526 research outputs found

    Digital Gang Masters: the Uber Italy Srl Case :The Uber Italy Srl case

    No full text
    Digital platforms claim to have introduced profound disruptions in the way work is organized today, by providing the public with a new range of digital services, from food delivery to house fixing jobs. For years these new business model have drawn the attention of scholars, Courts and regulators, trying to re-adjust and re-discuss the issue of subordination, workers’ rights and protections. The present contribution expands on previous literature by highlighting an unprecedented profile of platform work: exploitation and caporalato (hiring of workers by an illegal intermediate). Thanks to the work undertaken by the Procura of Milan and the decision held by the Tribunal of Milan in the Uber Italy Srl case, for the first time, platforms have been unveiled in their articulation and the intricate system of subcontracting, which ultimately leads to work exploitation and caporalato. The article illustrates how firms of the Uber “galaxy” organized work through the exploitation of migrant workers by creating a system of fear, made of threats, pay and fees deductions, illegal tax arrangements. The article proposes a reflection on the pressing importance of the themes of work exploitation around digital work and physical work through platforms, analyzing as well which initiatives have been promoted at national and regional level, involving both employers and workers’ representatives, and the State intervention for the prevention of work exploitation and illicit intermediation.</p

    KALIMAT INVERSI DALAM BAHASA INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini mengungkapkan pola-pola kalimat inversi dalam bahasa Indonesia dan jenis kalimat inversi yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penelitian dilakukan semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang memang ada.Pemerolehan data dilakukan dengan menggunakan metode simak. Metode simak merupakan  metode pengumpulan data dengan cara menyimak secara langsung data-data yang diambil dari sumber data.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa tipe pola urutan fungsi sintaksis yang terdapat dalam kalimat inversi bahasa Indonesia yaitu (1) P-S , (2) P-O-S, (3) P-Pel-S, (4) P-O-Pel-S, (5) P-S dengan Keterangan, (6) P-O-S dengan Keterangan, (7) P-Pel-S dengan Keterangan, dan (8) P-O-Pel-S dengan Keterangan. Juga terdapat jenis kalimat dalam kalimat inversi bahasa Indonesia yang terdiri dari: (1) kalimat inversi deklaratif yang dibagi menjadi dua yaitu tipe dengan pola yang dapat diubah menjadi S-P dan tipe yang tidak dapat diubah menjadi P-S; (2) kalimat inversi interogatif yang dibagi menjadi dua yaitu kalimat inversi interogatif yang memerlukan jawaban ya atau tidak dan kalimat inversi interogatif yang memerlukan jawaban penjelas; (3) kalimat inversi imperatif yang dibagi menjadi dua yaitu kalimat inversi imperatif berdiatesis aktif dan kalimat inversi imperatif berdiatesis pasif; dan (4) kalimat eklasamatif

    KALIMAT INVERSI DALAM CERKAK BERBAHASA  JAWA

    No full text
    Sulis Noor Hidayatun. C0105047. Kalimat Inversi dalam Cerkak Berbahasa Jawa. Skripsi : Jurusan  Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian mengenai Kalimat Inversi dalam Cerkak Berbahasa Jawa merupakan penelitian  deskriptif. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur, fungsi dan kategori,  serta peran semantis  kalimat inversi dalam cerkak berbahasa Jawa. Tujuan yang akan dicapai yakni  mendeskripsikan struktur kalimat inversi, fungsi dan kategori pengisi predikat, serta peran semantis  kalimat inversi dalam cerkak berbahasa Jawa. Sumber data yang digunakan berasal dari informan, berupa cerkak yang diambil dari majalah  Panjebar  Semangat  (edisi Agustus 2008­Maret 2009),  Jaya Baya  (edisi Agustus 2008­Maret 2009).  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tulis berupa kalimat inversi yang terdapat dalam  sumber data. Dalam setiap cerkak, belum tentu terdapat kalimat inversi, sehingga dalam penelitian ini  hanya digunakan 25 data yang terdapat pada 14 cerkak. Pengambilan sampel dengan teknik purposive   sampling. Pengumpulan data tulis dengan metode simak.  Analisis data menggunakan metode distribusional  dan padan,   teknik  lanjutan dengan  teknik  balik   dan   teknik   lesap.  Metode   distribusional   digunakan   untuk  menganalisis   struktur,   fungsi   dan  kategori kalimat inversi dalam cerkak berbahasa Jawa. Dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL)  dan teknik lanjutan berupa teknik balik untuk menganalisis struktur kalimat, dan teknik lesap untuk  menganalisis fungsi dan kategori pengisi predikat. Metode padan digunakan untuk menganalisis peran  semantis kalimat inversi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga simpulan, yakni: (1) Struktur kalimat pada kalimat  inversi dalam cerkak berbahasa Jawa terdiri atas  struktur pasif, susunan kalimat balik (inversi), struktur  predikat yang diisi dengan kata ana ’ada’  dan wonten ‘ada’, serta struktur kalimat perintah (imperatif).  Struktur itu menempatkan P di depan S, karena P sebagai topikalisasi dalam kalimat inversi. (2) pada  penelitian ini, kalimat inversi dalam cerkak berbahasa Jawa hanya ditemukan pola P­S, P­S­K, P­O­S,  P­Pl­S,   P­O­S­Pl,   P­O­S­K.   Struktur   pola   tersebut  mementingkan   P   sebagai   topikalisasi   kalimat,  sehingga P berada di depan S. Kategori pengisi fungsi dalam kalimat inversi, yang ditemukan pada  penelitian   ini   berupa   verba   yang   berupa  monomorfemis   dan   polimorfemis,   frasa   verba   dan   frasa  adjektiva. Verba yang berupa polimorfemis terdiri dari: bentuk polimorfemis N­D, N­D­ake, di­D, di­ D­i, D­en, D­na, D­um, dan D­ke/­ake. (3) Peran semantis yang ditemukan dalam kalimat inversi pada  penelitian   ini   berupa:   refleksif,   aktif­agentif,   aktif­objektif,   pasif­agentif,   pasif­benefaktif,   pasif­ reseptif

    PEWARNAAN GRAF: POLINOMIAL KROMATIKDAN TEOREMA INVERSI MOBIUS

    No full text
    Misalkan G graf sederhana, dan P(G; k)menyatakan banyaknya cara mewarnai titik-titik diG dengan k warna sedemikian hingga tidak ada duatitik yang berhubungan langsung mendapat warnasama. P(G;k) disebut polinomial kromatik dari G.Untuk graf kincir dan graf terpisah,polinomial kromatiknya bisa ditentukan denganmemeriksa struktur grafnya. Hubungan antara posetdan graf dapat membantu menentukan polinomialkromatik sebuah graf dengan memanfaatkan partisihimpunan titik, latis ikatan dan teorema khususdisebut Teorema Inversi Mobius.Kata kunci: Polinomial kromatik, poset, latisikatan, Inversi Mobius

    PEWARNAAN GRAF: POLINOMIAL KROMATIKDAN TEOREMA INVERSI MOBIUS

    No full text
    Misalkan G graf sederhana, dan P(G; k)menyatakan banyaknya cara mewarnai titik-titik diG dengan k warna sedemikian hingga tidak ada duatitik yang berhubungan langsung mendapat warnasama. P(G;k) disebut polinomial kromatik dari G.Untuk graf kincir dan graf terpisah,polinomial kromatiknya bisa ditentukan denganmemeriksa struktur grafnya. Hubungan antara posetdan graf dapat membantu menentukan polinomialkromatik sebuah graf dengan memanfaatkan partisihimpunan titik, latis ikatan dan teorema khususdisebut Teorema Inversi Mobius.Kata kunci: Polinomial kromatik, poset, latisikatan, Inversi Mobius

    ANALISIS KALIMAT INVERSI (TOUCHI) DALAM KOMIK ONE PIECE VOLUME 77

    No full text
    Kalimat inversi atau kalimat susun balik biasa ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Dalam bahasa Jepang kalimat inversi disebut dengan touchi. Kalimat inversi (touchi) adalah sebuah fenomena dimana urutan kata diubah yang berlawanan dengan dasar jenis kalimat dan mempunyai arti yang sama meskipun urutan katanya diubah. Kalimat inversi (touchi) yang paling umum adalah pembalikan kalimat dengan struktur predikat mendahului subjek (P-S). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur kalimat inversi (touchi) yang muncul pada komunikasi yang dilakukan orang Jepang. Penelitian ini berfokus kalimat inversi (touchi) yang ada pada komik One Piece volume 77. Kalimat yang diteliti ialah kalimat pada komik One Piece volume 77 yang diidentifikasi termasuk ke dalam kalimat inversi (touchi) dan strukturnya. Data merupakan kalimat inversi (touchi) yang ada pada komik One Piece volume 77. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan literatur. Sementara untuk analisis menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif. Masing�masing data dianalisis, kemudian diklasifikasi dan dikaitkan pada teori. Data yang ditemukan sebanyak 55 kalimat yang merupakan kalimat inversi (touchi), berdasarkan hasil penelitian terdapat 48 kalimat inversi (touchi) dengan struktur predikat di depan subjek (P-S), 6 kalimat inversi (touchi) dengan struktur predikat di depan objek (P-O), 1 kalimat inversi (touchi) dengan struktur predikat di depan kata keterangan (P-Adv). Inversion of sentence are commonly found in everyday conversation. In Japanese, inversion known as touchi. Inversion of sentence (touchi) is the phenomenon that the word order is changed to against the pattern of the sentence while having the same meaning contents. The most common inversion of sentence (touchi) is a reversal of the sentence with predicate precedes subject. The purpose of this research is to know the inversion of sentence structure that appears on the Japanese communication. This research focus is sentence inversion (touchi) on the comic One Piece volume 77. The sentence researched are the sentences on the comic One Piece volume 77 identified included into inversion and sentence structure. The data is inversion of sentence (touchi) in the comic One Piece volume 77. The methods used in this research is the study of literature. Meanwhile for analysis using the method of qualitative descriptive analysis. Each data is analyzed, then classified and associated to the theory. The data found as many as 55 of the sentence which is an inversion of sentence (touchi), based on the results of the research there were 48 sentences with inversion (touchi) structure predicate in front of the subject, 6 sentences with structure inversion (touchi) predicate in front of the object, 1 sentence inversion (touchi) structure with the predicate in front of adverbs

    POLA KALIMAT INVERSI PADA NOVEL AYAH KARANGAN ANDREA HIRATA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kalimat inversi yang terdapat pada novel Ayah karangan Andrea Hirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Objek penelitian ini adalah novel Ayah karangan Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Penerbit Bentang cetakan I: Mei 2015. Penelitian ini difokuskan pada pola kalimat inversi pada novel yaitu predikat yang terletak sebelum subjek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti dibantu dengan tabel data analisis, yaitu tabel analisis pola kalimat inversi. Hasil dari penelitian berupa deskripsi kalimat atau klausa berpola inversi pada novel Ayah karangan Andrea Hirata yang ditinjau dari jenis kalimat, fungsi, kategori, dan peran sintaksisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 57 kalimat maupun klausa yang berpola inversi. Dilihat dari segi pola inversinya, pola yang paling banyak ditemukan adalah P-S dan P-S-Ket. Adapun jumlah P-S sebanyak 27 data, P-S-Ket. sebanyak 8 data dan P-Pel.-S sebanyak 2 data. Sedangkan, 20 data yang ditemukan dalam novel memiliki predikat terletak sebelum subjek sebagai bagian dari pola kalimat permutasi

    Karakterisasi Reservoir Dengan Menggunakan Inversi Simultan Untuk Mengidentifikasi Persebaran Reservoir Batupasir Formasi Air Benakat Lapangan Idy Cekungan Sumatera Selatan

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode seismik inversi simultan. Metode inversi tersebut tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi reservoir, namun telah digunakan untuk identifikasi kandungan fluida dalam suatu formasi batuan. Formasi pada penelitian ini adalah Formasi Air Benakat pada Cekungan Sumatera Selatan. Inversi simultan memiliki hasil inversi berupa impedansi-P, impedansi-S, densitas, kecepatan gelombang P, kecepatan gelombang S, sert

    Analisa Perbedaan Inversi 1-D Metode Occam dan Simulated Annealing pada Data Magnetotellurik

    No full text
    Metode magnetotellurik banyak digunakan dalam eksplorasi panas bumi, tambang, minyak, dan gas bumi. Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan dari data megnaetotellurik perlu dilakukan proses inversi, banyak metode inversi yang digunakan untuk data magnetotellurik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode inversi 1-D berdasarkan pendekatannya, yaitu pendekatan linier (Occam) dan pendekatan global (Simulated Annealing). Data yang digunakan merupakan data sintetik berupa kurva resistivitas semu dan fase terhadap perioda Untuk mengetahui perbedaan hasil inversi dibuat program berbasis matlab dengan algoritma Occam dan Simulated Annealing. Tahapan dalam penelitian ini adalah pembuatan program dan analisa kedua metode terhadap model sintetik. Analisa dilakukan dengan menggunakan parameter inversi yang sama. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kedua metode cocok digunakan untuk inversi data magnetotellurik dengan catatan pada metode Simulated Annealing parameter inversi harus diesuaikan. Apabila dilihat dari hasil inversi metode Occam menghasilkan model yang lebih baik, rms error yang rendah, waktu inversi yang lebih cepat, dan jumlah iterasi yang lebih sedikit.</p

    Metode Inversi AVO Simultan untuk Mengetahui Sebaran Hidrokarbon Formasi Baturaja, Lapangan "Wine”, Cekungan Sumatra Selatan

    No full text
    Data seismik 3D (CDP gather) pada daerah penelitian dilakukan proses inversi prestack yaitu inversi AVO simultan untuk mengetahui sebaran hidrokarbon. Data seismik 3D terbentang dengan jangkauan inline 1003-1302 dan xline 5002-5300. Metode inversi AVO simultan dilakukan dengan data masukan berupa angle stack yang diinversi secara bersama-sama (simultan) untuk menghasilkan impedansi-P, impedansi-S dan densitas. Dari hasil inversi impedansi-P dan inversi impedansi-S didapatkan nilai lambda-rho dan mu-rho sebagai hasil turunannya. Kisaran nilai hasil inversi impedansi-P, impedansi-S, densitas, lambda-rho dan mu-rho pada porous limestone formasi Baturaja yaitu nilai impedansi-P sekitar 11000-13500 m/s*g/cc, nilai impedansi-S sekitar 6500-7400 m/s*g/cc, nilai densitas sekitar 2,52-2,6 g/cc, nilai lambda-rho sekitar 36-70 Gpa*g/cc dan nilai mu-rho sekitar 41-59 Gpa*g/cc. Berdasarkan map slice hasil inversi impedansi-P, map slice hasil inversi impedansi-S, map slice hasil inversi densitas, map slice hasil inversi lambda-rho dan map slice hasil inversi mu-rho dapat diketahui area persebaran hidrokarbon pada formasi Baturaja. Persebaran hidrokarbon berada di sekitar sumur TT.3D seismic data (CDP gather) in the study area was carried out a prestack inversion process, namely simultaneous AVO inversion to determine the distribution of hydrocarbons. 3D seismic data stretches with inline range 1003-1302 and xline 5002-5300. Simultaneous AVO inversion method is done with input data in the form of angle stack which is inverted together (simultaneously) to produce P-impedance, S-impedance and density. From the results of P-impedance inversion and S-impedance inversion, the values of lambda-rho and mu-rho are derived as a result of their derivatives. The range of values of P-impedance inversion, S-impedance, density, lambda-rho and mu-rho in porous limestone formation i.e. the P-impedance value around 11000-13500 m/s*g/cc, the S-impedance value around 6500-7400 m/s*g/cc, the density value around 2.52-2.6 g/cc, the lambda-value rho around 36-70 Gpa*g/cc and your value around 41-59 Gpa*g/cc. Based on the P-impedance inversion map slice, S-impedance inversion map slice, density inversion map slice, lambda-rho inversion map slice and mu-rho inversion map slice can be known the area of hydrocarbon distribution in the Baturaja formation. Hydrocarbon spread is around the TT well
    corecore