan (p = 0,033). Pada tingkat konsentrasi belajar terdapat perbedaan tingkat konsentrasi yang bermakna dari digit span test dengan signifikan (p = 0,025). Penelitian ini membuktikan terdapat perbedaan tingkat konsentrasi belajar siswa pada SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 pada daerah bising yang berbeda (p < 0,05)
Bhakti Pertiwi
Komposisi lagu keroncong "Bhakti Pertiwi" ini termasuk dalam kategori keroncong asli yaitu menggunakan sukat 4/4 dan memilikki 28 birama. Jenia lagu Bhakti Pertiwi ini termasuk dalam bentuk lagu tiga periode three part-period yang terdiri dari. kalimat A (8 birama), B (8 birama), dan C (8 birama). Lagu keroncong Bhakti Pertiwi ditulis dalam tangga nada C Mayor. Akan tetapi dalam prakteknya tanda mula ini dapat berubah sesuai dengan register masing-masing vokalis yang membawakan. Dalam menganalisis harmoni (akord) pada lagu tersebut diuraikan pada setiap bagian atau periode
Implementasi Sustainable Development Di Indonesia
Ciptaan ini berupa buku yang menjelaskan tentang konsep Implementasi Sustainable Development Di Indonesi
Education under threat
Index
Education on the Front Lines: Striving for SDG 4 in Conditions of War
Laurel Seppälä
Education Under (Changing) Threats?
Ve Romey
Drama Education in the Finnish Education System
Nathalia Katsivalis Salles
The Path to Greenlandic Independence: Postocolonial Education and Language Inclusion in Greenland
Maryam Scholz
Curriculum as a Political Battlefield: Dangers & Effect on Future Generations in Bangladesh
Shams Mohammad Nasi
The Threat of Neoliberal Global Education Reform: A Reflection of the Indonesian Education Context
Adinda Pertiwi
Scholarship Programs in the Global North: Aiding Equitable Higher Education or Fueling Disparities in Bangladesh?
Md Abu Nayeem
Ethical Internationalization of Higher Education as a Potential Destination for the Meaningful Societal Trasnformation
Albina Marchenko
Impact of Tuition Fees on Internationalization of Higher Educational Institutions in Finland
Konul Ahmadzada
Navigating Through the Language Barrier: A Literature Review on Rohingya Refugee Childrem’s Education In Bangladesh
Fariha Rubaiyat Khan
Intercultural Education Issues and Challenges under Monohabitus Society
Adinda Pertiwi
Student Welfare, State Neglect
Karol Go
Equal or Equitable? Exploring the Evolution of Inclusion and Special Education
Janine Marie KnauerhaseIndex
Education on the Front Lines: Striving for SDG 4 in Conditions of War
Laurel Seppälä
Education Under (Changing) Threats?
Ve Romey
Drama Education in the Finnish Education System
Nathalia Katsivalis Salles
The Path to Greenlandic Independence: Postocolonial Education and Language Inclusion in Greenland
Maryam Scholz
Curriculum as a Political Battlefield: Dangers & Effect on Future Generations in Bangladesh
Shams Mohammad Nasi
The Threat of Neoliberal Global Education Reform: A Reflection of the Indonesian Education Context
Adinda Pertiwi
Scholarship Programs in the Global North: Aiding Equitable Higher Education or Fueling Disparities in Bangladesh?
Md Abu Nayeem
Ethical Internationalization of Higher Education as a Potential Destination for the Meaningful Societal Trasnformation
Albina Marchenko
Impact of Tuition Fees on Internationalization of Higher Educational Institutions in Finland
Konul Ahmadzada
Navigating Through the Language Barrier: A Literature Review on Rohingya Refugee Childrem’s Education In Bangladesh
Fariha Rubaiyat Khan
Intercultural Education Issues and Challenges under Monohabitus Society
Adinda Pertiwi
Student Welfare, State Neglect
Karol Go
Equal or Equitable? Exploring the Evolution of Inclusion and Special Education
Janine Marie Knauerhas
- …
