1,720,992 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERSETING THINK-TALK-WRITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 KEPANJEN PADA MATERI PELUANG
Fakta di dalam kegiatan pembelajaran matematika di sekolah kurang memfasilitasi siswa mengembangkan kemampuan komunikasi matematis mereka. Hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berseting think-talk-write untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen pada materi peluang. Subyek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI Bahasa tahun pelajaran 2014/2015. Data dikumpulkan dari hasil tes akhir tindakan, observasi tindakan guru dan siswa. Hasil analisis data siklus I menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berada dalam kriteria sangat baik, 85% siswa memiliki kemampuan komunikasi matematis minimal dalam kriteria baik dan skor rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa meningkat. Walaupun demikian, aktivitas siswa masih dalam kriteria cukup. Oleh karena itu, perlu diadakan siklus II. Hasil analisis data siklus II menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berada dalam kriteria sangat baik, aktivitas siswa dalam kriteria baik, 90% siswa memiliki kemampuan komunikasi matematis minimal dalam kriteria baik dan skor rerata kemampuan komunikasi matematis siswa meningkat. Berdasarkan hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berseting think-talk-write dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Kepanjen pada materi peluang
The Learning of Hybrid Methods to Improve Mathematics Critical Thinking Ability of Students Class XI MIPA
This study aims to analyze the implementation of hybrid learning to improve the critical thinking skills of mathematics students of class XI MIPA. The method used in this study is class action research using two cycles design. The subjects of this study were teachers and 12 students of class XI MIPA at SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang. The sampling technique used in this study was the purposive sampling technique. This study used two data collection methods, observation, and interviews used for qualitative data, then tests used for quantitative data. The instruments used are observation sheets, interview guidelines, and learner critical thinking test sheets. The data analysis techniques in this study are coding for qualitative data and descriptive statistics for quantitative data. The results showed that mathematics learning with a hybrid learning method consisting of asynchronous and synchronous learning pairs, can improve students\u27 mathematical critical thinking skills. Therefore, this research can be used as a reference for teachers in mathematics learning with a hybrid method that is even more varied, even though constrained by pandemic conditions and remains limited in face
Teacher interventions to induce students’ awareness in controlling their intuition
This study aimed to describe teacher interventions in students’ problem-solving. The subjects were three upper- class students at an elementary school in Indonesia who used system 2 when solving problems. This study used a qualitative case study approach. Data were obtained from students’ written answers and audio-visual recordings of teacher interventions to students. The results showed that the subjects needed teacher interventions to induce their awareness when involving system 2. Each subject needed intervention different stages. Subject 1 required intervention stage 3, subject 2 required intervention stage 2, and subject 3 only required intervention at stage 1. From the research results, it was known that the active moment of system 2 in all three subjects was the same, that is after the core problem was known. The core of the problem was ascertained after a doubtful feeling arose on the truth of the resulting answers. This feeling arose because the teacher intervened in the form of questions conducted dialogically
Profil Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Tahapan Polya Ditinjau dari Kecerdasan Emosional
Pemecahan masalah merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika dikarenakan ketika siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik maka akan mampu mentransfer kemampuan pemecahan masalahnya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemecahan masalah siswa berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari kecerdasan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling dengan diikuti oleh 58 siswa di SMPN 1 Tajinan yakni 32 siswa dari kelas XI A dan 29 siswa dari XI B. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga siswa yang terdiri dari satu siswa kecerdasan emosional tinggi, satu siswa kecerdasan emosional sedang dan satu siswa kecerdasan emosional rendah. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan emosional, tes dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi mampu dalam semua tahap pemecahan masalah yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali. Subjek dengan kecerdasan emosional sedang hanya mampu dalam tahap memahami masalah dan belum memenuhi tahap membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembali. Sedangkan Subjek dengan dengan kecerdasan emosional rendah tidak mampu memenuhi semua aspek yakni memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, melihat kembal
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP
Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII C MTs ALMAARIF 01 SINGOSARI
This study is a classroom action research that aims to describe the application of Think Pair Share (TPS) learning model in improving students' learning outcomes on the equation of straight line at C VIII MTs Almaarif 01 Singosari. In the application of this Think Pair Share (TPS) learning model, students sit in pairs according to their respective teams. The teacher asks questions to the students and the students are asked to think individually, then the students discuss in pairs to reach an answer agreement. After that the teacher asks the student representative to share the answers in front of the class. Thus students can learn actively and will have a positive impact on the increase of student learning outcomes. This is in accordance with observations and data analysis results of student and teacher activities which states that there is an increase from cycle I to cycle II with a very good category. In addition, based on the results of the last test cycle showed that there is an increase in the average score of test results from 64.74 in the first cycle to 80.07 on the second cycle.Â
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Analisis Pemahaman Operasi Bentuk Aljabar Siswa SMP Berdasarkan Level Kecerdasan Emosional
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman operasi bentuk aljabar siswa SMP berdasarkan level kecerdasan emosional. Penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan subjek purposive sampling dilaksanakan di SMPN 1 Malang pada 30 siswa kelas VII-H. Instrumen yang digunakan angket kecerdasan emosional dan lembar tes. Untuk mendeskripsikan secara kualitatif maka diambil tiga siswa yang diambil berdasarkan pengisian angket kecerdasan emosional, hasil pengerjaan tes serta rekomendasi guru. Pemahaman konseptual dan prosedural siswa tiap level yaitu, siswa level kecerdasan emosional tinggi memiliki pemahaman bentuk aljabar baik, siswa level kecerdasan emosional sedang memiliki pemahaman cukup baik tetapi belum mampu melakukan operasi bentuk aljabar, sedangkan siswa kecerdasan emosional rendah memiliki pemahaman kurang baik karna belum mampu menyatakan ulang konsep, serta melakukan operasi bentuk aljabar
- …
