1,720,993 research outputs found

    Analisis pengendalian tunggakan premi lanjutanasuransi jiwa pada pt. Asuransi jiwa bumi putera cabang kabupaten bone

    Get PDF
    Judul Skripsi : Analisis Pengendalian Tunggakan Premi Lanjutan Asuransi Jiwa pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Putera Cabang Kab. Bone. Skripsi ini membahas pengendalian tunggakan premi lanjutan asuransi jiwa. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan yaitu studi kasus di PT. Asuransi Jiwa Bumi Putera Cabang Kab. Bone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha pengendalian tunggakan premi lanjutan pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Putera Cabang Kab. Bone dan membandingkan antara kenyataan pada kasus ini dengan teori-teori yang penulis dapatkan. Untuk menghimpun data, penulis melakukan penelitian di lapangan dengan observasi, dokumentasi dan kepustakaan. Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisis data yaitu dengan menggunakan metode komparatif, yakni membandingkan antara pengendalian intern perusahaan menurut perusahaan dengan pengendalian intern menurut teori yang ada dan menggunakan formulasi pengukuran yang ada pada perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian tunggakan premi lanjutan asuransi pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Putera Cabang Kab. Bone, apabila dibandingkan dengan teori yang ada menunjukkan suatu sistem pengendalian yang telah memadai. Sistem dan prosedur penagihan dilakukan dengan tiga cara sesuai dengan cara atau prosedur yang dipilih dan disepakati oleh pemegang polis. Sistem dan prosedur penagihan premi lanjutan dilakukan dengan tiga cara, yaitus sistem dan prosedur penagihan premi fisik, sistem dan prosedur penagihan Polis Giro Pos dan sistem dan prosedur penagihan premi bank. Perkembangan jumlah tagihan premi lanjutan asuransi selama tahun 2010 ratio tertagih rata-rata hanya 84,28% dan bila dibandingkan dengan standar pengukuran ratio penagihan yang baik sesuai dengan yang ditetapkan adalah 90% maka ratio penagihan atau hasil tagihan premi lanjutan selama tahun 2010 tidak baik. Adapun jumlah tunggakan premi lanjutan di PT. Asuransi Jiwa Bumi Putera Cabang Kab. Bone selama tahun 2010 naik turun setiap bulannya, namun jumlah tunggakan premi lanjutan terbesar terjadi pada bulan Desember 2010, yaitu sebesar Rp. 20.460.000,- atau 30,23% dari jumlah premi lanjutan yang diharapkan. Kata kunci : Pengendalian tunggakan premi lanjutan, PT. Asuransi Jiwa dan pihak yang terkait

    KARAKTERISTIK GENERATOR SINKRON YANG BERBEBAN BERAT DAN TIDAK KONSTAN

    Get PDF
    ABSTRAKGenerator sinkron umumnya mempunyai beban yang konstan, tetapi ada saatnya, generator tersebut memikul beban yang tidak konstan atau berubah – ubah, misalnya ketika mengelas. Besar beban generator akan tergantung pada kontak antara elektroda las dan beban. Ketika generator berbeban (beban pengelasan) tegangan yang diukur lebih kecil daripada tegangan yang dibangkitkan, hal itu terjadi karena adanya  jatuh tegangan di saluran, elektroda dan beban. Pada saat itu kecepatan rotorpun akan berkurang, karena arus beban akan memberikan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah putaran prime mover. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa tegangan kerja mengalami penurunan untuk elektroda 2,6 mm dari 30 V menjadi 11 V dan untuk elektroda 3,2 mm dari 30 V menjadi 9 V. Hal ini disebabkan adanya arus yang diserap beban dan menyebabkan jatuh tegangan. Saat generator berbeban (beban pengelasan) tegangan yang diukur lebih kecil daripada tegangan yang dibangkitkan, karena adanya  jatuh tegangan di saluran, elektroda dan beban.Kata kunci : generator sinkron, jatuh tegangan, kepala lasSynchronous generator usually has a constant load, but sometimes the load is changed, for example when it is welding. The magnitude of load generator will depend on welding between electrode and load contact. When the generator has welding load, the measured voltage is smaller than generated voltage, it happens because of drop voltage on line, electrode and load. At the same time, the rotor speed will decrease, because the load current will give opposite force with the direction of the prime mover . From the result of calculation, the working voltage decrease for 2,6 mm electrode from 30 V to 11 V and for 3,2 mm electrode from 30 V to 9 V. It is caused by the current absorbed by load and will  drop the voltage. When generator is loaded, the voltage is measured lower than the generated voltage because the voltage is dropped on the line, electrode and load.Keywords : synchronous generator, drop voltage, welding head Â

    PEMENUHAN HAK HUKUM ANAK BERKASUS PENCURIAN

    Get PDF
    Anak merupakan generasi yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Namun, pada kenyataannya masih banyak anak mengalami berbagai masalah yang menyebabkan hilangnya hak-hak anak yaitu anak yang berkasus dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan pelaksanaan model pemenuhan hak hukum yang diterapkan di Panti Sosial Marsudi Putra dan faktor determinan yang mempengaruhi pelaksanaan model pemenuhan hak hukum yang diterapkan serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pelayanan pada anak yang berkasus hukum pencurian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan model pemenuhan hak hukum yang diterapkan di Panti Sosial Marsudi Putra Makassar terbagi menjadi pelayanan di dalam panti meliputi: a. Pendekatan awal, b. Penerimaan/ Registrasi, c. Assesment, d. Bimbingan e. Resosialisasi, f. Terminasi. Sedangkan, pelayanan di luar panti meliputi a. Pendampingan sosial ABH, b. Penjangkauan trauma center, c. Pelayanan ABH jarak jauh, d. Team respon kasus, e. Bimbingan lanjut. Pelaksanaan bimbingan yang diterapkan panti sudah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Namun, kualitas pelayanan belum maksimal pelaksanaannya karena faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai. (2) Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan model pemenuhan hak hukum yaitu faktor pendukung meliputi a. sarana dan prasarana, b. ruang khusus konsultasi, c. pembaharuan alat keterampilan, d. pekerja sosial yang profesional. Sementara faktor penghambat meliputi a. tipe anak yang tidak sama, b. tidak ada psikolog anak, c. kurangnya sumber daya manusia. (3) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pelayanan sosial meliputi: a. meningkatkan kinerja pekerja sosial, b.melengkapi sarana dan prasarana, c. membangun kerja sama dengan pihak keluarga. Kata kunci: Pemenuhan hak hukum, Anak berkasus pencurian

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Karawang Periode 2013-2024

    No full text
    Masalah kemiskinan masih menjadi masalah serius di Kabupaten Karawang meskipun dikategorikan sebagai daerah dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tergolong tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis UMK, PDRB dan jumlah penduduk dalam mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Karawang periode 2013–2024. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Jenis data dalam penelitian ini merupakan data sekunder time series yang diambil dari BPS Jawa Barat dan Kabupaten Karawanng dengan jumlah observasi 12 tahun yaitu selama periode 2012-2024. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa UMK, PDRB, dan jumlah penduduk secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Secara parsial, variabel UMK dan jumlah penduduk memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan PDRB tidak berpengaruh siginifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan upah yang adil serta pengelolaan penduduk produktif dalam upaya penurunan kemiskinan

    Interferensi Bahasa Bugis Dialeg Wajo Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Lisan Di Desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong

    Get PDF
    Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi bentuk interferensi bahasa Bugis dialek Wajo terhadap penggunaan bahasa Indonesia lisan di Desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan yang bersumber dari tuturan masyarakat suku Bugis dialek Wajo di Desa Torue Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Metode yang digunakan dalam pengumpulan isi penelitian ini yaitu metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Selanjutnya metode cakap menggunakan teknik pancing dan teknik cakap semuka. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk interferensi fonologis, morfologis, dan sintaktis bahasa Bugis dialek Wajo. Contoh interferensi bentuk fonologi kata makan menjadi makang.  Bentuk morfologi yaitu kata di beli menjadi nabeli. Bentuk sintaksis apa yang kamu cari menjadi apa yang kita cari. Kata Kunci : Interferensi, Bahasa Bugis dialek Wajo, Bahasa Indonesi

    The Use of Song on Tiktok Application as a Learning Media to Improve Teenagers’ English Language Acquisition in Learning in Lembanna Bulukumba

    Get PDF
    The findings showed an improvement on the students result of pre-test and post-test, where the result of the pre-test was 74,81%, and the post-test was 81,80%. For the questionnaire itself, the teenagers enjoy the use of Tiktok application on learning, but not all of them agreed on using the application as a learning medium. Despite the teenangers responds of Tiktok as being unncessary for language acquisition, Tiktok application is showing improvement of teenangers English language acquisition, because based on the data that have been collected and calculated, Tiktok is considered effective as a language acquisition tool. The Tiktok application is effective because of how easy to use the application, and how popular the application is among the teenagers. TikTok, as a growing technology product, has huge potential for modern digital citizens in a variety of fields due to its appeal among youths. Modern English language instructors, academics, and institutions should pay attention to the possible use of TikTok in the English education sector for children, as well as the opportunities to establish an innovative digital learning system in TikTok for teens

    Pengaruh frekuensi pemberian pakan dengan jenis daun Murbei (Morus spp) yang berbeda terhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu Filamen Sutera Bombyx mori L

    Get PDF
    PERAWATI (,.1. 201 95 1269), Pengaruh Frektensi Pemberian Pakan der ,an jenis Dann Murbei (Morus spp) yam Berbeda terhadap Pertumbuhan Ulat, Mutu Ikon, clan Mutu Filamen Sutera Bombyx mori L ( Di bawah bimbirgan K HTINDARICO SUGONDO dan MOCHAMMAD HAD]) Penelitian mengenai pengaruh frekuensi pemberian pakan dengan jenis daun murbei (Moms spp) yang berbeda terhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon, dan mutu filamen sutera Bombyx f orE L dilaksanakan di PPUS Candiroto, Temanggung, pada. bulan April sampai dengan Mei 1999. Ulat. sutera adalah satu dari sekian serangga domestik yang mempunyai kernamptian untuk menghasilkan serat sutera yang mempunyai nilai kornersial. Ulat ini pertama kali ditemukan dan diusahakan di Cina, namun di daerah asalnya. ini ulat sutera. hanya dapat dipelihara. 2 ka/i dalam setahun sesuai dengan waktu panen murbei yang merupakan satu¬satunya makanan ulat sutera. Di Indonesia murbei dapat dipanen sepatliang tahun, namun ternyataproduksi benang sutera kita masih sangat rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain adalah teknik pemeliharaan dan kualitas daun murbei. Kuaiitas daun yang baik dan teknik pemeliharaan yang tepat akan menghasilkan produksi sutera yang tinggi, karena itu perlu diketahui jenis dawn dan teknik pemeliharaan yang paling tepat dengan mempertimbangkan efisiensi tenaga, waktu dan biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh frekuensi pemberian pakan yang berbeda dengan berbagai jenis daun murbei terhadap pertuntbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen; menentlikan frekuensi pemberian pakan dan jenis dam murbei yang paling tepat untuk menghasilkan pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen yang paling balk; seta mengkaji hubungan pengaruh ka.dar nutrisi dalam berbagai jenis dam murbei yang digunakan lerhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen. Frekuensi pemberian pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3X sehari dan 4X sehari dan menggunakan 5 =cam jenis daun murbei yaitu Morus cathayana, kanva, multicaulis, nigra dan M hibrid SFR 4 X LUN 109. Hasil pengarriatan dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf nyata 95%, serta uji korelasi-regiesi berganda pada taraf nyata. 95% untuk pengaruh kandungan air, karbohidrat dan protein dalam daun murbei terhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filatnem Hasil dari penelitian ini .adalah bahwa tidak ada perbedaart hasil antara frekuensi pemberian pakan 3X dan 4X balk pada. pertumbuhan ulat, mutu kokon maupun mutu filamen sitter& Perbedaan hash terlihat oleh pengaruh jenis daun, kecuali pada rendemen pemeliharaan, jenis daun juga tidak menunjukkan perbedaan !Iasi!. Pada pertumbuhan ulat, hibrid ASTIA 4 X LUN 109 menunjukkan pertumbuhan ulat yang paling tinggi yaitu panjang 2,33 cm dan berat 0,153 g pada instal- III, panjang 4,48 cm data berat 0,82 g pada instar IV, panjang 8,17 cm dan berat 4,926 g pada instar V dan panjang 7,2 cm dan berat 4,535 g pada saat ulat akan mengokon. Pemberian pakan denganM hibrid SH4 4 K LUN 109 juga menunjukkan hasil mutu kokon yang paling baik yaitu dengan berat kokon 2,422 g panjang kokon 3,65 cm dan diameter kokon 2,12 cm, kecuali persentase berat kulit kokon tertinggi pada. M nigra yaitu 21,79%. Pada mutu tilarnen, M hibrid SHA, 4 X LEI N 109 memberikan hash yang terbaik, yaitu dengan days gulung 66,18%, tebal filamen 3,86 denier dan panjang filamen 1059,33 m dan diikuti oleh kelompok M. nigra dengan daya gulung 57,58%, tebal filamen 3,65 denier dan panjang filamen 1086,67 m. Berda.sarkan hasil analisis gizi daun murbei, kadar air tertinggi pada daun hibrid SHA 4 X LUN109 yaitu 76,26%, kadar protein tertinggi pada. M. nigra, sebesar 6,76% dan kadar karhohidrat tertinggi pada M. cathayana. Dari hasil parameter pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen dapat disimpulkan bahwa daun murbei yang mempunyai kandungan air dan protein yang tinggi memberikan hasil pertumbuhan ulat, mutu kokon clan. mutu filamen yang baik

    ANALISIS KERJA WELDER GENERATOR

    Get PDF
    ABSTRAK  Generator adalah mesin listrik yang dapat membangkitkan energi listrik dengan induksi elektromagnetik. Generator yang digunakan sebagai pembangkit energi listrik bolak-balik adalah generator sinkron. Pada saat beroperasi normal, generator dibebani dengan beban-beban yang konstan, seperti untuk perumahan, komersial, dan industri, atau gabungannya.  Tetapi ada kalanya generator dibebani dengan beban yang tidak konstan, yaitu untuk pelayanan work shop atau bengkel, dimana penggunaan energi listriknya disamping digunakan untuk penerangan, penggerak motor-motor listrik, juga digunakan untuk melakukan pekerjaan welding atau pengelasan.  Bila generator melayani beban welder (pengelasan), maka arus yang mengalir dari generator sangat tergantung pada kontak elektroda las dengan benda kerja.  Sehingga beban generator tidak akan konstan, yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan kinerja mendadak pada generator tersebut, hingga menimbulkan kerusakan. Tegangan kerja generator mengalami drop dari 30 volt menjadi 12 volt untuk elektroda 2,6 mm dan dari 30 volt menjadi 10 volt untuk elektroda 3,2 mm, karena besarnya arus yang diserap oleh beban, dan mengakibatkan terjadinya drop tegangan yang signifikan.   Kata Kunci : Generator sinkron, Beban tidak konstan, Tagangan kerja, Welde

    PERSEPSI REMAJA PUTRA TENTANG DAMPAK NEGATIF MEROKOK TERHADAP KESEHATAN Di Smpn 1 Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Masa remaja sering kali dianggap masa kritis karena dalam hal ini remaja mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang memperhatikan kesehatannya misalnya kebiasaan merokok. Rokok telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Menurut WHO, di duga hingga menjelang tahun 2030 kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta orang per tahunnya, 70% kematian yang disebabkan oleh rokok terjadi di Negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Remaja Putra Tentang Dampak Negative Merokok Terhadap Kesehatan di SMPN 1 Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya adalah seluruh siswa Putra di SMPN I Sukorejo yang berjumlah 90 responden. Teknik sampling ini menggunakan total sampling, Sampelnya adalah seluruh siswa putra di SMPN 1 Sukorejo sebanyak 90 siswa. pengumpulan data menggunakan kuesioner, tehnik analisa data menggunakan skor T. Hasil penelitian terhadap 90 responden dapat disimpulkan Persepsi Remaja Putra Tentang Dampak Negative Merokok terhadap kesehatan Di SMPN 1 Sukorejo sebagian besar adalah 46 responden (51%) mempunyai persepsi negative dan hampir setengahnya sejumlah 44 responden (49%) memiliki persepsi positif. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya, diharapkan bisa lebih menggali lebih dalam tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan Persepsi Remaja Putra Tentang Dampak Negative Merokok terhadap kesehatan . Kunci : Persepsi, Remaja Putra, Roko

    Penerapan metode pembentukan akhlak anak pada tpa darul ilmi di Kota Besi Kotawaringin Timur

    Get PDF
    Penerapan metode pembentukkan akhlak anak pada TPA Darul Ilmi di Kota Besi Kotawaringin Timur dilakukan agar anak-anak memiliki akhlak yang baik terhadap orang lain terutama kepada orang tua. Dengan diadakannya TPA di lingkungan sekitar diharapakan dapat membantu untuk membentuk akhlak anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya karena anak-anak di TPA Darul Ilmi kurang menerapkan cara bertutur kata yang sopan, lemah lembut, berpakaian yang benar dan saling menghormati serta menghargai antara yang satu dengan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan metode yang diterapkan dalam pembentukkan akhlak anak pada TPA Darul Ilmi di Kota Besi Kotawaringin Timur. 2) untuk mendeskripsikan upaya ustadz dalam pembentukkan akhlak anak pada TPA Darul Ilmi di Kota Besi Kotawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek seorang ustadz yang mengajar di TPA Darul Ilmi. Sementara informan adalah tujuh anak-anak dan orang tua. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber datanya dianalisis melalui empat tahapan, yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode yang diterapkan dalam pembentukkan akhlak anak pada TPA Darul Ilmi yaitu a. Metode pembiasaan, b. Metode keteladanan, c. Metode cerita d. Metode menyanyi. 2) upaya ustadz dalam pembentukkan akhlak anak pada TPA Darul Ilmi yaitu a) membiasakan memberi salam; b) membaca doa sebelum dan sesudah belajar; c) menggunakan metode pembelajaran; d) memberikan nasehat dan teladan; e) mengawasi dan membiasakan berkomunikasi dengan cara baik; f) memberikan motivasi kepada anak-anak; g) membiasakan bersikap disiplin. ABSTRACT The application the method of shaping children's attitude at TPA Darul Ilmi Kota Besi, Kotawaringin Timur is done so that children have good attitude towards others, especially their parents. With the holding of the TPA in the surrounding environment, it is hoped that it can help to shape children's attitude into better personalities in the future because the children at Darul Ilmi TPA do not apply polite, gentle, dressed properly and respect and respect between one another. This study aims: 1) to describe the method applied in the formation of children’s attitude at the Darul Ilmi TPA in Kota Besi, Kotawaringin Timur. 2) to describe the ustadz’s efforts in shaping children’s attitude at the TPA Darul Ilmi in Kota Besi Kotawaringin Timur. This study used a qualitative descriptive method with the subject being a cleric who teaches at TPA Darul Ilmi. Meanwhile, the informants were seven children and parents. Collecting data through observation, interviews and documentation. Data validation using triangulation of data sources was analyzed through four stages, namely, data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that 1) the method applied in the shaping of children’s at TPA Darul Ilmi, namely a. Habitual method, b. Exemplary method, c. Story method d. Singing method. 2) ustadz in shaping children’s attitude at TPA Darul Ilmi, namely a) getting used to greetings; b) read prayers before and after studying; c) using learning methods; d) provide advice and role models; e) supervise and get used to communicate in a good way; f) provide motivation to children; g) get used to being disciplined
    corecore