5 research outputs found
KRITIK HOLISTIK TERHADAP TIGA LUKISAN SLAMET HENDRO KUSUMO TAHUN 2009
ABSTRAK Samudro, Punjung. 2013. Kritik Holistik Terhadap Tiga Lukisan Slamet Hendro Kusumo Tahun 2009. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. LilikIndrawati, M. Pd., (II) Ike Ratnawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Lukisan, Kritik Holistik, Slamet Hendro Kusumo Kreativitas merupakan suatu hal yang penting dimiliki oleh pribadi seorang seniman. Seorang seniman yang kreatif akan mampu untuk selalu mengolah ide, gagasan, dan tekniknya dalam menciptakan suatu karya seni.Lewat sebuah karya seni, seniman dapatmengkomunikasikan segala kegelisahannya dengan orang lain. Slamet Hendro Kusumo adalah seorang pelukis yang berasal dari kota Batu. Kehidupannya berasal dari sebuah keluarga yang kurang mampu, dan sejak kecil hidup di lingkungan masyarakat yang memiliki tingkat perekonomian di bawah rata-rata. Dunia politik juga sempat beliau terjuni dan menjadi salah satu inspirasi yang turut mewarnai karya lukisnya. Karya lukis Slamet Hendro Kusumo tahun 2009 lebih mengarah pada tema-tema kritik sosial yang terjadi pada masyarakat, seperti dalam tiga lukisan yang dikaji dalam penelitian ini yang berjudul Museum, Is Me, dan Democracy zero.Ketiga karya yang diteliti tersebut diciptakan untuk menggambarkan kecarut-marutan dan berbagai permasalahan sosial yang sering terjadi di Negara Indonesia, khususnya di kota Batu. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah latar belakang kehidupan Slamet Hendro Kusumo.Karya lukis Slamet Hendro Kusumo yang berjudul Museum, Is Me, dan Democracy zero. Disamping itu juga interpretasi terhadap karya lukis Slamet Hendro Kusumo yang berjudul Museum, Is Me, dan Democracy zero. Serta hubungan latar belakang kehidupan Slamet Hendro Kusumo, karya lukis dan interpretasi terhadap karya lukis Slamet Hendro Kusumo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kritik Holistik. Sedangkan metode yang digunakan adalah (a) pendekatan dan jenis penelitian, (b) kehadiran peneliti, (c) lokasi penelitian, (d) sumber data, (e) prosedur pengumpulan data, (f) analisis data, (g) pengecekan keabsahan temuan, (h) tahap-tahap penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah seniman bernama Slamet Hendro Kusumo, informan pendukung, katalog pameran lukis, dan dokumentasi foto-foto untuk memperoleh informasi genetik subjektif dan genetik objektif. Karya seni lukis untuk memperoleh informasi objektif. Selain itu, peneliti untuk memperoleh informasi afektif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sintesa yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu nilai kecintaan terhadap lingkungan, nilai perjuangan pada pada seorang petani, nilai adat-istiadat yang saat ini mulai luntur, dan nilai keTuhanan yang saat ini kurang untuk dipegang teguh pada diri manusia dalam menjalankan segala aktivitas
Regional Tax and Economic Growth in Indonesia
Indonesia targets economic growth to increase continuously every year, but on the other hand, state revenues depend on taxes. Almost 80% of state revenue comes from taxes and this will certainly have an impact on economic growth in Indonesia. The amount of tax applied to society can have a positive or negative effect on economic growth, depending on how the country uses the tax revenue. In theory, a country's economic growth can be seen from the amount of regional tax revenue in that country, the regional work participation rate, the human development index in the region, the poverty level in the region, and the regional Gini ratio. So, in this research, the author wants to test the influence of the factors above on economic growth in Indonesia. The author uses secondary data from 34 provinces in Indonesia from 2018 to 2022 which comes from the Directorate General of Fiscal Balance (Ministry of Finance) and Statistics Indonesia. The results of this research show that regional tax revenues have a negative effect on economic growth in Indonesia. The same thing is also shown by the factors of work participation rate, human development index in the region, poverty level in the region, and regional Gini ratio which have a negative influence on economic growth.Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat terus-menerus setiap tahunnya, namun di sisi lain, menggantungkan penerimaan negara pada pajak. Hampir sebanyak 80% penerimaan negara berasal dari Pajak dan ini tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Besarnya pajak yang diterapkan pada masyarakat bisa berpengaruh positif atau negative terhadap pertumbuhan ekonomi, tergantung kepada bagaimana negara memanfaatkan penerimaan pajak tersebut. Secara teori, pertumbuhan ekonomi suatu negara bisa dilihat dari besarnya penerimaan pajak daerah di negara tersebut, angka partisipasi kerja daerah, Indeks Pembangunan manusia di daerah, Tingkat kemiskinan di daerah, dan gini ratio daerah. Maka, dalam penelitian ini, penulis ingin menguji pengaruh factor-faktor di atas terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penulis menggunakan data sekunder dari 34 provinsi yang ada di Indonesia tahun 2018 sampai dengan 2022 yang berasal dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (Kementerian Keuangan) dan Badan Pusat Statistics. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan pajak daerah berpengaruh negative terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh factor angka partisipasi kerja, Indeks Pembangunan manusia di daerah, Tingkat kemiskinan di daerah, dan gini ratio daerah yang memberikan pengaruh negative pada pertumbuhan ekonomi
PERAN LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF NASIONAL DALAM PERLINDUNGAN HAK EKONOMI PENCIPTA
Copyright is the exclusive right of an author that arises automatically based on a
declarative principle after a work is manifested in a tangible form which is detailed
into 19 groups of works, one of which is a song and / or music work. Copyright
consists of moral rights and economic rights. The essence of economic rights lies
in royalties. Royalties are awards for creations in economic value collected from
users of songs and / music works. However, in collecting royalties, creators have
limited abilities so that another party called the Collective Management Institute
(LMK) is needed which plays a role in managing all creator royalty matters. Seeing
the potential for collecting royalties to be inefficient and there will be overlapping
royalty payments. So, the government formed the National Collective Management
Institute (LMKN) as a government aid agency that plays a role in managing all the
interests of the creator's economic rights. This legal writing is empirical with the
formulation of the problem, namely, how is the role of LMKN in protecting
copyright, especially the economic rights of song and / or music creators and what
are the obstacles and obstacles in carrying out its role. Based on the results of the
analysis of this legal writing, the authors conclude that the LMKN plays a role in
withdrawing, collecting and distributing royalties for songwriters in coordination
with LMK based on digital data and the big obstacle is in the function of collecting
royaltie
SEJARAH PERUM PPD: DARI TREM HINGGA BUS TRANSJAKARTA (1954-2016)
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan dari Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) sejak dinasionalisasi dari Bataviasche Verkeers Maatshcappij (BVM) pada 1954 hingga bergabungnya PPD menjadi salah satu operator bus Transjakarta. Penelitian ini menggunakan metode historis untuk membahas perkembangan Perum PPD. Metode historis merupakan metode penelitian yang menggunakan cara, prosedur ataupun teknik yang sistematik sesuai dengan asas dan aturan sejarah untuk menghasilkan tulisan sejarah. Dalam metode historis memiliki lima tahapan yaitu pemilihan tema, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dalam menentukan tema penelitian, peneliti menggunakan pendeketan emosial. Kemudian peneliti mengumpulkan sumber yang sesuai dengan penelitian. Setelah mengumpulkan sumber, peneliti kemudian mengkritik sumber yang telah didapat. Selanjutnya penulis menafsirkan fakta dari sumber yang telah diverifikasi. Terakhir peneliti melakukan penulisan terhadap fakta yang telah didapatkan.
Hasil dari penelitian ini membahas perkembangan dari BVM yang merupakan perusahaan trem di Jakarta sejak tahun 1930. Dalam perjalanannya BVM tetap menjadi perusahaan trem di Jakarta meski kemerdekaan Indonesia telah diproklamirkan. Dengan rencana pemerintah untuk menyediakan layanan transportasi di Jakarta kemudian membuat BVM berubah menjadi Perum PPD karena dinasionalisasikannya BVM pada 1954 yang kemudian membuat PPD menjadi operator transportasi trem di Jakarta dengan melanjutkan usaha milik BVM. Pengoperasian trem di Jakarta kemudian tetap dilanjutkan oleh PPD hingga rute terakhirnya yang bertahan hingga tahun 1962. Kemudian trem berhenti beroperasi sebagai transportasi di Jakarta karena trem tidak lagi relevan dengan perkembagan kota Jakarta serta dianggap sebagai biang kemacetan dan penyebab kecelakaan lalu lintas. Berakhirnya trem di Jakarta kemudian membuat PPD berubah menjadi perusahaan bus kota di Jakarta karena bus kota yang diproyeksikan sebagai transportasi pengganti trem. PPD kemudian menjadi perusahaan bus kota sebagai moda transportasi di Jakarta. Dalam perkembangannya menjadi perusahaan bus kota, PPD kemudian memberikan beragam layanan bus kota bagi masyarakat Jakarta, seperti layanan bus pasar bagi para pedagang untuk membawa dagangannya. Dalam usahanya untuk mendapatkan penumpang PPD menawarkan kenyamanan bagi para penumpang dalam layanan busnya. Kehadiran beragam perusahaan bus kota swasta juga menjadi tantangan bagi PPD untuk mendapatkan keuntungan. Hingga kemudian munculnya Transjakarta pada 2004 yang sempat ditentang oleh PPD, namun dengan adanya diskusi membuat PPD menerima Transjakarta hingga nantinya PPD bergabung dengan Transjakarta sebagai penyedia bus untuk Transjakarta.
Kata kunci: Bus, Trem, Jakarta, Perum PPD
*****
The aim of this research is to describe the history of the Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) since it was nationalized from Bataviasche Verkeers Maatshcappij (BVM) in 1954 until PPD merged to become one of the Transjakarta bus operators. This research uses historical methods to discuss the development of Perum PPD. The historical method is a research method that uses systematic methods, procedures or techniques in accordance with historical principles and rules to produce historical writing. The historical method has five stages, namely theme selection, heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. In determining the research theme, the researcher used an emotional approach. Then the researcher collects sources that are appropriate to the research. After collecting sources, the researcher then criticizes the sources that have been obtained. Next, the author interprets the facts from verified sources. Finally, the researcher wrote down the facts that had been obtained.
The results of this research discuss the history of BVM, which was a tram company in Jakarta since 1930. During its journey, BVM remained a tram company in Jakarta even though Indonesia's independence had been proclaimed. With the government's plan to provide transportation services in Jakarta, BVM changed to Perum PPD because BVM was nationalized in 1954, which then made PPD the tram transportation operator in Jakarta by continuing BVM's business. The operation of trams in Jakarta was then continued by the PPD until its last route lasted until 1962. Then trams stopped operating as transportation in Jakarta because trams were no longer relevant to the development of the city of Jakarta and were considered to be the source of congestion and the cause of traffic accidents. The end of trams in Jakarta then made PPD change into a city bus company in Jakarta because city buses were projected as a replacement for trams. PPD then became the city bus company as a mode of transportation in Jakarta. In its development into a city bus company, PPD then provided various city bus services for the people of Jakarta, such as market bus services for traders to carry their wares. In its efforts to attract passengers, PPD offers comfort to passengers in its bus services. The presence of various private city bus companies also poses a challenge for PPD to gain profits. Until the emergence of Transjakarta in 2004 which was opposed by PPD, however, with discussions, PPD accepted Transjakarta until later PPD joins Transjakarta as a bus provider for Transjakarta.
Keywords: Bus, Tram, Jakarta, Perum PP
Perancangan game interaktif tentang rambu lalu lintas guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara untuk generasi muda usia 17-20 tahun
ABSTRAK Widoyoko, Bangun. 2013. Perancangan Game Interaktif Tentang Rambu Lalu Lintas Guna Meningkatkan Kesadaran Keselamatan Berkendara Untuk Generasi Muda Usia 17 – 20 Tahun . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Pranti Sayekti S.Sn, M.Si, Pembimbing(II): Joko Samudro S.Kom. Kata Kunci: game , rambu lalu lintas Media informasi tentang rambu lalulintas yang ada terdiri dari buku, iklan layanan masyarakat dan penyuluhan oleh kepolisian. Namun media tersebut dianggap kurang efektif, kurang menarik dan kurang interaktif. Hal tersebut dipandang penulis sebagai penyebab rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi rambu lalulintas guna meningkatkan keselamatan berkendara. Karena itu penulis berinisiatif untuk membuat media berupa game. Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah untuk memberikan suatu alternatif media berupa game interaktif tentang rambu lalu lintas guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara untuk generasi muda usia 7 – 20 tahun. Adapun manfaat dari game ini adalah untuk menguatkan kesadaran bagi player game akan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas Penulis dalam merancang Skripsi ini mengunakan metode milik Steve Rabin. Metode tersebut melalui tiga tahapan yaitu tahapan pre-production (praproduksi), production ( produksi) dan tahapan post-production (pasca produksi). Pada tahapan praproduksi, penulis menentukan rumusan masalah lalu dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan jalan observasi dan kajian pustaka kemudian data-data tersebut diolah untuk dijadikan bahan pembuatan game. Pada tahapan produksi penulis membuat segala hal yang dibutuhkan dalam game (skenario, pemrograman, interface). Pada tahap pasca produksi penulis membuat pengemasan game tersebut. Hasil yang telah dicapai oleh penulis ialah penulis berhasil menyelesaikan game yang terdiri dari 3 level. Level 1, menceritakan perjalanan player antara kota alpha menuju ke kota beta. Sedangkan level 2, menceritakan player mengemudi dijalanan kota yang padat. Game yang penulis buat diharapkan menjadi media yang efektif dalam menginformasikan tentang pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, sehingga mampu meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat dalam hal berlalu lintas yang baik. ABSTRACT Widoyoko , Build . , 2013. Designing Interactive Game Traffic Signs On To Improve Driving Safety Awareness For Youths Age 17-20 Years . Thesis, Department of Art and Design , Faculty of Letters , State University of Malang . Supervisor ( I) : Pranti Sayekti S.Sn , M.Si , Supervisor ( II ) : Joko Samudro Kom. Keywords : game , traffic signs Media information about existing traffic signs consisting of books, public service announcements and outreach by police. But the media are considered less effective it is less interesting and less interactive. It is regarded as the author of the low level of public awareness about the importance of obeying traffic signs in order to improve driving safety. Therefore, the author took the initiative to create a media game. The objective of this thesis is to provide an alternative media in the form of interactive games on traffic signs in order to raise awareness of road safety for young people aged 17-20 years. The benefits of this game is to strengthen awareness of the importance of the game for players obey traffic signs The author of this thesis in designing the method Steve Rabin. The method through three stages: pre-production stages ( pre-production ) , production ( production ) and the post-production stage ( post- production ) . In the preproduction stage, the authors determine the formulation of the problem and then proceed with data collection by way of observation and study of literature then these data are processed to be used as game development . At the production stage of the writer make all the necessary things in the game (scenarios, programming, interfaces). In the post-production stage of the author makes the game packaging. Results achieved by the author are a writer completed game consists of 3 levels. Level 1, tells the player traveling between cities alpha beta headed to town . While level 2, tells the player driving the crowded city streets. Games which author created are expected to be effective in informing the media about the importance of obeying traffic signs, so as to increase the level of public awareness in terms of good traffic.
