4,632 research outputs found

    Sikap dalam Menghadapi Banjir Rob pada Lansia (Usia 45-65 Tahun) di Pesisir Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo

    Get PDF
    Stres adalah suatu kedaan reaksi psikis dan fisik kepada setiap tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan menggangu stabilitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Stres berhubungan dengan suatu kenyataan yang tidak dikehendaki atau tidak sesuai dengan harapan dan situasi yang menekan. Beberap faktor penyebab stres, diantaranya : lingkuang, trauma, perkembangan, penyakit fisik atau cedera, faktor keluarga dan pekerjaan. Lingkuangan biasanya kondisi suatu wilayah yang tidak menyenangkan contohnya bencana alam. Banjir rob juga termasuk dari bencana alam. seperti halnya yang dialami masyarkat pesisir Kalibuntu yang saban bulannya terendam banjir rob. Masyarakat perlu menyikapinya dengan respon yang positif sehingga tidak terjadi stres. Tujuan dari penelitian ini adalah Untul Mengetahui hubungan sikap dengan banjir rob terhadap stres pada lansia di Desa Pesisir Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan pemilihan sample menggunakan total sampling sebanyak 50 responden. Menggunakan uji rank spearmen. Hasil penelitian sikap masyarakat kalibuntu dalam menghadapi banjir rob : Corelation coefficient 1000, Sig (2-tailed) 000, sedangkan stres : 722, Sig (2-tailed) 000. Kesimpulannya Terdapat hubungan antara sikap ketika menghadapi banjir rob dengan stres pada lansia di Pesisir Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

    KONSEP SEKOLAH ALAM DI SMP IT ALAM NURUL ISLAM YOGYAKARTA DITINJAU DARI INTERIOR DAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep sekolah alam di SMP IT Alam Nurul Islam Yogyakarta ditinjau dari aspek yang meliputi pembelajaran, fasilitas, elemen interior bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah SMP IT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Penelitian ini difokuskan pada pembelajaran, fasilitas dan interior bangunan yang berkaitan dengan konsep sekolah alam. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi data teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) SMP IT Alam Nurul Islam menggunakan pembelajaran berbasis alam yaitu mengutamakan hubungan yang intensif dengan alam sekitar. Kurikulum yang digunakan mengacu kepada aspek akhlak, pengetahuan, kepemimpinan dan kewirausahaan, serta menjadikan alam sebagai media pembelajaran agar anak mendapat ilmu yang sebanyak-banyaknya dari alam semesta. (2) Ketersedian jumlah fasilitas sebagai sekolah umum sudah optimal sesuai dengan standar ketentuan pemerintah dan ruang kelas dirancang menyatu dengan suasana alam diluar kelas melalui jendela kaca dan rongga ventilasi dari dinding kayu. (3) Elemen bangunan interior (lantai, dinding, langit- langit, pintu, jendela, tangga) diutamakan mengunakan material bangunan yang berasal dari alam (anyaman bambu dan kayu kelapa) sehingga menampilkan bangunan yang menyatu dengan alam material dan material yang digunakan tersedia di lokasi berdirinya sekolah yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta.. Pengolahan tata kondisi ruang (pencahayaan, penghawaan, akustik) mengoptimalkan penggunaan sumber alami. Namun, dalam menjalankan visi dan misinya sekolah ini masih dalam proses pemenuhan sarana dan prasarana yang lebih canggih untuk melaksanakan pembelajaran berbasis alam

    Komunikasi organisasi antarpelajar dalam membangun moderasi beragama di SMP Alam Nurul Furqon Rembang

    Get PDF
    Heterogenitas merupakan salah satu elemen yang diverifikasi sebagai pemicu konflik antarorganisasi keagamaan. Meskipun demikian, fenomena heterogenitas di SMP Alam Nurul Furqon Rembang telah mampu mengalihkan perbedaan sebagai pendorong terwujudnya sinergitas. Tiga organisasi yang melakukan afiliasi berbeda telah mampu membangun komunikasi organisasi dengan baik. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana komunikasi organisasi antarpelajar di SMP Alam Nurul Furqon? (2) Bagaimana komunikasi organisasi dapat mempengaruhi moderasi beragama di SMP Alam Nurul Furqon? Permasalahan penelitian dibahas melalui studi lapangan. Lokasi penelitian berada di SMP Alam Nurul Furqon di Desa Mlagen, Pamotan, Rembang. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi partisipan di SMP Alam Nurul Furqon Rembang. Semua data dianalisis dengan pendekatan komunikasi dan analisis studi kasus. Penelitian ini menggunakan logika induksi, deduksi, dan refleksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Komunikasi organisasi antarpelajar dari IPNU, IPM, dan PII mengalami proses komunikasi yang terstruktur dan tidak terstruktur sehingga menimbulkan budaya komunikasi tersendiri. (2) Budaya komunikasi yang terbentuk berakibat pada terbentuknya karakter pelajar SMP Alam Nurul Furqon yang mencerminkan moderasi beragama melalui terciptanya lingkungan yang inklusif, egaliter, dan sikap saling toleran. ABSTRACT: Heterogeneity is one of the elements verified as a trigger for conflict between religious organizations. Nevertheless, the phenomenon of heterogeneity at SMP Alam Nurul Furqon Rembang has been able to shift differences as a driver for the realization of synergy. Three organizations that have different affiliations have been able to build good organizational communication. This research will answer the questions: (1) How is organizational communication between students at Alam Nurul Furqon Middle School? (2) How can organizational communication influence religious moderation at Alam Nurul Furqon Middle School? Research problems are discussed through field studies. The research location is at Alam Nurul Furqon Middle School in Mlagen Village, Pamotan, Rembang. Data sources were obtained through in-depth interviews, documentation studies, and participant observation at Alam Nurul Furqon Middle School, Rembang. All data was analyzed using a communication approach and case study analysis. This research uses the logic of induction, deduction and reflection. This research shows that (1) Organizational communication between students from IPNU, IPM, and PII experiences a structured and unstructured communication process, giving rise to its own communication culture. (2) The culture of communication that is formed results in the formation of the character of Alam Nurul Furqon Middle School students who reflect religious moderation through the creation of an inclusive, egalitarian and tolerant environment

    STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDEKATAN EMPAT PILAR SEKOLAH ALAM DI SDIT ALAM NURUL ISLAM YOGYAKARTA

    Get PDF
    Pembentukan karakter kepada anak, khususnya jenjang sekolah dasar sangat penting. Namun realitanya, karakter dan moral siswa semakin merosot dalam dunia pendidikan. SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta merupakan salah satu sekolah swasta unggulan yang berfokus pada pembentukan karakrer dan moral siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) strategi pembentukan karakter siswa melalui program ‘shalih’; (2) strategi pembentukan karakter siswa melalui program ‘pembelajar’; (3) strategi pembentukan karakter siswa melalui program ‘pemimpin’; (4) strategi pembentukan karakter siswa melalui program ‘bisnis’ di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Teknik analisis data didasarkan pada teori Miles dan Huberman, yaitu (i) penggumpulan data, (ii) redukai data, (iii) penyajian data, dan (iv) penarikan kesimpulan/verifikasi. Kemudian, triangulasi teknik melalui wawancara dengan narasumber secara langsung. Kemudian, tianggulasi sumber melalui kegiatan observasi dan dokumentasi di lapangan. SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta membentuk karakter siswa melalui pendekatan empat pilar sekolah alam, yaitu ‘shalih’, ‘pembelajar’, ‘pemimpin’, dan ‘bisnis’. Program ‘shalih’ dilaksanakan melalui kegiatan keteladanan dan pembiasaan. Program ‘pembelajar’ dilaksanakan kegiatan belajar bersama alam (BBA) dan riset. Program ‘pemimpin’ melalui kegiatan pramuka dan outbound. Terakhir, program ‘bisnis’ dilakukan melalui kegiatan berkebun, beternak, dan berjualan. Kata Kunci: sekolah alam, karakter, pilar pendidikan&nbsp

    IMPLEMENTASI PROGRAM MARKET DAY SEBAGAI SARANA MENGEMBANGKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN SISWA SDIT ALAM NURUL ISAM

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program market day dan ketercapaian program market day sebagai sarana mengembangkan karakter kewirausahaan siswa SDIT Alam Nurul Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiandeskriptif-kualitatif. Setting penelitian di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta pada bulan September sampai November 2017. Subyek penelitian adalah guru, penanggungjawab program market day, kepala sekolah, orang tua, dan siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta asesmen diri. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program market daydi SDIT Alam Nurul memiliki lima tahapan pelaksanaan yakni tahap eksplorasi, tahap perencanaan, tahap produksi, tahap penjualan, dan tahap refleksi. Hasil ketercapaian program market day menunjukan peningkatan secara keseluruhan dari nilai-nilai karakter kewirausahaan sesuai dengan tingkatan kelas.Kata kunci: karakter kewirausahaan, market day, sekolah dasar AbstractThe aim of this study is to describe how the realization and the achievement of a market day program for entrepreneurship character building in the SDIT Alam Nurul Islam students. In this research, the researcher applied descriptive-qualitative methode taking SDIT Alam Nurul Islam for Septemberber to November 2017. The study subject were teachers, head master, parents, and students in SDIT Alam Nurul Islam. The data were collected by observation, interview, self-asessemnt and doucumentary study.. The data were validated by using sources triangulation and technique triangulation. The result of study showed that the program of market day in SDIT Alam Nurul Islam have had five stagesincluding exploring, planning, producingt, marketing and reflecting. There was improvement of entrepreneurship character values among students tailord by class levelKeyword : entrepreneurship character, market day, elementary school

    KULTUR SEKOLAH DI SD ISLAM TERPADU ALAM NURUL ISLAM GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur sekolah, proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan kultur yang ada di Sekolah Dasar Islam Terpadu Alam Nurul Islam Gamping, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru, staf/ administrasi/ tata usaha sekolah di SDIT Alam Nurul Islam Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Uji validitas data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) SDIT Alam Nurul Islam merupakan sekolah alam yang memiliki keunggulan serta kultur positif yang didukung oleh kultur fisik yang baik, serta kultur non fisik yang dimiliki SDIT Alam Nurul Islam juga menggambarkan kultur positif. Nilai-nilai yang dibudayakan di dalam sekolah seperti nilai kebersihan, nilai gemar membaca, nilai kedisiplinan, nilai religi, nilai kejujuran, dan nilai berprestasi. (2) Proses pembelajaran SDIT Alam Nurul Islam menggunakan berbagai kurikulum, untuk pembelajaran yang di kombinasikan dari kurikulum KTSP, Kurikulum 2013, dan Kurikulum JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu). (3) Faktor pendukung yaitu visi misi sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, hubungan antar warga sekolah, kurikulum. Faktor penghambat yaitu perawatan sekolah perlu ditingkatkan, guru masih menggunakan acuan mengajar yang lama tidak sesuai dengan acuan sekolah, siswa masih ada yang melanggar aturan sekolah

    Evaluasi Strategi Penanaman Nilai-Nilai Moral di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) integrasi nilai moral pada kegiatan pembelajaran di SDIT Alam Nurul Islam, (2) integrasi nilai moral pada manajemen sekolah di SDIT Alam Nurul Islam, (3) integrasi nilai moral pada kegiatan pembinaan kesiswaan di SDIT Alam Nurul Islam, (4) mengetahui efektivitas dari mengintegrasikan penanaman nilai moral di SDIT Alam Nurul Islam. Penelitian kualitatif dengan pendekatan goal free evaluation digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru, siswa, dan kepala sekolah. Objek penelitian adalah evaluasi strategi penanaman nilai-nilai moral di SDIT Alam Nurul Islam. Keabsahan data ditentukan dengan cara: observasi secara terus-menerus, triangulasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Cara SDIT Alam Nurul Islam mengintegrasikan nilai moral dalam kegiatan pembelajaran sudah tepat, melalui strategi reward dan punishment, cerita (story telling), kegiatan spontan/langsung, keteladanan dan pembiasaan, dan BTAQ (Baca Tulis Al Qur’an), buku mutaba’ah, pustaka, film/video, tugas piket, dan berkebun. (2) Cara SDIT Alam Nurul Islam mengintegrasikan nilai moral melalui manajemen/budaya sekolah sudah tepat, yakni melalui strategi tadarus Al Qur’an, tahfidh/hafalan surat pendek, alma’surat, sholat dhuhur dan sholat jum’at berjama’ah; makan siang terorganisir, sholat dhuha. (3) Cara SDIT Alam Nurul Islam mengintegrasikan nilai moral dalam kegiatan pembinaan kesiswaan sudah tepat, kegiatan pembinaan kesiswaan market day, outbond, kepramukaan, mabit, muhayyam, dan berkebun. (4) Pengintegrasian penanaman nilai moral melalui kegiatan pembelajaran, manajemen/budaya sekolah, dan kegiatan pembinaan kesiswaan sudah tepat. Kenyataan menunjukkan bahwa siswa terlihat sudah terbiasa dan nyaman dengan berbagai peraturan dan budaya sekolah yang mendukung mereka untuk melaksanakan nilai-nilai moral yang selama ini ditanamkan. Hal ini tampak dari munculnya kesadaran siswa dalam melaksanakan ibadah karena sudah dibiasakan dalam kegiatan buka kelas siswa wajib untuk melaksanakan sholat dhuha, tahfidh/hafalan, membaca alma’surat, untuk kelas atas wajib sholat dhuhur berjama’ah di masjid dan bergantian memberikan kultum serta tadarus Al Qur’an, berdo’a ketika akan dan setelah melakukan kegiatan, terbiasa jujur dalam mengambil jatah snack maupun makan siang, terbiasa untuk mandiri dan bertanggung jawab dengan peralatan makannya yaitu dengan mencucinya sendiri. Strategi penanaman nilai moral di SDIT Alam Nurul Islam sudah termasuk kategori efektif

    KULTUR SEKOLAH DI SD ISLAM TERPADU ALAM NURUL ISLAM GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur sekolah, proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan kultur yang ada di Sekolah Dasar Islam Terpadu Alam Nurul Islam Gamping, Sleman, Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru, staf/ administrasi/ tata usaha sekolah di SDIT Alam Nurul Islam Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Uji validitas data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) SDIT Alam Nurul Islam merupakan sekolah alam yang memiliki keunggulan serta kultur positif yang didukung oleh kultur fisik yang baik, serta kultur non fisik yang dimiliki SDIT Alam Nurul Islam juga menggambarkan kultur positif. Nilai-nilai yang dibudayakan di dalam sekolah seperti nilai kebersihan, nilai gemar membaca, nilai kedisiplinan, nilai religi, nilai kejujuran, dan nilai berprestasi. (2) Proses pembelajaran SDIT Alam Nurul Islam menggunakan berbagai kurikulum, untuk pembelajaran yang di kombinasikan dari kurikulum KTSP, Kurikulum 2013, dan Kurikulum JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu). (3) Faktor pendukung yaitu visi misi sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, hubungan antar warga sekolah, kurikulum. Faktor penghambat yaitu perawatan sekolah perlu ditingkatkan, guru masih menggunakan acuan mengajar yang lama tidak sesuai dengan acuan sekolah, siswa masih ada yang melanggar aturan sekolah.Kata kunci: kultur, kultur sekolah, SDIT Alam Nurul IslamAbstractThis study aims to describe the culture of the school, the learning process, as well as supporting factor and a barrier to the application of the existing culture in elementary school Nature Islam Nurul Islam Limestone, Sleman, Yogyakarta.This research used the qualitative approach with a descriptive method. The subject of the research in this study was the principal, teachers, staff/administration/administrative schools in the SDIT Nurul Islam Natural Limestone, Sleman, Yogyakarta. Collection using the interactive models, Miles and Huberman. Test the validity of the data through triangulation of sources and triangulation techniquesThe results showed that, (1) Natural SDIT Nurul Islam is a nature school has advantages as well as the positive culture supported by good physical culture, as well as the non physical culture owned Natural SDIT Nurul Islam also describe the culture positive. The values be cultivated within the school such as cleanliness, value the value of an avid reader, the value of discipline, religious values, the values of honesty, and value of overachievers. (2) The relationship of interaction among school people in SDIT Nurul Islam is very well trained, it is seen from the harmony in the school looks to each other greeting each other The learning process of natural SDIT Nurul Islam uses a variety of curriculum, for learning in the combine from KTSP curriculum, curriculum, and curriculum JSIT 2013 (Integrated Islamic school Network). (3) Supporting factors, namely vision and mission of the school, the headmaster's leadership, relations between the citizens of the school curriculum. Factors restricting treatment schools needs to be improved, teachers are still using theKultur Sekolah Di … (Sigit Tri Wibowo) 453old teaching reference doesn't reference complies with school, there are still students who break the rules of the school.Keywords: culture, school culture, SDIT Alam Nurul Isla

    PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) ALAM NURUL ISLAM YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaanpembelajaran, dan (3) evaluasi pembelajaran di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa.Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakantriangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan analisis kualitatif model interaktif Miles,Huberman Saldana. Hasil penelitian menunjukkan (1) Perencanaan pembelajaran di SDIT Alam Nurul IslamYogyakarta dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama yaitu pada saat rapat kerja tahun ajaran baru dan tahapkedua pada saat pertemuan syuro’. Dokumen perencanaan yang dihasilkan terdiri dari silabus, RPP, lesson plan,spider web, dan weekly planning sheet, (2) Pelaksanaan pembelajaran di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakartameliputi tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal pembelajaran diisidengan penanaman nilai-nilai agama Islam, kegiatan inti pembelajaran dilakukan menggunakan metode experientallearning. Kegiatan penutup pembelajaran diisi dengan penanaman nilai-nilai agama Islam, (3) Evaluasipembelajaran di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta meliputi tiga aspek yaitu aspek pengetahuan, aspek sikapsosial dan spiritual, serta aspek keterampilan dengan bentuk-bentuk penilaian yang terdiri dari penilaian kinerja,penilaian tugas/proyek, penilaian hasil kerja, penilaian tertulis, penilaian portofolio, dan penilaian sikap.Kata kunci : Pengelolaan, Pembelajaran, Sekolah Alam

    Implementasi pendidikan karakter di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendidikan karakter di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Unit analisis penelitian adalah SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Penentuan subjek menggunakan teknik snowball sampling, kepala sekolah sebagai informan kunci yang menunjuk beberapa guru dan siswa sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data menggunakan tiangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis penelitian ini menggunakan model interaktif Milles & Huberman. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Implementasi pendidikan karakter di SDIT Alam Nurul Islam mengangkat nilai religius, jujur, toleransi, gemar membaca, disiplin dan tanggung jawab dilakukan dengan (1)program pengembangan diri,(2) pembelajaran, dan (3) budaya sekolah. Program pengembangan diri dilakukan melalui (a) kegiatan rutin,(b) kegiatan spontan,(c) keteladanan, dan (d) pengkondisian. Kegiatan rutin diantaranya adalah piket kelas, buka kelas melalui pemberian motivasi,tutup kelas dengan merangkum di akhir proses pembelajaran,tugas piket beternak serta berkebun, kegiatan jual beli saat market day setiap hari jum’at, outbond, berkemah/Mukhayyam; kegiatan spontan dilakukan melalui penggalangan dana bencana alam, berbagi rizqi kepada sesama; keteladanan dilakukan guru dalam berpakaian, disiplin, sikap peduli dan kasih sayang; pengkondisian dilakukan dengan menyediakan fasilitas tempat sampah, toilet, kandang ayam, rumah kaca untuk memelihara tanaman, area outbond dan ruang kelas terbuka. Pembelajaran dilakukan dengan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi yang memuat nilai karakter pada visi misi sekolah, rencana pembelajaran dalam bentuk weekly meskipun belum memenuhi syarat dokumen RPP, melaksanakan proses pembelajaran dengan metode experiential learning dan evaluasi pembelajaran mengukur aspek pengetahuan,sikap dan ketrampilan menggunakan tes tertulis serta praktik. Budaya sekolah terdapat pada(a) kegiatan kurikuler,(b) penciptaan suasana dan kebijakan sekolah,(c) kegiatan eksrakurikuler
    corecore