22 research outputs found

    KONSEKUENSI HUKUM BAGI INDONESIA TENTANG PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PASCA RATIFIKASI PARIS AGREEMENT

    No full text
    Indra Adi Permana Girsang, Herman Suryokumoro, Agis Ardhiansyah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah Indonesia pasca meratifikasi Paris Agreement dalam hal menurunkan emisi gas rumah kaca yang tercantum dalam Undang-Undang No.16 tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa Mengenai Perubahan Iklim. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif. Jenis bahan hukum yang digunakan ada 2(dua) jenis yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, bahan hukum primer diperoleh dari hasil penelitian menggunakan Undang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB Mengenai Perubahan Iklim. Sedangkan jenis data sekunder diperoleh dari data kepustakaan berupa buku literature, jurnal dan penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini. Langkah-langkah yang akan dilakukan Indonesia dalam kemajuan pembangunan negara antara lain adanya regulasi UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), Undang-undang Nomor 31 tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Rencana Aksi Nasional tentang Perubahan Iklim, National Communicaion, dan restorasi gambut Kata Kunci: Konsekuensi Hukum, GRK, Paris Agreement ABSTRACT This research is aimed to analyze the measures taken by Indonesia after ratifying Paris Agreement regarding the reduction of greenhouse gas emission enacted in Law Number 16 of 2016 on Paris Agreement over Convention of Framework of the United Nation regarding climate change. This research employed a normative-juridical method, and there were 2 legal materials involved: primary and secondary data. The primary data was obtained from the study on Law number 16 of 2016 on Paris Agreement over Convention of Framework of United Nation regarding Climate Change, and the secondary data is based on library research that involved literature, journal and previous research related to this study. The measures that may be taken by Indonesia comprise the regulation of Law Number 32 of 2009 on Protection and Environment Management (UU PPLH), Law Number 31 of 2009 on Meteorology, Climatology, and Geophysics, National Action Planning regarding climate change, national communication, and peat restoration. Keywords: legal consequence, GRK, Paris Agreemen

    Konsekuensi Hukum Bagi Indonesia Tentang Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Pasca Ratifikasi Paris Agreement

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah Indonesia pasca meratifikasi Paris Agreement dalam hal menurunkan emisi gas rumah kaca yang tercantum dalam Undang-Undang No.16 tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa Mengenai Perubahan Iklim. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif. Jenis bahan hukum yang digunakan ada 2(dua) jenis yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, bahan hukum primer diperoleh dari hasil penelitian menggunakan Undang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB Mengenai Perubahan Iklim. Sedangkan jenis data sekunder diperoleh dari data kepustakaan berupa buku literature, jurnal dan penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini. Langkahlangkah yang akan dilakukan Indonesia dalam kemajuan pembangunan negara antara lain adanya regulasi UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), Undang-undang Nomor 31 tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Rencana Aksi Nasional tentang Perubahan Iklim, National Communicaion, dan restorasi gambu

    Kecerdasan Logika Matematika, Efikasi Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Perilaku Inovatif

    No full text
    The purpose of this study is to get answers empirically: (1) The Effect of Mathematical Logic on Innovative Behavior, (2) The Effect of Self-Efficacy on Innovative Behavior. (3) The Effect of Achievement Motivation on Innovative Behavior. (4) The Joint Effect of Mathematical Logic Intelligence, Self-Efficacy and Achievement Motivation on Innovative Behavior. The method used in this research is a survey method with multiple linear regression approach. The research sample was 40 SMK students in Sawangan sub-district which was determined by random sampling technique. Based on the results of this study, it can be concluded that: (1) There is a partial positive and significant influence of the Mathematical Logic variable on the Innovative Behavior variable, (2) There is a partial positive and significant influence on the Self-Efficacy variable on the Innovative Behavior variable. (3) There is a positive and significant influence of the achievement motivation variable partially on the variable of innovative behavior. (4) There is a positive and significant influence on the variables of Mathematical Logical Intelligence, Self-Efficacy and Achievement Motivation simultaneously on Innovative Behavior. The higher the mathematical logic, the better the self-efficacy and the higher the achievement motivation, the higher the student's innovative behavior

    Audit Lapangan pada PT Briscor Horizon

    No full text
    The author is a participant in the internship KAP Leonard, Mulia, & Richard (KAP LMR). As a public accounting firm, nurture a small company to become bigger and successfull company is one of KAP LMR goals. KAP LMR relies on it’s auditor to give opinions and advice to their clients so the clients company can grow. Audit procedures has to work in step with the regulations. Some obstacle that I have found in doing the task is don’t know what the account name is, have to wait long time to get data from clients, documents / audit evidence is not organized, no cash on cash opname. To resolve the problem, I always consult with the supervisor and team leader

    Perancangan Aplikasi Android “Satria” Pendukung Smart City di Kabupaten Banyumas dengan Metode Sekuensial Linear

    No full text
    Banyumas merupakan salah satu kabupaten dari Provinsi Jawa Tengah. Pada saat ini Kabupaten Banyumas telah menerapkan beberapa rencana aksi dalam proses untuk membangun smart city antara lain membangun sebuah sistem informasi yang dapat mempermudah hidup masyarakat, namun untuk mengakses sistem informasi tersebut membutuhkan banyak tahapan sehingga membutuhkan sebuah sistem yang dapat mempersingkat waktu untuk mengakses sistem informasi tersebut. Pada peneltian ini akan menerapkan metode sekuensial liniear untuk membangun sebuah aplikasi yang mengintergrasikan website yang sudah ada di Kabupaten Banyumas dan juga memiliki fitur berupa informasi geografis dan live streaming cctv publik yang ada di lalu lintas pada Kabupaten Banyumas. Selanjutnya aplikasi ini diberi nama aplikasi SATRIA. Pada hasil pengujian pada aplikasi ini memperoleh hasil untuk pengujian fungsionalitas dengan metode blackbox mendapatkan persentase kelayakan sebesar 99,5% yang dapat disimpulkan bahwa seluruh fitur pada aplikasi dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan untuk pengujian usability dengan Sistem Usability Scale (SUS) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 81.8 yang dapat disimpulkan bahwa pengguna puas dengan fitur yang ditawarkan pada aplikasi ini, berdasarkan hasil tersebut juga dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini mendapatkan grade A pada SUS (score percentile rank)

    Hubungan Antara Kesejahteraan Dan Sistem Pengembangan Karir Dengan Motivasi Kerja Pegawai Divisi Operasi SAR Di Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banten

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kesejahteraan dan sistem pengembangan karir secara bersama- sama dengan motivasi kerja pegawai Divisi Operasi SAR di Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat kuantitatif dengan model korelasional. Teknik pengambilan populasi atau Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non Probability Sampling dengan menggunakan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 54 responden. Adapun uji hipotesis ini menggunkan uji normalitas, homogenitas dan regresi sederhana dan regresi berganda dengan hasil sebagai berikut : Terdapat hubungan yang signifikan kesejahteraan dengan motivasi kerja pegawai Divisi Operasi SAR di Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten. Terdapat hubungan yang signifikan kesejahteraan dan pengembangan karir secara Bersama – sama deb=ngan motivasi kerja pegawai Divisi Operasi SAR di Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten. Kata kunci: Kesejahteraan pegawai, Sistem Pengembangan Karir, Motivasi Kerj

    Pelatihan Kewirausahaan Sosial bagi Perempuan Kepala Keluarga: Strategi Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga

    No full text
    Female heads of households (PEKKA) often face complex socio-economic challenges, particularly in maintaining family economic resilience. This situation is exacerbated by limited access to entrepreneurship education and low economic literacy among women at the grassroots level. Social entrepreneurship training is seen as an effective strategy to empower PEKKA to become agents of change in their communities while simultaneously improving family welfare. This community service activity aims to provide mentoring and training in social entrepreneurship based on local potential, strengthening managerial capacity, and developing business networks. Zimmerman's empowerment theory and Dees' (2001) social entrepreneurship approach serve as the primary theoretical foundations for this activity. The implementation method uses a participatory training model through an andragogical approach, with evaluation using pre-posttests and in-depth interviews. The training results showed significant improvements in understanding the concept of social entrepreneurship, strengthened entrepreneurial motivation, and the ability to develop community-based business plans. The conclusion of this activity confirms that social entrepreneurship training has a significant contribution to family economic resilience and opens up opportunities for cross-sector collaboration to support an inclusive, community-based economy.Perempuan kepala keluarga (PEKKA) kerap menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang kompleks, terutama dalam mempertahankan ketahanan ekonomi keluarga. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap pendidikan kewirausahaan dan rendahnya literasi ekonomi perempuan di tingkat akar rumput. Pelatihan kewirausahaan sosial dipandang sebagai salah satu strategi yang efektif untuk memberdayakan PEKKA agar mampu menjadi agen perubahan dalam komunitasnya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan sosial yang berbasis pada potensi lokal, penguatan kapasitas manajerial, dan pengembangan jejaring usaha. Teori pemberdayaan (empowerment theory) dari Zimmerman dan pendekatan kewirausahaan sosial menurut Dees (2001) menjadi landasan teoretis utama kegiatan ini. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan partisipatif melalui pendekatan andragogi dengan evaluasi menggunakan instrumen pre-post test dan wawancara mendalam. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep kewirausahaan sosial, penguatan motivasi berwirausaha, serta kemampuan mengembangkan rencana bisnis berbasis komunitas. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan kewirausahaan sosial memiliki kontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi inklusif berbasis komunitas

    PELATIHAN DESIGN THINKING UNTUK PENGEMBANGAN IDE INOVASI PRODUK KEPADA SISWA SMA N 3 DENPASAR

    No full text
    Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyelenggarakan pelatihan dengan metode Design Thinking untuk pengembangan Ide Inovasi Produk kepada Siswa SMA N 3 Denpasar. Tujuan pelatihan ini guna meningkatkan kemampuan siswa dalam pengembangan inovasi produk melalui ide kratif yang dibangun berdasarkan pada kondisi masyrakat. Ketepatan dalam pengembangan ide dan inovasi produk akan meingkatkan kualitas dan daya jual (value) produk, sehingga memudahkan produk untuk dikenal dan bersaing di masyarakat, maupun calon pembeli. Kata kunci: Design Thinking, Ide, Inovasi, Kreati
    corecore