1,720,967 research outputs found
MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KERJASAMA MELALUI PERMAINAN FUTSAL PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 1 SUKABUMI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi pembelajaran futsal terhadap
hasil nilai-nilai kerjasama di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Populasi pada penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakulikuler futsal.
Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan purposive sampel. Penelitian ini
menggunakan instrumen observasi. Selama penelitian ini berlangsung peneliti
memilih sampel 20 orang siswa yang mengikuti ekstrakulikuler futsal. Hasil dari
penelitian ini peneliti mendapatkan nilai presentase pada siklus I mendapatkan nilai
dalam kategori mampu dan pada siklus I nilai rata-rata skor sebesar 5,88 dengan
kategori mampu mencapai 10%. pada siklus II nilai rata-rata skor sebesar 9,33
dengan kategori mampu mencapai 90%. Peningkatan kerjasama yang melebihi
indikator keberhasilan menunjukan bahwa latihan kerjasama dalam permainan
futsal dapat meningkatkan kemampuan siswa ektrakurikuler futsal SMA Negeri 1
Kota Sukabumi.
The purpose of this study was to determine the contribution of futsal
learning to the results of cooperative values at SMA Negeri 1 Sukabumi City. The
method used in this research is Classroom Action Research (CAR). The population
in this study were students who took part in futsal extracurriculars. In taking the
sample, the researcher used a purposive sample. This study used an observation
instrument. During this research, the researcher selected a sample of 20 students
who took part in the futsal extracurricular. The results of this study the researchers
got a percentage value in the first cycle to get a score in the capable category and in
the first cycle the average score was 5.88 with the capable category reaching 10%.
in the second cycle the average score was 9.33 with the category being able to reach
90%. Increased cooperation that exceeds the indicators of success shows that
cooperative training in futsal games can improve the abilities of futsal
extracurricular students at SMA Negeri 1 Sukabumi City
PANDANGAN TIGA TOKOH UTAMA WANITA TENTANG EMANSIPASI DALAM NOVEL TIGA ORANG PEREMPUAN KARYA MARIA A. SARDJONO
Aditya Pratama Putra. C0206006. 2013. Pandangan Tiga Tokoh Utama Wanita
dalam Novel ”Tiga Orang Perempuan” Karya Maria A. Sardjono. Skripsi:
Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
Novel merupakan karya fiksi yang menyuguhkan peristiwa dengan
berbagai permasalahan yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Demikian juga dengan
novel Tiga Orang Perempuan karya Maria A. Sardjono yang menyuguhkan tokoh
utama wanita di dalamnya yaitu tokoh Nenek, Ibu, dan Gading. Ketiga tokoh
utama wanita dalam novel tersebut berasal dari tiga generasi yang berbeda.
Mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang emansipasi. Pandangan yang
berbeda tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan ketiga tokoh dalam
memperjuangan hak-haknya sebagai seorang wanita yang ingin sejajar dengan
kaum laki-laki. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengungkap struktur
yang berupa tokoh penokohan, emansipasi wanita dan pandangan ketiga tokoh
utama wanita tentang emansipasi yang terdapat dalam novel Tiga Orang
Perempuan karya Maria A. Sardjono.
Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode
struktural dengan pendekatan objektif. Novel tersebut diteliti secara heuristik dan
hermeneutik yang kemudian menentukan tokoh utama wanita dan menganalisis
penokohan ketiga tokoh utama wanita dalam novel ”Tiga Orang Perempuan”
karya Maria A. Sardjono serta memaparkan emansipasi yang ada dalam novel
yang nantinya akan diketahui pandangan tentang tiga tokoh utama wanita tentang
emansipasi dalam novel tersebut.
Dari analisis penokohan ketiga tokoh utama wanita dalam novel ini tokoh
Nenek digambarkan sebagai sosok wanita Jawa yang sudah berumur lebih dari
delapan puluh empat tahun yang memegang kuat adat Jawa. Tokoh Ibu
digambarkan berumur lebih dari lima puluh tahun, sosok wanita modern yang
cenderung tidak lagi memegang kuat adat Jawa. Tokoh Ibu berani untuk
memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang wanita. Tokoh Gading adalah
generasi ketiga yang hidup di masa modern, berpandangan sangat luas dan selalu
menjunjung emansipasi wanita. Di bidang hukum tokoh Ibu dan Gading
memperjuangkan agar mendapatkan hak untuk memperoleh keadilan. Di bidang
ekonomi tokoh Ibu memperjuangkan hak mendapatkan kehidupan yang layak
dengan menjadi dosen, sedangkan tokoh Gading menjadi seorang wartawan. Di
bidang pendidikan tokoh Ibu dan Gading memperjuangkan haknya dengan
mendapatkan pendidikan yang tinggi. Di lingkungan keluarga tokoh Ibu
memperjuangkan haknya agar tidak diperlakukan sewenang-wenang oleh suami
sehingga cenderung otoriter
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN STRES AKADEMIK PADA SISWA SMP
his study aims to determine the relationship between self-efficacy and
parental social support with academic stress in junior high school students.
The hypothesis in this study is there is a relationship between self-efficacy
and parental social support with academic stress in junior high school
students. Subjects in this study were 52 students of Kanisius Junior High
School class VII and VIII, who were chosen by stratified cluster sampling.
This study uses three scales, namely Self-Efficacy Scale, Parental Social
Support Scale, and Academic Stress Scale. The results of data analysis
using multiple regressions analysis technique showed significant results,
where there is a relationship between self-efficacy and parental social
support with academic stress in junior high school students with R = 0,821,
and F(count) = 50.841 with p = 0.000. R
= 0.675 means that 67.5% of the
variation in academic stress variable can be explained by self-efficacy
variable and parental social support variable, while the remaining 32.5% is
explained by other variables. Furthermore, the correlation between selfefficacy
and
academic
stress
in
junior
high
school
students
r
=
-0,787
with
p<0.01,
which indicates that there is a significant negative relationship
between self-efficacy and academic stress in junior high school students.
The correlation between parental social support and academic stress in
junior high school students r = -0.566 with p<0.01, which indicates that there
is a significant negative relationship between parental social support and
academic stress in junior high school students. So, it can be concluded that
the hypothesis in this study was accepted
Garap Tabuhan Kenong Goyang Dalam Penyajian Klenengan
Skripsi berjudul "Garap Tabuhan Kenong Goyang Dalam Penyajian Klenengan" ini membahas tentang pola garap tabuhan kenong goyang. Kedudukan dan unsur-unsur yang saling berpengaruh terhadap garap tabuhan kenong goyang, penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, pembahasan permasalahannya menggunakan pendekatan musikologi karawitan dengan fokus analisis garap dan struktur gending. Garap tabuhan kenong goyang adalah salah satu garap tabuhan kenong pada gending berbentuk ladrang dalam irama dadas yang disebut kenong pamijen. Dalam pelaksanaanya unsur garap yang paling berpengaruh adalah susunan balungan gending dan pola kendangan pamijen, adapun peran musikal dari tabuhan kenong goyang dalam suatu kajian gending adalah memberi warna lain dari bentuk tabuhan kenong yang baku, mempertegas bentuk, penyajian irama dan sebagai penghias lag
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Penanganan Kasus Pelecehan Seksual Oleh Anak Dibawah Umur Pada Salah Satu Sekolah Dasar Di Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat
Kasus pelecehan seksual yang terjadi pada salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Johar baru merupakan sebuah kasus yang mengalami ketidakseimbangan antara usia mental terkait kasus yang dilakukan dibanding usia kornologis yang dimiliki Anak. Pasalnya apabila merujuk pada Sistem Peradilan Pidana Anak, Anak yang berusia dibawah 12 tahun tidak dapt dipidana penjara. Sedangkan hal tersebut berbanding terbalik dengan pelecehan sesksual yang diduga disebabkan oleh dampak negatif video porno yang biasa disebut sebagai konten dewasa. Di dalam penanganannya pun Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia hanya mengukur usia Anak melalui usia kronologis tanpa mempertimbangkan usia mental dari sang Anak. Maka dari itu sambil Peneliti sambil peneliti menangani kasus tersebut, Peneliti juga melakukan penelitian terkait upaya penanganan terbaik terhadap kasus Anak yang memiliki ketidak seimbangan antara usia kronologis Anak dengan Usia mentalnya. Penelitian dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Dengan 10 orang siswa kelas 6 SD yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 6 orang adik kelasnya. Penelitian ini menemukan perkara kecanduan konten pornografi yang dianggap sebagai motif utama para pelaku melakukan pelecehan seksual. Namun dikarenakan usia Anak dibawah 12 tahun maka penyelesaian kasus antara pelaku dan korban dilakukan diluar pidana penjara sesuai dengan yang tercantum pada UU nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
OPTIMASI PERBANDINGAN KOEFISIEN LIFT DAN KOEFISIEN DRAG MAKSIMUM PADA PERANCANGAN AIRFOIL BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN BASED GRADIENT METHOD DAN ALGORITMA GENETIKA
The depletion of fossil energy sources as an energy source in Indonesia and the World led
researchers to seek alternative energy to replace the fossil energy. One of the alternative
energy sources is wind energy. The use of this wind energy in Indonesia can be realized
using wind turbine in accordance with the speed winds in Indonesia (about 2.5-6 m/s). The
most important aspect of wind turbine blade design is the determination of airfoil geometry
which is expected have a value of CL/CD maximum. In order to determine the maximum
value of CL/CD, first, simulation of artificial neural network in order for determining the
relation between airfoil geometry and its aerodynamic characteristics. In this final project
the joukowski transformation was applied to generate the airfoil geometry. Moreover, the
optimization is conducted to get airfoil geometry which gives maximum CL/CD. In this final
project based-gradient method and genetic algorithm were used as optimizer. The results
were validated using FLUENT. It can be shown that the result are satisfies with error
approximately 6%
- …
