Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
117 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Permainan Monopoli Kartu untuk Melatih Penggunaan Tata Bahasa Mandarin Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Batu
RINGKASAN Sofia, Intan. 2018.Pengembangan Media Permainan Monopoli Kartu untuk Melatih Penggunaan Tata Bahasa Mandarin Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Program Studi Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sawitri Retnantiti, M.Pd. Kata kunci: Media, permainan monopoli kartu, tata bahasa Mandarin Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan monopoli kartu untuk melatih penggunaan tata bahasa siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosedur penelitian pengembangan dari Sugiyono yang dimodifikasi sesuai dengan kepentingan penelitian ini. Modifikasi prosedur penelitian pengembangan tersebut terdiri dari sembilan langkah yaitu (1) identifikasi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, dan (9) revisi akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini berupa angket, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah seperangkat permainan monopoli kartu yang terdiri dari perangkat kartu permainan dan kartu petunjuk permainan. Materi yang disajikan dalam media permainan ini adalah materi tata bahasa Mandarin tentang kegiatan yang tengah dilakukan dan yang telah dilakukan. Produk ini telah melalui tahap validasi oleh ahli media dan ahli materi. Hasil validasi dari seorang ahli media dengan prosentase 80,3% dan validasi oleh dua orang ahli materi dengan prosentase 87,5% dan 93,75%. Dari hasil wawancara yang ditujukan pada siswa pada saat uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar, semua siswa senang menggunakan media monopoli kartu, media tersebut dianggap unik dan menarik, dan media tersebut dapat memudahkan mereka dalam belajar tata bahasa Mandarin. Hasil observasi yang dilakukan oleh dua observer menunjukan bahwa siswa tertarik dan antusias menggunakan media permainan monopoli kartu dalam pembelajaran tata bahasa Mandarin. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan media permainan monopoli kartu untuk melatih penggunaan tata bahasa Mandarin siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu, media ini dianggap layak untuk digunakan dalam pembelajaran
Penggunaan Media Video Pembelajaran Little Fox Chinese untuk Melatih Keterampilan Berbicara Kelas X IBB SMA Laboratorium Malang
Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa diperlukan untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media video pembelajaran Little FoxChinese serta respon siswa kelas X IBB SMA Laboratorium UM terkait penggunaan media video tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IBB SMA Laboratorium UM. Data penelitian yang digunakan merupakan data hasil observasi, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa penggunaan video pembelajaran Little Fox Chinese di kelas X IBB SMA Laboratorium UM berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari siswa. Siswa merasa bahwa penggunaan media video Little Fox Chinese membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Penggunaan media ini membuat siswa lebih aktif berbicara bahasa Mandarin. Terdapat beberapa siswa yang mengalami kendala selama proses pembelajaran menggunakan video tersebut di antaranya (1) siswa tidak dapat mendengar pelafalan dengan jelas karena kondisi di sekitar kelas kurang kondusif, (2) siswa merasa ukuran huruf yang digunakan kurang besar, (3) siswa tidak mengerti makna kosakata baru karena merasa kurang menguasai bahasa Mandarin, dan (4) siswa merasa kurang percaya diri dalam berbicara bahasa Mandarin. Kendala tersebut dapat segera diatasi dan tidak berdampak secara signifikan terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, guru disarankan agar lebih selektif dalam memilih video yang akan digunakan. Video harus disesuaikan dengan materi dan tingkatan kelas siswa. Guru perlu memperhatikan ketersediaan peralatan yang dapat menunjang penggunaan media video Little Fox Chinese. Pengendalian kondisi kelas agar tetap kondusif sangat diperlukan agar suara video dapat dengan jelas menjangkau seluruh ruang kelas
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEGMENT SUPER SHENGCI FAMILY BERBASIS AUTOPLAY UNTUK MELATIHPENGUASAAN KOSAKATAKETERAMPILAN BERBICARA BAHASA MANDARIN PESERTA DIDIK SMA
RINGKASAN Sintiya, DiahAyu. 2019.Pengembangan Media Pembelajaran Segment Super Shengci Family BerbasisAutoplayUntukMelatihPenguasaanKosakataKeterampilanBerbicara Bahasa Mandarin PesertaDidik SMA. Skripsi, Program Studi Bahasa Mandarin, JurusanSastraJerman, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing I: Dr.Rizman Usman, M.Pd.Pembimbing II: Amira EzaFebrianPutri, S. Pd., MTCSOL Kata Kunci: Media, segment super shengci family (S3F), kata sambung, kosakata, keterampilanberbicara Penelitianpengembanganinibertujuanuntukmengembangkan media pembelajaransegment super shengci familyuntukmelatihpenguasaankosakataketerampilanberbicarabahasa Mandarin di SMA. Prosedurpenelitiandanpengembangangan yang digunakandalampenelitiandanpengembanganiniadalahprosedurpenelitianpengembangandariCennamodanKalk yang dikenaldenganfive phase of instructional design, yaitu (1) definisi, (2) perancangan, (3) peragaan, (4) pengembangan, dan (5) penyajian. Instrumen yang digunakandalampenelitianpengembanganiniberupalembarangket, lembarobservasi, dantable dokumentasi. Data hasilpenelitiantersebutdianalisisdenganmenggunakanteknikanalisis data deskriptifkualitatifdankuantitatif.Produk yang dihasilkandalampenelitiandanpengembanganadalah media pembelajaran yang dikembangkandengansoftware AutoplayMedia Studio 8. Hasilakhir media inidikemasdalambentukDVD-RW. Materi yang disajikandalam media iniadalahkegiatan yang dilakukandalamwaktu yang bersamaanpadakebiasaansaat di rumah. Media inidilengkapidenganmateri, evaluasimateriberupasoallatihandanpermainan. Produk media initelahmelaluitahapvalidasiolehahli media pembelajarandanahlimateripembelajaranbahasa Mandarin. Media inidinilai valid olehahli media denganpersentasesebesar88. Media inijugadinilai valid olehahlimateridenganpersentasesebesar97,24. Dari hasillembarangket yang disebarkanpadasaatujicobapenelitianterhadappesertadidik SMA, pesertadidiktertarikmenggunakan media S3F denganbantuansoftware AutoplayMedia Studio 8. Media tersebutdapatmemudahkanpesertadidikdalammelatihpenguasaankosakata, khususnyadalamketerampilanberbicara. Hasilobservasi yang dilakukanolehempat observer menunjukkanbahwapesertadidiktertarikdanantusiasmenggunakan media inidalampembelajaranbahasa Mandarin. Berdasarkanhasilvalidasidanhasilujicobaprodukpadapesertadidikkelas XI LMT Bahasa Mandarin di SMAN 2 Malang, media pembelajaran S3F denganbantuansoftware AutoplayMedia Studio 8 untukmelatihpenguasaankosakatadalamketerampilanberbicarabahasa Mandarin dianggaplayakuntukdigunakandalampembelajaranbahasa Mandarin
EKUIVALENSI TERJEMAHAN SERIAL MITOLOGI "KERA SAKTI" VERSI BAHASA MANDARIN (BSU) DENGAN VERSI SULIH SUARA BAHASA INDONESIA (BSA)
RINGKASAN Afandi, Muchamad. 2019. Ekuivalensi Terjemahan Serial Mitologi“Kera Sakti” Versi Bahasa Mandarin (BSu) dengan Versi Sulih Suara Bahasa Indonesia (BSa). Skripsi, Program StudiPendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A. Kata Kunci: ekuivalensiterjemahan, serial Kera Sakti, sulihsuara Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan non-ekuivalensi, danekuivalensi hasil terjemahan serial legenda “Kera Sakti” versi sulih suara Bahasa Indonesia (BSa) dengan versi Bahasa Mandarin (BSu). Non-ekuivalensidan ekuivalensi terjemahan yang dimaksudadalahkesepadanan di tingkat kata, kesepadanan di atas kata,dan kesepadanan gramatikal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah lembar dokumentasiberupanaskahdwibahasa. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisissecaradeskriptif. Analisis dilakukan dalam empat tahap: (1) identifikasikesalahandanterjemahan yang benar oleh peneliti, (2) diskusidenganahliuntukmemvalidasihasilidentifikasipeneliti, (3) Penelitimenganalisis data danmemberisimpulan terhadap hasil identifikasi ahlidan (4) diskusi dengan ahli untuk memvalidasi hasil analisis peneliti dan simpulan peneliti terhadap hasil identifikasi ahli. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwanon-ekuivalensi terjemahan yang ditemukan pada serial mitologi “Kera Sakti”terdapatpadapenerjemahan hiponim yang kurang sesuai, penerjemahan ungkapan yang terdengar tidak ekspresif, serta beberapa aspek gramatikal yang tidak baku.Sementaraitu, ekuivalensiterjemahan serial initerlihatpadapemilihan kata yang sesuaidengankonteks, penerjemahankolokasi kata yang tepat, danpenerjemahanaspekgramatikal yang terdengar natural. SUMMARY Afandi, Muchamad. 2019. Translation Equivalence of the Mythological Series “Journey to the West” Mandarin Language (SL) Version with Bahasa Indonesia (TL) Dubbed Version.Skripsi, Mandarin Language Study Program, Department of German, Faculty of Letters, State University of Malang.Advisor: Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A. Keywords: translation equivalence, Journey to the West, dubbing The purpose of this research is to describe the translation non-equivalence, and translation equivalence ofmythological series “Journey to the West” Bahasa Indonesia (TL) dubbed version with the Mandarin language (SL) version. The intended non-equivalence and equivalence is in terms of equivalence at word level, equivalence above word level, and grammatical equivalence. This research is a qualitative descriptive research project that utilizes the documentation methodto collect the data. The instrument used in this research was documentation sheet in bilingual script. The data were collected and analyzed descriptivelyin four stages: (1) identification of correct and incorrect translation results that the researcher completed independently, (2) discussion with experts to validate researcher’s identification result, (3) analysis and review of experts’ assessment result and (3) discussion with experts to validate researcher’s analyzation and conclusion on experts' assessment results. It can be concluded that non-equivalence of translations found in the mythological series "Kera Sakti" is in inappropriate hyponym translations, unnatural idiom translations, and some non-standard grammatical aspects. Meanwhile, thetranslation equivalence found in this serial translation are the choice of a suitable word in a given context, appropriate collocations, and the translation of grammatical aspects that sounds natural.
Penerapan Model Pembelajaran Decision Making padaTema Kehidupan Sehari-hari untuk Melatih Keterampilan Membaca dan Menulis Siswa Lintas Minat Kelas XI SMA Negeri 1 Batu
RINGKASANAmalia, AlfiRizki. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Decision Making pada Tema Kehidupan Sehari-hari untuk Melatih Keterampilan Membaca dan Menulis Siswa LintasMinat Kelas XI SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Lilis Afifah, S. Pd., M. Pd.,(II) Octi Rjeky Mardasari, B. A., MTCSOL.Kata Kunci: Model pembelajaran Decision Making, keterampilan membaca, keterampilan menulis.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Decision Making serta respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran tersebut. Penerapan model pembelajaran Decision Making dilaksanakan pada mata pelajaran bahasa Mandarin di kelas XI Lintas Minat bahasa Mandarin SMA Negeri1 Batu. Penelitian berfokus pada keterampilan membaca dan menulis bahasa Mandarin siswa.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Lintas Minat bahasa Mandarin SMA Negeri 1 Batu yang berjumlah 19 orang. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama dibantu oleh instrumen pendukung yang digunakan untuk memperoleh data berupa lembar observasi dan lembar angket. Selanjutnya, data tersebut dicek keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi sumber.Berdasarkan hasil observasi dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Decision Making pada tema Kehidupan Sehari-hari untuk melatih keterampilan membaca dan menulis siswa Lintas Minat Kelas XI SMA Negeri 1 Batu dapat berjalan dengan baik. Keterampilan siswa dalam membaca serta menulis aksara Mandarin juga dapat terlatih. Sementara itu, respon siswa yang diperoleh dari lembar angket dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mereka terhadap kosakata baru bertambah serta kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dengan cara bekerjasama dapat terlatih. Di sisi lain, siswa juga merasa bebas mengemukakan ide tanpa adanya rasa takut salah
Penerapan Media Pembelajaran Flash “Listen And Match Chinese” Untuk Melatih Keterampilan Berbicara Kelas XI SMA Laboratorium UM
e-width: 0px; "> Kata Kunci: keterampilan berbicara, media pembelajaran, flash “listen andmatch chinese” Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai yaitu keterampilan berbicara. Dari pengamatan yang dilakukan peneliti, siswa sering merasa takut dan malu untuk berbicara menggunakan bahasa Mandarin. Hal tersebut disebabkan siswa merasa kesulitan untuk menyusun kalimat yang tepat serta pelafalan yang kurang sesuai. Media flash “listen and match chinese” adalah media pembelajaran berisi materi keluarga yang sesuai dengan Kurikulum 2013 yang diterapkan pada siswa kelas XI IBB 1 untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media pembelajaranflash “listen and match chinese” serta untuk mengetahui respon siswa kelas XI IBB 1 SMA Laboratorium UM terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kelas XI IBB 1 sebanyak 18 siswa menjadi sumber data utama dalam penelitian ini. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman observasi, lembar angket dan dokumentasi sebagai pendukung. Berdasarkan data hasil observasi dapat diketahui bahwa penerapan mediaflash “listen and match chinese” dengan tema keluarga berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Sebagian besar siswa merasa bersemangat dan antusias terlihat dengan keaktifan mereka selama pembelajaran berlangsung. Data dari hasil angket menunjukkan bahwa media ini dapat membantu siswa lebih aktif berbicara menggunakan bahasa Mandarin. Selain itu, siswa juga dapat mengetahui pelafalan bahasa Mandarin yang benar. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa media ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi media pembelajaran bahasa Mandarin, khususnya untuk keterampilan berbicara
Penerapan Aplikasi Chinese Strokes Order pada Keterampilan Menulis 汉字 Hànzì Siswa Kelas X IBB SMA Laboratorium UM
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tentang penerapan aplikasi Chinese Strokes Order pada keterampilan menulis 汉字 Hànzì siswa kelas X IBB SMA Laboratorium UM, (2) Mendeskripsikan kendala siswa pada saat penerapan aplikasi Chinese Strokes Order, dan (3) Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab adanya kendala siswa pada saat penerapan aplikasi Chinese Strokes Order. Sumber data dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X IBB SMA Laboratorium UM. Selain itu, instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan kuesioner. Beberapa kendala yang ditemui siswa saat pengoperasian aplikasi Chinese Strokes Order, yaitu sebagai berikut: (1) Kesulitan dalam mengikuti dan menulis langkah guratan suatu 汉字 Hànzì, (2) Kesulitan dalam menulis 拼音Pīnyīn dari 汉字 Hànzì suatu kata, dan (3) Kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi Chinese Strokes Order. Beberapa kendala tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: (1) Siswa belum menginstal keyboard dalam bahasa Mandarin, (2) Penayangan langkah guratan dari suatu 汉字 Hànzì terlalu cepat, (3) Siswa belum menghafal 汉字Hànzì dari suatu kata, dan (4) Siswa kurang memahami cara pengoperasian aplikasi Chinese Strokes Order. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa penerapan aplikasi Chinese Strokes Order dapat diterapkan pada kegiatan menulis 汉字Hànzì. Selain itu, penerapan aplikasi Chinese Strokes Order juga dapat melatih keterampilan siswa dalam menulis 汉字 Hànzì. Hal tersebut dikarenakan aplikasi tersebut mudah untuk digunakan serta siswa dapat menuliskan langkah guratan 汉字 Hànzì berdasarkan langkah penulisan yang tepat secara mandiri dan aktif. Kata Kunci: Aplikasi Chinese Strokes Order, Keterampilan Menulis 汉字 Hànzì, Kendala, Fakto
penerapan media permainan Walking Box pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Mandarin siswa SMA Negeri 6 Malang
RINGKASANAfandi, Muchamad. 2019. Ekuivalensi Terjemahan Serial Mitologi“Kera Sakti” Versi Bahasa Mandarin (BSu) dengan Versi Sulih Suara Bahasa Indonesia (BSa). Skripsi, Program StudiPendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A.Kata Kunci: ekuivalensiterjemahan, serial Kera Sakti, sulihsuaraTujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan non-ekuivalensi, danekuivalensi hasil terjemahan serial legenda “Kera Sakti” versi sulih suara Bahasa Indonesia (BSa) dengan versi Bahasa Mandarin (BSu). Non-ekuivalensidan ekuivalensi terjemahan yang dimaksudadalahkesepadanan di tingkat kata, kesepadanan di atas kata,dan kesepadanan gramatikal.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah lembar dokumentasiberupanaskahdwibahasa. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisissecaradeskriptif. Analisis dilakukan dalam empat tahap:(1) identifikasikesalahandanterjemahan yang benar oleh peneliti, (2) diskusidenganahliuntukmemvalidasihasilidentifikasipeneliti, (3) Penelitimenganalisis data danmemberisimpulan terhadap hasil identifikasi ahlidan (4) diskusi dengan ahli untuk memvalidasi hasil analisis peneliti dan simpulan peneliti terhadap hasil identifikasi ahli.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwanon-ekuivalensi terjemahan yang ditemukan pada serial mitologi “Kera Sakti”terdapatpadapenerjemahan hiponim yang kurang sesuai, penerjemahan ungkapan yang terdengar tidak ekspresif, serta beberapa aspek gramatikal yang tidak baku.Sementaraitu, ekuivalensiterjemahan serial initerlihatpadapemilihan kata yang sesuaidengankonteks, penerjemahankolokasi kata yang tepat, danpenerjemahanaspekgramatikal yang terdengar natural.SUMMARYAfandi, Muchamad. 2019. Translation Equivalence of the Mythological Series “Journey to the West” Mandarin Language (SL) Version with Bahasa Indonesia (TL) Dubbed Version.Skripsi, Mandarin Language Study Program, Department of German, Faculty of Letters, State University of Malang.Advisor: Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A.Keywords: translation equivalence, Journey to the West, dubbingThe purpose of this research is to describe the translation non-equivalence, and translation equivalence ofmythological series “Journey to the West” Bahasa Indonesia (TL) dubbed version with the Mandarin language (SL) version. The intended non-equivalence and equivalence is in terms of equivalence at word level, equivalence above word level, and grammatical equivalence.This research is a qualitative descriptive research project that utilizes the documentation methodto collect the data. The instrument used in this research was documentation sheet in bilingual script. The data were collected and analyzed descriptivelyin four stages: (1) identification of correct and incorrect translation results that the researcher completed independently, (2) discussion with experts to validate researcher’s identification result, (3) analysis and review of experts’ assessment result and (4) discussion with experts to validate researcher’s analyzation and conclusion on experts' assessment results.It can be concluded that non-equivalence of translations found in the mythological series "Kera Sakti" is in inappropriate hyponym translations, unnatural idiom translations, and some non-standard grammatical aspects. Meanwhile, thetranslation equivalence found in this serial translation are the choice of a suitable word in a given context, appropriate collocations, and the translation of grammatical aspects that sounds natural
Kesalahan Terjemahan Sinopsis Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2016 Pada Matakuliah Terjemahan Mandarin-Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kesalahan makna pada terjemahan sinopsis bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2016 pada matakuliah Terjemahan Mandarin-Indonesia, (2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kesalahan makna pada terjemahan sinopsis bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2016 pada matakuliah Terjemahan Mandarin-Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu: (1) terjemahan sinopsis novel berbahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh mahasiswa angkatan 2016 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, (2) mahasiswa angkatan 2016 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yang melakukan penerjemahan sinopsis novel bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia. Instrumen utama dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, sedangkan instrumen penunjang dalam penelitian ini yaitu dokumentasi dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 (empat) bentuk kesalahan makna pada terjemahan sinopsis novel yang dilakukan oleh mahasiswa, yaitu: (1) kesalahan makna dalam bentuk kata, (2) kesalahan makna dalam bentuk frasa, (3) kesalahan makna dalam bentuk klausa, dan (4) kesalahan makna dalam bentuk kalimat. Kesalahan-kesalahan tersebut menyebabkan ketidaksesuaian makna antara BSu dan BSa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) penyebab mahasiswa melakukan kesalahan tersebut, yaitu: (1) mahasiswa kurang melakukan latihan penerjemahan, (2) mahasiswa kurang menguasai kosakata bahasa Mandarin, (3) mahasiswa kurang memahami konteks BSu, (4) mahasiswa kurang konsentrasi saat penerjemahan berlangsung, (5) waktu yang digunakan pada proses penerjemahan terbatas, dan (6) mahasiswa kurang memahami konteks budaya BSu yang disebabkan karena perbedaan perangkat mental (mental sets) dan ketiadaan padanan pada BSa
Penggunaan Kata Pelengkap Arah) 来(lái) dan去(qù) 趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) Oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang
RINGKASANNasrillah, Zuyyin Abdi. 2019. “Penggunaan Kata Pelengkap Arah 趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) 来(lái) dan去(qù) Oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang Angkatan 2015.” Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.Tiksno Widyatmoko, M.A.Kata Kunci: Kemampuan, kata pelengkap arah趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ), kata来(lái), kata去(qù)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penggunaan kata pelengkap arah 趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) 来(lái) dan去(qù) serta faktor penyebabnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah dari hasil tes dan hasil wawancara mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2015. Data dalam penelitian ini berupa jawaban dari hasil tes soal penggunaan kata pelengkap arah 趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) 来(lái) dan去(qù). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan instrumen pendukung berupa lembar tes dan pedoman wawancara.Hasil penelitian dari tes menunjukkan sebagian besar mahasiswa belum mampu mengerjakan soal tes dengan baik. Pemahaman mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang terhadap gramatika dan pemahaman makna dari kata pelengkap arah趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) 来(lái) dan去(qù) masih kurang. Dari hasil wawancara diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa, yaitu: (1) Ketertarikan terhadap bahasa Mandarin. (2) Mahasiswa kurang memahami gramatika kata pelengkap arah趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) 来(lái) dan去(qù). (3) Mahasiswa lupa dan jarang menggunakan materi terkait kata pelengkap arah趋向补语 (qūxiàng bǔyǔ) 来(lái) dan去(qù). (4) Media buku yang paling efektif untuk belajar karena terdapat contoh kalimatnya langsung dan tata gramatika.(5) Kurangnya penjelasan dosen secara mendetail mengenai kata tersebut dan klasifikasinya, serta kurang memahami apa yang dijelaskan oleh dosen