704 research outputs found
Muhamad Parhan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Muhamad Parhan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Muhamad Parhan's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Strategi pasangan Muhamad Farhan dan Muhamad Syahlevi Erwin Apandi dalam memenangkan pemilihan kepala daerah Kota Bandung
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung 2024 menghadirkan dinamika politik yang kompleks dengan keterlibatan berbagai kekuatan partai dan tokoh publik. Pasangan Muhamad Farhan dan Muhamad Syahlevi Erwin Apandi muncul sebagai pemenang. Dengan peran 4 partai politik yang ada dikota bandung sebagai pengusung untuk pasangan Farhan dan Erwin pada konstetasi politik tahun 2024, dimana ke empat partai politik tersebut ada partai Gelora, partai Nasdem, partai Buruh, dan terakhir ada PKB.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pendayagunaan sumber kekuatan politik yang digunakan oleh Farhan dan Erwin dalam memenangkan Walikota Kota Bandung 2024.
Penelitian ini menggunakan teori strategi pendayagunaan kekuatan politik dari Charles F Andrain (1992), teori ini digunakan peneliti untuk memahami dan sekaligus menggambrakan fenomena kemenangan pasangan Parhan-Erwin pada Pilkada Kota Bandung 2024. Dimana dalam teori ini, Charles berpendapat bahwa kekuatan politik dapat diperoleh dan dipertahankan melalui setidaknya lima jenis sumber daya kekuasaan, yaitu: 1.sumber daya politik, 2.sumber daya ekonomi, 3.sumber daya normative, 4.sumber daya personal, dan 5.sumber daya keahlian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunde. Dimana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan yang terlah ditetapkan melalui metode penentuan informan purposive sampling. Dan data sekunder di peroleh melalui karya ilmiah, berita, laporan, dan hasil dokumentasi.
Pasangan Muhamad Farhan dan Muhamad Syahlevi Erwin Apandi memenangkan Pilkada Wali Kota Bandung 2024 melalui strategi pendayagunaan sumber daya politik yang terstruktur dan adaptif. Mereka membangun koalisi partai, menggerakkan relawan komunitas, serta menerapkan komunikasi politik digital yang inovatif. Program-program inklusif yang menyasar kelompok marjinal turut memperkuat legitimasi sosial. Selain itu proses dalam menjalankan strategi pendayagunaan sumber daya politik dilakukan dengan terstruktur dan rapi sehingga pendayagunaan menjadi efisien dan tepat sesuai dengan tujuan
Artikel ADM Muhamad Rido
Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN ILMU-AMALIAH DAN AMAL-ILMIAH:(Studi tentang Pembelajaran Nilai Salat dalam Pendidikan Agama Islam di SMPN I Cugenang)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam belum mampu membuat sebagian besar peserta didik mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Pembelajaran salat yang terjadi masih mengedepankan sebuah bentuk pembelajaran yang bersifat teoretis-abstrak dengan menyajikan seperangkat teori, simbol, tekstual, dan skriptual yang memuat sejumlah fakta, konsep, dan prinsip yang bersifat hapalan dan pengetahuan. Mengacu pada kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan merumuskan desain pengembangan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran pendidikan agama Islam mengenai materi salat untuk meningkatkan pencapaian ilmu-amaliah dan amal-ilmiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan metode penelitian research and development (R&D). Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan cara: observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan angket. Penelitian ini menghasilkan sebuah model pembelajaran kontekstual dalam pendidikan agama Islam yang dapat meningkatkan pencapaian ilmu-amaliah dan amal-ilmiah dalam pembelajaran salat. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pencapaian hasil belajar pada peserta didik, serta dapat teraplikasikannya nilai-nilai dalam salat kepada kehidupan keseharian peserta didik. Pembelajaran salat dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual menjadikan pembelajaran lebih realistik, lebih konkret, lebih aktual, lebih menyenangkan dan lebih bermakna, dengan melibatkan peranserta aktif seluruh peserta didik untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan mengamalkannya dengan situasi kehidupan nyata. Model pembelajaran ini direkomendasikan untuk diaplikasikan melalui kerjasama secara berkesinambungan dari seluruh warga sekolah dengan memberikan tauladan dan pembiasaan dalam melaksanakan salat, serta menciptakan suasana religius di lingkungan sekolah.
Kata kunci: Model pembelajaran kontekstual, nilai salat, ilmu-amaliah dan amal-ilmiah.
The research was based on the fact that Islamic Education subject was ineffective to make the students capable to apply it in the real world. Prayer learning in school was still very theoritical-abstract learning by providing a set of theories, symbol, textual, and scriptual things that contain some facts, concepts, and principles to be memorized by the brain and merely knowledge. Referring to these conditions, this research aimed to reveal and formulize the contextual learning model design of prayer materials in order to improve the achievement of applicable-knowledge and knowledge-based virtues. The approach taken in this study was a combination of quantitative research and qualitative research using research and development (R&D) method. Data were collected through participatory observation, documentation study, in-depth interview, and questionnaire. The research result is that a contextual learning model of Islamic Education Subject can improve the achievement of applicable-knowledge and knowledge-based virtues in prayer learning. This can be seen from the students’ improvement of the learning result achievement, and the application of of prayer values in students’ daily lives. Prayer learning by using contextual learning can make the learning more realistic, concrete, actual, enjoyable, and meaningful, by involving students’ active engagement in order to find the learning materials and apply them in the real world situation. This learning model is recommended to be applied successfully with a sustainable collaboration between all school citizens to give role model and refraction in doing the prayer also to create religious nuance in the school environment.
Keywords: contextual learning model, prayer values, applicable-knowledge and knowledge-based virtue
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO YOUTUBE SHORTS TREND UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI KEBUTUHAN MANUSIA DI SMPN 3 GUNUNGHALU
Penelitian ini berjudul “Penggunaan Media Video YouTube Shorts Trend untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Kebutuhan Manusia Di SMPN 3 Gununghalu”. Berdasarkan hasil wawancara, penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran di SMPN 3 Gununghalu pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) belum mencapai tujuan yang diharapkan. Fakta lain disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep materi dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik pada pembelajaran IPS. Media pembelajaran video YouTube Shorts Trend merupakan media pembelajaran video berdurasi singkat yang menyajikan audio dan visual yang berisikan konsep, prinsip, prosedur, dan teori yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana penggunaan media pembelajaran video YouTube Shorts setelah dilaksanakannya pembelajaran pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 3 Gununghalu. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group pre-test and post-test serta menggunakan uji hipotesis Mann Whitney. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII A berjumlah 15 siswa dan VII B 15 siswa dari jumlah populasi 50 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai pre-test dan post-test sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran video YouTube Shorts Trend. Untuk kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil post-test lebih tinggi dibandingkan hasil pre-test. Hal ini terdapat perbedaan antara pembelajaran menggunakan media pembelajaran video YouTube Shorts Trend dengan pembelajaran konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa media video YouTube Shorts Trend dapat meningkatkan kemampuan ranah berpikir kritis dan ranah pemecahan masalah siswa pada materi kebutuhan manusia
JOYFUL LEARNING IN SOCIAL STUDIES IS ACHIEVED THROUGH OPTIMAL EDUCATIONAL MANAGEMENT
Problematika rendahnya mutu di berbagai lembaga pendidikan. Perubahan sistem tata kelola pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kemajuan suatu bangsa dan kualitas manajemen dan sumber daya manusia. Sistem manajemen pendidikan dalam mengoptimalisasikan proses pembelajaran sangat diperlukan, kedudukan manajemen pendidikan sebagai sistem tata kelola berjalan atau tidaknya kegiatan pembelajaran di sekolah. Sistem yang bersifat sentralistik semacam ini dapat menurunkan kualitas hasil dalam kreativitas dan inovasi serta meminimalkan otoritas pengelola sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis mengenai optimalisasi sistem manajemen pendidikan dan tantangan yang menghambat pelaksanaannya, dalam upaya menciptakan joyful learning. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, observasi dan wawancara, teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, penyadian data, verifikasi data. Hasil penelitian ini dapat diidentifikasi bahwasannya strategi dalam mewujudkan optimallisasi manajemen pendidikan diperlukan upaya memberdayakan komite sekolah, dan memaksimalkan kompetensi dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan untuk merealisasikan joyful learning pada peserta didi
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar
This study aimed to offer an alternative reconstruction of the fifth-grade Pancasila and Civic Education learning process at SDN Cugenang. This was done on the basis of thefinding that the learning that has been held so far tends to be theoretical-abstract and difficult for students to understand. The method used was a classroom action research method with four stages of activity, namely: planning, action, observation, and reflection, which are carried out in three cycles. In general, it could be concluded that Pancasila and Civic Education learning held in elementary schools with a contextual approach could make the learning process and outcomes better and more improved
A Complete Approach in Implementing Islamic Early Childhood Character Education at the Pandemic Covid 19 Era
The aim of this research is to describe how a unique Islamic early childhood education system, named Tahfiz Anak Usia Dini (TAUD), implemented and contributed substantially to the character education of its students. In total, 6 teachers, 50 parents of 25 students of TAUD SAQU Nurul Islam Al Husna, Indonesia were interviewed, participated in focus group discussions, and 25 students were closely observed. Findings suggest that TAUD Saqu Nurul Islam Al Husna adopts the complete approach of character education which is laid on Islamic principles. The majority of teachers and parents reported that TAUD Saqu Nurul Islam Al Husna educates and develops the character of students by conveying knowledge, providing role models, and supportive environment, then giving chances to practice and form. The paper proposes a model of character education at early childhood education, as well as other Islamic education systems which have similar characteristics on the implementation of character education. Recommendations for future research and practice are also explained
- …
