326 research outputs found
PENGARUH EDUKASI PENGENDALIAN HIPERTENSI TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN KEIKUTSERTAAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA DUSUN KANGGOTAN TUGUREJO TEMPURAN MAGELANG
ABSTRAKPENGARUH EDUKASI PENGENDALIAN HIPERTENSI TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN KEIKUTSERTAAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA DI DUSUN KANGGOTAN TUGUREJO TEMPURAN MAGELANGMitasari Anggraini*, Heru Supriyatno**, Moh Ridwan****Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang**Dosen Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes SemarangE-mail : [email protected] Belakang: Menua merupakan proses yang mengakibatkan perubahan dan penurunan fungsi tubuh salah satunya pada fungsi fisiologis, sehingga lansia akan rentang terkena penyakit yang mendominasi pada penyakit tidak menular (PTM), kronis, dan degeneratif seperti penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah terhadap pembuluh darah, dimana tekanan sistole lebih dari 140 mmHg dan diastole lebih dari 90 mmHg. Pengetahuan yang kurang mengakibatkan ketidaktahuan pada lansia dalam mengendalikan tekanan darah. Edukasi pengendalian hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan pada lansia agar mereka dapat mengontrol tekanan darahnya dengan baik dan benar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan keikutsertaan lansia di Posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi pengendalian hipertensi.Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2020, menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest. Instrument yang digunakan untuk mengukur pengatahuan yaitu kuesioner pengetahuan, sikap dan lembar kehadiran lansia di Posyandu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 49 responden. Hasil: Hasil uji wilcoxon yang menunjukan nilai Asmp. Sig (p) pada variabel tingkat pengetahuan, sikap dan keikutsertaan lansia di Posyandu signifikan yaitu 0,000 atau kurang dari 0,05 (
Efek Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) dalam Mencegah Proses Penuaan yang Diinduksi D-Galaktosa pada Pankreas Mencit
Increasing level of reactive oxygen species (ROS) can damage the cell membrane
and composition of DNA, leading to organ degeneration. Pancreas is among the
organs that is sensitive to oxidative damage. Consumption of flavonoid-rich stuffs
such as herbs, fruits and vegetables are believed to strengthen antioxidant capacity
in the body in neutralizing free radicals. Gambir leaves have been used traditionally
as remedies of various diseases. The most prominent active compounds in Gambir is
flavonoid catechin which belongs to flavan-3-ols group. D-galactose is
monosaccharide that in high concentration can increase ROS generation and induce
senescence in animal models. In this study, we aimed to observe the effect of Gambir
leaves extract (GLE) in preventing ROS production and pancreas damage in
galactose-induced mice model. Twenty-four female mice were divided into 4 groups
amd injected with D-galactose 150 mg/kgBW intraperitoneally for 6 weeks. Three
groups were supplemented with GLE 100;200 and 400 mg/kgBW, respectively.
Serum MDA, blood glucose and pancreas histopatology were analyzed. There is no
significant difference among GLE-treated groups compared to control in the level of
serum MDA (p=0,286), blood glucose fasting (p=0,051) and ad random (p=0,626),
and pancreas histopathology: area of Langerhans islet (p=0,589) and perimeter of
Langerhans islet (p=0,634).Peningkatan level reactive oxygen species (ROS) dapat merusak membran sel dan komposisi DNA, yang menyebabkan degenerasi organ. Pankreas adalah salah satu organ yang sensitif terhadap kerusakan oksidatif. Konsumsi makanan kaya flavonoid seperti jamu, buah-buahan dan sayuran diyakini memperkuat kapasitas antioksidan dalam tubuh dalam menetralkan radikal bebas.Daun gambir telah digunakan secara tradisional sebagai obat berbagai penyakit. Senyawa aktif yang paling menonjol di Gambir adalah flavonoid catechin yang termasuk dalam kelompok flavan-3-ols. D-galaktosa adalah monosakarida yang dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan pembentukan ROS dan menyebabkan penuaan pada model hewan. Dalam penelitian ini, kami bertujuan untuk mengamati efek ekstrak daun Gambir (EDG) dalam mencegah produksi ROS dan kerusakan pankreas dalam model tikus yang diinduksi galaktosa.Dua puluh empat tikus betina dibagi menjadi 4 kelompok dan disuntik dengan D-galaktosa 150 mg/kgBB secara intraperitoneal selama 6 minggu. Tiga kelompok ditambah dengan EDG 100; 200 dan 400 mg/kgBB, masing-masing. MDA serum, glukosa darah dan histopatologi pankreas dianalisis. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberikan dengan EDG dibandingkan kontrol dengan nilai MDA serum (p=0,286), glukosa darah puasa (p=0,051) dan ad random (p=0,626), dan histopatologi pankreas: area pulau Langerhans (p=0,589) dan keliling pulau Langerhans (p=0,634).55 HalamanTesis Magiste
PENGARUH KEBERADAAN TUTOR DALAM VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP COGNITIVE LOAD DAN ACADEMIC ACHIEVEMENT: IMPLIKASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Anggraini, Weni, 2019. “Pengaruh Keberadaan Tutor dalam Video Pembelajaran terhadap Cognitive Load dan Academic Achievement: Implikasi Dalam Bimbingan Dan Konseling”. Tesis Program Studi Bimbingan Konseling. Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I, Sunawan, Ph. D. Pembimbing II, Dr. Ali Murtadho, M.Pd. Kata Kunci: video pembelajaran, cognitive load, academic achievement, bimbingan dan konseling Media pembelajaran telah sangat bervariasi. Video pembelajaran telah berkembang dan memiliki banyak jenis yang dapat digunakan siswa pada proses pembelajaran. Namun, penelitian mengenai video pembelajaran masih kurang terutama mengenai jenis video pembelajaran yang paling efektif pada proses pembelajaran. Video pembelajaran yang efektif adalah yang memiliki extraneous load yang rendah, yang mampu mengoptimalkan kinerja germane load dan mampu meningkatkan academic achievement siswa. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keberadaan tutor dalam video pembelajaran terhadap cognitive load dan academic achievement: implikasi dalam bimbingan dan konseling. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 30 orang siswa kelas XI MIPA SMA N 1 Ungaran. Pengukuran data dilakukan dengan cognitive load questionnaire, pengukuran eye-tracking, dan soal biologi materi reproduksi (pengkuruan prior knowledge dan posttest). Hasil uji multivariate analysis of covariance menunjukkan bahwa keberadaan tutor dalam video pembelajaran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap extraneous load pada pengukuran subjektif (F(4,44)=2,43, p>0,05), maupun objektif (F(2,26)=1,51, p>0,05) dan (F(2,26)=1,09, p>0,05), keberadaan tutor dalam video pembelajaran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap germane load dalam pengukuran subjektif (F(4,44)=0,50, p>0,05) namun terdapat pengaruh keberadaan tutor dalam video pembelajaran terhadap germane load pada pengukuran objektif (F(3,35)=4,23, p<0,05) dan (F(3,35)=3,32, p<0,05). Selanjutnya, menunjukkan bahwa keberadaan tutor dalam video pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap academic achievement (F(4,44)=2,85, p<0,05). Temuan penelitian menunjukkan bahwa video yang paling efektif adalah jenis video ke 3 yaitu video dengan tutor dalam bentuk kartun. Studi ini menegaskan bahwa keberadaan tutor dalam video pembelajaran memengaruhi germane load dan academic achievement
The differences in work strategy and work fatigue between female and male dentists during the COVID-19 pandemic in Indonesia
Work fatigue that occurs in female and male dentists can be caused by physical and psychological pressure that occurs continuously, to overcome this dentists need to make a work strategy. The purpose of this study was to determine differences in work strategy and work fatigue levels of female and male dentists during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Research questionnaires were distributed online and obtained by 311 dentists who are members of the IDA. The level of work fatigue was measured using the Fatigue Assessment Scale (FAS). The statistical difference test used the Mann–Whitney test. The results showed that there was a significant difference between female and male dentists on the work strategy ofhours of practice per day (p = 0.002), practice days per week (p = 0.000), average patients per day (p = 0.003) and adherence to wearing PPE (p = 0.011); however, there was no difference to the level of work fatigue (p = 0.558). This study concludes that there is no difference in the level ofwork fatigue between female and male dentists during the COVID-19 pandemic. This condition is caused by differences in work strategy arrangements which play an important role in the level of work fatigue
Analisis Numerik Aliran Darah Pada Pembuluh Darah Aorta Akibat Aneurisma Aorta Abdominal Menggunakan Metode Volume Hingga
Analisis Numerik Aliran Darah pada Pembuluh Darah Aorta Akibat Aneurisma
Aorta Abdominal dengan Menggunakan Metode Volume Hingga; Azza Liarista
Anggraini, 170210101067; 2021: 136 halaman; Program Studi Pendidikan
Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Aorta merupakan pembuluh darah arteri utama yang keluar dari jantung, untuk
menyuplai darah ke seluruh tubuh. Arteri terbesar yang ada di dalam tubuh manusia
yaitu aorta abdominal. Pelebaran aorta abdominal ini sering terjadi karena beberapa
faktor diantaranya faktor genetik, usia, jenis kelamin dan berat badan. Kondisi
melebarnya aorta abdominal secara abnormal disebut dengan Aneurisma Aorta
Abdominal. Oleh karena itu, Aneurisma Aorta Abdominal yang pecah dapat
menyebabkan perdarahan yang berbahaya bagi kehidupan.
Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian bertujuan untuk membangun
model matematika aliran darah pada pembuluh darah aorta dengan pengaruh diameter
pembengkakan, panjang pembengkakan, dan panjang leher proksimal untuk
mengetahui pola aliran pada pembuluh darah aorta. Model matematika tersebut
diselesaikan dengan menggunakan metode volume hingga. Selain itu, penelitian
ini juga bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode volume hingga dalam
menganalisis masalah kecepatan aliran darah pada pembuluh darah aorta akibat
Aneurisma Aorta Abdominal.
Kegiatan dalam penelitian ini dilakukan beberapa kegiatan yaitu : pertama,
melakukan studi pustaka yang berkaitan tentang Aneurisma Aorta Abdominalis.
Kedua, membangun model matematika dari persamaan momentum dan persamaan
kontinuitas massa. Model matematika yang telah terbentuk didiskritisasi
menggunakan diskritisasi QUICK sehingga diperoleh matriks global. Matriks global
yang telah diperoleh kemudian dilakukan komputasi menggunakan MATLAB.
Kemudian melakukan simulasi dengan FLUENT untuk mengetahui pola aliran darah
pada pembuluh darah aorta akibat Aneurisma Aorta Abdominal.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan:
1. Model matematika kecepatan aliran darah pada pembuluh darah aorta akibat
Aneurisma Aorta Abdominal sebagai berikut.
φw ((ρu − ρ) 4t4y) + φe ((ρ − ρu) 4t4y) +
φs ((ρv − ρ) 4t4x) + φn ((ρ − ρv) 4t4x) =
−P4t4y − P4t4x + µ
4t4y
4x
+ µ
4t4x
4y
(1)
dengan,
P =
128µlv
πd4
0
(2)
d0 = D + δ(1 + cos
2π
L0
(z − d −
L0
2
)) (3)
Keterangan :
ρ = Massa jenis darah
Ro = Jari-jari saluran normal
δ = Tinggi pembengkakan
L0 = Panjang pembengkakan
z = Arah aliran darah
d = Panjang leher proksimal
P = Tekanan
η = Viskositas
u = Kecepatan aliran darah pada sumbu-x
v = Kecepatan aliran darah pada sumbu-y
l = Panjang saluran pembuluh darah aorta abdominal
4t = waktu aliran fluida
4x = panjang aliran fluida pada sumbu-x
4y = panjang aliran fluida pada sumbu-yArif Fatahillah, S.Pd., M.Si (Dosen Pembimbing)
Susi Setiawani, S.Si., M.Sc.(Dosen Pembimbing
“Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada penderes karet di sub- divisi D/II PT. Bridgestone sumatera ruber estate
Hampir semua pekerjaan akan beresiko menimbulkan musculoskeletal disorder
(MSDs). Prevalensi penyakit MSDs di indonesia berdasarkan diagnosis yang
pernah di lakukan oleh tenaga kesehatan yaitu 11,9% dan berdasarkan diagnosis
atau gejala yaitu 24,7%. Penderes di Sub-Divisi D/II PT.BSRE juga mengalami
keluhan musculoskeletal seperti nyeri , pegal, kesemutan, kaku pada leher, bahu
bagian atas, tangan, pinggang, punggung bagian bawah, serta pegal pada bagian
kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada penderes di
Sub-Divisi D/II PT. Bridgestone Sumatera Ruber Estate . Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen
yang di gunakan yaitu kuesioner dan observasi langsung . Sampel penelitian ini
berjumlah 69 orang . Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan dengan
umur,masa kerja, dan sikap kerja dengan nilai p-value=0,000 (p <0,05), dan
berhubungan dengan kebiasaan merokok p-value=0,012 (p <0,05). Variabel yang
tidak berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) yaitu lama
kerja dimana variabel ini tidak dapat di gambarkan karena memiliki nilai yang
konstan sehingga hubungan dengan MSDs tidak dapat di buktikan. Saran bagi
peneliti untuk perusahaan yaitu memberikan arahan kepada penderes untuk
melakukan streatching atau peregangan ringan sebelum bekerja dan ketika pada
saat bekerja 2 jam sekali selama 5 menit guna memberikan kenyamanan dan
mengurangi nyeri yang di rasakan
UJ I TOKS I S I TAS EKS T RAK DAUN RAMBUTAN ( Nephel i um l appaceum L. ) TERHADAP MORTALITAS L A R V A S p o d o p t e r a f r u g i p e r d a
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN RAMBUTAN
(Ne p h e l i u m l a p p p a c e u m L.) TERHADAP
MORTALITAS LARVA Spodoptera frugiperda
Putri Anggaraini (11780223644)
Di bawah bimbingan Yusmar Mahmud dan Raudhatu Shofiah
INTISARI
Ekstrak daun rambutan berpotensi sebagai pestisida nabati terhadap
mortalitas larva Spodopter frugiperda karena mengandung senyawa flavonoid,
saponin, tanin, dan alkaloid yang akan mengganggu sistem pencernaan hama,
sistem pernafasan, sistem saraf, dan bertidak sebagai racun perut bagi larva.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas pada beberapa konsentrasi
ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap mortalitas larva
Spodoptera frugiperda.. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai
Desember 2023 di Laboratorium Patologi, Entomologi dan Mikrobiologi dan Ilmu
Tanah (PEMTA) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri
Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap
(RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) dengan
masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter pengamatan pada larva
Spodoptera frugiperda meliputi perubahan fisik larva Spodoptera
frugiperda,waktu awal kematian larva Spodoptera frugiperda (jam), mortalitas
harian (%), mortalitas total, dan Lethal Concentration (LC
). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekstrak daun rambutan pada konsentrasi 40% menunjukkan
konsentrasi terbaik memiliki dengan waktu awal kematian 43 jam, persentase
mortalitas 82,5% dan nilai LC
sebesar 27,9%.
50
50
Kata Kunci : Ekstrak daun rambutan, pestisida nabati, Spodoptera frugiperd
ANALISA PELABELAN SELIMUT (a; d) ¡ H-ANTI AJAIB SUPER PADA GRAF RANTAI DAN KAITANNYA DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI
Salah satu topik dalam graf adalah pelabelan graf. salah satu pelabelan graf
yaitu pelabelan selimut (a; d)¡H anti ajaib super, dimana a bobot selimut terkecil
dan d nilai beda. Graf Rantai dinotasikan dengan K4Pn merupakan pengemban-
gan dari graf lengkap yang membentuk lintasan. Graf ini merupakan graf yang
memiliki berindeks n. Gabungan diskonektif graf Rantai merupakan gabungan
saling lepas dari k duplikat graf Rantai dan dinotasikan dengan mK4Pn. Tu-
juan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui batas atas pelabelan selimut
(a; d)¡H-anti ajaib super pada graf Rantai konektif dan diskonektif, apakah graf
Rantai memiliki pelabelan selimut (a; d) ¡ H anti ajaib super, dan keterkaitan
proses menemukan pelabelan selimut (a; d)¡H anti ajaib super pada graf Rantai
dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif aksiomatik,
yaitu dengan menetapkan pengertian dasar selimutH anti ajaib super. Kemudian
diterapkan dalam pelabelan selimut-H anti ajaib super pada graf Rantai. Hasil
penelitian ini adalah teorema baru dan batas atas serta keterkaitan keterampilan
berpikir tingkat tinggi dengan pelabelan selimut (a; d) ¡ K4 anti ajaib super.
Graf Rantai konektif memiliki pelabelan selimut (a; d)¡K4 anti ajaib super
untuk d = f0; 1; 2; : : : ; 48g. Hasil Penelitian ini. Hasil penelitian ini dibuktikan
pada teorema bahwa Graf Rantai konektif K4Pn terdapat fungsi bijektif pelabelan
selimut yaitu (18n + 37; 48); (24n + 31; 36); (54n + 1; 24); (31n + 24; 22); (33n +
22; 18); (34n+21; 16); (35n+20; 14); (36n+19; 12); (37n+18; 10); (38n+17; 8);
(39n + 16; 6); (40n + 15; 4); (41n + 14; 2); dan (42n + 14; 0)¡K4 anti ajaib super
untuk n ¸ 2. Terdapat konjektur pelabelan titik selimut pada graf Rantai KsPn
yaitu ada pelabelan titik titik selimut ( s2+s
2 ; s2 ¡ s) ¡ Ks anti ajaib pada graf
viii
Rantai KsPn untuk s ¸ 2 dan n ¸ 2. Konjektur pelabelan selimut yaitu ada
pelabelan selimut (a; d)¡Ks anti ajaib super pada graf Rantai KsPn untuk s ¸ 2
dan n ¸ 2.
Graf Rantai diskonektif mK4Pn memiliki pelabelan selimut (a; d)¡K4 anti
ajaib super untuk d < 50. Hasil penelitian ini dibuktikan pada teorema bahwa
Graf Rantai diskonektif mK4Pn terdapat fungsi bijektif pelabelan selimut yaitu
(21mn + 9m + 25; 40, (69mn ¡ 28m ¡ 12n + 28; 32), (29mn + 2m ¡ 2n + 28; 28),
(61mn¡10n¡22m+ 28; 20), (37mn¡4m¡4n + 28; 16), (36mn + 8m+ 13; 10),
(37mn + 8m + 12; 8), (38mn + 8m + 11; 6), (39mn + 8m + 10; 4), dan (40mn +
8m + 9; 2) ¡ K4 anti ajaib super untuk n ¸ 2 dan m ¸ 2.
Kaitan antara keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan pelabelan selimut
(a; d) ¡ K4 anti ajaib super yakni mengingat yaitu mengidenti¯kasi famili graf,
memahami yaitu menghitung jumlah titik p dan sisi q, menentukan batas atas
nilai beda d pada graf Rantai, menerapkan yaitu menentukan label titik dan
menentukan fungsi bijektif bobot titik selimut, menganalisa yaitu menentukan
label sisi dan fungsi bijektif sisi, menegembnagkan fungsi sisi dan bobot total,
mengevaluasi yaitu membuktikan kebenaran fungsi dan mencipta yaitu tercipta
teorema baru
The association between vitamin D deficiency and the clinical outcomes of hospitalized COVID-19 patients [version 4; peer review: 2 approved, 2 not approved]
Background Vitamin D deficiency is an emerging public health problem that affects more than one billion people worldwide. Vitamin D has been shown to be effective in preventing and reducing the severity of viral respiratory diseases, including influenza. However, the role of vitamin D in COVID-19 infection remains controversial. This study aimed to analyze the association of vitamin D deficiency on the clinical outcome of hospitalized COVID-19 patients. Methods A prospective cohort study was conducted among hospitalized COVID-19 patients at two COVID-19 referral hospitals in Indonesia from October 2021 until February 2022. Results The median serum 25(OH)D level in 191 hospitalized COVID-19 patients was 13.6 [IQR=10.98] ng/mL. The serum 25(OH)D levels were significantly lower among COVID-19 patients with vitamin D deficiency who had cardiovascular disease (p-value=0.04), the use of a ventilator (p-value=0.004), more severe COVID-19 cases (p-value=0.047), and mortality (p-value=0.002). Furthermore, serum 25(OH)D levels were significantly different between patients with mild and severe COVID-19 cases (p-value=0.019). Serum 25(OH)D levels in moderate and severe COVID-19 cases were significantly different (p-value=0.031). Lower serum 25(OH)D levels were significantly associated with an increased number of comorbidities (p-value=0.03), the severity of COVID-19 (p-value=0.002), and the use of mechanical ventilation (p-value=0.032). Mortality was found in 7.3% of patients with deficient vitamin D levels. However, patients with either sufficient or insufficient vitamin D levels did not develop mortality. Conclusions COVID-19 patients with vitamin D deficiency were significantly associated with having cardiovascular disease, mortality, more severe COVID-19 cases, and the used of mechanical ventilation. Lower serum 25(OH)D levels were associated with an increased number of comorbidities, COVID-19 severity, and the use of mechanical-ventilation. Thus, we suggest hospitalized COVID-19 patients to reach a sufficient vitamin D status to improve the clinical outcome of the disease
Analisa Pelabelan Selimut (a,d)-H-Anti Ajaib Super pada Graf Rantai
Pelabelan graf merupakan suatu pemetaan satu satu atau onto (fungsi bijektif) yang memetakan himpunan dari elemen elemen graf (sisi dan titik) ke himpunan biangan bulat pofitif. Pelabean selimut (a,d) -H anti ajaib super adalah pelabelan terhadap unsur titik dan sisi pada graf dengan bilangan asli {1,2,3, . . . , p+q} sedemikian hingga bobot selimut H membentuk barisan aritmatika {a,a+d,a+2d, . . . , a+(k-1)d} dengan a adalah suku pertama, d adalah beda, dan k adalah jumlah selimutnya dan label terkecil ada pada titiknya. Graf Rantai adalah graf yang dinotasikan dengan K4Pn. Graf Rantai berasal dari graf lintasan yang terdiri dari graf Lengkap. Graf Rantai merupakan shackle titik yang disimbolkan dengan shack(K4,v,n), sehingga shack(K4,v,n) memiliki arti sama dengan K4Pn. Pada penelitian ini, akan dipelajari tentang pelabelan selimut (a,d)-H-anti ajaib super pada graf Rantai dengan menggunakan aksioma deduktif dan metode pendektesian pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabelan selimut (a,d)-H-anti ajaib super pada graf Rantai mempunyai batas atas d £ 48 dan mengasilkan teorema
- …
