309 research outputs found

    Pembekalan Kader Posyandu Lansia Arimbi untuk Meningkatkan Deteksi Dini dan Pencegahan Nyeri Sendi: Pencegahan dan Pengobatan Nyeri Sendi Berbasis Masyarakat

    No full text
    Latar Belakang: Nyeri sendi merupakan permasalahan kesehatan umum pada orang dewasa, terutama di kalangan lansia. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan lansia adalah melalui program Posyandu Lansia Arimbi, yang bertujuan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan nyeri sendi. pembekalan ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada kader Posyandu Lansia Arimbi agar mampu meningkatkan deteksi dini dan pencegahan nyeri sendi secara berbasis masyarakat. Hasil pembekalan diharapkan dapat memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Lansia Arimbi dalam mengenali serta mencegah nyeri sendi. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ini. Pembahasan dan Hasil: Pembekalan ini melibatkan para kader Posyandu Lansia Arimbi mengenai deteksi dini dan pencegahan nyeri sendi berbasis masyarakat, dengan metode pelatihan dan simulasi. menunjukkan bahwa pelatihan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Lansia Arimbi dalam melakukan deteksi dini serta pencegahan nyeri sendi

    STUDI LITERATURE : KOMPRES AIR GARAM EPSOM HANGAT MENURUNKAN NYERI SENDI PADA KLIEN GOUT ARTHRITIS

    No full text
    ABSTRAKLatar Belakang: Gout arthritis merupakan salah satu penyakit dengan jumlah kasus meningkat setiap tahunya namun sering tidak disadari oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat sehingga jika tidak ditangani dengan baik berakibat pada disabilitas. Salah satu alternatif intervensi untuk mengatasi nyeri sendi pada gout arthritis adalah kompres air garam epsom hangat.Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang penerapan Kompres Air Garam Epsom Hangat untuk menurunkan nyeri sendi pada klien gout arthritis.Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan yaitu kajian literatur melalui database jurnal terindeks internasional seperti PubMed, Google Scholar didapatkan 10 artikel. Teknik analisis artikel yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Kriteria inklusi yaitu batas maksimal publikasi 5 tahun terakhir, jenis artikel penelitian studi eksperimental, variabel independen yaitu kompres hangat garam epsom, variabel dependen yaitu nyeri sendi. Kriteria eksklusi penelitian ini yaitu variabel independent merupakan terapi kombinasi. Kata kunci yang digunakan compress warm epsom salt, joint pain, gout arthritis.Hasil: Dari beberapa artikel penelitian yang sudah dianalisis didapatkan bahwa kompres hangat dengan garam epsom dapat menurunkan nyeri sendi pada klien gout arthritis. Kelebihan dari kompres air garam epsom adalah mudah dilakukan serta mudah didapatkan. Sedangkan kekuranganya yaitu harus dilakukan dengan rutin dan jangka waku lama.Kesimpulan: Pada analisis artikel menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres air garam epsom hangat terhadap nyeri sendi pada klien gout arthritis. Hasil kajian lieraur tersebut dapat dijadikan sebagai panduan bagi perawat dan layanan kesehatan dalam memberikan terapi non-farmakologi pada klien gout arthritis yang mengalami masalah nyeri sendi dengan kompres air garam epsom hangat.Kata Kunci: Garam Epsom, Gout Arthritis, Kompres Hangat, Nyeri sendi

    STUDI LITERATURE : KOMPRES AIR GARAM EPSOM HANGAT MENURUNKAN NYERI SENDI PADA KLIEN GOUT ARTHRITIS

    No full text
    ABSTRAKLatar Belakang: Gout arthritis merupakan salah satu penyakit dengan jumlah kasus meningkat setiap tahunya namun sering tidak disadari oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat sehingga jika tidak ditangani dengan baik berakibat pada disabilitas. Salah satu alternatif intervensi untuk mengatasi nyeri sendi pada gout arthritis adalah kompres air garam epsom hangat.Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang penerapan Kompres Air Garam Epsom Hangat untuk menurunkan nyeri sendi pada klien gout arthritis.Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan yaitu kajian literatur melalui database jurnal terindeks internasional seperti PubMed, Google Scholar didapatkan 10 artikel. Teknik analisis artikel yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Kriteria inklusi yaitu batas maksimal publikasi 5 tahun terakhir, jenis artikel penelitian studi eksperimental, variabel independen yaitu kompres hangat garam epsom, variabel dependen yaitu nyeri sendi. Kriteria eksklusi penelitian ini yaitu variabel independent merupakan terapi kombinasi. Kata kunci yang digunakan compress warm epsom salt, joint pain, gout arthritis.Hasil: Dari beberapa artikel penelitian yang sudah dianalisis didapatkan bahwa kompres hangat dengan garam epsom dapat menurunkan nyeri sendi pada klien gout arthritis. Kelebihan dari kompres air garam epsom adalah mudah dilakukan serta mudah didapatkan. Sedangkan kekuranganya yaitu harus dilakukan dengan rutin dan jangka waku lama.Kesimpulan: Pada analisis artikel menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres air garam epsom hangat terhadap nyeri sendi pada klien gout arthritis. Hasil kajian lieraur tersebut dapat dijadikan sebagai panduan bagi perawat dan layanan kesehatan dalam memberikan terapi non-farmakologi pada klien gout arthritis yang mengalami masalah nyeri sendi dengan kompres air garam epsom hangat.Kata Kunci: Garam Epsom, Gout Arthritis, Kompres Hangat, Nyeri sendi

    MENURUNKAN INTENSITAS NYERI SENDI PADA LANJUT USIA MENGGUNAKAN METODE KOMPRES DINGIN

    No full text
    Pendahuluan : Salah satu resiko gangguan kesehatan yang dapat dialami lansia adalah terjadinya nyeri sendi. Nyeri sendi yang dialami oleh lansia dapat mengkibatkan gangguan aktivitas sehingga memaksa lansia untuk mengurangi aktivitas yang rutin dilakukan. Guna mengatasi nyeri sendi, selain dengan mengkonsumsi obat-obatan (farmakologi) juga dapat dilakukan dengan metode nonfarmakologi salah satunya dengan cold therapy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas cold therapy terhadap intensitas nyeri sendi pada lanjut usia di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre post control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lanjut usia di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 52 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah cold therapy dan variabel dependent dalam penelitian ini adalah intensitas nyeri sendi. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi PAINAD. Analisa data dilakukan menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kesalahan yang digunakan adalah α : 0,05. Hasil : Ada perbedaan yang bermakna dari hasil pengukuran intensitas nyeri sendi (pre-test) dan intensitas nyeri sendi (post-test) pada kelompok perlakuan yang berarti cold therapy efektif untuk menurunkan intensitas nyeri sendi pada lanjut usia di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Kesimpulan : Cold therapy merupakan metode nonfarmakologi yang dapat diaplikasikan oleh lanjut usia guna mengatasi nyeri sendi yang dialami. Selain aman, terapi ini juga dapat dilakukan secara mandiri dan sewaktu-waktu lanjut usia merasakan nyeri sendi. Hal ini secara tidak langsung akan membantu menurunkan ketergantungan lanjut usia terhadap berbagai jenis obat pereda nyeri send

    Pengaruh Kombinasi Terapi Senam Bugar dan Kompres Jahe terhadap Nyeri Sendi pada Lansia di UPT PSTW Jember

    No full text
    Nyeri sendi adalah suatu peradangan sendi yang ditandai dengan pembengkakan sendi, warna kemerahan, panas, nyeri dan terjadinya gangguan gerak. Senam bugar lansia merupakan senam yang diciptakan sesuai dengan standar gerak lanjut usia yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan gerak bagi lanjut usia. Kompres jahe adalah metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan jahe dan diberikan pada bagian tubuh yang mengalami nyeri persendian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi senam ugar dan kompres jahe terhadap nyeri sendi pada lansia di UPT PSTW Jember. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Experimental design dengan rancangan pretest and postest design, with control design.. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami nyeri sendi berusia ≥ 60 tahun berjumlah 50 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan faces pain rating scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test (p value < 0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa skala nyeri sendi sebelum dilakukan kombinasi terapi senam bugar dan kompres jahe dengan mean 4,29 dan setelah dilakukan kombinasi terapi senam bugar dan kompres jahe dengan mean 2,3571. Hasil uji statistik pada kelompok kombinasi senam bugar dan kompres jahe didapatkan p value = 0,000, pada kelompok kompres jahe di dapatkan p value = 0,002, dan kelompok senam bugar di dapatkan p value = 0,008 di mana p value < 0,05 yang artinya ada pengaruh pada semua kelompok intervensi terhadap nyeri sendi pada lansia di UPT PSTW Jember. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengombinasian terapi senam bugar dan kompres jahe berpengaruh dan signifikan terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia di UPT PSTW Jember. Direkomendasikan agar kombinasi terapi senam bugar dan kompres jahe dapat digunakan pada lansia yang mengalami nyeri sendi di UPT PSTW Jember

    STUDI LITERATUR: KOMPRES AIR GARAM EPSOM HANGAT MENURUNKAN NYERI SENDI PADA KLIEN ARTRITIS GOUT

    No full text
    Artritis gout merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan peningkatan kasus setiap tahunnya. Penyakit ini jarang disadari oleh masyarakat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada disabilitas. Gejala yang sering dikeluhkan adalah nyeri sendi. Salah satu intervensi non-farmakologi untuk menurunkan keluhan tersebut adalah kompres air garam epsom hangat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang efektifitas kompres air garam epsom hangat dalam menurunkan nyeri sendi pada klien artritis gout. Desain penelitian studi literatur melalui database jurnal terindeks seperti PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dan didapatkan 10 artikel. Teknik analisis artikel menggunakan analisis kualitatif. Kriteria inklusi yaitu waktu publikasi 5 tahun terakhir, jenis artikel studi eksperimental, variabel independen yaitu kompres air garam epsom hangat, variabel dependen yaitu nyeri sendi pada atritis gout. Kriteria eksklusi yaitu terapi kombinasi. Kata kunci yang digunakan warm epsom salt water compress, joint pain, gout arthritis. Kompres air garam epsom hangat diberikan sebanyak 200 mg dalam satu liter air (perbandingan 1:5) pada suhu 40-50oC. Kompres dilakukan 10-20 menit, 3 kali per minggu, selama 15 hari. Kompres dapat menurunkan nyeri sendi skala sedang menjadi ringan pada klien artritis gout. Kelebihannya bahan mudah didapatkan dan teknik mudah dilakukan. Kekurangannya dilakukan dalam jangka waktu lama. Berdasarkan hasil analisis artikel didapatkan adanya pengaruh yang signifikan kompres air garam Epsom hangat terhadap penurunan nyeri sendi pada klien artritis gout. Hasil kajian dapat digunakan sebagai dasar ilmiah dalam pemilihan intervensi alternative non-farmakologi dalam mengurangi keluhan nyeri sendi pada klien artritis gout.

    PENGARUH TERAPI LATIHAN HOLD RELAX DIBANDING STATIC STRETCHING TERHADAP LUAS GERAK SENDI EKSTENSI LUTUT PADA HAMSTRING TIGHTNESS

    No full text
    Latar Belakang: Pemendekan otot hamstring sering terjadi pada mahasiswa karena aktivitas kuliah dengan posisi duduk dalam beberapa jam. Hal ini menyebabkan penurunan luas gerak sendi lutut ekstensi saat hip fleksi, posterior tilting pada pelvis, berkurangnya lordosis lumbal, dan nyeri punggung bawah. Hamstring tightness dapat menurunkan fleksibilitas otot hamstring, yang mana dapat ditingkatkan dengan latihan peregangan. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektivitas pemberian terapi latihan Hold relax (HR) disbanding terapi latihan static stretching (SS) terhadap luas gerak sendi lutut ekstensi pada hamstring tightness. Design Penelitian: Penelitian ini bersifat Eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan randomized pretest – posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah 26 orang mahasiswa penderita hamstring tightness dan secara random dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan penomoran ganjil genap. Subjek diukur sudut ekstensi sendi lutut sebelum dan sesudah perlakuan tiap minggu selama 3 minggu. Hasil Penelitian: Terdapat peningkatan LGS ekstensi lutut bermakna pada kelompok HR antara pra latihan (35,38˚ ± 7,489˚) dan pasca latihan HR (16,92˚ ± 4,439˚) minggu ketiga (p=0,0001). Terdapat peningkatan LGS ekstensi lutut bermakna pada kelompok SS antara pra latihan (33,46˚ ± 10,284˚) dan pasca latihan SS (22,3˚ ± 6,33˚) minggu ketiga (p=0,001). Peningkatan LGS ekstensi lutut pada kelompok HR lebih baik disbanding kelompok SS pada minggu ketiga (p=0,018). Kesimpulan: (1) Tehnik latihan peregangan Hold relax efektif terhadap peningkatan luas gerak sendi ekstensi lutut pada hamstring tightness, (2) Tehnik latihan peregangan Static Stetching efektif terhadap peningkatan luas gerak sendi ekstensi lutut pada hamstring tightness, (3) Tehnik latihan peregangan Hold relax lebih efektif disbanding static stretching terhadap peningkatan luas gerak sendi ekstensi lutut pada hamstring tightnes

    PENGEMBANGAN BUKU SAKU PANDUAN PENANGANAN CEDERA DAN REHABILITASI PADA SENDI PERGELANGAN KAKI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran buku saku panduan penanganan cedera dan rehabilitasi pada sendi pergelangan kaki sebagai media yang dapat memberikan pemahaman mengenai cara penanganan cedera sendi pergelangan kaki atau engkel. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yakni: identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain produk, pembuatan produk, validasi ahli, revisi produk, uji coba, produksi akhir. Pengembangan media pembelajaran buku saku terlebih dahulu divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba produk dilakukan pada 10 pelaku olahraga untuk uji coba kelompok kecil, 20 pelaku olahraga untuk uji coba lapangan. Subjek penelitian ini adalah pelaku olahraga mahasiswa FIK UNY. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan instrumen berupa angket. Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku dalam memberikan pemahaman mengenai cara penanganan cedera dan rehabilitasi sendi pergelangan kaki adalah layak. Hasil tersebut diperoleh dari hasil validasi dari a) ahli materi sebesar 95% atau Layak; b) ahli media sebesar 85% atau layak; c) uji coba kelompok kecil sebesar 85,25%atau Layak; dan d) uji coba kelompok besar sebesar 85,62%atau Layak. Dengan demikian, kesimpulan bahwa buku saku telah dinyatakan layak digunakan untuk memperkenalkan dan memberi pemahaman mengenai cara penanganan cedera dan rehabilitasi pada sendi pergelangan kaki

    Pengaruh Latihan Gerak Kaki (Stretching) terhadap Penurunan Nyeri Sendi Ekstremitas Bawah pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa

    No full text
    Nyeri adalah salah satu di antara keluhan utama yang menggerakkan seseorang untuk datang pada pelayanan kesehatan. Menua adalah proses alami yang dialami oleh setiap makhluk hidup. Proses mencakup beberapa perubahan seperti fisiologis, psikologi, sosial dan status spiritual. Perubaan fisiologis pada sistem muskuloskeletal salah satu penyebabnya adalah nyeri sendi. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan latihan gerak kaki (stretching). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh latihan gerak kaki (stretching) terhadap penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre ekperimental design dangan rancangan one grup pre test-post test design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 orang dan teknik sampling purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Variabelnya yaitu yang mengalami nyeri sendi ekstremitas bawah. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan taraf signifikan p ≤ 0,05 hasil menujukkan terjadi penurunan nyeri sendi setelah pemberian latihan gerak (stretching). Kesimpulan bahwa stretching mengurangi nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia. Dengan adanya penurunan nyeri sendi tersebut maka lansia dapat menjadi lebih aktif, produktif dan dapat menjalani masa tuanya dengan lebih nyaman. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar ruang lingkup penelitiannya lebih mendalam lagi untuk hasil yang lebih akurat dengan melibatkan sampel yang besar, waktu penelitian yang lebih panjang dan metode pengendalian faktor perancu yang lebih ketat

    PENCEGAHAN DAN PENANGANAN NYERI SENDI LUTUT (OSTEOARTHRITIS) PADA LANSIA

    No full text
    Osteoarthritis merupakan penyakit nyeri sendi lutut yang paling banyak dijumpai di Indonesia, terutama di perkampungan/perdesaan Ketapanglor Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Penyakit sendi lutut ini dapat menyebabkan nyeri dan ketidakmampuan pada penderita, yang mana dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menghambat kemampuan fungsional serta ketidakmampuan dalam bekerja. Maka dari itu untuk meningkatkan aktivitas fungsional tindakan fisioterapi yang dapat dilakukan dengan menggunakan modalitas fisioterapi berupa Infra red, Tens, dan NeuroMuscular Taping (NMT). Fisioterapi dapat membantu menurunkan nyeri, meningkatkan aktivitas fungsional serta meningkatkan kembali aktivitas fisi
    corecore