89 research outputs found
KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT PASCA PERUBAHAN UUD 1945 DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PERSPEKTIF TRIAS POLITICA
ABSTRAK
Majelis Permusyawaratan Rakyat merupakan salah satu lembaga tinggi negara di Indonesia. Pasca amandemen UUD 1945 tersebut, MPR mengalami perubahan terhadap kewenangan, pengaturan, dan struktur kelembagaan. Amandemen UUD 1945 juga menjadikan pemisahan kekuasaan di Indonesia sebagaimana teori trias politica. Meskipun sudah dilakukan amandemen, terjadi dilema terhadap MPR mengingat MPR masih belum jelas karena kekuasaan untuk membuat peraturan perundang-undangan tidak lagi dimiliki oleh lembaga tinggi negara tersebut. Oleh sebab itu timbul pertanyaan apakah kewenangan MPR pasca perubahan telah sesuai dengan trias politica. Perumusan permasalahan dalam skripsi ini adalah: 1) bagaimana dinamika pengaturan terkait kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat pra dan pasca perubahan UUD 1945 di Indonesia? 2) bagaimana kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat pasca perubahan UUD 1945 dalam sistem ketatanegaraan Indonesia perspektif Trias politica? Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan sifat penelitian deskriptif. Bahan hukum penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini sebelum amandemen, MPR memiliki kewenangan untuk menetapkan UUD dan GBHN, memilih dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Setelah amandemen, MPR masih tetap berada dalam lingkup lembaga legislatif tetapi kewenangannya terbatas sebagai pengubah dan penetap UUD NRI 1945. Kewenangan MPR pasca amandemen menjadikan MPR bukan lagi lembaga negara tertinggi dan mewujudkan pemisahan kekuasaan sebagaimana teori trias politica.
Kata kunci: Amandemen, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Trias Politica
ANALISIS KARAKTERISTIK LALU LINTAS DI PERMUKIMAN PADAT KECAMATAN SUKAJADI KOTA BANDUNG
Penelitian ini berjudul “Analisis Karakteristik Lalu Lintas Di Permukiman Padat Kecamatan Sukajadi Kota Bandung”. Jalan lingkungan merupakan jalan penghubung antar pemukiman warga. Berdasarkan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum yang dikeluarkan oleh Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001, seharusnya lebar jalan minimal pada lingkungan permukiman yaitu 2 meter, sehingga kecepatan rata-rata kendaraan dapat mencapai 5-10 km/jam, akan tetapi masih banyak jalan lingkungan di Kecamatan Sukajadi yang memiliki lebar kurang dari 2 meter. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui karakteristik lalu lintas berdasarkan lebar jalan di Kecamatan Sukajadi dan bagaimana penilaian masyarakat mengenai kondisi jalan sebagai akses mobilitas penduduk di Kecamatan Sukajadi. Terdapat 3 variabel utama yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik arus lalu lintas, yaitu volume kendaraan, kecepatan kendaraan, dan kepadatan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel jalan pada penelitian ini yaitu Jl. Cipedes Tengah (Gang H. Gojali), Jl. Karang Tineung Dalam, dan Jl. Lembah Sukaresmi. Sampel penduduk pada penelitian ini yaitu pengguna jalan di Kecamatan Sukajadi yang terdiri dari pejalan kaki, pengendara kendaraan roda dua, dan pengendara kendaraan roda empat. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dianalisis dengan cara menghitung karakteristik lalu lintas pada tiga ruas jalan yang dijadikan sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) pada jalan dengan lebar kurang dari 1 meter, volume kendaraan rata-rata perjamnya yaitu 47,65 kendaraan/jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 3,9 km/jam dan kepadatan lalu lintasnya 12,22 kendaraan/km (2) pada jalan dengan lebar 1-2 meter, volume kendaraan rata-rata perjamnya yaitu 101 kendaraan/ jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 4,7 km/jam dan kepadatan lalu lintasnya 21,5 kendaraan/km (3) pada jalan dengan lebar lebih dari 2 meter, volume kendaraan rata-rata perjamnya yaitu 155,75 kendaraan/jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 10,7 km/jam dan kepadatan lalu lintasnya 14,5 kendaraan/km. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik jalan lingkungan pada permukiman padat di Kecamatan Sukajadi ditandai dengan volume kendaraan yang rendah, dengan kecepatan rata-rata rendah, dan kepadatan yang rendah juga, sehingga tidak menimbulkan terjadinya kemacetan. Akan tetapi, ruas jalan yang berukuran sempit menyebabkan jalan tidak dapat dilalui oleh moda transportasi tertentu, selain itu sempitnya jalan juga menyebabkan waktu yang harus ditempuh pengguna jalan untuk melalui jalan tersebut menjadi lebih lama. Artinya, semakin lebar jalan, maka semakin mudah juga jalan tersebut untuk dijadikan sebagai akses mobilitas penduduk.
Kata Kunci : Volume, kecepatan, kepadatan, lebar jala
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DILIHAT DARI KUALITAS PELAYANAN PENGINAPAN WISMA BHAYANGKARA TAWANGMANGU
ABSTRACT
An Analysis on Customer Satisfaction Viewed from the Service Quality in
Wisma Bhayangkara Tawangmangu Inn
By:
PURI ATIKA
F 1208546
This research aims to find out the effect of service quality dimensions
consisting of tangibles and intangibles on the customer satisfaction in Wisma
Bhayangkara Tawangmangu Inn.
The research was carried out using survey method. The data source of
research was primary data and the data collection was done by distributing
questionnaire. The population of research was the guests staying in wisma
Bhayangkara. The sample, consisting of 100 respondents, was taken using Non-
probability sampling with accidental sampling, the sampling technique based on
accident, that is, whoever found accidentally by the author and can become the
sample if considered as appropriate.
The variables studied are tangibles and intangibles as independent variable
and customer satisfaction as dependent variable. Technique of measuring variable
used was 5-point Likert scale. The analysis instrument used was Multiple-linear
regression employed to analyze the effect of independent and dependent variables.
The examinations carried out in this research were: validity, reliability,
multicolinearity, autocorrelation, heteroscedasticity, and normality tests.
Meanwhile the hypothesis testing used was a multiple regression coefficient and
partial regression coefficient tests (t-test).
Considering the result of research, the following regression formula is
obtained: Y = 1.385 + 0.420X1 + 0.257X2. Based on the statistic data analysis,
indicators in this research is valid and the variable is reliable. The result of partial
test shows that tangibles and intangibles variables affect the customer satisfaction.
Based on the result of analysis above, the author recommends that wisma
Bhayangkara Tawangmangu should always improve the service it gives, both
physical facility (tangible) and employees factor (intangible) that is able and
willing to give good service to all guests of wisma Bhayangkara Tawangmangu.
Keywords: tangibles, intangibles, and customer satisfaction
ABSTRAK
Analisis Kepuasan Konsumen Dilihat dari Kualitas Pelayanan Penginapan
Wisma Bhayangkara Tawangmangu
Oleh :
PURI ATIKA
F 1208546
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi dalam
kualitas pelayanan yang berupa Tangibles (wujud fisik) dan Intangibles (tidak
berwujud) terhadap kepuasan konsumen (customer satisfaction) di penginapan
Wisma Bhayangkara Tawangmangu.
Pelaksanaan penelitian menggunakan metode survey. Sumber data dalam
penelitian ini adalah data primer dan pengumpulan data dilakukan dengan cara
menyebar kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah para tamu yang
menginap di wisma Bhayangkara. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden
dengan menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan
Accidental sampling, yang merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan dijumpai oleh peneliti dan dapat
dijadikan sampel jika dipandang cocok.
Variabel yang diteliti adalah Tangibles (wujud fisik) dan Intangibles (tidak
berwujud) sebagai variabel independen dan kepuasan konsumen (customer
satisfaction) sebagai variabel dependen. Teknik pengukuran variabel digunakan
skala Likert dengan 5 skala. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linier
Berganda yang digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel bebas
(independent) dan variabel terikat (dependent). Pengujian yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Multikolinieritas, Uji
Autokorelasi, Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Normalitas. Sedangkan untuk
menguji hipotesis digunakan pengujian koefisien regresi berganda dan koefisien
regresi parsial (Uji t).
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 1,385 + 0,420X1 + 0,257X2. Berdasarkan analisis data statistik, indikator-
indikator pada penelitian ini bersifat valid dan variabelnya bersifat reliabel. Hasil
uji secara parsial menunjukkan bahwa variabel Tangibles (wujud fisik) dan
Intangibles (tidak berwujud) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen (customer
satisfaction).
Berdasarkan hasil analisis di atas, maka peneliti menyarankan bahwa
wisma Bhayangkara Tawangmangu harus senantiasa meningkatkan pelayanan
yang diberikan, baik berupa fasilitas fisik (tangibles) maupun faktor karyawan
(intangibles) yang mampu dan mau memberikan pelayanan yang baik kepada
semua tamu Wisma Bhayangkara Tawangmangu.
Kata kunci : tangibles, intangibles, dan customer satisfaction
Pengaruh Lingkungan Teman Sebaya Dan Persepsi Siswa Tentang Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA 1 Pasir Penyu
THE EFFECT OF THE PARENTS' ENVIRONMENT AND STUDENTS' PERCEPTIONS ON THE SOCIAL ECONOMIC STATUS OF PARENTS ON STUDENT LEARNING RESULTS OF CLASS X SMAN 1 PASIR ATIKA HERLIAN SURI 176810963 ABSTRAK From the results of observations and interviews with the economics studies teacher for class X of SMAN 1 Pasir Turtle, the results of learning economics in class X of SMAN 1 Pasir Turtle are still very low. This can be seen from the semester test scores obtained from class X, only 30% of students scored above the KKM, while at SMAN 1 Pasir Turtle, the Minimum Completeness Criteria (KKM) was 75. who are indifferent, many students even talk to their classmates, play cellphones, and some are doing other activities outside the learning process. The purpose of this study was to determine the influence of the peer environment and students' perceptions of the socioeconomic status of parents on student learning outcomes. The method used by the author is a quantitative method of correlation. The population in class X SMA Negeri 1 Pasir Turtle who took 8 classes for the study amounted to 280 people. The sampling technique used proportional random sampling. So the sample in this study was 165 students. The technique of collecting data is using a questionnaire. The data analysis technique is multiple regression
Pendugaan Produktivitas Primer Perairan Tambak Bandeng Menggunakan Metode Klorofil- a Di UPT Budidaya Air Laut Dan Air Payau Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang penting untuk ditinjau salah
satunya yaitu pemanfaatan sumberdaya wilayah pesisir dengan memperhatikan
kondisi ekosistem yang tetap stabil. Peluang pemanfaatan wilayah pesisir dalam
bidang perikanan yaitu berupa kegiatan penangkapan ataupun usaha budidaya
ikan khususnya kegiatan budidaya tambak. Tambak yang berada di wilayah pesisir
ini perlu dilakukan pemantauan ekosistem baik secara biotik maupun abiotik,
karena adanya masukan pencemaran dari aktivitas manusia (industri, pelabuhan
dan kegiatan rumah tangga) akan mengganggu kehidupan ekosistem di dalam
perairan tambak seperti terjadinya perubahan kualitas air yang secara tidak
langsung akan mempengaruhi produktivitas primer perairan tambak. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produktivitas primer perairan tambak
bandeng dengan menggunakan metode klorofil-a. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode survei yaitu kegiatan pengumpulan, analisis dan
interpretasi data yang bertujuan untuk membuat deskripsi keadaan yang terjadi.
Penelitian ini dilakukan di tambak bandeng UPT Budidaya Air Laut dan Air Payau
Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur dan penelitian kualitas air
dilakukan di Laboratorium Lingkungan dan Bioteknologi Perairan Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya.
Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret sampai April 2017 yang
bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air, jenis fitoplankton dan nilai
produktivitas primer perairan tambak bandeng dengan menggunakan metode
klorofil-a di UPT Budidaya Air Laut dan Air Payau Kecamatan Mayangan Kota
Probolinggo, Jawa Timur serta hubungan kualitas air dengan produktivitas primer
perairan.
Hasil kualitas air pada 2 stasiun selama 3 minggu didapatkan antara lain:
suhu berkisar 28,5 34 oC, kecerahan berkisar 31,25 45,9 cm, pH berkisar 8,
salinitas 14 -27 ppt, DO berkisar 5,55 8,68 mg/l, nitrat berkisar 3,8 11,9 ppm
dan ortofosfat berkisar 0,1 1 ppm. Jenis fitoplankton yang ditemukan pada
perairan ekosistem tambak yaitu 4 filum meliputi Chlorophyta, Chrysophyta,
Cyanophyta dan Dinophyta. Dan nilai produktivitas primer perairan ekosistem
tambak dengan menggunakan metode klorofil-a yaitu berkisar 113,9 677,9 mg
C/m3/hari.
Kondisi kualitas air pada perairan tambak bandeng termasuk kurang baik
untuk budidaya dengan tingkat kesuburan yang tinggi atau eutrofik. Jenis
fitoplankton yang didapatkan mengindikasikan perairan tambak sesuai dengan
jenis makanan yang disukai oleh ikan bandeng. Hasil produktivitas primer
menunjukkan bahwa stasiun 1 dan stasiun 2 termasuk perairan mesotrofik
(sedang) sampai dengan eutrofik (tinggi). Sedangkan hubungan kualitas air
dengan produktivitas primer perairan menunjukkan bahwa parameter suhu,
kecerahan, nitrat dan orthofosfat berhubungan sangat kuat terhadap produktivitas
primer perairan sebesar 92,4%.
Saran yang dapat diberikan yaitu perlu dilakukannya pengukuran
alkalinitas karena pH air tambak bersifat basa. Selain itu perlu adanya kontrol dari
pihak pengelola agar kondisi perairan tambak tetap terjaga sehingga masukan
nutrient ke perairan tambak tidak berlebihan dan dapat mendukung pertumbuhan
budidaya ikan bandeng
PENGARUH MEDIA FACEBOOK DALAM PEMBELAJARAN HAKIKAT ILMU SAINS DAN METODE ILMIA TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF PESERTA DIDIK
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HAKIKAT ILMU SAINS
DAN METODE ILMIAH BERBANTUAN FACEBOOK SEBAGAI
MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR RANAH
KOGNITIF PESERTA DIDIK
Oleh
Atika Septiana
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kendala yang di alami
oleh guru yaitu Guru belum menggunakan media facebook untuk kegiatan
pembelajaran daring dikelas, Hasil belajar kognitif perserta didik masih
rendahPelaksanaan pembelajaran ipa dikelas masih dianggap sulit oleh peserta
didik.
Rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini yaitu Adakah
Pengaruh Media Facebook Dalam Pembelajaran Hakikat Ilmu Sains Dan
Metode Ilmiah Terhadap Hasil Belajar Ranah Kognitif Peserta Didik Penelitian
ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Facebook Dalam
Pembelajaran Hakikat Ilmu Sains Dan Metode Ilmiah Terhadap Hasil Belajar
Ranah Kognitif Peserta Didik kelas VII di sekolah SMPN 4 Bandar Lampung.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan
data yang dilakukan yaitu angket, wawancara dan dokumentasi. kemudian
teknik analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan uji reabilitas.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang berkenaan dengan
“Pengaruh Media Facebook Dalam Pembelajaran Hakikat Ilmu Sains Dan
Metode Ilmiah Terhadap Hasil Belajar Ranah Kognitif Peserta Didik” ada
pengaruh media facebook dalam pembelajaran ilmu sains terhadap hasil belajar
ranah kognitif peserta didik. Dalam melakukan perhitungan data hipotesis
penulis menggunakan bantuan SPSS versi 16.0. dan uji hipotesis yang
dilakukan yaitu dengan manova menunjukan hasil perhitungan nilai sig yang
menunjukan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada ada pengaruh
media facebook dalam pembelajaran ilmu sains terhadap hasil belajar ranah
kognitif peserta didik
Kata Kunci : Sains, Hasil Belajar
ii
ii
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF LEARNING MODELS ON THE NATURE OF
SCIENCE AND SCIENTIFIC METHODS ASSISTED WITH
FACEBOOK AS LEARNING MEDIA ON STUDENTS' COGNITIVE
LEARNING OUTCOMES
By: Atika Septiana
This research is motivated by the obstacles experienced by teachers,
namely teachers have not used Facebook media for online learning activities in
class, students' cognitive learning outcomes are still low. Implementation of
science learning in class is still considered difficult by students.
The formulation of the problem contained in this research is whether
there is an influence of Facebook media in learning the essence of science and
scientific methods on learning outcomes in the cognitive domain of students.
This research was conducted with the aim of finding out the influence of
Facebook media in learning the essence of science and scientific methods on
learning outcomes in the cognitive domain of participants. Class VII student at
SMPN 4 school in Bandar Lampung. In this research, quantitative research was
used with data collection techniques, namely questionnaires, interviews and
documentation. then the data analysis techniques used are validity testing and
reliability testing.
Based on the results of research and discussion regarding "The
Influence of Facebook Media in Learning the Nature of Science and Scientific
Methods on Learning Outcomes in the Cognitive Domain of Students" there is
an influence of Facebook media in learning science on learning outcomes in the
cognitive domain of students. It can be concluded that in calculating the
hypothetical data the author used SPSS version 16.0. and the hypothesis test
carried out, namely by MANOVA, shows the calculation results of the sig
which shows that H1 is accepted so it can be concluded that there is an
influence of Facebook media in science learning on students' cognitive learning
outcomes.
Keywords : Science, Learning Outcome
DEWAN DIREKSI ASING, DEWAN KOMISARIS ASING, DAN KINERJA PERUSAHAAN
Penelitian ini menguji pengaruh keberadaan dewan direksi asing dan
dewan komisaris asing terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan-perusahaan
non keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan
model analisis regresi linear berganda, dan data yang diperoleh berasal dari
laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada
tahun 2012-2015. Variabel independen pada penelitian ini adalah keberadaan
dewan direksi asing dan keberadaan dewan komisaris asing, yang bernilai 1 jika
terdapat direksi dan komisaris asing, dan bernilai 0 jika tidak terdapat direksi dan
komisaris asing. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kinerja perusahaan
yang diukur menggunakan proxy ROA dan proxy Tobin’s Q. Hasil pada penelitian
ini menunjukkan bahwa keberadaan dewan direksi asing dan keberadaan dewan
komisaris asing berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan baik
yang diukur menggunakan proxy ROA maupun proxy Tobin’s Q
Services to Beneficiaries at Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia
Social services are planned activities designed to assist persons who are
experiencing difficulties as a result of their inability to perform social functions.
Among these are social services provided by social institutions. Social services
might include counseling for social issues, spiritual matters, educational matters,
and skill development. With reference to theories, factors, and actualities that
elucidate the functioning of social services and guidance in these establishments,
this study attempts to examine the social services provided to prisoners at Rumah
Bakti Kasih Anak Indonesia, the Indonesian Children's Orphanage. The study
itself was conducted in Medan City at the orphanage Rumah Bakti Kasih Anak
Indonesia. This study takes a qualitative, descriptive research design. The method
of gathering data for the study involved combining (triangulating) the steps of
thorough observation, interviews, and documentation. Subsequently, the
investigators will conduct a qualitative analysis of the data and derive
conclusions based on the executed investigation. Drawing from the findings of the
study, the author concluded that the Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia
orphanage has offered social services in the form of social guidance. This
includes counseling as well as guiding the behavior and development of all
orphans, including their relationships with other orphans, orphanage
administrators, and their external environment. and a fundamental
comprehension of social behavior, including community standards and laws,
spiritual advice, including regular worship, educational guidance, including the
provision of both official and informal education, and skill instruction, including
music and sports training to beneficiaries at the orphanage.99 PagesSkripsi Sarjan
Services to Beneficiaries at Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia
Social services are planned activities designed to assist persons who are
experiencing difficulties as a result of their inability to perform social functions.
Among these are social services provided by social institutions. Social services
might include counseling for social issues, spiritual matters, educational matters,
and skill development. With reference to theories, factors, and actualities that
elucidate the functioning of social services and guidance in these establishments,
this study attempts to examine the social services provided to prisoners at Rumah
Bakti Kasih Anak Indonesia, the Indonesian Children's Orphanage. The study
itself was conducted in Medan City at the orphanage Rumah Bakti Kasih Anak
Indonesia. This study takes a qualitative, descriptive research design. The method
of gathering data for the study involved combining (triangulating) the steps of
thorough observation, interviews, and documentation. Subsequently, the
investigators will conduct a qualitative analysis of the data and derive
conclusions based on the executed investigation. Drawing from the findings of the
study, the author concluded that the Rumah Bakti Kasih Anak Indonesia
orphanage has offered social services in the form of social guidance. This
includes counseling as well as guiding the behavior and development of all
orphans, including their relationships with other orphans, orphanage
administrators, and their external environment. and a fundamental
comprehension of social behavior, including community standards and laws,
spiritual advice, including regular worship, educational guidance, including the
provision of both official and informal education, and skill instruction, including
music and sports training to beneficiaries at the orphanage.99 PagesSkripsi Sarjan
Hubungan antara Prokrastinasi Kerja dengan Stres Kerja pada PNS
One of human resources which is quite important to be observed for operations of Government wheels are civil servants or commonly called PNS, but when the performance of PNS is interrupted due to work stress then need to be searched the cause it. One of the factors that affect the work stress is procrastination at work. Aim to this research is to know the relationship between the procrastination at work with job stress, so the authors propose the hypothesis "there is a positive relationship between the work procrastination with job stress".
Subjects in this study were PNS of Wonogiri Setda, which totaling 163 subjects. The sampling technique is a quota non random sampling namely sampling techniques, namely determine a certain amount as target that must filled within taking the sample of the population. The measure instrument which is used to reveal research variables there are 2 kinds of measure instrument, namely: (1) the scale of work procrastination, and (2) job stress scale. Data analysis in this study is uses of product- moment correlation.
Based on the analysis results, so that obtained correlation between work procrastination with job stress of (r) amount of 0.507 with p = 0.000 where p hypothetic mean that illustrates that generally the PNS of Wonogiri Setda has a low work procrastination. Further the empirical mean of work stress variables is amount of 52.08 and hypothetic mean is amount of 60. It shows that empirical mean > hypothetic mean that illustrates that generally the PNS of Wonogiri Setda also has low work stress. The role of the work procrastination toward job stress (SE) is amount of 25.7%, that means there is still 74.3% that affect job stress, for example: environmental factors, and social factors
- …
