Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    117 research outputs found

    Kesalahan Penggunaan害怕 [hàipà] dan 恐怕 [kǒngpà] Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2016 Universitas Negeri Malang

    No full text
    Dalam bahasa Mandarin, kosakata masih berkaitan dengan Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yaitu ujian kemampuan bahasa Mandarin dengan kosakata-kosakata yang telah diklasifikasikan berdasarkan tingkatannya. Salah satu kosakata yang dipelajari mahasiswa pada HSK 3 dan 4 adalah kata害怕 [hàipà] dan恐怕 [kǒngpà]. Kedua kata tersebut memiliki unsur pembentuk yang sama dari kata 怕 [pà] yang berarti “takut”. Walaupun mahasiswa telah lulus pada matakuliah Persiapan HSK, namun faktanya masih ditemukan kesulitan dalam membedakan dua kata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan kata 害怕 [hàipà] dan恐怕 [kǒngpà] serta faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil tesyang diperoleh dari mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2016 Universitas Negeri Malang. Data dalam penelitian ini adalah bentuk kesalahan penggunaan kata害怕 [hàipà] dan恐怕 [kǒngpà] berdasarkan hasil tes. Instrumen pendukung yang peneliti gunakan adalah lembar tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 bentuk kesalahan dalam penggunaan kata害怕 [hàipà] dan恐怕 [kǒngpà]. Bentuk kesalahan tersebut, adalah: (1) kesalahan pemilihan kata害怕 [hàipà] dan 恐怕 [kǒngpà], (2)kesalahan penulisan kalimat yang tidak lengkap,(3) kesalahan penggunaan kosakata yang tidak sesuai, (4) kesalahan penyusunan kalimat,dan(5) kesalahan penggunaan kata yang tidak diperlukan dalam kalimat. Dari hasil wawancara diketahui bahwa terdapat faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan penggunaan kata害怕 [hàipà] dan 恐怕 [kǒngpà], yaitu: (1) mahasiswa tidak memahami arti kata害怕 [hàipà] dan 恐怕 [kǒngpà], (2) mahasiswa tidak mengetahui perbedaan kata害怕 [hàipà] dan 恐怕 [kǒngpà], (3) mahasiswa tidak memahami penggunaan kata害怕 [hàipà] dan 恐怕 [kǒngpà] dalam sebuah kalimat, (4) pada saat perkuliahan mahasiswa enggan bertanya pada dosen, (5) penjelasan dosen mengenai dua kata tersebut kurang mendalam, (6) kurangnya kemandirian mahasiswa dalam menerapkan kata害怕 [hàipà] dan恐怕 [kǒngpà], dan (7) mahasiswa kurang memanfaatkan sumber belajar lain seperti informasi dari internet dan aplikasi pembelajaran kosakata. &nbsp

    Kesesuaian Buku 高级汉语 [Gaoji Hanyu] untuk Kelas XI SMA berdasarkan Kriteria Kelayakan BSNP

    No full text
    Kata Kunci: kesesuaian, buku 高级汉语 [Gaoji Hanyu] kelas XI, kriteria kelayakan BSNP Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesesuaian buku 高级汉 语 [Gaoji Hanyu] Kelas XI SMA dengan kriteria kelayakan dari BSNP. Kriteria kelayakan BSNP ini terdiri atas kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa dan kelayakan kegrafikan. Kriteria kelayakan tersebut biasa digunakan untuk menilai kelayakan sebuah buku teks pelajaran yang beredar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku 高级汉语 [Gaoji Hanyu] untuk Kelas XI SMA dan data diperoleh dengan menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan dibantu instrumen lain yaitu tabel analisis data. Selanjutnya, data yang sudah dianalisis dicek keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa (1) buku 高级汉语 [Gaoji Hanyu] untuk Kelas XI SMA kurang layak digunakan dilihat dari segi kelayakan isi karena hanya memenuhi dua dari empat indikator dalam kelayakan isi. (2) Buku 高级汉语 [Gaoji Hanyu] Kelas XI layak digunakan dilihat dari segi kelayakan penyajian, bahasa, dan kegrafikan

    Penerapan Strategi Catatan jendela pada Matakuliah Cerita Rakyat Tiongkok Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASANSholeha, Siti. 2019. Penerapan Strategi Catatan Jendela pada Matakuliah Cerita Rakyat Tiongkok Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Lilis Afifah, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: strategi pembelajaran, strategi catatan jendela, Cerita Rakyat Tiongkok.Strategi pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan oleh dosen dalam merancang suatu proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. Salah satu contoh strategi tersebut adalah strategi catatan jendela. Catatan jendela merupakan suatu strategi pembuatan catatan secara terbimbing dengan mengkategorikan materi yang disajikan ke dalam empat kuadran.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan dan respons mahasiswa terhadap penerapan strategi catatan jendela dalam matakuliah Cerita Rakyat Tiongkok. Subjek penelitian adalah 19 orang mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2017 offering B Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, dan lembar angket. Seluruh data tersebut kemudian dianalisis dan dijabarkan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi catatan jendela membantu mahasiswa lebih aktif dalam  merekam pembelajaran dan mereka sudah tidak bergantung terhadap kehadiran dosen. Hasil observasi menunjukkan dengan jelas bahwa mahasiswa antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil angket diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa mampu menggunakan strategi catatan jendela serta memberikan respons yang baik selama proses pembelajaran berlangsung.SUMMARYSholeha, Siti. 2019. The Implementation of Window Notes Strategy in Chinese Folklore for Chinese Learning and Teaching Study Program State University of Malang. Thesis. Department of German, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Advisor: Lilis Afifah, S.Pd., M.Pd.Keywords: learning strategy, window notes strategy, Chinese Folklore.Learning strategies are ways used by lecturers in designing learning and teaching process in order to achieve the learning objectives. One of the strategies is window notes. It is a strategy of making a note under guidence by categorizing materialsinto quadrant.This study is aimd at describing the implementation process of Window Notes and student respons towards it in Chinese Folklore. The subject of the study is 19 undergraduate students majoring Chinese Learning and Teaching Study Program year 2017 offering B State University of Malang.The study is conducted in two cycles. Data collection is done through observation sheet, field note and questionnaire. Then, the data is analyzed using descritive qualitative. The result shows that window note helps students to be more active in recording the learning process and they do not rely on the lecturers’ attendance. The observation result obviously reveals that students ar enthusiastic in following the class. The result of the questionnaire presents most of students can use the strategy and give good respons during the class

    PENERAPAN MEDIA SHUO JENGA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 SUMBERMANJING MALANG

    No full text
    RINGKASANDhaniswara, Betharia. 2019. Penerapan Media Shuo Jenga Untuk Melatih Keterampilan Bahasa Mandarin Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Sumbermanjing Malang.Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. HerriAkhmad B., M.A., M.HumKata Kunci: Berbicara, Penerapan, Pembelajaran, Media, ShuoJengaKeterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Dalam pembelajaran bahasa Mandarin di SMA Negeri 1 Sumbermanjing, pengajar mengemukakan bahwa dia kesulitan mendapatkan media yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan berbicara. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang mendapat kesempatan untuk melatih keterampilan berbicara mereka sehingga siswa mengalami kesulitan dalam berbicara dengan bahasa Mandarin. Salah satu media yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan berbicara adalah media ShuoJenga.Melalui media tersebut siswa dapat melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media ShuoJenga pada keterampilan berbicara untuk siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Sumbermanjing serta mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan media ShuoJenga yang diterapkan untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Sumbermanjing. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Sumbermanjing berjumlah 27 orang.Data dalam penelitian ini diperoleh dari data hasil observasi, data hasil tes dan data kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media permainan Shuo Jenga berjalan dengan baik dan lancar.Siswa mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat serta termotivasi untuk berbicara dalam bahasa Mandarin.Hasil tes menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pelafalan dan gramatika yang baik namun memiliki perbendaharaan kosakata yang sedikit..Dari hasil kuesioner dapat diketahui bahwa hampir semua siswa menyatakan pembelajaran dengan menggunakan media permainan ShuoJenga membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.Kendala yang dialami siswa yaitu kesulitan untuk memahami serta menjawab pertanyaan dalam permainan yang disebabkan karena minimnya perbendaharaan kosakata

    PENGEMBANGAN MEDIA AUTO PLAY UNTUK MELATIH KOSAKATA BAHASA MANDARIN BAGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 6 MALANG

    No full text
      RINGKASAN   Indra, Kartika. 2018. Pengembangan Media Autoplay untuk Melatih Kosakata Bahasa Mandarin bagi Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A.   Kata Kunci: media, autoplay, kosakata   Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran autoplay untuk melatih kosakata bagi siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Media pembelajaran ini disusun berdasarkan kosakata yang bertemakan 家庭(keluarga).   Penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan yang dilakukan oleh Sugiyono (2015:409). Penelitian ini memiliki enam tahap, meliputi(1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi produk, dan (6) uji coba produk.   Media autoplay ini telah diujicobakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pengujian yang dilakukan uji coba pada ahli materi dan ahli media. Tahap kedua adalah pengujian yang dilakukan pada subjek coba yakni pengguna akhir atau siswa. Jenis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kualitatif . Data yang diperoleh dari angket dan observasi kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatatif.   Produk media pembelajaran autoplay ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi oleh ahli materi yaitu media autoplay yang bertemakan 家庭 jiātíng (keluarga) sudah sesuai dengan tema dan tingkat kesulitan bagi siswa kelas XI yang belajar bahasa Mandarin.Validasi oleh ahli media diperoleh hasil bahwa keseluruhan tampilan media autoplay ini sudah menarik dengan proporsi dan kombinasi yang baik.   Berdasarkan hasil pengamatan ketiga observer diketahui bahwa penyajian media autoplay ini menurut observer sudah dinilai cukup baik dalam hal isi materi dan dalam hal kemenarikan tampilan media bagi pembelajaran siswa kelas XI yang belajar bahasa Mandarin.   Dari hasil keseluruhan tersebut dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh menunjukkan media pembelajaran utoplay untuk melatih kosa kata bahasa Mandarin bagi siswa kelas XI layak digunakan dengan kriteria yang valid. &nbsp

    Penerapan Media Chinese Scrabble untuk Melatih Penguasaan Kosakata Mahasiswa Angkatan 2017 Prodi Pendidikan bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Arrosyida, Salvia. 2019. Penerapan Media Chinese Scrabble untuk Melatih Penguasaan Kosakata Mahasiswa Angkatan 2017 Prodi Pendidikan bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, FakultasSastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Herri Akhmad Bukhori, M.A., M.Hum.   Kata Kunci: bahasa Mandarin, media pembelajaran,Chinese Scrabble, kosakata     Memperkaya kosakata adalah hal yang sangat penting dalam mempelajari bahasa Mandarin.Penguasaan seseorang akan suatu bahasa seringkali diukur dengan jumlah kosakata yang dikuasai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media Chinese Scrabble untuk melatih kosakata mahasiswa Prodi bahasa Mandarin angkatan 2017 Universitas Negeri Malang dan mendeskripsikan responmahasiswa terhadap penerapan media Chinese Scrabble untuk melatih kosakata bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang angkatan 2017 offering A. Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk observer, lembar observasi untuk dosen matakuliah, dan lembar kuesioner untuk mahasiswa. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penguasaan kosakata bahasa Mandarin mahasiswa Prodi Bahasa Mandarin angkatan 2017 dapat terlatih dengan menggunakan media Chinese Scrabble.Mahasiswa terlatih dalam kaidah penulisan Pinyin dan penulisan Shengdiao, serta termotivasi dalam menambah kosakata baru.Para siswa terlihat aktif dan antusias ketika penerapan media Chinese Scrabble dilakukan dalam pembelajaran. Dalamkuisioner, mahasiswa mengatakanmengalami kesulitanmenyusun kata dalampenerapan media Chinese Scrabblekarena kosakata yang dikuasaihanya sedikit. Mahasiswa juga mengungkapkan bahwa media Chinese Scrabblesulit dikuasai karena peraturan permainan yang rumit dan permainan Scrabble sendiri masih jarang dikenal, sehingga media Chinese Scrabble kurang cocok untuk menjadi tambahan media pembelajaran bagi mahasiswa semester awal

    Korelasi Minat Membaca dengan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2017 UM pada Matakuliah Membaca I

    No full text
            Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengidentifikasi korelasi minat membaca dengan keterampilan berbicara pada matakuliah Membaca I, serta mendeskripsikan minat membaca dan keterampilan berbicara pada matakuliah Membaca I. Hasil yang diperoleh diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin, serta menambah wacana, referensi ilmu pada ranah keterampilan berbahasa secara umum dan mengembangkan suatu media atau metode untuk meningkatkan minat membaca.        Penelitian ini menggunakan jenis korelasi asosiatif kuantitatif. Intrumen penelitian yang digunakan adalah angket untuk mengetahui tingkat minat membaca dan tes untuk mengetahui nilai keterampilan berbicara. Analisis yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji Spearman-Rank, dan uji t. Uji t dilakukan karena sampel melebihi dari syarat skala pengurkuran data ordinal.        Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara minat membaca dengan keterampilan berbicara mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2017 UM pada matakuliah Membaca I. Minat membaca yang tinggi dapat membantu perkembangan dalam mempelajari keterampilan berbicara. Sebelum maupun sesudah matakuliah membaca I berlangsung, mahasiswa memiliki kemauan untuk membaca buku yang digunakan dalam pembelajaran

    PENERAPAN PEMBELAJARAN INDUKTIF KATA BERGAMBAR UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS XI LMT BAHASA MANDARIN SMA NEGERI 2 MALANG

    No full text
    Kata Kunci: model induktif kata bergambar, bahasa Mandarin, keterampilan menulis, siswa kelas XI SMA   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran dan mendeskripsikan respon siswa terhadap model induktif kata bergambar. Penerapan model induktif kata bergambardilaksanakan pada mata pelajaran bahasa Mandarin di kelas XI LMT bahasa Mandarin SMA Negeri 2 Malang. Penelitian berfokus pada keterampilan menulis bahasa Mandarin siswa. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.  Penelitian dilakukan dengan cara memberikan gambar sebagai stimulus siswa. Gambar digunakan untuk menggali kosakata siswa pada awal pembelajaran. Dari sebuah kosakata dapat menjadi sebuah kalimat, proses mengolah kosakata menjadi sebuah kalimat dapat membantu siswa mengetahui cara menyusun struktur kalimat dengan benar terkait dengan materi 正在. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model induktif kata bergambarsesuai untuk diterapkan pada keterampilan menulis bahasa Mandarin di kelas XI LMT bahasa Mandarin SMA Negeri 2 Malang. Meskipun terdapat beberapa kesulitan yang dialami oleh siswa, namun proses pembelajaran tetap berlangsung dengan baik. Selain itu, siswa juga merespon positif dan berperan aktif pada proses penerapan model induktif kata bergambar

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X Lintas Minat SMAN 1 Batu

    No full text
    RINGKASAN Arifianto, Elviano Bagus 2018, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X Lintas Minat SMAN 1 Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Herri Akhmad Bukhori, M.A., M.Hum. Kata Kunci: model pembelajaran Jigsaw, keterampilan berbicara Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Jigsaw untuk melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin dan tanggapan siswa kelas X lintas minat bahasa Mandarin SMAN 1. Langkah penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan studi kepustakaan menggunakan skala likert. Teknik analisis yang digunakan adalah metode regresi linear berganda (multi linear regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw yang terdiri atas pelafalan (X1), kosakata (X2), dan pemahaman (X3) secara bersama memiliki pengaruh yang positif. Persamaan regresi Y = 0,706 + 0,972X1 + (-0,077)X2 + 0,052X3 + 0,875. Melalui uji F, dapat dilihat bahwa kualitas pelafalan memiliki signifikansi sebesar 0,000 atau 0%. Namun berdasarkan uji parsial (t), semua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa dengan tingkat signifikan untuk pelafalan sebesar 000 atau 0% ; kosakata sebesar 003 atau 0,03% ; pemahaman sebesar 000 atau 0%. Dari 3 variabel yang mempengaruhi keterampilan berbicara siswa kelas X lintas Minat bahasa Mandarin SMAN 1 Batu, variabel yang paling dominan adalah variabel pelafalan berdasarkan hasil uji t. Variabel pelafalan mempunyai nilai t_hitung(9,907) > t_tabel (2,024) paling besar dibandingkan dengan variabel lainnya, dengan signifikan yang diisyaratkan. SUMMARY Arifianto, Elviano Bagus 2018, Effect of Jigsaw Method on Speaking Skill of 10th Grade   Secondary School Students across Mandarin Language in SMAN 1Batu. Thesis Department of German Language and Literature, Universitas Negeri Malang. Advisors Dr. Herri Akhmad Bukhori, M.A., M.Hum. Keywords: jigsaw method, speaking skill This study aims to describe an effect of jigsaw method to practice Chinese speaking skill and the responses of 10th grade secondary school students across Mandarin language in SMAN 1 Batu. The study utilizes observation, questionnaire, and library research using Likert scans. The method of analysis uses multi linear regression.  The result of the study shows that Jigsaw method which consists of pronunciation (X1), vocabulary (X2), and comprehension (X3) together has positive influences as it is shown by the regression equition Y = 0,706 + 0,972X1 + (-0,077)X2 + 0,052X3 + 0,875. Through F test it is seen that the quality of pronunciation has a significance of 0,000 or 0%. However, according to partial test (t), all variables have significant influence on students’ speaking skill with significant levels of pronunciation 000 or 0% ; vocabulary 003 or 0,03 %; comprehension  000 or 0%. According to 3 variables that influence the speaking skill of 10th grade secondary school students across Mandarin language in SMAN 1 Batu, it can be concluded that the most dominant variables based on t test results on the pronunciation variables. Pronunciation variables has the largest  t_count(9,907) > t_table(2,024) score compared to the other variables with the required significance. 

    Penerapan Metode Story Telling Untuk Melatih Keterampilan Berbicara Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2016 Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAKPurnama, Vara Dina Citra. 2018. Penerapan Metode Story Telling untuk Melatih Keterampilan Berbicara Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Angkatan 2016 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman. Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Herri Akhmad. B., M. A., M. Hum.Kata Kunci: story telling, keterampilan berbicara, bahasa MandarinPenelitian ini didasarkan pada latar belakang metode pembelajaran bahasa Mandarin di Universitas Negeri Malang masih monoton, yaitu dengan cara menghafalkan kalimat sama persis dengan cerita atau bacaan. Story telling dipilih untuk dijadikan alternatif pembelajaran bahasa di kelas, dengan bercerita mahasiswa tidak harus menghafal. Akan tetapi, mahasiswa dapat bercerita dengan gaya bahasa mereka sendiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskipsikan beberapa hal, yang mencakup penerapan metode story telling untuk melatih keterampilan berbicara dan respon mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2016 terhadap penerapan metode story telling.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan tes lisan. Hasil data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dan dipaparkan dalam bentuk kata-kata. Selain itu, didapatkan data lain berbentuk gambar/foto dan rekaman hasil tes lisan mahasiswa. Data berbentuk angka dari tes lisan mahasiswa hanya sebagai data pendukung dalam penelitian.Berdasarkan hasil data tersebut, diperoleh enam simpulan sebagai berikut. Pertama, mahasiswa terlihat aktif dan antusias selama proses penelitian dilaksanakan. Kedua, mahasiswa berebut maju ke depan kelas untuk bercerita. Ketiga, masih ditemukan beberapa mahasiswa yang kurang tepat dalam menyusun kalimat. Keempat, mahasiswa bercerita dengan gaya bahasa mereka sendiri dengan kalimat yang lebih sederhana dan lebih mudah dipahami. Selain itu, mereka juga kreatif dalam menyusun cerita dengan menambahkan simpulan, nasihat atau pepatah diakhir cerita. Kelima, penerapan metode story telling dapat melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin mahasiswa. Tidak hanya itu, story telling juga dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bahasa. Keenam, setelah diterapkan metode story telling mahasiswa terlihat lebih percaya diri berbicara bahasa Mandarin di depan kelas

    0

    full texts

    117

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Bahasa Mandarin - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇