321 research outputs found
PERAN KONSELOR ADIKSI YAYASAN AN-NUR HAJI SUPONO PURBALINGGA DALAM PEMULIHAN PASIEN KETERGANTUNGAN ZAT ADIKTIF
Pelaksanaan rehabilitasi narkoba konseling kecanduan merupakan pendamping sosial yang memiliki peran dan kompetensi dalam melakukan konseling dan intervensi klinis terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang diperoleh dari pelatihan dan atau pengalaman praktik. Begitu pula konselor yang ada di Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan An-Nur Haji Supono Purbalingga memiliki peranan dalam pemulihan korban penyalahgunaan narkoba dengan kompetensi yang dimilikinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan yang dimiliki konselor adiksi berdasarkan perspektif Kemensos RI yang dimiliki konselor adiksi dan teknik apa saja yang digunakan dalam proses konseling di Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan An-Nur Haji Supono Purbalingga. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan. Penarikan sampel dengan purposive sampling yaitu subyek yang diteliti adalah konselor adiksi sebanyak 2 orang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa konselor adiksi cukup kondusif dan efektif dalam menjalankan perannya serta memiliki keterampilan yang memadai dalam pelayanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dengan adanya keberhasilan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba
Pandangan Aqidah Islamiyah Terhadap Penghayat Kepercayaan Pramono Sejati di Desa Bulumulyo Batangan Pati
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengeumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan datanya menggunakan Perpanjangan pengamatan, Meningkatkan ketekunan data, Triangulasi data, menggunakan bahan referensi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Reduksi data, Penyajian Data dan Vertifikasi Data.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui“Pandangan Aqidah Islamiyah Terhadap Penghayat Kepercayaan Pramono Sejati di Desa Bulumulyo Batangan Pati”, Penelitian ini untuk menjawab permasalahan : 1. Bagaimana Ajaran-ajaran pokok Penghayat Kepercayaan Pramono Sejati?, 2. Bagaimana Pandangan Aqidah Islamiyah terhadap ajaran Penghayat Kepercayaan Pramono Sejati di Desa Bulumulyo?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Aqidah Islam terhadap penghayat kepercayaan yang ada di Desa Bulumulyo Batangan Pati memiliki sikap keadilan dalam beragama dan berkeyakinan, semua itu dapat dibuktikan dengan adanya rukun iman dan rukun islam yang masih diterapkan oleh penghayat kepercayaan Pramono Sejati walaupun secara tidak langsung dan tidak sama persis. Seperti halnya ketuhanan, puasa, percaya dengan malaikat, ibadah dengan caranya sendiri, dan ada tata caranya untuk masuk dalam organisasi kepercayaan. Kemudian dalam hal ini tidak pernah ada perbedaan diantara keduanya, tidak pernah terjadi gesekan antar kedua keyakinan ini, selama keduanya tidak pernah merasa keyakinannya itu yang paling benar maka akan selalu ada toleransi. Dengan adanya penghayat kepercayaan ini menjadikan perbedaan keyakinan yang ada di Desa Bulu, dan juga menjadikan terlihatnya harmonisasi yang terjadi diantara kedua belah pihak yang terjalin sejak dulu sampai sekarang
KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army
An implicature on Ardhito's Pramono album "Craziest Thing Happened In My Backyard"
INDONESIA:
Musik menjadi kebutuhan sekunder saat ini, meskipun pendengar terkadang tidak mengerti makna dari setiap lirik yang disampaikan penulis. Penelitian ini membahas tentang makna lagu yang terkandung pada album Ardhito Pramono. Penelitian ini menyelidiki “Implicature Pada Album Ardhito Pramono Craziest Thing Happen in My Backyard”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa makna asli dari lagu Ardhito Pramono melalui fungsi dan tipe implikatur. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data linguistik terkait jenis dan tipe implikatur yang terdapat pada album Ardhito Pramono “Craziest Thing Happen in My Backyard”. Sumber data dari penelitian ini adalah album dari penyanyi jazz Indonesia, Ardhito Pramono. Peneliti menggunakan teori dari Paul Grice (1975) untuk menganalisa data penelitian, dari 8 kalimat implikatur konventional, 10 kalimat implikatur percakapaan, 2 kalimat implikatur umum, 2 kalimat implikatur khusus, dan 1 kalimat implikatur skalar. Selanjutnya, fungsi dari implikatur pada album musik Ardhtio adalah: 5 fungsi aserif, 5 fungsi direktif, dan 6 fungsi ekspresif. Di antara implikatur konvensional dan percakapan, implikatur percakapan lebih dominan. Begitu juga dengan fungsi implikatur yang ditemukan dalam album ini, keduanya sama-sama dominan. Dalam interpretaasi penulis, implikatur dapat memproduksi dan menyimpulkan ujaran dalam lirik lagu Ardhito Pramono pada album “craziest thing happen in my backyard”.
ENGLISH:
Music is a secondary need today, even though listeners sometimes don't understand the meaning of each lyric conveyed by the author. This research discusses the meaning of the songs contained in Ardhito Pramono's album. This research investigates “Implicature on Ardhito Pramono's Album Craziest Thing Happen in My Backyard”. The aim of this research is to analyze the litteral meaning of Ardhito Pramono's song through the function and type of implicature. This research uses descriptive qualitative to describe linguistic data related to the types and types of implicatures found in Ardhito Pramono's album “Craziest Thing Happen in My Backyard”. The data source of this research is the album of Indonesian jazz singer Ardhito Pramono. The researcher used the theory of Paul Grice (1975) to analyze the research data, from 8 sentences of conventional implicature, 10 sentences of conversational implicature, 2 sentences of general implicature, 2 sentences of special implicature, and 1 sentence of scalar implicature. Furthermore, the functions of the implicatures in Ardhtio's music album are: 5 assertive functions, 5 directive functions, and 6 expressive functions. Among conventional and conversational implicatures, conversational implicatures are more dominant. Likewise, with the function of implicature found in this album, both are equally dominant. In the author's interpretation, implicature can produce and infer utterances in Ardhito Pramono's song lyrics on the album “craziest thing happens in my backyard”.
ARABIC:
تعد الموسيقى حاجة ثانوية في الوقت الحاضر، على الرغم من أن المستمعين لا يفهمون أحيانًا معنى كل أغنية غنائية ينقلها المؤلف. يناقش هذا البحث معنى الأغاني الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو. يبحث هذا البحث في ”الإيحاءات الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو ’أكثر الأشياء جنوناً تحدث في فنائي الخلفي‘.الغرض من هذا البحث هو تحليل المعنى الأصلي لأغنية أردهيتو برامونو من خلال وظيفة ونوع التضمينات. ويستخدم هذا البحث الوصف الكيفي الوصفي لوصف البيانات اللغوية المتعلقة بأنواع وأنواع التضمين الموجودة في ألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“ لأردهيتو برامونو. مصدر بيانات هذا البحث هو ألبوم مغني الجاز الإندونيسي أردهيتو برامونو. ويستخدم الباحث نظرية بول جريس (1975) لتحليل بيانات البحث، من 8 جمل من التضمين التقليدي، وعشر جمل من التضمين التخاطبي، وجملتين من التضمين العام، وجملتين من التضمين الخاص، وجملة واحدة من التضمين القياسي. علاوة على ذلك، فإن وظائف التضمينات في ألبوم أردشتيو الموسيقي هي 5 وظائف توكيدية، و5 وظائف توجيهية، و6 وظائف تعبيرية. بين التضمين التقليدي والتضمين التخاطبي، فإن التضمين التخاطبي هو الأكثر هيمنة. وبالمثل، بالنسبة لوظائف التضمين الموجودة في هذا الألبوم، فإن كلاهما مهيمن على حد سواء. في تفسير المؤلف، يمكن أن ينتج التضمين التضميني ويختتم الكلام في كلمات أغنية أرديتو برامونو في الألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“
Leksikon persawahan dalam demografi masyarakat perkotaan
Dinamika demografi masyarakat perkotaan yang juga mengakibatkan perubahan lingkungan hidup tentu berimbas kepada leksikon dalam bahasa masyarakat tersebut, salah satunya terhadap leksikon persawahan. Oleh karena itu, dipaparkan analisis mengenai leksikon persawahan dan kaitan leksikon tersebut dengan dinamika demografi masyarakat khususnya terkait lingkungan hidup. Penelitian dilakukan terhadap leksikon masyarakat di perkotaan yaitu Kota Padang dengan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan mewawancarai masyarakat persawahan di Kota Padang, kemudian dianalisis dalam rangka kajian ekolinguistik. Berdasarkan hasil analisis, leksikon persawahan di Kota Padang umumnya hampir sama di beberapa wilayah. Perubahan teknologi tidak mengakibatkan perubahan yang signifikan tetapi semakin sempitnya lahan persawahan akibat dinamika demografi mengakibatkan leksikon persawahan tidak lazim lagi bagi generasi muda sehingga dikhawatirkan pewarisannya akan putus jika tidak ada inventarisasi dalam bentuk media cetak maupun elektronik
Analisis Efektivitas Pencapaian Indikator Pelaksanaan Program CSR Lingkungan Jakarta Green and Clean PT. Unilever Indonesia, Tbk. dan Dampaknya terhadap Citra Perusahaan.
Dunia usaha kini berkembang pesat seiring dengan perkembangan pesat dunia teknologi dan informasi. Masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan dan menyerap setiap informasi yang berkembang sehingga apapun yang dilakukan oleh perusahaan akan menentukan penilaian masyarakat atas berbagai aktivitas perusahaan dan pada akhirnya menentukan keberlangsungan perusahaan dan citra perusahaan di masyarakat. Indikator keberhasilan perusahaan dalam memenangkan persaingan dalam dunia usaha pun berkembang tidak hanya dilihat dari sisi profitabilitas dan pertumbuhan usaha tetapi juga sisi keberlangsungan usaha. Pencapaian optimal indikator keberlangsungan (Sustainability) adalah penerimaan dan penilaian publik yang positif terhadap kehadiran dan aktivitas perusahaan sehingga mengurangi gangguan dan meningkatkan dukungan masyarakat terhadap operasi perusahaan. Salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan perusahaan adalah Implementasi konsep Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan yang ternyata berdampak positif terhadap peningkatan citra positif perusahaan dan loyalitas konsumen. Citra perusahaan yang positif dan loyalitas masyarakat inilah yang menjadi social benefit untuk menunjang dan meningkatkan keberlangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan (1) Mengkaji dan mempelajari implementasi Program CSR Lingkungan Unilever Indonesia Jakarta Green and Clean (2) Mengkaji efektivitas pelaksanaan program CSR Lingkungan Jakarta Green and Clean (3) Menganalisis dampak positif penerapan program CSR Lingkungan Jakarta Green and Clean terhadap citra perusahaan. Ruang lingkup penelitian adalah analisis efektivitas program CSR Lingkungan Jakarta Green and Clean berdasarkan indikator pelaksanaan (tingkat partisipasi, kinerja atribut program serta dampak sosial dan lingkungan program) dan indikator citra perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada Yayasan Unilever Indonesia milik PT. Unilever Indonesia Tbk dan di wilayah RW 02 kelurahan Pasarminggu & RW 03 kelurahan Mampang Prapatan yang menjadi sasaran program dan telah merasakan program CSR tersebut lebih dari 2 tahun. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui metode wawancara dan metode survey. Data sekunder berasal dari berbagai studi kepustakaan, informasi dari internet, sejumlah kajian literatur, laporan Program CSR perusahaan, Annual Report dan Annual Sustainability Report perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling (accidental sampling) dengan sampel sebanyak 100 responden. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan dengan uji Product Moment Pearson dan teknik Cronbach’s Alpha. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif, Analisis Tabulasi Silang (Crosstab), Analisis Mean Score, Analisis IPA CSI, Analisis Chi-square dan korelasi Spearma
MEKANISME PENANGANAN BARANG HASIL PENEGAHAN TERHADAP BARANG KENA CUKAI HASIL TEMBAKAU PADA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE PRATAMA PANARUKAN SITUBONDO
Barang hasil penegahan terhadap barang kena cukai hasil tembakau adalah
barang yang terkena proses penundaan pengeluaran, pemuatan, atau pengangkutan
terhadap barang kena cukai dan/atau barang lainnya yang terkait barang kena cukai.
Proses penegahan terjadi akibat adanya suatu pelanggaran di bidang cukai yang
bersifat administratif, misalnya pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan,
importir barang kena cukai atau penyalur yang telah memiliki ijin tidak melakukan
pembukuan/tidak melakukan pencatatan, pengusaha pabrik yang tidak membayar
cukai sampai dengan jatuh tempo, dll. Tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk
mengetahui tentang mekanisme penanganan barang hasil penegahan terhadap barang
kena cukai hasil tembakau pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai
Tipe Pratama Panarukan khususnya mengenai proses dan manfaatnya.
Kegiatan Praktek Kerja Nyata ini dilakukan pada Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Panarukan pada bulan Februari 2015 dan
objek yang diambil adalah tentang Cukai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini
adalah dengan merangkum informasi yang di dapat saat melakukan Praktek Kerja
Nyata dan menyajikan dalam bentuk laporan. Data yang digunakan adalah data
primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara
langsung dengan Pejabat Bea dan Cukai yang terkait, sedangkan data sekunder
diperoleh dari buku, undang-undang, peraturan maupun sumber lainnya.
Hasil yang dapat diketahui dari mekanisme penanganan barang hasil penegahan
terhadap barang kena cukai hasil tembakau pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Pratama Panarukan Situbondo, dalam penanganannya pertama-tama Pejabat Bea dan Cukai yang berwenang melakukan penindakan, dalam hal ini
pejabat yang berwenang melakukan penindakan adalah Subseksi P2 (Penyidikan dan
Penindakan). Kemudian setelah dilakukan penindakan ditemukan adanya pelanggaran
maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya sanksi administrasi dengan
diterbitkannya Surat Tagihan Cukai (STCK-1). Surat Tagihan Cukai tersebut
diterbitkan oleh Subseksi Perbendaharaan dan Pelayanan dan kemudian diserahkan
kepada pihak yang melakukan pelanggaran di bidang cukai. Dalam hal ini pihak yang
terkait wajib membayarkan sanksi administrasi yang telah ditetapkan tersebut pada
bank persepsi atau kantor pos, baru kemudian barang yang telah terkena proses
penegahan akan dibebaskan dan dikembalikan kepada pemilik.
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil laporan ini adalah bahwa adanya
penindakan dan pengenaan sanksi administrasi terhadap barang kena cukai hasil
tembakau yang terkena proses penegahan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Pratama Panarukan telah dapat menambah pemasukan negara
dari sektor cukai
ANALISA KERJA VALVE ACTUATOR TERHADAP PENGOPERASIAN BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PERMATA
ABSTRAKSI
Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analisa Kerja Valve Actuator
Terhadap Pengoperasian Ballast Water Treatment System di
MV. PERMATA”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Abdi Seno, M.Si,
M.Mar.E, Pembimbing II: Budi Joko Raharjo, M.M
Ballast water treatment system (BWTS) adalah sistem yang dirancang
untuk menghilangkan dan menghancurkan organisme biologis yang tidak aktif.
Sistem ini menggunakan salah satu teknologi terkini yang digunakan dalam
pengolahan ballast water yaitu advanced oxidation technology (AOT). Ballast
water treatment system memiliki komponen-komponen yang berfungsi untuk
menunjang kelancaran pengoperasiannya. Salah satu contoh komponenkomponen
tersebut adalah valve actuator. Kerja valve actuator sangat
berpengaruh terhadap kelancaran pengoperasian ballast water treatment system.
Dengan demikian, kondisi valve actuator harus diperhatikan dan dijaga agar
selalu dalam kondisi baik, sehingga dalam pengoperasian ballast water treatment
system tidak mengalami hambatan.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyampaian
masalah adalah dengan gabungan metode SHEL (Softwere, Hardwere,
Environment, Livewere) untuk mengidentifikasi masalah yang diteliti, dan metode.
USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menghasilkan perioritas rumusan
masalah berupa faktor penyebab, dampak dan upaya terhambatnya kerja valve
actuator pada ballast water treatment system.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal
MV. PERMATA pada tanggal pada 07 Oktober 2016 sampai dengan 13 Oktober
2017 dapat disimpulkan bahwa penyebab terhambatnya kerja valve actuator pada
ballast water treatment system terdapat empat faktor prioritas masalah yaitu;
kategori software berupa Pelaksanaan jadwal perawatan tidak tepat waktu, kategori
hardware berupa Macetnya Solenoid valve Pada Actuator, kategori environment
berupa tingkat kelembaban udara yang terlalu tinggi, kategori lifeware berupa
kurangnya pengetahuan crew kapal. Upaya yang dilakukan dari ke empat faktor
prioritas dengan menjalankan maintenance plan yang sudah tertera pada manual
book ballast water treatment system, melakukan tindakan preventive maintenance
dan predictive maintenance , mempercepat sirkulasi udara, belajar tentang aspek
yang belum diketahui melalui manualbook.
ABSTRACTION
Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analysis of Valve Actuator Work on
Operation of Ballast Water Treatment Systems in MV. PERMATA”,
Thesis Teknika Studies,Diploma Program IV, Merchant Marine
Polytecnic of Semarang, Supervising I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E, and
Supervising II: Budi Joko Raharjo, M.M
Ballast water treatment system (BWTS) is a system designed to save
and build biological systems that are not active. This system uses one of the
latest technologies used in processing ballast water, namely advanced oxidation
technology (AOT). Ballast water treatment system has components that function
to support the smooth operation. One example of these components are valves
and actuators. Valve actuator work is crucial to the smooth thinking of the ballast
water treatment system. Thus, the condition of valve actuators must be
considered and maintained to be in good condition, so that in consideration of
the ballast water treatment system does not require constraints.
The research method used by the author in delivering the problem is by
combining the SHEL method (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) to
identify the problem under study, and the method. USG (Urgency, Seriousness,
Growth) to produce priority formulation of the problem in the form of factors,
impacts and efforts to hamper the work of the valve actuator in the ballast water
treatment system.
Based on the results of research conducted by the author in the
MV. PERMATA on the date of October 7, 2016 to October 13, 2017 it can be
concluded that the causes of the inhibition of the work of the valve actuator in the
ballast water treatment system are four priority factors of the problem, namely; the
software category is in the form of the implementation of the treatment schedule
not on time, the hardware category is the Solenoid valve jam. In the Actuator, the
environment category in the form of air humidity is too high; Efforts are made from
the four priority factors by running a maintenance plan that has been printed on the
manual ballast water treatment system, taking preventive maintenance and
predictive maintenance actions, accelerating air circulation, learning about
unknown aspects through the manualbook
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU DENGAN KEJADIANBERATBADANLAHIR RENDAH (BBLR)
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab pertama
kematian bayi di Jawa Barat. Bayi yang lahir dengan BBLR perlu mendapatkan
penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah sekali
mengalami gangguan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR yaitu umur,
status gizi, jarak kehamilan dan paritas ibu (Manuba, 2010). Tujuan penelitian ini
untuk mengetahuihubungan status gizi ibu dengan kejadian Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan diskriptif analitik dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Agustus
2020 – Desember 2020 di RSIA dr. Djoko Pramono. Sampel penelitian ini adalah
seluruh persalinan di RSIA dr. Djoko Pramono dari bulan Agustus-16 Oktober
2020 yang berjumlah 182. Teknik pengumpulan data dengan data sekunder yang
disusun menggunakan master tabel. Hasil Penelitian dianalisis bivariat
menggunakan uji chi Square. Berat badan lahir rendah sebanyak 35 (19,2 %)
responden, berat badan bayi normal sebanyak 147 (80,8%), status gizi kurang
sebanyak 41 (22,5%) responden dan ibu dengan status gizi baik sebanyak 141
(77,4%). Berdasarkan hasil analisis statistik dengan chi square didapatkan hasil
bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian
BBLR, dengan hasil p value 0.000 (< 0,05), hasil penelitian diperoleh OR =
16,684. Terdapat hubungan status gizi ibu dengan berat badan lahir rendah. Bagi
peneliti diharapkan untuk peneliti agar dapat menggunakan referensi dengan
maksimal sepuluh tahun dan lebih banyak dan dapat menganalisa kasus BBLR,
bagi institusi yaitu dapat menyimpan dengan rapi hasil penelitian ini, bagi RSIA
dr. Djoko Pramono yaitu dapat memberikan KIE mengenai BBLR secara
menyeluruh dan mendalam agar dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan
bayi dan bagi pasien yaitu diharapkan untuk pasien agar lebih maksimal
memperhatikan asupan makanan (status gizi) agar tidak terjadi kembali
kekurangan status gizi di kehamilan selanjutnya, sehingga dapat mengurangi
tingkat kesakitan dan kematian bayi.
Kata Kunci : Status Gizi Ibu, Berat Badan Lahir Renda
- …
