1,721,041 research outputs found

    CSR DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI IMPLEMENTASI CSR-PTBA DI MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN) (CSR and Community Development (Implementation Studies of CSR in PTBA in Muara Enim, South Sumatera Province)

    No full text
    ABSTRAK Salah satu program CSR-PTBA adalah merelokasi permukiman penduduk di wilayah Atas Dapur dan sekitarnya yang telah tumbuh menjadi daerah kumuh karena sanitasi dan lingkungan hidup mengalami polusi. Adanya Kebijakan Pengembangan dan Penataan Tata Ruang Kota Pemda Tanjung Enim, permukiman penduduk di wilayah ini tidak sesuai lagi peruntukannya karena akan dijadikan TAHURA. Banyak kendala yang ditemui, antara lain masalah trust, persepsi, motivasi dan partisipasi warga yang direlokasi. Hasil penelitian  menemukan adanya best practices dari kebijakan PTBA yang mampu memberdayakan masyarakat dengan memberikan hak milik atas tanah dan bangunan serta sarana pendukung yang lengkap untuk kepentingan umum. Dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PTBA, PSLH-UGM melakukan penelitian,  memediasi dan mensosialisasikannya, sehingga tidak muncul konflik kepentingan dan tidak terjadi konflik  yang manifest.    ABSTRACT One of the programs is  CSR-PTBA, which involves the relocation of  residents of Atas Dapur and surrounding areas. The area has become a slum  due to increasingly poor sanitation, and environment.  Based on the  new  policy on  development and spatial reorganization adopted by Tanjung Enim city, the area is no longer  residence but will become peoples forest area (TAHURA).  The execution of the program has encountered many obstacles which ranged from  distrust,  poor perception, low motivation and minimal participation of the people who were  relocated.  The research identified  best practices from  PTBA policy , which included the empowerment of relocated people through providing them with land  and building certificates,  and establishment of self containing  supporting facilities and services. To avert  the danger of  new conflicts of interest as well as out blown conflicts,  the center for environment studiesGadjahMadaUniversity  (PSLH-UGM), conducted  research,  facilitated mediation and carried out socialization of program outcomes , all of which were aimed at restoring public trust in PTBA program

    Penggunaan Statistik Dalam Penelitian Sosiologi

    No full text
    The usage of statistic in social research, particularly in sociology is very uncomplicated and straightforward as long as the related researcher understands the basic argument from the chosen statistic formula. The choosing of specific formula is based on the type and data quality in order to get a more precise and accurate formula. The precision and accuracy in choosing the technique and statistic formula strongly define the quality of conducted research so that the formulazing of the summary is more precise, too. Statistic is nothing but a mean to create a more "meaningful" data the usage itself is varies and k right understanding is not only based on the number resulted manually or computerize which usually used on the SPSS program but also have to be supported with the concept and theory. Furthermore, the understanding can also be get from research conducted by other and from a balance battle of concept and empiric fact. Simply by using this method, the results can be accepted by others and cant be more meaningful particularly for the sake of science development an policy makers. One of the excellences of by using the quantitative methods that usually applies the statistic formula can be used to predict. Moreover, the results and the summary con be generalized to the condition of population so that those can be utilized by a lot of people

    ANALISIS EFISIENSI USAHATANI PADI DI KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

    Full text link
    Kabupaten Indragiri Hilir merupakan lumbung padi di Provinsi Riau, salahsatu kecamatan yang merupakan produsen padi adalah Kecamatan Keritang.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhiproduksi usahatani padi di Kecamatan Keritang, (2) Untuk mengetahui tingkatefisiensi penggunaan faktor produksi padi di Kecamatan Keritang. Metodeanalasis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan fungsi produksiCobb Douglass. Penelitian dilakukan di tiga desa yaitu Desa Seberang Pebenaan,Kelurahan Kotabaru Reteh dan Desa Kuala Keritang. Penetapan lokasi dilakukansecara purposive dengan pertimbangan bahwa daerah pada lokasi penelitianadalah produsen padi terbesar di Kecamatan Keritang. Penentuan jumlah sampeldilakukan dengan metode slovin sebanyak 98 petani, diambil secara acak. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor yang berpengaruh terhadap produksipadi di Kecamatan Keritang adalah luas lahan, jumlah pestisida, jumlah tenagakerja dan pengalaman, (2) Hasil analisis efisiensi terhadap input fisikmenunjukkan bahwa luas lahan dan pestisida nilai tidak efisien NPMx/Px > 1(3.169 dan 3.313) sehingga penggunaannya harus ditambah sedangkan nilaiNPMx/Px tenaga kerja < 1 (-8.286) sehingga penggunaanya harus dikurang

    Talik Talak Sebagai Alasan Perceraian menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974

    No full text
    Putusnya perkawinan dapat diakibatkan dari berbagai hal, salah satu diantaranya yaitu putusnya perkawinan karena cerai talak dan cerai gugat. Dalam hal ini penulis ingin memaparkan tentang bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak suami/istri atau Pengadilan Agama guna mencegah terjadinya perceraian atau putusnya perkawinan, alasan-alasan seperti apa yang dapat diterima oleh Pengadilan Agama dalam mengajukan permohonan gugatan perceraian, peraturan dan ketentuan-ketentuan apa saja yang menyangkut di dalamnya serta bagaimana prosedur tata caranya seseorang dalam mengajukan gugatan perceraian

    TENAGA KERJA WANITA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (Studi Awal Tentang Pembantu Rumah Tangga Di Yogyakarta)

    Full text link
    Sesuai dengan naskah aslinya, pada saat itu tulisan di Jurnal Populasi belum dilengkapi dengan abstraksi.

    PERAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG DESA WISATAMANGROVE BAROS BANTUL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan : (1) Peran kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros Bantul (2) faktor pendukung dan penghambat peran kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu pengelola desa wisata hutan mangrove Baros, pemuda- pemudi Baros, serta warga masyarakat Baros. Objek penelitian yaituperan yang dilakukan kelompok masyarakat Baros dalam mendukung kegiatan desa wisata mangrove Baros Bantul.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Peran yang dilakukan kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros yaitu dengan berdasarkan kelompok meliputi kelompok kandang, kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok wanita tani dan pemuda-pemudi setiap kelompok tersebut mempunyai kegiatan yang dilakukan masing-masing kelompok (2) Faktor pendukung meliputi dari masyarakat serta dari pemuda selain itu juga dari dinas pariwisata, BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam), Kementrian kelautan, dan pemerintahan dalam negeri. Faktor Penghambat meliputi fasilitas yang kurang lengkap, kurangnya SDM dari masyarakat dan pemuda, dan kurangnya kemampuan dalam menjalankan paket wisata

    PENGELOLAAN KEGIATAN KEPANDUAN HIZBUL WATHAN DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI SISWA DI MI MUHAMMADIYAH 1 KUDUS TAHUN 2017/2018

    No full text
    Dalam menghadapi era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan tidak cukup hanya mengedepankan kecerdasan intelektual saja akan tetapi di sisi lain perlu untuk menguatkan nilai etika, moral dan karakter peserta didik. Penanaman nilai-nilai karakter bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, Hizbul Wathan sebagai kegiatan ekstrakurikuler kepanduan berasaskan Islam, berupaya untuk membina anak-anak, remaja dan pemuda agar memiliki aqidah, mental yang kuat, fisik yang tangguh, berilmu dan berteknologi serta memiliki akhlak mulia, keberadaan Hizbul Wathan di sekolah-sekolah Muhammadiyah tentunya akan lebih memudahkan penanaman sikap toleransi. Maka dalam penelitian ini penulis mengambil fokus pada pengelolaan kegiatan kepanduan Hizbul Wathan dalam membentuk sikap toleransi di MI Muhammadiyah 1 Kudus Tahun 2017/2018. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis yang diperoleh dari sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan model analisis interaktif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) Pengelolaan kegiatan kepanduan Hizbul Wathan dalam membentuk sikap toleransi siswa di MI Muhammadiyah 1 Kudus. 2) Sikap toleransi siswa di MI Muhammadiyah 1 Kudus , 3) Dampak pengelolaan kegiatan kepanduan Hizbul Wathan dalam membentuk sikap toleransi siswa di MI Muhammadiyah 1 Kudus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Dengan Pengelolaan kegiatan kepanduan Hisbul Wathan yang terprogram, terarah dan terukur secara baik melalui bentuk bentuk kegiatan kepanduan Hizbul Wathan serta kandungan nilai karakter dari kegiatan kepanduan Hizbul Wathan berdampak pada pembentukan sikap toleransi siswa di MI Muhammadiyah 1 kudus sehingga tujuan kegiatan Hisbul Wathan untuk mendidik siswa agar memiliki karakter berbudi luhur, berjiwa nasionalisme dan melaksanakan Islam yang sebenar-benarnya, dapat tercapai agar siswa mampu menerapkan dalam kehidupan sehari- hari

    Jurnal Pemikiran Sosiologi : Politik Adil Gender:Sebuah Paradoks

    No full text
    "Tulisan ini menggambarkan dinamika perempuan di dunia politik. Representasi Politisi perempuan menampilkan paradoksal antara ide kesetaraan dengan kenyataan praksisnya. Perempuan diwacanakan agar dapat menempati posisi strategis dalam skema pembangunan namun implementasinya belum maksimal. Dari segi kuota misalnya sebagian besar parpol bisa memenuhi kuota 30%, namun teori The glass ceiling masih berlaku dalam ranah politik. Pemerintah mencoba memperbaiki dengan penerapan sistem zipper namun paradoks masih terns terjadi. Tulisan ini mencoba menguraikan dinamika dan sekaligus tantangan yang muncul baik secara kultural maupun struktural" Kata kunci : Representasi Politik, Politik Adil Gender Abstract "This article wants to show the dynamic of Woman's role in Politics. The representation of woman's politicians seems dealing with paradox. The discourse support woman to be in strategic position in development scheme but the implementations stil not maximum. Even the political party can afford 30% of representation for womans in parlement but still the glass theory is applied in the political field. Indonesian government tried to fix this problem using zipper system, but it seems the paradoxs are still happens. Using this problem as entry point, this article wants to explain the dynamics and threads that showed culturally and structurally

    Peran Kelompok Masyarakat dalam Mendukung Desa Wisata Mangrove Baros Bantul

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Peran yang dilakukan kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros (2) Faktor pendukung dan penghambat peran kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros. Penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian pengelola desa wisata, pemuda-pemudi Baros, serta masyarakat Baros. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Peran yang dilakukan kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros yaitu dengan berdasarkan kelompok meliputi kelompok kandang, kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok wanita tani dan pemuda-pemudi setiap kelompok mempunyai kegiatan yang dilakukan masing-masing (2) Faktor pendukung meliputi dari masyarakat serta dari pemuda selain itu juga dari dinas pariwisata, BKSDA, Kementrian kelautan, dan pemerintahan dalam negeri. Faktor Penghambat meliputi fasilitas yang kurang lengkap, kurangnya SDM dari masyarakat dan pemuda, dan kurangnya kemampuan dalam menjalankan paket wisata
    corecore