1,721,001 research outputs found
NEED ANALYSIS IN DEVELOPING RME-BASED DIGITAL TEACHING MATERIALS OF MATHEMATICS FOR JUNIOR HIGH SCHOOL
Needs analysis is the initial study in development research. This analysis is necessary to produce the right product. This study tries to find out whether digital teaching materials based on the RME approach on curved-face three-dimensional shapes materials need to be developed. The method used is descriptive research. Data were collected using a questionnaire. Technical analysis of data is done by processing and analyzing data using a Likert scale. The respondents in this study are 32 students and 5 mathematics teachers of a junior high school in Palembang. The data were collected using a questionnaire, observation, and interview. The data were analyzed descriptively. Based on the need analysis, it can be concluded that it is necessary to develop RME-based digital teaching materials. Digitalization is needed in learning in this era
Development of mathematics learning video based on Palembang local wisdom about prism materials
The Palembang local wisdom-based mathematics learning video is a tangible manifestation of the nation's character building through education. The developed video discusses the prism materials for eighth-graders. The video was developed through development research by adopting the ADDIE design into ADD (analysis – design – development). The purpose of the study was to examine the feasibility of learning mathematics videos based on local wisdom from experts’ judgment on material, media, and language. The research instruments were a questionnaire and a suggestion sheet. Assessment of prototype 1 showed that the video is “Feasible Enough” but needs to be improved. After revisions are made, the video is called Prototype 2. The expert’s assessment of Prototype 2 showed that the video is "Feasible" and without revision. This video is an alternative learning media (on online or offline learning, even hybrid learning). However, the potential effect remains to be seen. So, this can be a space for other researchers to continue or develop into other materials
GENERASI MUDA DAN KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM
Dalam kaidah bahasa Qur’ani generasi muda atau yang disebut “asy-syabab”didefinisikan dalam ungkapan sifat dan sikap seperti: Berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Memiliki standar moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dengan perkataan. Seorang yang tidak berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Generasi muda Islam harus menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladan bagi umat manusia, Kepemimpinan dalam Islam adalah seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Dimana kepemimpinan Nabi sesuai dengan Al Qur’an, Artinya setiap tindakan Nabi SAW adalah sesuai dengan petunjuk Al Qur’an atau tindakan Nabi itu adalah manifestasi dari Al Qur’an. Bagaimanakah Al Qur’an menjadi pedoman dalam memimpin. Kepemimpinan dalam pandangan Islam merupakan amanah dan tanggung jawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada anggota-anggota yang dipimpinnya, tetapi juga akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Jadi, pertanggungjawaban kepemimpinan dalam Islam tidak hanya bersifat horizontal-formal sesama manusia, tetapi bersifat vertikal-moral, yakni tanggung jawab kepada Allah SWT di akhirat. Kepemimpinan sebenarnya bukanlah sesuatu yang menyenangkan, tetapi merupakan tanggung jawab sekaligus amanah yang amat berat dan harus diemban sebaik-baiknya
ANALISIS HUKUM TENTANG UNDANG-UNDANG RAHASIA DAGANG DAN KETENTUAN KETERBUKAAN INFORMASI DALAM UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Dari kententuan UU Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang yang memberi perlindungan hukum kepada pemegang hak atas Rahasia Dagang untuk melindungi hampir semua jenis informasi yang bernilai komersial jika informasi tersebut dikembangkan, dan dijaga, dalam sebuah cara yang bersifat rahasia. Tidak ada batasan berapa lama Informasi tersebut akan dilindungi. Sedangkan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 3 (d). memberi perlindungan kepada konsumen yang bertujuan menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi. Kemudian hak konsumen yang diatur Pasal 4 (c) hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Perlindungan rahasia dagang jangan sampai menjadi alat pelaku usaha untuk melakukan tindakan yang merugikan konsumen, karena itu undang-undang perlindungan konsumen tetap harus diperhatikan oleh pelaku usaha yang jujur dan bertanggung jawab dalam melindungi rahasia dagangnya
PEMBINAAN PESERTA DIDIK DALAM PENINGKATAN KEDISIPLINAN DI SEKOLAH
Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan kata lain, pendidikan adalah aspek yang menentukan masa depan yang lebih baik bagi peserta didik. Karena pada dasarnya pendidikan bertujuan mengembangkan berbagai potensi diri yang ada pada diri peserta didik agar peserta didik menjadi kreatif, berilmu, mandiri, cakap, berakhlak mulia, serta mempunyai keterampilan. Untuk tercapainya hal tersebut tentu tidak lepas dari kedisiplinan peserta didik, dimulai dari orang tua dalam membimbing dan menanamkan kedisplinan di dalam keluarga kepada anak-anak mereka dirumah dan juga guru ketika peserta didik berada disekolah dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta didik untuk mengikuti dan mentaati peraturan disekolah, sehingga tercapai kedisiplinan peserta didik dalam proses belajar mengajar dan mentaati peraturan yang telah ditetapkan. Pembinaan yang dilakukan untuk membentuk kedisiplinan peserta didik disekolah seperti memberi bimbingan, arahan kepada peserta didik, dengan sabar dan terus menerus sehingga mereka terbiasa dan memahami aturan-aturan dari sekolah. Memilih metode belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan antara guru dengan peserta didik layaknya seorang sahabat dengan sahabat, sehingga peserta didik merasa percaya dan nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar, sehingga meningkatkan kedisiplinan peserta didik, dalam mengikuti pelajaran. Menjalin kerjasama antara guru dengan orang tua. Kerjasama antara guru dan orang tua sangat penting sekali dilakukan karena guru dan orang tua, memiliki tanggung jawab yang sama untuk pembinaan terhadap peserta didik sehingga peningkatan kedisiplinan peserta didik disekolah dapat dicapai
Pengaruh Potongan Harga, E-WOM, dan Motivasi Hedonisme terhadap Pembelian Impulsif pada Pengguna E-commerce Shopee di Jawa Timur
Today’s world has entered the digital era or 4.0 industry era. All activities carried out by humans have been disrupted by the 4.0 era marked by the presence of the internet. A survey by AC Nielson that 85% of consumers often and always buy something that is not planned, 15% of consumers make purchase according to plan. Based on the results of the analysis that the discount has a positive effect 2,513 to impulsive buying with the level of significant 0,0120,05 which means insignificant. The result of analysis the Hedonic Motivation have a significant positive of 5,245 with a level of significant 0,000<0,05
Prestasi dan Kemandirian Belajar dalam Geometri Tranformasi melalui Learning Cycle 5E Berbantuan Software
This action research was aimed at describing the students’ achievement and self-regulated learning after taking the instruction using Software-Assisted Learning Cycle 5E. Learning Cycle 5E are engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The subjects were the students of the Mathematics Education Department of FKIP Universitas Tamansiswa Palembang taking Geometry Transformation Subject in the 2017/2018. The steps of this two-cycle action research included: planning, acting, observing, and reflecting. The prior condition (pre-cycle) showed that the average of students’ achievement is 55.64 with the average student passing is 54,29%. After the application of Reciprocal Teaching, the average of students’ achievement increased to 58,56 in cycle I (60,00%) and to 81,44 (86,67%) in cycle II. Self-regulated learning shows the positive result. The students showed a positive response. The students were enthusiastic about joining the class
PERAN BANTUAN HUKUM TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA DAN TERDAKWA YANG TIDAK MAMPU
Program Bantuan Hukum merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Kewajiban negara yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Ada tiga pihak yang diatur di undang-undang ini, yakni penerima bantuan hukum (orang miskin), pemberi bantuan hukum (organisasi bantuan hukum) serta penyelenggara bantuan hukum (Kementerian Hukum dan HAM RI). Hak atas bantuan hukum sendiri merupakan non derogable rights, sebuah hak yang tidak dapat dikurangi dan tak dapat ditangguhkan dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, Bantuan hukum adalah hak asasi semua orang, yang bukan diberikan oleh negara dan bukan belas kasihan dari negara, tetapi merupakan tanggung jawab negara dalam mewujudkan asas persamaan di muka hukum ( equality before the law).
Salah satu asas dalam Hukum Acara Pidana yang terkait erat dengan penegakan hak-hak tersangka dan terdakwa dalam proses perkara pidana adalah asas praduga tak bersalah. Asas praduga tak bersalah menghendaki bahwa setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut atau diadili di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah, sebelum adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap
Efektivitas Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat dalam pengawasan pelayanan publik di Kota Bandung
Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik telah menjamin adanya pengawasan dalam rangka menciptakan pelayanan publik yang baik. Ombudsman merupakan lembaga yang diamanatkan Undang-undang untuk mengawasi pelayanan publik yang berkaitan dengan tindakan maladministrasi oleh penyelenggara layanan yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN dan/atau APBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat dalam pengawasan pelayanan publik di Kota Bandung.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Gibson, et all yang melihat efektivitas organisasi dalam menjalankan pengawasan agar efektif dapat diukur dengan 7 (tujuh) dimensi, yaitu : (1) kejelasan tujuan yang hendak dicapai, (2) kejelasan strategi pencapaian tujuan, (3) proses analisis dan perumusan kebijaksanaan yang mantap, (4) perencanaan yang matang (5) penyusunan program yang tepat, (6) tersedianya sarana dan prasarana, (7) sistem pengawasan yang bersifat mendidik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (Conclusion drawing/verification).Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa efektivitas Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat dalam menjalankan pengawasan pelayanan publik di Kota Bandung sudah cukup baik. Namun ada beberapa hal yang belum efektif dilihat dari dimensi perencanaan yang matang mendapat hasil kurang baik seperti target penyelesaian laporan dan pencegahan maladministrasi belum mencapai target 90%, dan dimensi penyusunan program yang tepat dalam program survey kepatuhan yang dilakukan belum secara keseluruhan ke seluruh instansi di Kota Bandung, karena keterbatasan dari segi waktu, sumber daya manusia, anggaran dan sarana prasarananya
- …
