1,731,704 research outputs found

    FORMULASI PERSONAL BRANDING PRABOWO SUBIANTO

    No full text
    The study, entitled Formulasi Personal Branding Prabowo aims to describe and identify personal branding Prabowo formulation based on the dimensions of personal branding. This type of research is qualitative research. This type of research is descriptive. Data was collected by interview and documentation. Informants in this study were social psychologists, communication specialists, management expert and author of Personal Branding, The results of data analysis in this study obtained formulation Prabowo personal branding following; (1) Specialization: Expertise Prabowo is in the military, but is untested skills. Prabowo has a firm but he does not have the ability to manage a company. (2) Leadership: Prabowo leadership style reflects the benevolent-authoritative system and authoritarian. (3) Personality: Prabowo has an angry or temperamental personality, ambitious, assertive nature, fast and speak frankly. Prabowo with bipolar disorder, delusions of grandeur and delusions pursuit. (4) Difference: personally Prabowo has a strong personality to what he wants to accomplish. Prabowo has enormous economic capital, but when all was not in accordance with the vision and mission will be use less because it is not able to win the heart of the community. Mistakes made by Prabowo was the message he wanted to convey was not until in the community. (5) Visibility: Prabowo smart in dealing with situations that could make him go up. However, he was very careless in the face of a problematic situation or that makes him fall. (6) Unity: personal branding Prabowo has unity, which refers to his background. (7) Determination: Prabowo very consistent in maintaining branding, but when the situation is not siding with him, then his determination began to falter so he is not consistent anymore. (8) Good Name: Prabowo portray himself that he was a hero of the days of the new order. However, it is only the last before the 2014 presidential election, because when recapitulation is not over Prabowo resign. It then made his reputation ruined

    STUDI RETORIKA PRABOWO SUBIANTO ANALISIS VIDEO (PIDATO KEBANGSAAN PRABOWO SUBIANTO)

    No full text
    Sebagai salah satu calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto dikenal sebagai salah satu tokoh bangsa yang memiliki segudang pengalaman baik di bidang militer, politik, maupun pengusaha. Dalam prosesnya maju sebagai calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto melakukan pidato sebagai salah satu metode menyampaikan visi dan misinya sebagai calon presiden dengan tujuan untuk mempersuasi masyarakat secara luas. Jika penyampaian pidatonya baik, maka pesan pun akan mudah diterima oleh khalayak. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika yang disampaikan oleh Prabowo Subianto pada video “Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto” dalam channel youtube Talkshow tvOne. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Prabowo Subianto sudah memenuhi tiga unsur utama seperti yang dicetuskan oleh Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos yaitu berupa niat baik, bukti logis, dan emosi yang baik dan pola pesan pidato yang disampaikan Prabowo Subianto ialah pola Sebab-Akibat

    Studi Retorika Prabowo Subianto Analisis Video (Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto)

    No full text
    Sebagai salah satu calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto dikenal sebagai salah satu tokoh bangsa yang memiliki segudang pengalaman baik di bidang militer, politik, maupun pengusaha. Dalam prosesnya maju sebagai calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Prabowo Subianto melakukan pidato sebagai salah satu metode menyampaikan visi dan misinya sebagai calon presiden dengan tujuan untuk mempersuasi masyarakat secara luas. Jika penyampaian pidatonya baik, maka pesan pun akan mudah diterima oleh khalayak. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika yang disampaikan oleh Prabowo Subianto pada video “Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto” dalam channel youtube Talkshow tvOne. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Prabowo Subianto sudah memenuhi tiga unsur utama seperti yang dicetuskan oleh Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos yaitu berupa niat baik, bukti logis, dan emosi yang baik dan pola pesan pidato yang disampaikan Prabowo Subianto ialah pola Sebab-Akibat

    Prabowo and the UK

    No full text
    On the 20th October, Prabowo Subianto was sworn in as Indonesia’s 8th President. Having won a convincing majority in the presidential election earlier in the year, the transition from now-former president Joko Widodo to Prabowo attests to the apparent strength of the electoral process since Indonesia transitioned to a democracy in the late 90s. But the election of Prabowo – a former general who has been accused of numerous human rights violations – poses a series of questions over the direction of Indonesian democracy, development, and the protection of civic and religious freedoms. As Southeast Asia’s largest economy and most populous nation, these questions hold regional and international significance. To better understand what Prabowo’s presidency may mean, the LSE has invited a number of academics and experts to provide their insight as part of a blog series examining what Prabowo’s tenure may mean for Indonesia and the world. Here Chris Chaplin considers the challenges Prabowo holds for UK ambitions in the region

    Leadership Communications of Prabowo Subianto in Facebook Fanpage

    No full text
    Kehadiran media sosial memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi dengan konstituennya. Media sosial tidak terhalangi oleh persoalan ruang dan waktu. Sehingga setiap orang bisa berkomunikasi dengan siapapun dan di manapun. Tak terkecuali bagi (calon) pemimpin. Sebagai pemimpin, Prabowo Subianto membuka saluran komunikasi melalui media facebook dan twitter. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh Prabowo Subianto. Menggunakan metode penelitan analisis naratif, penulis meneliti teks pernyataan Prabowo Subianto tanggal 17 Agustus 2014 menjelang pelantikan presiden periode 2014-2019. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pola berkomunikasi Prabowo Subianto yang dianalisis berdasarkan pernyataan-pernyatannya dalam menyikapi situasi politik selalu berpijak kepada UUD 1945 serta keutuhan bangsa (NKRI). Sedangkan dalam menarasikan sebuah peristiwa kebangsaan Prabowo Subianto juga sangat menekankan bagaimana kepentingan bangsa harus diutamakan dari kepentingan individu dan golongan. Sehingga, kekecewaan yang bersumber dari situasi emosional kelompok menjadi tidak berarti dibandingkan kepentingan dalam menjaga keutuhan bangsa.Social media presence allows every person to communicate with the others. It was not deterred by the problems of space and time. So that every person can communicate with anyone, anywhere. No exception for (candidate) leaders. As a leader, Prabowo open channels of communication through the medium of Facebook and Twitter. The problem of this study is how communication is done by Prabowo. Using narrative analysis research methods, the author examines the text Prabowo statement (August 17, 2014) ahead of the Presidential inauguration period 2014-2019. From the conclusion, that the way of communicating Prabowo analyzed based on the statements in response to the political situation always adheres to the 1945 Constitution and the integrity of the nation. While in narrating a national event Prabowo also emphasizes how the interests of the nation must take precedence over the interests of individuals and groups. Thus, the disappointment that comes from an emotional situation becomes a meaningless group than in the interests of preserving the integrity of the nation

    Kudeta Mei '98 : perseteruan Habibie-Prabowo

    No full text
    Naiknya Habibie menjadi Wakil Presiden pada Maret 1998, tidak bisa lepas dari andil Prabowo. Pada 1998, dia bersama Kivlan Zen telah terlibat dalam gerakan menolak Jenderal L.B. Moerdani untuk maju sebagai Wakil Presiden, dan mendukung kelompok Habibie. Tapi, tidak lama setelah menggantikan kursi Soeharto, Habibie merasa cemas akan adanya kudeta yang dilakukan oleh Prabowo. Mengapa Habibie meragukan komitmen Prabowo? Dan benarkah Prabowo merencanakan kudeta

    Implementasi Gaya Kepemimpinan Prabowo Dalam Partai Gerindra

    No full text
    Skripsi ini berjudul implementasi gaya kepemimpinan Prabowo Subianto dalam Partai Gerindra. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa implementasi gaya kepemimpinan Prabowo Subianto dalam Partai Gerindra. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Peneliti menemukan,bahwagaya kepemimpinan yang paling dominan yang terdapat pada diri Prabowo adalah gaya kepemimpinan karismatik, gaya kepemimpinan transformasional dan juga gaya kepemimpin Otoriter. Meskipun begitu, Prabowo juga memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis yakni menghargai pluralisme yang ada pada tubuh partai, mengakomodir keinginan masyarakat seperti pelayanan kesehatan dan layanan aspirasi yang inovatif, musyawarah serta humanis. Kerangka teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah kepemimpinan, gaya kepemimpinan dan partai politik. Dari hasil analisa dengan menggunakan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Prabowo mengimplementasikan gaya kepemimpinan transformasional, karismatik dan otoriter, meskipun begitu Prabowo tetap berusaha untuk mengikutialur politik demokrasi yang kini sedang berkembang di Indonesia

    Prabowo Macan Asia Harapan Bangsa?

    No full text
    "Siapa yang tak kenal Prabowo Subianto, sang mantan komandan pasukan Baret Merah? Tokoh yang digadang-gadang sebagai ""Soekarno Kecil"" ini merupakan tokoh yang tetap komitmen bersuara keras terhadap korupsi, pencurian kekayaan alam oleh pihak asing, dan segala hal yang merugikan bangsa ini.Namun setiap orang bahkan jenderal sekalipun memiliki sisi-sisi kontroversial dalam sepak terjangnya. begitu pula Prabowo. Perwira yang dikenal dengan keberanian dan ketegasannya sempat berkubang dengan kasus , di antaranya dugaan memprakarsai serangan pasukan Ninja di Timor-Timur, penculikan aktivis 1998, hingga tuduhan upaya kudeta yang dilontarkan oleh Habibie kala menjadi presiden yang membuat Prabowo dicopot sebagai Pangkostrad, lantas mengasingkan diri ke Yordania. Buku ini mencoba membawa Anda pada berbagai sudut pandang mengenai sosok sang ""Macan Asia"", mulai dari karier militer, politik, bahkan bisnisnya. Tak terkecuali, buku ini pun menyoroti gagasan-gagasan Prabowo untuk kemajuan ibu pertiwi yang akan dibawanya pada perhelatan akbar bagi Indonesia, tahun 2014 mendatang."14x20cm;196 hl

    Pesan Pemberitaan Prabowo Subianto Dalam Pemilu 2024

    No full text
    The study aims to analyse the message content of Prabowo Subianto's news coverage. Prabowo Subianto's news coverage was chosen because news coverage often has biased political language. Message content analysis was conducted so that readers can receive the message that the media actually wanted to convey regarding Prabowo Subianto as the presidential candidate for Indonesia's Replubik for the 2024 to 2029 period. This analysis compared two online media, namely Kompas.com and Tempo.com. These two media outlets were chosen because they were able to compare media outlets that were biased towards the object of the news, namely Prabowo Subianto. One of the media is considered to have partiality. Content analysis can show whether a news story is positive or negative towards the object of the news that will be conveyed to the audience. From this analysis, it was found that Kompas.com often reported Prabowo Subianto in its news portal, and the tendency of its news content to give a positive message. Tempo.com news portal did not cover Prabowo as often, and the news tended to be neutral and sometimes provided criticism, giving a negative impact on Prabowo Subianto. As a result of the analysis, it is hoped that Indonesian online media should be more in favour of the public in reporting the truth, so that the Indonesian people will not choose the wrong president for the next 5 years. This research is still limited to two media outlets and has not analysed the other media outlets.Penelitian bertujuan untuk menganalisis isi pesan dari pemberitaan Prabowo Subianto. Pemberitaan Prabowo Subianto dipilih dikarenakan sering kali pemberitaan memiliki bahasa politik yang bias makna. Analisis isi pesan dilakukan agar pembaca dapat menerima pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh media terkait Prabowo Subianto sebagai calon presiden Replubik Indonesia untuk priode 2024 sampai 2029. Analisis ini membandingkan dua media online yaitu pada media online Kompas.com dan Tempo.com. Dua media ini dipilih karena untuk dapat membandingkan media yang memiliki keberpihakan terhadap objek yang di beritakan yaitu Prabowo Subianto. Salah satu media dianggap memiliki keberpihakan. Analisis isi dapat menunjukan sebuah berita bermuatan positif atau negatif terhadap objek pemberitaan atas yang akan disampaikan pada khalayak. Dari analisis ini di temukan bahwa Kompas.com sering memberitakan Prabowo Subianto dalam portal beritanya, dan kecenderung isi beritanya memberikan pesan positif. Pada portal berita Tempo.com pemberitaan terkait Prabowo tidak terlalu sering, dan berita yang diberitakan cenderung netral dan terkadang memberikan kritikan sehingga memberikan dampak negatif bagi Prabowo Subianto. Hasil dari analisis tersebut diharapkan media online Indonesia harus lebih berpihak kepada masyarakat memberitakan kebenaran, agar masyarakat Indonesia tidak salah memilih presiden untuk 5 tahun kedepan. Penelitian ini masih terbatas pada dua media dan belum melakukan analisis diluar media yang sudah ditentukan

    Collective Memory, Democratic Ambivalence, and Authoritarian Notions of Democracy: Explaining the Rise of Prabowo Subianto

    No full text
    In 2024, Prabowo won by the greatest margin in Indonesian presidential election history, garnering over 96 million votes. How did Prabowo win so decisively, despite his deep ties to the dark authoritarian past and allegations of human rights violations? Utilizing the original national survey data prior to the 2024 presidential election, the author finds that authoritarian beliefs and nostalgia for the authoritarian past do not explain support for Prabowo. Instead, authoritarian notions of democracy such as support for military governments and strongman leaders are highly linked to Prabowo support. Although supporting Prabowo does not necessarily indicate support for the return of authoritarianism, it does imply that many Indonesians may either be unconcerned or naïve about potential challenges to the current political system, or have a concept of democracy that aligns with the idea of a strong, powerful personalistic leadership that has been a central selling point of Prabowo's presidential candidacy
    corecore