1,721,461 research outputs found
Efektivitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu.
ABSTRAK
PATMAWATI. 2014. Efektivitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan responden dipilih dengan menggunakan cluster sampling (penarikan sampel dibagi dalam kelompok area atau wilayah) dengan mengambil sampel 97 orang di tiga desa yakni desa Bakti, Kelurahan Pattedong, dan desa To’balo. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data dengan menghitung jawaban responden melalui data angket yang diperoleh, kemudian mendeskripsikan makna yang teerkandung dari hasil persentase yang diperkuat dengan hasil wawancara sehingga diharapkan hasil analisa dapat disajikan lebih relevan dan akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan administrasi kependudukan dengan melihat indikator penyelenggaraan standar pelayanan yang dilaksanakan oleh aparatur pemerintah Kecamatan Ponrang Selatan seperti indikator prosedur pelayanan administrasi kependudukan dikategorikan efektif, indikator waktu pelayanan administrasi kependudukan dikategorikan cukup efektif, indikator biaya pelayanan administrasi kependudukan yang diberikan kepada masyarakat dikategorikan cukup efektif, indikator produk pelayanan administrasi kependudukan yang diberikan kepada masyarakat dikategorikan cukup efektif, indikator sarana dan prasarana pada kantor Kecamatan Ponrang Selatan dikategorikan cukup efektif, indikator kompetensi petugas pemberi layanan pada kantor Kecamatan Ponrang Selatan dikategorikan efektif. Efektivitas pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu dikategorikan cukup efektif
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Analisis Koreografi Tari Sengsem: Karya Rahmida Dewi Patmawati
Tari Sengsem adalah bentuk tari kelompok yang diciptakan oleh Rahmida Dewi Patmawati. Sengsem berarti mempesona dan menarik. Salah satu konsep dasar penggarapan tari tersebut adalah rangsang tari. Karya tari Sengsem
merupakan koreografi kelompok yang didukung oleh 7 orang penari putri dengan durasi waktu pertunjukan selama 15 menit. Jika dilihat dari aspek penyajian tari Sengsem dibagi menjadi 3 bagian yaitu awal, tengah dan akhir. Diawali dari
kemunculan 7 penari dari sudut belakang yang merupakan introduksi, dilanjutkan jogetan dimana jogetan yang dimaksut adalah kiprahan Dolalak. Dan diakhiri dengan adegan trance.
Tari Sengsem merupakan perpaduan antara kesenian Rakyat Dolalak dengan tari Klasik Gaya Yogyakarta dengan Menak serta teknik-teknik kelenturan. Dari perpaduan tersebut gerak pada tari Sengsem terlihat tegas, mengalun dan vibrasi. Tegas merupakan penggambaran dari tari Menak seperti gerakan yang selalu patah-patah, dan mengalun merupakan penggambaran pada tari Yogyakarta putri terlihat pada gerakan nggurdha atau ngenceng serta vibrasi merupakan penggambaran pada tari Dolalak
Analisis Koreografi Tari Sengsem: Karya Rahmida Dewi Patmawati
Tari Sengsem adalah bentuk tari kelompok yang diciptakan oleh Rahmida Dewi Patmawati. Sengsem berarti mempesona dan menarik. Salah satu konsep dasar penggarapan tari tersebut adalah rangsang tari. Karya tari Sengsem merupakan koreografi kelompok yang didukung oleh 7 orang penari putri dengan durasi waktu pertunjukan selama 15 menit. Jika dilihat dari aspek penyajian tari Sengsem dibagi menjadi 3 bagian yaitu awal, tengah dan akhir. Diawali dari kemunculan 7 penari dari sudut belakang yang merupakan introduksi, dilanjutkan jogetan dimana jogetan yang dimaksut adalah kiprahan Dolalak. Dan diakhiri dengan adegan trance. Tari Sengsem merupakan perpaduan antara kesenian Rakyat Dolalak dengan tari Klasik Gaya Yogyakarta dengan Menak serta teknik-teknik kelenturan. Dari perpaduan tersebut gerak pada tari Sengsem terlihat tegas, mengalun dan vibrasi. Tegas merupakan penggambaran dari tari Menak seperti gerakan yang selalu patah-patah, dan mengalun merupakan penggambaran pada tari Yogyakarta putri terlihat pada gerakan nggurdha atau ngenceng serta vibrasi merupakan penggambaran pada tari Dolalak
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN KAITANNYA DENGAN KREATIVITAS SISWA DI PONDOK PESANTREN MODERN PALOPO
ABSTRAK
Patmawati, 2024. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan
kaitannya dengan Kreativitas Siswa di Pondok Pesantren Modern
Kota Palopo”. Skripsi Program Studi Manajemen Pendidikan
Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam
Negeri Palopo. Dibimbing oleh Tasdin Tahrim dan Firman
Patawari.
Sarana dan prasarana yang baik perlu adanya pengelolaan yang
maksimal penggunaannya dan sesuai dengan standar yang ada dalam
meningkatkan kreativitas siswa. Karena salah satu indikator yang dijadikan
tolak ukur untuk mengetahui kreativitas siswa di sekolah tersebut adalah dapat
dilihat dari kelengkapan dan pengelolaan sarana dan prasarana yang
maksimal. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui: 1). Kondisi obyektif sarana dan prasarana di sekolah Pesantren
Modern Kota Palopo 2). Manajemen sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah menengah atas sekolah Pesantren Modern Kota Palopo 3).
Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam
meningkatkan kreativitas siswa di sekolah Pesantren Modern Kota Palopo dan
nantinya hasil penelitian ini dapat digeneralisasikan ke sekolah lain.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang diuraikan dalam
bentuk kata-kata. Sumber data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sedangkan langkah-langkah yang digunakan peneliti untuk
proses analisis data adalah dengan cara: menggolongkan data, menyajikan
data dalam bentuk naratif dan akhirnya data dianalisis kemudian ditarik
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Pondok Pesantren Modern
Kota Palopo memiliki sarana dan prasarana yang sudah memadai dengan
kondisi yang sangat baik untuk mendukung proses pembelajaran, terutama
dalam hal kreativitas siswa. Manajemen sarana dan prasarana Pondok
Pesantren Modern Kota Palopo meliputi: perencanaan dan analisis kebutuhan,
pengganggaran, pengadaan, pencatatan, inventarisasi, dan penghapusan.
Pengadaan barang disesuaikan dengan analisis kebutuhan dan anggaran yang
ada. Inventarisasi yang dilakukan dengan mencatat semua sarana dan
prasarana di sekolah ketika ada barang yang rusak di catat dalam buku besar
begitu juga selesai pembelian barang. Pelaksanaan manajemen sarana dan
prasarana dalam meningkatkan kreativitas siswa di kelola dengan baik
sehingga siswa-siswi di sekolah tersebut mampu mengembangkan minat
bakat yang sudah kelihatan ketika di awal masuk sekolah yang disebut dengan
kegiatan fortasi atau yang dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Siswa). Hasil
dari kreativitas tersebut salah satunya adalah Kaligrafi.
Kata Kunci: Kreativitas, Manajemen, Prasarana, Sarana.
xxiii
ABSTRACT
Patmawati, 2024. "Management of Educational Facilities and Infrastructure in
relation to Student Creativity in Modern Islamic Boarding Schools in
Palopo City." Thesis of the Islamic Education Management Study Program,
Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Palopo State Islamic Institute.
Supervised by Tasdin Tahrim and Firman Patawari.
Good facilities and infrastructure need to be managed with maximum use
and in accordance with existing standards to increase student creativity. Because
one of the indicators used as a benchmark to determine student creativity at the
school is the completeness and optimal management of facilities and infrastructure.
Thus, the aim of this research is to find out: 1). Objective conditions of facilities
and infrastructure at the Palopo City Modern Islamic Boarding School 2).
Management of educational facilities and infrastructure in senior secondary
schools, Palopo City Modern Islamic Boarding Schools 3). Implementation of
management of educational facilities and infrastructure in increasing student
creativity at the Palopo City Modern Islamic Boarding School and later the results
of this research can be generalized to other schools.
This type of research is qualitative research which is described in the form
of words. Data sources obtained from observation, interviews and documentation.
Meanwhile, the steps used by researchers for the data analysis process are:
classifying the data, presenting the data in narrative form and finally the data is
analyzed and conclusions are drawn.
The results of this research indicate that the Palopo City Modern Islamic
Boarding School has adequate facilities and infrastructure with very good
conditions to support the learning process, especially in terms of student creativity.
Management of Palopo City Modern Islamic Boarding School facilities and
infrastructure includes: planning and analysis of needs, budgeting, procurement,
recording, inventory and write-off. Procurement of goods is adjusted to the analysis
of existing needs and budget. Inventory is carried out by recording all facilities and
infrastructure in the school when goods are damaged and recorded in the ledger as
well as after purchasing goods. The implementation of facilities and infrastructure
management to increase student creativity is managed well so that students at the
school are able to develop talent interests that are already visible when they first
enter school, which are called fortation activities or what is known as MOS (Student
Orientation Period). One of the results of this creativity is calligraphy
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Meningkatkan Aktivitas Belajar Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Melalui Strategi Poster Comment Siswa Kelas V MI Al Musyawarah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Tahun Pelajaran 2014/2015
Patmawati. 2015. Meningkatkan Aktivitas Belajar Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Melalui Strategi Poster Comment Siswa Kelas V MI Al Musyawarah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Tahun Pelajaran 2014/2015. Pembimbing : Drs. H. Syarifuddin Sy., M.Ag.
Kata Kunci: Aktivitas belajar, strategi pembelajaran Poster Comment
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan guru serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas V semester II pada MI Al Musyawarah Banjarmasin untuk mata pelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi pembelajaran Poster Comment.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalh metode deskriptif kualitatif penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus penelitian. Pada setiap siklus yakni siklus 1 dan siklus 2 terdiri atas dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V MI Al Musyawarah Banjarmasin pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015, dengan jumlah siswa 8 orang, siswa laki-laki sebanyak 5 orang dan siswa perempuan sebanyak 3 orang. pengumpulan data dalam penelitian ini adalah diperoleh melalui teknik observasi dan tes tertulis, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentase.
Hasil penelitian ini diperoleh (1) Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II dengan rincian sebagai berikut. Siklus I pertemuan pertama sebesar 71,43% dengan skor 15, siklus I pertemuan kedua 80,95% dengan skor 19. Kemudian siklus II pertemuan pertama sebesar 90,48% dengan skor 19 dan siklus II pertemuan kedua 95,24% dengan skor 20. Jika pada siklus I kurangnya motivasi belajar dari guru, alokasi waktu yang tidak sesuai, mengaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan maka pada siklus II komponen tersebut sudah dapat terlaksana dengan baik, hanya saja alokasi waktu masih belum tepat benar sesuai dengan yang direncanakan. (2) Observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, dengan rincian pada siklus I pertemuan pertama 46,67% dan siklus I pertemuan kedua 53,33%. Kemudian pada siklus II pertemuan pertama sebesar 71,11% dan siklus II pertemuan kedua 84,44% (3) Hasil belajar juga terjadi peningkatan dari siklus I sampai siklus II, dengan rincian yaitu dari siklus I pertemuan pertama memperoleh nilai rata-rata 62,50 dan siklus I pertemuan kedua nilai rata-rata 73,75. Kemudian meningkat pada siklus II pertemuan pertama 76,25 dan siklus II pertemuan kedua nilai rata-rata 80,00 .
PERCERAIAN AKIBAT ISTRI BERHUTANG TANPA IZIN SUAMI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM STUDI KASUS DI DESA SADAR KECAMATAN BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA
ABSTRAK
Patmawati, 2024 “Perceraian Akibat Istri Berhutang Tanpa Izin Suami
Perspektif Hukum Islam Studi Kasus Di Desa Sadar Kecamatan
BONE- Kabupaten Luwu Utara” Tentang Perceraian Akibat Istri
Berhutang Tanpa Izin Suami. Skripsi Program Studi Hukum
Keluarga Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palopo
Dibimbing oleh Dr. H. M. Zuhri Abu Nawas, Lc., MA dan Dr. H.
Firman Muhammad Arif, Lc., M. HI.
Skripsi bertujuan untuk mengetahui fakta dan data istri berhutang tanpa izin
suami Studi Kasus di Desa Sadar Kabupaten Luwu Utara, mengetahui apa faktor
penyebab istri berhutang tanpa izin suami Studi Kasus di Desa Sadar kecamatan
Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara dan mengetahui perspektif hukum Islam
terhadap suami menceraikan istri akibat berhutang tanpa izin suami perspektif
hukum Islam Studi Kasus di Desa Sadar Kabupaten Luwu Utara.
Pendekatan Penelitian Field Research dengan jenis penelitian (kualitatif),
adapun lokasi penelitian di Desa Sadar Kabupaten Luwu Utara, Selanjutnya subjek
Penelitian yaitu, Suami (istrinya yang berhutang tanpa izin), RT Desa Sadar dan
Hakim Pengadilan Agama Masamba. Adapun sumber data penelitian yaitu, data
primer dan sekunder, selanjutnya teknik pengumpulan data wawancara, studi
lapangan, observasi dan dokumentasi, serta teknik pengolahan data editing,
organizing, conclusion.
Hasil penelitian, menunjukkan bahwa perceraian benar terjadi akibat istri
berhutang tanpa izin suami. Terdapat dua kasus perceraian yang dilatarbelakangi
oleh hutang, yaitu Mustakim dengan krisnawati, dan Mursalim dengan Nur Eka
Yanti. Hakim mengemukakan bahwa suami boleh menceraikan istri yang nusyuz
apabila berhutang tanpa izin suami, tiga tindakan suami apabila istri nusyuz yaitu
menasehati dengan baik, pisah ranjang untuk sementara, dan memukul istri dengan
pukulan ringan. apabila ketiga tindakan tersebut telah dilakukan suami namun istri
tetap tidak patuh dan berubah maka suami boleh menceraikan istri demi
kemaslahatan. Pihak suami tidak diwajibkan membayar hutang istri karena suami
telah melaksanakan kewajibannya dan hutang yang dilakukan istri untuk
kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan rumah tangga. suami sebagai kepala
rumah tangga mempunyai hak istimewa yaitu menjatuhkan Talaq kepada istri yang
telah berhutang tanpa izin dan tidak ada yang boleh memaksa suami untuk
membayarkan hutang istri tanpa persetujuan suami. Pihak istri tidak bisa menuntut
suami untuk bertanggungjawab atas hutangnya sebab saat berhutang piha istri tidak
memberitahukan suami bahwa ia berhutang, dalam hukum Islam siapa yang
berhutang maka itu yang akan melunasi sesuai dengan perjanjian pinjam
meminjam. dalam kasus ini suami tidak ridho untuk membayarkan hutang istri.
Kata kunci: Perceraian, Hutang, Hukum Islam.
xxiii
ABSTRACT
Patmawati, 2024 “Divorce Due to Wife’s Debt Without Husband’s Permission
Islamic Law Perspective in Village of Sadar Subdistrict Bone-Bone North
Luwu Utara” Abaout Divorce Due to Wife’s Debt Without Husband’s
permission. Thesis of the family Study Program, Faculty Of Sharia, Palopo
State Islamic Institute, Supervised by Dr. H.M Zuhri Abu Nawas, Lc.,MA
and Dr. H. Firman Muhammad Arif, Lc., M.HI.
This thesis aim to find out facts and data about wives goint to into debt
without their husband’s permission in the Village of Sadar Subdistrict Bone-Bone
North Luwu Utara. find out what factors cause a wife to go into debt without her
husband’s permission in the village of Sadar Subdistrict Bone-Bone North Luwu
Utara and knowing perspective of Islamic law regarding husband’s divorcing their
wives due to debt without the husband’s permission the perspective of Islamic law
in the village of Sadar Subdistrict Bone-Bone North Luwu Utara.
The research approach is field research with the type of research
(qualitative), as for the research location in Sadar Village North Luwu Utara, The
research subjects are the husband (wife who owes money without permission), the
RT of Sadar Village and the judge of the Masamba Religious Court. The research
data sources are primary and secondary data, then data collection techniques are
interviews, field studies, oobservation and documentation, as well as editing
organizing and conclusionu data processing techniques.
The results of the research show that divorce actually occurs because the
wife owes money without her husband's permission. There were two divorce cases
that were motivated by debt, namely Mustakim and Krisnawati, and Mursalim and
Nur Eka Yanti. The judge stated that a husband may divorce a wife who is nusyuz
if she is in debt without the husband's permission. The husband's three actions if the
wife is nusyuz are giving good advice, separating the bed for a while, and hitting
the wife with a light blow. If the husband has carried out these three actions but the
wife is still disobedient and changes, then the husband may divorce the wife for the
sake of benefit. The husband is not obliged to pay the wife's debts because the
husband has carried out his obligations and the debts incurred by the wife are for
personal interests, not for household interests. The husband as head of the
household has the special privilege of imposing Talaq on a wife who has owed
money without permission and no one may force the husband to pay the wife's debt
without the husband's consent. The wife cannot demand that the husband be
responsible for her debt because when she owes money the wife does not tell her
husband that she is in debt, in Islamic law whoever owes the debt will be the one to
pay it according to the loan agreement. In this case the husband is not happy to pay
the wife's debt
Keywords: Divorce, Debt, Islamic Law
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
