25 research outputs found

    EVALUASI PROSES PEMBUATAN LAPORAN INTERNAL DAN PEMANFAATAN INFORMASI REKAM MEDIS RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA PEKANBARU 2015

    Get PDF
    Reporting hospital is an organization tool that aims to be able to generate reports in a quick, precise and accurate. This type of reporting consists of internal and external reports. From the observations which the author did to the internal hospital report Islam Ibnu Sina Pekanbaru, still found error calculation by nurses in Inpatient census room and Out patient so the summation becomes out of sync. With the rekapan of an error report is not accurate and the information needed to be less precise. Internal reporting utilized by the hospital especially the Director as well as the Foundation. As for the research purposes for causing Internal Report making process and utilization of medical record Information in hospital Islam Ibnu Sina Pekanbaru 2015.The design of this research is descriptive research with qualitative approach. Descriptive research is a method of research conducted with the goal to create a picture or descriptive of a situation objectively conducted in April-May 2016 with 3 Informant, Deputy Director, head of Unit, medical record and medical record Clerk.The research of data processing for medical record in hospital Islam Ibnu Sina be it Assembling, Coding, Indexing, and reporting already done with optimal. The process of making the report and the information already put to good use by the Director or such a Foundation report MOR. And for the utilization of medical record information used for decision making research and education.The conclusion to the Medical Record data processing already carried out with optimal. The process of creating reports and information were already well underway, and the utilization of medical record information already utilized by the Board of Directors for decision making. His medical record officers must quickly in input and merekap every day, room nurses should carefully in making the census, and the hospital must be responsible for protecting information. &nbsp

    Pelaksanaan Pemberian Informasi dan Kelengkapan Informed Consent di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang (RSUD Bangkinang)

    Get PDF
    Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau walinya yang berhak kepada dokter untuk melakukan suatu tindakan medis terhadap pasien sesudah memperoleh informasi lengkap dan yang dipahaminya mengenai tindakan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberian informasi dan kelengkapan informed consent di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang (RSUD Bangkinang). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan tehnik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan pemberian informasi sudah sesuai dengan standar yang ada. Kelengkapan formulir informed consent menurut rentang nilai kualitas pengisian data oleh arikunto (1992) termasuk kedalam kategori tidak baik hal ini terlihat pada pengisian identitas pasien untuk alamat pasien 14 (14.6%) terisi lengkap dan kelengkapan pengisian identitas penanggung jawab pasien untuk alamat 25 (26.0%) diisi lengkap. kelengkapan untuk pengisian autentikasi pasien untuk jenis tindakan medik 39 (40.6%) diisi lengkap, dan juga untuk pengisian istilah medis 45 (46.9%) diisi lengkap, Begitu juga dengan nama dan tanda tangan saksi I yaitu dari pihak pasien 52 (54.2%) diisi lengkap. Kesimpulan yaitu pelaksanaan pemberian informasi sudah ada, dimulai dari ruang rawat inap dokter memberikan informasi sampai dengan pasien sebelum melakukan tindakan medik. pada kelengkapan identitas termasuk dalam kategori tidak baik, dan kelengkapan autentikasi termasuk dalam kategori kurang baik.dengan saran diharapkan kepada direktur rumah sakit untuk memperhatikan kelengkapan informed consent yang di isi oleh dokter maupun perawat agar terisi dengan lengka

    Evaluasi Proses Pembuatan Laporan Internal Dan Pemanfaatan Informasi Rekam Medis Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru 2015

    No full text
    Reporting hospital is an organization tool that aims to be able to generate reports in a quick, precise and accurate. This type of reporting consists of internal and external reports. From the observations which the author did to the internal hospital report Islam Ibnu Sina Pekanbaru, still found error calculation by nurses in Inpatient census room and Out patient so the summation becomes out of sync. With the rekapan of an error report is not accurate and the information needed to be less precise. Internal reporting utilized by the hospital especially the Director as well as the Foundation. As for the research purposes for causing Internal Report making process and utilization of medical record Information in hospital Islam Ibnu Sina Pekanbaru 2015.The design of this research is descriptive research with qualitative approach. Descriptive research is a method of research conducted with the goal to create a picture or descriptive of a situation objectively conducted in April-May 2016 with 3 Informant, Deputy Director, head of Unit, medical record and medical record Clerk.The research of data processing for medical record in hospital Islam Ibnu Sina be it Assembling, Coding, Indexing, and reporting already done with optimal. The process of making the report and the information already put to good use by the Director or such a Foundation report MOR. And for the utilization of medical record information used for decision making research and education.The conclusion to the Medical Record data processing already carried out with optimal. The process of creating reports and information were already well underway, and the utilization of medical record information already utilized by the Board of Directors for decision making. His medical record officers must quickly in input and merekap every day, room nurses should carefully in making the census, and the hospital must be responsible for protecting information. &nbsp

    Analisis Alur Pelaksanaan Retensi Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit X Pekanbaru

    Get PDF
    Pelaksanaan retensi telah berjalan di Rumah Sakit X Pekanbaru dimana masih perlu ada pembenahan terkait SOP pelaksanaanya, adapun tujuan dalam pengabdian ini mengenai kebijakan sistem retensi, pelaksanaan sistem retensi dan masalah atau hambatan retensi berkas rekam medis di rumah sakit. Pengabdian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, dengan hasil bahwa dalam retensi berkas rekam medis Rumah sakit X memiliki kebijakan pelaksanaan retensi berkas rekam medis yaitu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/Per/III/2008, Peraturan Direktur Rumah Sakit dan SOP yang berlaku di rumah sakit. Pelaksanaan retensi berkas rekam medis dengan memindahkan berkas rekam medis aktif ke inaktif walaupun terdapat hambatan yaitu kurangnya petugas untuk melakukan retensi, ataupun kurangnya rak penyimpanan berkas rekam medis. Berdasarkan hasil review artikel penelitian, pelaksanaan retensi berkas rekam medis dirumah sakit pada umumnya telah dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan setiap rumah sakit walaupun terdapat masalah atau hambatan seperti kurangnya petugas ataupun tidak adanya jadwal retensi arsip dalam SOP

    Peranan Rekam Medis Elektronik (RME) Terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Riau Tahun 2021

    No full text
    Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. Di Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Sejak berkembangnya e-Health, RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA), namun demikian para tenaga kesehatan dan pengelola sarana pelayanan kesehatan masih ragu untuk menggunakannya karena belum ada peraturan perundangan yang secara khusus mengatur penggunaannya. Sejak dikeluarkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 telah memberikan jawaban atas keraguan yang ada. UU ITE telah memberikan peluang untuk implemetasi RME. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologi informasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME. Kata Kunci: Rekam Medis, Elektronik, system informasi manajemen,RSU

    For Granting Information and Completeness Informed Consent in the District General Hospital Bangkinang ( RSUD Bangkinang )

    Get PDF
    Informed consent is an agreement given by the patient or his who is entitled to medical doctors to perform a the act of medical towards patients after obtain information complete and that this belief that about the act. This study attempts to of the provision of information and completeness informed consent in the district general hospital bangkinang (RSUD Bangkinang) .The kind of research this is qualitative approach quantitative method. Technique data collection observation and guidelines. Technique data analysis was conducted using technique quantitative and qualitative analysis. The results of the study that a groove for granting information is in line with the theory that is . Completeness for charging identity patients to address patients 14 ( 14.6 % ) unfilled complete. It also applies to completeness charging identity responsible for patients to address 25 ( 26.0 % ) filled complete. Completeness for charging autentikasi a patient to kind of action medical 39 ( 40.6 % ) filled complete, and also for charging the medical term 45 ( 46.9 % ) filled complete, so are the name and signature witness i from the patients 52 ( 54.2 % ) filled complete. This conclusion that is a groove for granting information already exists , started from inpatient rooms doctor give information to with a patient prior to the act of medical. In completeness identity included in a category not good , and comprehensiveness of autentikasi included in a category less baik.dengan advice expected to director of the hospital to heed completeness informed consent in contents of by doctors and nurses that to fill with complete&nbsp

    Evaluasi Penerapan SIMRS Dengan Metode EUCS (End User Computing Satisfaction) Di Instalasi Rekam Medis RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2021

    No full text
    Salah satu model untuk mengevaluasi sistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). EUCS adalah metode untukmengukur tingkat kepuasan dari pengguna suatu sistem aplikasi dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan dari sebuah sistem informasi.Model evaluasi EUCS ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh. Evaluasi dengan menggunakan model ini lebih menekankan kepada kepuasan(satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi berdasarkan dimensi isi, keakuratan, format, ketepatan waktu dan kemudahan penggunaan sistem. Metode End-User Computing Satisfaction (EUCS), merupakan cara untuk melakukan penilaian keseluruhan evaluasi, dimana pengguna telah merasa puas terhadap sebuah sistem informasi dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini. Pengukuran terhadap kepuasan telah memiliki sejarah yang panjang dalam disiplin ilmu sistem informasi. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh dimana keduanya menekankanpada kepuasan (satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi. Penilaian kepuasan tersebut dilihat dari 5 (lima) macam perspektif ataudimensi yaitu isi (concent), keakuratan (accuracy), format, kemudahan penggunaan (easy of use) dan waktu (timeliness). Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya Salah satu model untuk mengevaluasisistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). Kata Kunci : SIMRS, EUCS, Rekam Medis, Rumah Sakit, Kepuasan    Penggun

    PERENCANAAN PENGELOLAAN REKAM MEDIS SESUAI DENGAN STANDAR PEDOMAN PENYELENGGARAAN DAN PROSEDUR REKAM MEDIS DIKLINIK PRATAMA KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    Rekam Medis (RM) mempunyai tujuan untuk melindungi pasien dan dokter yang berkaitan dengan hukum serta menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pimpinan bertanggung jawab menyediakan sarana unit rekam medis yang meliputi ruang, peralatan dan tenaga yang memadai sehingga pengelolaan rekam medis dapat bejalan dengan baik. Klinik Pratama Rumah Zakat dan Indo Sehat sudah melaksanakan rekam medis secara manual, namun untuk pengelolaanrekam medis belum tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis seperti formulir rawat jalan, map, dan rak penyimpanan. Oleh karena itu dengan dilakukanya Ipteks bagi masyarakat ini dapat memperbaiki pengelolaan rekan medis di dua klinik pratama tersebut

    AN INVESTIGATION OF MOOD AND TRANSITIVITY ANALYSIS IN THE SHORT STORY “FRUIT PASSIONâ€

    Get PDF
    This research aimed to investigate mood and transitivity analysis  employed in popular short story Fruit Passion. the reseacher choose one of short story from 8th grade of junior high school students’ textbook. This text belongs to jokes for kids which mostly found in meme. The objectives of the research are analysing the interpersonal meaning realized in the short story by identifying the mood types, speech roles, and modality. Besides that, identifying the process based on ideational meaning and explaining the contribution of both interpersonal meaning and ideational meaning towards teaching English as a foreign language in Indonesia. The result revealed that the prominent use of  statements in the text, the author provides a broad and comprehensible information in the short story. Therefore, the objective of the text is successfully achieved based on the text genre. Besides that, the existence of ideational meaning which apply material process as the dominant process revealed that mostly the story emphasizes on what the actor do or what happen to the actor. The employment of material process in narrative text assists the author in designing the story plot in order to construct comprehensible and meaningful story. Keywords: Mood analysis, transitivity, short-story

    EVALUASI VISUAL DISPLAY PAPAN INFORMASI BANDAR UDARA AJI PANGERAN TUMENGGUNG PRANOTO DENGAN USABILITY TESTING

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected] Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 202
    corecore