1,721,254 research outputs found
Eksistensi Parmin Sebagai Penambang Emas Lebong Tandai Dalam Dokumenter Potret "Emas di Tanah Terlarang"
Karya tugas akhir penyutradaraan dokumenter genre potret "Emas Di Tanah Terlarang merupakan sebuah karya film dokumenter potret Program dokumenter adalah sebuah program yang memaparkan fakta kehidupan manusia yang bernilai esensial dan eksistensial Penciptaan karya film dokumenter "Emas Di Tanah Terlarang bertujuan untuk memberikan alternatıf tayangan bagi penonton yang didalamnya memilikı nılai informatıf dari kehidupan seorang penambang emas dalam sebuah visualObjek penciptaan karya film dokumenter "Emas Di Tanah Terlarang" adalah nilai kehidupan dari seorang penambang emas yang bernama Parmin yang setiap harinya menambang mengumpulkan bongkahan batu demi menafkahi keluarganya, yang dikemas dalam genre potret Karya ini menggunakan struktur penuturan pent kronologis yang menampilkan penceritaan melalui urutan kegiatan sesuai dengan berjalannya waktu dan perjalanan yang dilalui Parmin. Karya dokumenter "Emas Di Tanah Terlarang juga menggunakan teknik expository dimana terdapat narası Parmin yang akan menjelaskan proses perjalanannya Struktur penuturan kronologis dan menggunakan teknik expository dipilih karena mengingat begitu banyak masalah sosial dan masalah batin antara penambang dan pengepul yang harus dipaparkan sehingga masalah-masalah tersebut harus difokuskan, sehingga informası akan tersampaikan dengan baik kepada penonto
Eksistensi Parmin Sebagai Penambang Emas Lebong Tandai Dalam Dokumenter Potret "Emas di Tanah Terlarang"
Karya tugas akhir penyutradaraan dokumenter genre potret “Emas Di Tanah Terlarang” merupakan sebuah karya film dokumenter potret. Program dokumenter adalah sebuah program yang memaparkan fakta kehidupan manusia yang bernilai esensial dan eksistensial. Penciptaan karya film dokumenter “Emas Di Tanah Terlarang” bertujuan untuk memberikan alternatif tayangan bagi penonton yang didalamnya memiliki nilai informatif dari kehidupan seorang penambang emas dalam sebuah visual. Objek penciptaan karya film dokumenter “Emas Di Tanah Terlarang” adalah nilai kehidupan dari seorang penambang emas yang bernama Parmin yang setiap harinya menambang mengumpulkan bongkahan batu demi menafkahi keluarganya, yang dikemas dalam genre potret. Karya ini menggunakan struktur penuturan kronologis yang menampilkan penceritaan melalui urutan kegiatan sesuai dengan berjalannya waktu dan perjalanan yang dilalui Parmin. Karya dokumenter “Emas Di Tanah Terlarang” juga menggunakan teknik expository dimana terdapat narasi Parmin yang akan menjelaskan proses perjalanannya. Struktur penuturan kronologis dan menggunakan teknik expository dipilih karena mengingat begitu banyak masalah sosial dan masalah batin antara penambang dan pengepul yang harus dipaparkan sehingga masalah-masalah tersebut harus difokuskan, sehingga informasi akan tersampaikan dengan baik kepada penonton
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Restitution des résultats de la recherche Prostitution des mineurs et nouvelles formes de proxénétisme (PARMIN)
La forge numérique. (2024, 10 juin). Restitution des résultats de la recherche Prostitution des mineurs et nouvelles formes de proxénétisme (PARMIN) , in Perspectives interdisciplinaires sur la prostitution des mineur(e)s et réflexions institutionnelles. [Vidéo]. Canal-U. https://doi.org/10.60527/fqsj-mg23.International audienceEn replay sur Canal U https://www.canal-u.tv/chaines/la-forge-numerique/restitution-des-resultats-de-la-recherche-prostitution-des-mineurs-et</a
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA
Parmin. 2017. Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA.Disertasi.Promotor: Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.; Ko-Promotor: Prof. Dr. Ashadi; Ko-Promotor: Prof. Dr. Sutikno, M.T. Program Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan desain Model Science Integrated Learning (SIL), 2) menguji tingkat kelayakan Model SIL berdasarkan penilaian pakar pembelajaran IPA, 3) menganalisis karakteristik materi ajar etnosains yang sesuai dengan Model SIL, 4) menguji keefektifan Model SIL pada materi etnosains, dan 5) menguji dampak penerapan Model SILterhadap kemandirian kerja ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Penelitian dan pengembangan Model SIL menggunakan prosedur Borg and Gall. Sasaran penerapan model adalah mahasiswa semester lima di tiga perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Studi S1 Pendidikan IPA yaitu; Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi; validasi model, keefektifan implementasi model, keterlaksanaan sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional serta dampak pengiring dan kemandirian kerja ilmiah mahasiswa. Keefektifan sintaks model diuji dengan uji t test menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Data kemandirian kerja ilmiah mahasiswa dianalisis dengan teknik deskriptif sesuai kriteria ideal yaitu; mean ideal dan standar deviasi ideal. Model pembelajaran dikemas dalam bentuk buku pedoman penerapan Model SIL yang dilengkapi dengan materi ajar, silabus, rencana pembelajaran semester, dan instrumen penilaian. Model hasil pengembangan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan perangkat pembelajaran dalam pencapaian pembelajaran Matakuliah Etnosains di Program Studi Pendidikan IPA. Hasil penelitian meliputi; 1) Model SIL memiliki 6 (enam) sintaks pembelajaran yang meliputi; eksplorasi, integrasi konsep, eksperimen, analisis, pengambilan tindakan, dan refleksi; 2) Model SILdinilai sangat layak oleh pakar dengan nilai 92 dari nilai maksimal 100. SIL sebagai model pembelajaran memiliki enam komponen meliputi; sintakmatik, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional, dan dampak pengiring; 3) karakteristik materi etnosains yang sesuai dengan Model SIL dengan mengintegrasikan pengetahuan asli masyarakat yang telah direkonstruksi. Variasi yang terjadi pada materi etnosains karena perbedaan pengetahuan asli yang dimiliki masyarakat di setiap daerah; 4) Model SIL efektif diterapkan pada mahasiswa dalam pembelajaran etnosains di tiga Program Studi Pendidikan IPA yaitu; Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya dengan keseluruhan persentase keefektifan 29% kategori sangat efektif, dan 71% kategori efektif; dan 5) model SILmemiliki pengaruh terhadap kemandirian kerja ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Kata kunci: Science Integrated Learning, kemandirian kerja ilmiah, dan etnosain
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
