1,720,992 research outputs found

    Budidaya Tanaman Melon

    No full text
    Buku kategori pertanian yang berjudul Budidaya Tanaman Melon merupakan karya dari Sugeng Paryadi & Enang Hadiatna. Tanaman melon (Cucumis melo. L) sudah dikenal di masyarakat dan merupakan salah satu tanaman yang sering dibudidayakan oleh para petani, demi pemenuhan kebutuhan buah- buahan di dalam negeri. Maka, untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara budidaya atau mengembangkan tanaman buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Tanaman melon (Cucumis melo. L) tergolong dalam famili yang sama dengan buah- buahan tersebut tetapi merupakan tanaman introduksi baru dari luar negeri yang belum banyak dibudidayakan oleh para petani secara luas, mengingat tanaman tersebut masih tergolong tanaman yang masih sulit untuk pengembangannya, sehingga perlu adanya budidaya tanaman tersebut dengan teknis baik

    PENGEMBANGAN ALAT PENANAM BENIH JAGUNG GUNA MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL DENGAN METODE MANUAL TASK RISK ASSESMENT (MANTRA)

    Full text link
    Subur Paryadi, 2023 “Pengembangan Alat penanam Benih jagung guna mengurangi keluhan muskuloskeletal” Penelitian ini dilakukan pada perkebunan yang bergerak pada kategori bidang tanam yaitu jagung, yang berada di Desa Semedo, Kabupaten Tegal. Permasalahan yang sering muncul adalah ketika pekerja menggunakan alat manual menimbulkan keluhan otot hal tersebut terdapat pada analisa Manual Task Risk Assesment yaitu keluhan pada kiri lengan bawah, pergelangan tangan kanan dan kiri, leher, punggung, dan paha serta waktu penanaman yang lama Perancangan alat tanam benih jagung maka dilakukan perhitungan antropometri dimensi tubuh, Atribut alat bantu pemotong dengan metode Manual Task Risk Assesment (ManTRA) difokuskan pada 5 tingkat kepentingan responden yaitu alat bantu sesuai ukuran, alat bantu berbahan aman, ,alat bantu mempercepat proses penanaman, Berdasarkan bobot absolut untuk tingkat kepentingan yang diungkapkan oleh responden, prioritas dalam perancangan alat bantu penanaman dapat disimpulkan sebagai berikut: pertama, alat bantu harus mampu mempercepat proses penanaman dengan nilai kepentingan absolut sebesar 3,58. Kedua, penggunaan material yang tidak berbahaya memiliki tingkat kepentingan absolut sebesar 4,78. Ketiga, alat bantu penanaman yang mampu mengurangi risiko cidera juga memiliki tingkat kepentingan absolut yang sama, yaitu 4,78. Proses perancangan alat bantu penanaman jagung dilakukan melalui penerapan metode Manual Task Risk Assessment (ManTRA) dan penggunaan data antropometri, dengan dimensi tubuh yang dianalisis adalah Tinggi Lutut Berdiri (TLB) dan Diameter Genggaman Tangan (DGT). Penggunaan persentil dalam analisis dimensi tubuh melibatkan nilai P-95, di mana untuk dimensi TLB, tinggi alat penanam jagung yang disarankan adalah 58,88 cm, sementara untuk dimensi DGT, diameter pegangan pada alat pemotong adalah 5,21. Hasil penilaian akhir Manual Task Risk Assessment menunjukkan bahwa skor setelah implementasi alat bantu penanaman adalah 14, sedangkan sebelum penggunaan alat bantu adalah 19. Karena skor 14 lebih rendah dari nilai ambang batas 15, maka dapat disimpulkan bahwa pekerjaan penanaman jagung dengan menggunakan alat bantu tidak memiliki risiko yang berbahaya secara signifikan. Kata Kunci : Alat penanam benih jagung, Manual Task Risk Assesment Anthropometr

    MODEL PENJODOHAN PADA PERNIKAHAN MUBARAKAH DALAMMEMBENTUK KELUARGA SAKINAH DI PESANTREN HIDAYATULLAH BALIKPAPAN DALAM TINJAUAN MAQASHID SYARIAH

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Paryadi NIM : 32090512025, Judul Disertasi : ”Model Penjodohan Pada Pernikahan Mubarakah dalam Membentuk Keluarga Sakinah di Pesantren Hidayatullah Balikpapan dalam perspektif Maqashid Syariah” Latar belakang penelitian ini adalah fenomena maraknya permasalahan keluarga dan meningkatnya angka perceraian setiap tahun di Indonesia. Padahal berbagai program dan perhatian pemerintah terhadap keluarga sangat banyak di Indonesia. Pesantren Hidayatullah Balikpapan menjadi antitesis dari fenomena rentannya keutuhan keluarga dengan membentuk keluarga sakinah melalui model penjodohan pada pernikahan mubarakah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami model penjodohan pada pernikahan mubarakah di Pesantren Hidayatullah Balikpapan dari angkatan tahun 1977-2022, menganalisisnya dengan maqashid syariah dan korelasi untuk membangun keutuhan keluarga. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data primer adalah peserta pernikahan dengan purposive sampling memilih 18 sampel dengan kreteria yang ditentukan dari populasi 804, sumber data sekunder penelitian ini ustadz senior, ketua RT, petugas KUA, petugas Puskesmas yang terlibat dan panitia pernikahan mubarakah. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dengan partisipasi, dokumentasi dengan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, model penjodohan pernikahan mubarakah memiliki keunikan dengan seleksi santri, wawancara, observasi, musyawarah, istikaharah dari pada ustadz senior. Sebagian besar mereka menyerahkan pilihan calon istri atau suaminya kepada ustadz-ustadz sebagai bentuk ketaatan atau tidak percaya diri untuk mencari jodoh sendiri. Berbagai upaya telah berhasil dilakukan Pesantren Hidayatullah Balikpapan untuk membentuk keluarga sakinah. Di antaranya, penyediaan rumah dinas, penyantunan sosial, penyediaan sarana pendidikan, kegiatan ibadah dan taklim yang intens, parenting dan sekolah orang tua. Dalam tinjauan maqashid syariah, model penjodohan pernikahan mubarakah dan pembentukan keluarga sakinah selaras dengan upaya memelihara nilai-nilai dan menghindarkan dari hal-hal yang merusak agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Rekomendasi penelitian ini pembentukan keluarga sakinah tidak bisa berdiri sendiri tapi memerlukan lingkungan masyarakat di sekitarnya sangat berpengaruh terutama budaya, pemahaman, pendidikan, pengamalan agama dan kepemimpinan dalam masyarakat setempat. Model penjodohan bisa lebih melibatkan orang tua atau wali yang secara syariat memiliki hak dan kewajiban untuk mencarikan jodoh bagi putrinya

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    MAQASHID SYARIAH : DEFINISI DAN PENDAPAT PARA ULAMA

    Full text link
    The purpose of establishing law, known as maqashid al-syari'ah, is one of the important concepts in the study of Islamic law. Because of the importance of maqashid al-syari'ah, legal theorists make maqashid al-syari'ah something that must be understood by mujtahids who carry out ijtihad. The author conducted library research to explore the definitions and opinions of the scholars about maqashid al-syariah. The conclusion is that maqashid al-shari'ah is wisdom and illat is stipulated by a law. In the study of ushul fiqh, wisdom is different from illat. Illat is a certain characteristic that is clear and can be known objectively (zahir), and there is a benchmark (mundhabit), and is in accordance with legal provisions (munasib) whose existence is a determinant of the existence of law. The difference between the scholars in defining maqashid al sharia is the dynamics of ijtihad from time to time which is the breadth of Islamic sharia

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore