47,082 research outputs found
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Angkasa Singosari Malang pada Pokok Bahasan Zat Aditif Makanan, Zat Adiktif, dan Psikotropika.
ABSTRAK Ardiani, D. A. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Angkasa Singosari Malang pada Pokok Bahasan Zat Aditif Makanan, Zat Adiktif dan Psikotropika. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M. Sc., Ph.D, (II) Herunata, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Konstruktivistik, Pembelajaran Kooperatif, Kooperatif tipe Jigsaw, dan Prestasi Belajar Siswa Saat ini berlaku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Paradigma yang berlaku dalam KTSP adalah kontruktivisme. Menurut pandangan kontruktivisme, siswa yang harus menemukan dan membangun sendiri struktur kognitif/pengetahuannya melalui interaksi dan transaksi. Interaksi dan tranksasi antara siswa dengan siswa inilah yang dapat memberikan kontribusi yang paling besar dalam membangun struktur kognitifnya. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang memungkinkan terjadinya interaksi dan transaksi di antara siswa dalam proses pembelajaran yang memenuhi kaidah-kaidah konstruktivistik. Model pembelajaran ini menuntut keaktifan siswa untuk belajar bersama dalam kelompok kecil. Masing-masing siswa bertanggung jawab terhadap hasil belajar baik secara individu maupun secara kelompok. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui bagaimana ketercapaian aspek dasar kooperatif selama proses pembelajaran berlangsung. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan rancangan penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Pada rancangan ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang kemudian posisi kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi sebelumnya ditukar untuk materi selanjutnya. Populasi penelitian semua kelas VIII SMP Angkasa Singosari Malang dan sampelnya dipilih 2 kelas secara undian kelompok sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen perlakuan tersusun atas peta konsep, silabus, rencana pembelajaran (RPP). Sedangkan instrumen pengukuran tersusun atas lembar observasi, lembar kerja siswa, soal kuis, soal evaluasi, dan angket persepsi siswa. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw lebih baik dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini juga karena meningkatnya kemauan belajar dan timbulnya motivasi belajar dalam diri siswa. Ketercapaian aspek dasar kooperatif yang diperoleh dapat dikatakan baik, dimana rata-rata prosentase aspek ini untuk materi zat aditif makanan sebesar 76,4 % dan untuk materi zat adiktif dan psikotropika sebesar 81,08 %. ABSTRACT Ardiani, D.A. 2009. The influence of cooperative assembling jigsaw model toward student's achievement of junior high school VIII Angkasa Singosari Malang at basic discussion about food additive substance, addictive substance and psychotrophic. Theses, Chemistry Education Department FMIPA State University of Malang. Advisor: (1) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M. Sc. Ph.D, (II) Herunata, S.Pd, M.Pd. Key word : Constructivistic, Cooperative lerning, Jigsaw model cooperative, and students' achievement. Education unit degree curriculum (KTSP) recently occurs. The paradigm of KTSP is constructivism. According to construcivism, students should find and construct their own cognitive structure/knowledge through interaction and transaction. Interaction and transation between students and other students give a big contribution in constructing their cognitive structure. Cooperative learning model is a learning model possibly cause interaction and transaction among students in learning proccess required constructivictic norm. This learning type needs student's activeness to study together in a small group. Each of student is responsible for thier result of study either individually or in groups. The reasons of this research are to know whether students' achievement using jigsaw model is better to be compared with students' learned using convensional learning and also to know how the basic ahievnest aspect of cooperative principle is obtained while learning proses is going on. Research plan used is an apparent and descriptive experimental research plan. This plan uses an experimental class and control class, afterwards an experimental class position and control class of the previous subjects is exchanged to the next subjects. Research population from all class of VIII junior high school of Angkasa Singosari Malang and its sample is lotterily picked two out as an experimental class and control class. Instrument treatment consists of concept map, syllabus, learning plan (RPP). However, measuring instrument consists of observation pages, students' spread sheets, quiz questions, evaluation questions, and questionnaire of students' perception. Data analysis is conducted by examining normality, examining homogeneity, examining similarity two average, and examining hypothesis. The result of the research shows that students' achievement using jigsaw model is better than students' achievement using convensional learning . This case is also supported by students' own accord in learning and motivation to study in students' self. The obtained result in basic aspect cooperative can be said fine, which this percntage average is to food additive subjetc as big as 76,4 % and additive substance subject and psychotropic as big as 81,08%.
EFEK PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR α (TNF-α) PADA TIKUS WISTAR DENGAN DIET KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)
ABSTRAK Kusmiyati, Nur. 2010. Efek Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor α (TNF-α) pada Tikus Wistar dengan Diet KEP (Kurang Energi Protein). (1) Dr Abdul Gofur, M.Si, (2) Dra. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci : Tepung daun kelor, Kadar TNF-α, Tikus wistar, KEP. Penelitian tentang efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar TNF-α pada tikus wistar dengan diet KEP. Bertujuan untuk mengetahui efek pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar TNF-α pada tikus wistar dengan diet KEP. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Fisiologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, pada bulan Agustus 2009–Februari 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan, masing-masing diulang sebanyak enam kali. Hewan coba yang digunakan adalah 36 ekor tikus wistar jantan umur 8-12 minggu dengan berat badan 200-300 gram dan dibuat KEP selama 60 hari. Pemberian tepung daun kelor diberikan secara oral sebanyak 1 ml/hr selama 30 hari dengan dosis 0g/hr, 180g/hr, 360g/hr, 720g/hr, dan 1440g/hr. Pada hari ketiga puluh satu tikus dibunuh dengan kloroform. Lemak visceral diambil dan dibersihkan dalam larutan NaCl 0,9 %. Selanjutnya diukur kadar TNF-α dengan menggunakan metode ELISA. Data hasil penelitian berupa kadar TNF-α yang diperoleh dari panjang absorbansi dengan menghitung dari nilai standar TNF-α. Analisis yang digunakan adalah analisis variansi tunggal (ANAVA tunggal), dan apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap kadar TNF-α pada tikus wistar dengan diet KEP. Pengaruh tepung daun kelor terhadap kadar TNF-α ditunjukkan dengan nilai rata-rata kadar TNF-α sebesar 1437 pg/ml yang turun mendekati kelompok kontrol negatif. Dosis yang berpengaruh positif terhadap kadar TNF-α yaitu 720 g/hr
Sholekha, Pengaruh Ciprofloxacin terhadap Ginjal Mencit (Mus musculus) Galur Balb C
Sholekha, Miftahus. 2013. Pengaruh Ciprofloxacin terhadap Ginjal Mencit (Mus musculus) Galur Balb C. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Amy Tenzer, M.S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.Kata kunci: ciprofloxacin, ginjal, mencitCiprofloxacin adalah salah satu dari golongan florokuinolon yang banyak digunakan. Ciprofloxacin memiliki spektrum yang luas terhadap bakteri gram negatif. Ginjal merupakan jalur utama ekskresi toksik, mengkonsentrasi toksik pada filtrat, dan membawa toksik melalui sel tubulus, sehingga ginjal merupakan organ sasaran utama dari efek toksik ciprofloxacin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Ciprofloxacin terhadap ginjal mencit (Mus musculus) galur Balb C.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan, tiap perlakuan diulang lima kali. Bahan uji berupa ciprofloxacin yang dilarutkan dengan aquades dengan dosis 0; 0,065; 0,13; 0,195 dan 0,26 g/kg bb. Perlakuan diberikan 2x sehari selama 14 hari. Ginjal dibuat sediaan histologis menggunakan metode paraffin, dengan ketebalan 8 μm, dan diwarnai dengan Hematoxylin-Eosin. Data kerusakan ginjal dilihat dari persentase piknosis sel tubulus kontortus proksimal dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) tunggal dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf signifikansi 5% dan menyusutnya glomerolus pada Badan Malphigi, yang dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ciprofloxacin berpengaruh terhadap ginjal mencit (Mus musculus) yaitu meningkatkan persentase piknosis sel pada tubulus kontortus proksimal dan menyusutkan glomerolus pada Badan Malphigi. Dosis ciprofloxacin yang mulai berpengaruh adalah 0,13 g/kgbb, semakin besar dosis ciprofloxacin yang diberikan makin besar pengaruhnya terhadap peningkatan piknosis sel tubulus kontortus proksimal dan menyusutnya glomerolus pada Badan Malphigi ginjal mencit
Efektifitas Penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT Dibandingkan STAD Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa Kelas XI SMKN 1 Bangil Pada Pokok Bahasan Senyawa Hidrokarbon
ABSTRAK Saifuddin. 2013. Efektifitas Penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT Dibandingkan STAD Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa Kelas XI SMKN 1 Bangil Pada Pokok Bahasan Senyawa Hidrokarbon. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S (2) Habiddin, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: kooperatif tipe TGT,STAD, hasil belajar dan motivasi siswa Perubahan teori pembelajaran selama beberapa dekade terahir, yaitu perubahan dari teori bahaviorisme menuju ke teori konstruktivisme menyebabkan proses pembelajaran yang semula teacher centered menjadi student centered, oleh karena itu dalam proses pembelajaran dituntut adanya model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif. Model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif adalah pembelajaran kooperatif, karena dari pembelajaran kooperatif memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa. Model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah kooperatif tipe TGT dan STAD. TGT lebih baik daripada STAD, karena pada TGT terdapat game yang dapat membuat siswa semakin aktif dan gembira.Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui apakah hasil belajar siswa yang pembelajaranya mengunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi daripada siswa yang pembelajaranya mengunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pokok senyawa hidrokarbon, (2) mengetahui bagaimana motivasi siswa terhadap pengunaan pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pokok senyawa hidokarbon. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan eksperimen semu (Quasy Experimental Design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMKN 1 Bangil. Penelitian ini menggunakan sampel dua kelas yaitu kelas pembanding yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe STAD dan kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe TGT, yang ambil secara acak kelas. Instrumen penelitian terdiri dari tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket motivasi. Instrumen tes berupa soal objektif yang terdiri dari 25 butir soal yang telah valid dan memiliki reliabilitas r11 0,77 . Data hasil belajar dianalisis mengunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05, sedangkan data motivasi dianalisis secara deskriptif. Hasil belajar siswa yang pembelajaranya mengunakan model kooperatif tipe TGT ( 82,93) lebih tinggi daripada siswa yang pembelajaranya mengunakan model kooperatif tipe STAD ( 77,68), jadi penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa daripada penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Motivasi siswa yang pembelajaranya mengunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi daripada siswa yang pembelajaranya mengunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa pada Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang
Irsyandi, Syaifulloh. 2017. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa pada Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci: analisis, penyerapan tenaga kerja, bursa kerja khusus (BKK) Perbandingan kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK tahun 2016 untuk Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SDM yang dibutuhkan 638.652 jiwa. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik, pada kurun waktu 5 tahun pertama, dari tahun 2000 sampai dengan 2005 , tingkat kebekerjaan lulusan SMK lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMA. Namun pada kurun waktu 5 tahun berikutnya, dari tahun 2010 sampai dengan 2015 tingkat kebekerjaan lulusan tingkat kebekerjaan lulusan SMA justru lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMK. Salah satu SMK yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten yaitu SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. SMK Negeri 1 Singosari merupakan salah satu SMK di Kabupaten Malang dengan Spektrum Keahliannya termasuk dalam kelompok Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa. Maka mengetahui salah keberhasilan lulusan SMK Negeri 1 Singosari salah satunya adalah dengan menelusuri keterserapan lulusannya di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang ditinjau dari Paket Keahliannya; (2) mengetahui keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang di ditinjau dari bidang pekerjaannya; (3) mengetahui relevasi keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang antara Paket Keahlian dengan bidang pekerjaan. Jenis penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Subjek peneliti dalam penelitian ini adalah lulusan SMK Negeri 1 Singpsari pada Paket Keahlian Teknik Alat Berat (TAB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Perawatan Mesin Industri (TPMI) dan Teknik Pemesinan (TPM) pada lulusan 2014-2016 yang berjumlah 856. Adapun bentuk instrumen yang digunakan yaitu; (1) dokumentasisebagaialatuntuk memudahkan peneliti dalam memperoleh data yang telah tersedia dalam bentuk arsip/dokumen; (2) wawancarasebagaialatuntukmemperkuat data hasilpenelitian; (3) observasisebagaialatuntukmempertajamdan menguatkan data hasil dari teknik dokumentasi dan wanwancara. Hasil penelitian ini didapatkan; (1) rata-rata keterserapan lulusan SMK Negeri 1 Singosari ditinjau dari Paket Keahliannya dengan lulusannya adalah 856 lulusan, yang terserap adalah 86% dan yang tidak terserap adalah 14%. dengan waktu tunggu keterserapan rata-rata dibawah 1 (satu) tahun; (2) ditinjau dari bidang pekerjaannya, rata rata keterserapan lulusan SMK Negeri 1 Singosari keterserapan di industri/perusahaan sebidang adalah 41,1%. wirausaha sebidang 0,1%, industri/perusahaan bidang lain 16,2%, wirausaha bidang lain 0,1%, melanjutakan perguruan tinggi 21,9%, PNS 0,1%, TNI/POLRI 0,7% dan lain-lain (belum/mencari pekerjaan/tidak diketahui keberadaannya); dan (3) untuk relevansi keterserapan lulusan antara paket keahlian dengan bidang pekerjaan bisa diketahui bahwa 64% relevan dan 36% tidak relevan antara Paket Keahlian dengan bidang pekerjaan dari total lulusannya. Saran dari penelitian penulis sampaikan dengan harapan agar memiliki manfaat yang berkelanjutan dan berarti bagi banyak pihak.Kepada Lulusandiharapkan (1) lebih mampu meningkatkan keterampilan, minat, dan memiliki keyakinan, serta motivasi untuk memiliki pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi; misalnya dengan mengikuti magang kerja, atau memperbanyak sharing/konsultasi, baik dengan teman, alumni, maupun guru; (2) lulusan diharapkan memanfaatkan setiap usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk membantu lulusan agar mampu tersalur ke dunia kerja dengan baik.Kepada Guru; (1) dapat memberikan motivasi kepada calon lulusan agar mereka mau mengeksplor diri dan memaksimalkan keterampilan yang mereka miliki dalam pembekalan secara berkala; (2) mampu untuk menyebarluaskan informasi lowongan kerja secara menyeluruh kepada calon lulusan dan/atau lulusan.Kepada Pengurus BKK; (1) dapat lebih meningkatkan usaha penelusuran lulusan dengan menggunakan media online (web sekolah) dan mengadakan pembaharuan data dalam periode tertentu; (2) dapat melakukan pengecekan atau konfirmasi kepada pengguna lulusan (DU/DI), mengenai kondisi dan kinerja lulusan
pengembangan multimedia pembelajaran elemen mesin II dengan menggunakan macromedia flash pada jurusan teknik mesin universitas negeri malang
ABSTRAK Kusyairi, Imam. 2010. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Elemen Mesin Dengan Menggunakan Macromedia Flash Pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Kusdi, S.T., M.T. (II). Drs. H. Suwarno, M.Pd. Kata kunci : Pengembangan, Perancangan, Multimedia. Mata kuliah elemen mesin II merupakan salah satu matakuliah yang wajib dikuasai oleh mahasiswa teknik mesin, karena di dalam perkuliahan pada level yang lebih tinggi akan dipelajari beberapa ilmu mengenai gaya – gaya yang terjadi pada sebuah mesin yang berfungsi sebagai dasar dalam merencanakan sebuah mesin produksi. Teknologi baru, terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalam pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapat membawa pelajar kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapat digantikan dengan learning with fun. Jika situasi belajar seperti ini tidak tercipta, paling tidak multimedia dapat membuat belajar lebih efektif. Proses belajar harus dipandang sebagai proses yang aktif dan partisipatif, konstruktif, kumulatif, dan berorientasi pada tujuan pembelajaran, baik Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) maupun Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Prosedur pengembangan multimedia pembelajaran ini meliputi tiga tahap, Tahap pertama analisis isi membahas isi dari multimedia transmisi sabuk – V berdasarkan pada pengajaran pada matakuliah elemen mesin II. Tahap kedua membahas mengenai uji coba produk yang terdiri dari jenis data, subjek uji coba dan desain uji coba. Pada tahap ketiga membahas mengenai perbaikan dan perubahan pada multimedia berdasarkan uji coba produk dan dari saran-saran dosen ahli dan mahasiswa keahlihan mesin. Multimedia pembelajaran elemen mesin II ini dinyatakan layak oleh ahli isi, ahli media, ahli desain pembelajaran serta uji coba kelompok kecil sebagai media pembelajaran pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Hal ini telah dibuktikan bahwa hasil perhitungan menunjukkan(1) Dari ahli isi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 76.78 % dengan kriteria tingkat keberhasilan sangat baik. (2) Ahli buku menunjukkan tingkat kelayakan dengan tingkat Persentase 82.5% dengan kriteria tingkat keberhasilan sangat baik. (3) Ahli Multimedia menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 88,9% dengan criteria sangat baik. (4) Ahli desain pembelajaran menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 85.4% dengan kriteria tingkat kelayakan sangat baik. (5) Uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 82.4% dengan kriteria tingkat kelayakan sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dari hasil uji coba dapat diketahui bahwa multimedia yang dikembangkan memiliki kriteria menarik dan efektif, namun multimedia pembelajaran ini masih bisa dikembangkan lagi sehingga mendapatkan produk yang lebih baik
pengembangan media audio visual kosakata HSK (hanyu shuiping kaoshi) 2 untuk keterampilan berbicara program studi pendidikan bahasa mandarin universitas negeri malang
ABSTRAK Hidayati, Ana. 2016. Pengembangan Media Audio Visual Kosakata HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) 2 Untuk Keterampilan Berbicara Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: M. Kharis, S.Pd., M.Hum. Kata kunci: pengembangan media, media audio visual, HSK, bahasa Mandarin. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran audio visual kosakata HSK 2. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan milik Sugiyono yang telah dimodifikasi oleh pengembang menjadi tujuh langkah, dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif kualitatif. Subjek uji coba adalah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Mandarin tahun 2015 offering A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Pengembangan ini menghasilkan sebuah media berbentuk CD, bertema kehidupan sehari-hari dengan 40 kosakata, dilengkapi dengan arti dan contoh kalimat dalam bahasa Indonesia. Media ini juga memiliki soal latihan yang berjumlah 20 soal, selain itu terdapat audio kosakata yang dapat diputar sebanyak kebutuhan pengguna, sehingga pengguna dapat menirukan dan melatih kemampuan berbicara dengan menggunakan audio tersebut secara berulang-ulang, dengan pelafalan dan nada yang benar. Selain itu terdapat gambar yang dapat memperjelas makna kosakata, sehingga semakin memudahkan pengguna untuk memahami dan mengingat arti koskata tersebut. Media audio visual ini layak dipergunakan sebagai media belajar mandiri dalam mempelajari kosakata HSK 2. Dari hasil analisis uji coba ahli media diperoleh persentase sebesar 72,5%, ahli materi sebesar 95%, dan mahasiswa sebesar 89, 72% . Hal ini menunjukkan bahwa media audio visual ini layak untuk dipergunakan sebagai media pembelajaran untuk keterampilan berbicara. ABSTRACT Hidayati, Ana. 2016. Audio Visual Media Development of HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) Vocabulary 2 for Speaking Skill Media for Mandarin Language Education Study Program in State University of Malang. Sarjana’s Thesis, Mandarin Language Teaching Study Program, German Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: M. Kharis, S.Pd., M.Hum. Keywords: Media Development, audio-visual, HSK, Mandarin Language. This study is aimed to develop an audio-visual media to learn HSK 2 vocabulary. The development model which was adapted by Sugiyono and modified by the researcher into seven steps. Then the result was analyzed by using descriptive qualitative method. The research subjects are the first year students in the offering A of Mandarin Language Education Study Program in 2015. The data was collected by questionnaire and analyzed by using percentage technique. The development produced an audio-visual teaching media in form of CD, daily life as the theme, with 40 vocabularies. This media is also equipped with the Indonesian meanings and the example. Besides, there are also 20 exercise items and the vocabulary audio which can be played as frequent need, so the students can immitate and practice their speaking skill in the right pronunciation and intonation. Finally, there are also pictures which make the meanings of vocabulary more comprehensible, so the students will find it easy to learn and remember the meanings of the vocabulary. The audio-visual media is a suitable independent learning media to enrich vocabulary of HSK 2. The result of the media expert try-out shows that 72.5% part of the media is declared as suitable by still leaving room for improvements. Then, the material experts stated that 95% of the media is suitable in the sense of the contained material. The score of respondents from university students comes to 89.72% as the average score of the media suitability. These numbers indicate that the audio-visual media is suitable to be used. 摘要 Hidayati, Ana. 二零一六年。发展声像媒体HSK第二的生词为的说力能力在玛琅国立大学一年级的。 论文, 汉语语言教育专业文学院,玛琅国立大学。辅导教师:M. Kharis, S.Pd., M.Hum. 关键词:发展,媒体, 声像, HSK, 汉语。 这项研究和开发的目的是开发视听媒介学习词汇HSK 2. Sugiyono开发设计被改编为这项研究已修改由研究人员分为7个步骤物并通过使用描述性的定性方法进行分析。主题是中国语文教育,2015年发行A的学生数据是由问卷调查,并采用百分比法进行分析。 发展的结果表明,视听学习媒体的发展可以吸引学生学习普通话,这是由于显示器是有趣和明亮的背景和有趣的字体支持,媒体很容易使用,有词汇声音可能播放多达学生的需要,直到用户可以遵循,并通过使用音频多次与正确的发音和语调训练口语能力。在产品中,有在印度尼西亚的词汇的含义和这使得词汇的含义进行了澄清直到说话能力增加句子和图片的例子。有在锻炼片20项这是包含在这个网上平台。 电教媒体在学习词汇HSK 2.自学有在锻炼片20项适宜的培养基。从专家的试出的结果,从材料的专家,并从大学生89,72%,显示72.5%,95%。这是表示该视听媒体是适合被用作用于口语技能学习平台
PersepsiSiswaterhadap Proses Pembelajaran Fashion Design yang DilakukanPraktisi di SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK SMK merupakan salah satu bagian dari pendidikan di Indonesia. Salah satu komponen pendidikan yang sangat penting adalah guru. SMK bidang keahlian tata busana misalnya, membutuhkan pengajar yang memiliki vocational skill. Melihat perkembangan dunia mode yang semakin cepat, maka dibutuhkan pendidik yang tidak hanya menguasai teori, namun dibutuhkan pendidik yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. SMK Negeri 3 Malang merupakan sekolah yang menggunakan jasa praktisi untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa. Namun dilihat dari latar belakang pendidikan yang dilalui, maka praktisi merupakan seseorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang pendidik. Padahal untuk mecapai keberhasilan proses belajar mengajar, seorang guru harus memiliki profesionalitas yang dipelajari pada mata kuliah kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap proses pembelajaran fashion design yang dilakukan praktisi di SMK Negeri 3 Malang. Hasil akhirnya dapat menjadi evaluasi bagi proses pembelajaran yang dilakukan oleh praktisi. Jenis penelitian ini, adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Simple Random Sampling. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Malang dengan jumlah responden 63 orang, dari 70 populasi. Instrumen penelitian berupa angket tertutup. Untuk uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabelitas menggunakan test retest. Hasil analisis dengan teknik analisis data deskriptif dengan hasil berbentuk prosentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian “Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran fashion design yang dilakukan praktisi di SMK Negeri 3 Malang” yakni: (1) kegiatan membuka pelajaran dikategorikan sangat baik, (2) pelaksanaan kegiatan inti pembelajaran dengan dikategorikan baik, (3) kegiatan menutup pembelajaran dikategorikan baik, (4) faktor penunjangdikategorikan baik, (5) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran fashion design yang dilakukan praktisi di SMK Negeri 3 Malang pada seluruh kegiatan pembelajaran dikategorikan baik. Terkait dengan hasil penelitian pada seluruh kegiatan pembelajaran yang dikategorikan baik, maka saran yang diberikan adalah perbaikan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh praktisi dengan pengadaan team teaching pada mata pelajaran yang melibatkan praktisi. Kolaborasi yang terbentuk di dalam team teaching diharapkan mampu saling melengkapi dan menyempurnakan antara praktisi dengen guru senior
Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %
ABSTRAK Romadhoni, Y. F. 2014. Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (2) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si. Kata kunci : Protease Alkali, Bacillus brevis, pengendapan etanol Protease merupakan enzim hidrolase yang mengkatalisis reaksi hidrolisis ikatan peptida pada protein. Bacillus brevis diketahui mampu menghasilkan protease alkali ekstraseluler. Untuk keperluan industri ekstrak kasar enzim yang diproduksi perlu dipisahkan dari sisa media, sedangkan untuk keperluan analisis lanjutan enzim tersebut juga perlu dimurnikan sampai tingkat kemurnian sesuai analisis yang dipersyaratkan. Misalnya untuk keperluan analisis kristalografi diperlukan enzim yang relatif murni. Pemurnian tahap awal enzim ekstraseluler yang paling sering dilakukan dengan biaya relatif rendah adalah dengan metode pengendapan menggunakan garam anorganik atau pelarut organik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian potensi etanol sebagai reagen pengendap protease alkali dari Bacillus brevis dan mengetahui aktivitas spesifik enzim protease alkali hasil pengendapan tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris meliputi beberapa tahap : (1) peremajaan bakteri Bacillus brevis dari agar miring, (2) produksi ekstrak kasar enzim protease dari Bacillus brevis, (3) pengendapan enzim dengan etanol 20 %. Kadar tirosin diukur menggunakan metode Anson. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol berpotensi sebagai reagen pengendap untuk pemurnian tahap awal ekstrak kasar protease dari Bacillus brevis. Pengendapan enzim protease dari Bacillus brevis menggunakan etanol 20 % meningkatkan aktivitas spesifik ekstrak kasar enzim dari 6,254 U/mg menjadi 19,170 U/mg
SOSOK PEREMPUAN DALAM NASKAH DRAMA ARIFIN C. NOER
ABSTRAK Zaeni, Muhammad. 2015. Sosok Perempuan dalam Drama Karya Arifin C. Noer. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd. Kata kunci: sosok perempuan, naskah drama, budaya Jawa Sosok perempuan dalam pandangan budaya Jawa memiliki fungsi dan peran yang dikaitkan pada kehidupan keluarga. Dalam kehidupan keluarga, perempuan berkedudukan sebagai istri (garwa), pendamping suami dan sebagai ibu rumah tangga yang melahirkan, menjaga, dan memelihara anak. Secara lebih luas sesuai perannya dalam keluarga, perempuan dalam Serat Candrarini dilukiskan bisa macak, manak, dan masak. Pandangan-pandangan tentang perempuan, tersimpan di dalam akal budi individu manusia sebagai anggota masyarakat dan juga tersimpan di dalam karya sastra khususnya naskah drama yang diciptakan sastrawan sebagai hasil dari pergumulannya dengan masalah hidup dan kehidupannya. Dalam naskah drama yang dihasilkan oleh Arifin C. Noer, beberapa di antaranya terdapat tokoh perempuan yang sangat erat dengan sosok perempuan Jawa, antara lain naskah Mega-mega (1966) terdapat tokoh Mae dan Retno, naskah Kapai-kapai (1970) terdapat tokoh Emak danIyem, naskah Pada Suatu Hari karya Arifin C. Noer terdapat tokoh Ibu, Janda, dan Novia dan Nita, dan Sumur Tanpa Dasar (1988) terdapat tokoh Euis dan Perempuan Tua. Jadi, secara nama, fisik dan identitas sosial dalam naskah tersebut telah tergambar sosok perempuan Jawa. Interaksi antartokoh yang dijembatani oleh tokoh perempuan sangat menarik untuk diteliti dan akan menghasilkan gambaran tokoh perempuan yang dipandang dari segi keperempuanan dalam budaya Jawa. Fokus penelitian ini menelaah identitas fisik, identitas sosial, orientasi budaya, sikap hidup, dan pandangan hidup dari perempuan Jawa yang tergambar dalam naskah drama karya Arifin C. Noer. Sosok perempuan Jawa yang tergambar dapat digunakan untuk memetakan peran dan fungsi perempuan Jawa. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian ini meliputi (1) memilih dan menentukan naskah drama, (2) membaca sumber data yang berupa naskah drama, (3) pengolahan data, yang terdiri dari kategorisasi dan reduksi data, (4) penyajian data, (5) interpretasi data, memaparkan dan mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan rumusan masalah dan, (6) penarikan kesimpulan-kesimpulan/verifikasi untuk menemukan sosok perempuan Jawa. Berdasarkan paparan dan analisis data tentang identitas fisik sosok perempuan Jawa dalam naskah drama karya Arifin C, ditemukan bahwa sosok fisik perempuan Jawa diumpamakan sebagai Mrica Pecah--Butiran Merica yang Pecah-- yang menggambarkan perempuan sebagai sosok dengan badan yang ramping dan padat, dengan kulit putih dan montok. Sosok fisik perempuan juga diumpamakan sebagai Surya Sumurup -- Matahari Tenggelam-- yang artinya bagaikan semburat jingga di langit ketika mentari tenggelam menggambarkan perempuan yang membawa keindahan dan menampilkan keindahan yang luar biasa. Selain dua hal yang telah disebutkan, sosok fisik perempuan juga diibaratkan seperti Menjangan (Atau Macan) Ketawan -- Kijang (Atau Harimau) Tertawan-- menggambarkan perempuan yang memiliki sifat yang siap dan akan selalu memberikan perlawanan yang tepat bagi pasangannya, sehingga sang pasangan tidak akan pernah merasa bosan karena bersanding dengan perempuan seperti ini bagaikan petualangan menyenangkan dan selalu memberikan kejutan yang menarik untuk di selami. Dari masing-masing perumpamaan di atas mempunyai ciri utama dan karakter yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil analisis data, sosok perempuan dalam naskah Arifin C. Noer ditemukan, identitas sosial tokoh perempuan yang mempunyai kedudukan sebagai perempuan dewasa asusila, perempuan dewasa istri yang kaya, perempuan tua miskin, dan perempuan tua kaya. Sebagai perempuan dewasa yang bersuami memposisikan sebagai konco wingking dan ibu yang mampu memberikan teladan kepada anak-anaknya. Tokoh perempuan tua digambarkan sebagai sosok ibu atau orangtua yang selalu memberikan nasehat dan petuah kepada anaknya. Orientasi budaya perempuan Jawa dalam naskah karya Arifin C. Noer, yakni mengarah kepada pemikiran dan perilaku-perilaku modern, namun sebagian masih memperlihatkan sosok perempuan Jawa yang masih tradisional. Ciri perempuan yang berorientasi modern adalah mempunyai wawasan luas, bertanggung jawab, disiplin, dan pendidikan tinggi. Dalam naskah Mega-mega (tokoh retno), Kapai-kapai, dan Sumur tanpa Dasar masih dikategorikan sebagai perempuan Jawa tradisional yang masih memiliki sikap dan visi sebagai perempuan yang sabar, rila dan nrima. Selanjutnya, sikap hidup tokoh perempuan dalam karya Arifin C. Noer. terdapat rukun dan hormat dengan suami, anak-anak, dan orang lain. Sikap hidup rukun berarti berupaya menghindari konflik atau pertentangan yang terjadi antar individu maupun anggota kelompok dengan bersikap sabar, rila lan nrima. Adapun sikap hormat diantaranya hormat kepada orang tua, hormat kepada suami, dan hormat kepada majikan. Adapun pandangan hidup menjadi penting dan dianggap sebagai pedoman dalam hidup masyarakat jawa. Manusia Jawa harus memiliki pandangan hidup yang mengarah kepada kehidupan secara menyeluruh. Baik antar sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhannya. Dalam naskah karya Arifin C. Noer ditemukan pandangan hidup tokoh yang berkaitan dengan hubungan manusia antar manusia dan manusia dengan TuhanNya yang dikelompokkan menjadi pandangan hidup dalam nilai kemanusiaan, dan pandangan hidup dalam nilai keteladanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran perlu disampaikan kepada peneliti lanjutan mengenai sosok perempuan Jawa dalam naskah drama karya Arifin C. Noer ataupun pengarang lainnya. Bagi guru atau pengajar pada pendidikan formal maupun nonformal yaitu mengenalkan dan mengajarkan naskah drama kepada anak didiknya. Mengajarkan peran dan makna tokoh kepada anak didiknya sehingga mereka mengetahui karakter tokoh perempuan yang terdapat dalam naskah drama. Menggunakan tokoh dalam naskah sebagai media pembelajaran pada pelajaran drama, sastra ataupun seni budaya
- …
