2,600 research outputs found

    Teropong sosial: kumpulan riset aplikatif

    Get PDF
    Perguruan tinggi merupakan lembaga yang mempunyai tugas melaksanakan tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pada tataran ini Pendidikan Tinggi berfungsi: a. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; b. mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan c. mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai kemanusiaan. Untuk itu buku ini adalah upaya kami mengembangkan keilmuan dan melatih mental mahasiswa dalam perannya sebagai akademisi. Peran sebagai akademisi, menghadapkan seseorang dengan penelitian dan berbagai prosesnya yang berakhir pada publikasi hasil penelitian. Alhamdulillahhirobbil alalamin, pertama kali karena hanya dengan pertolonganNya buku ini bisa sampai ke tangan pembaca. Buku ini merupakan kumpulan riset mahasiswa mata kuliah psikologi sosial yang terpilih. Buku ini tersusun karena rasa tanggung jawab kami sebagai akademisi yang hidup di perguruan tinggi dengan amanah undang-undang untuk pengembangan ilmu pengetahuan melalui metode ilmiah. Sebagaimana dalam undang-undang no 12/2012 tentang pendidikan tinggi bahwa hasil Penelitian wajib disebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dan/atau dipatenkan oleh Perguruan Tinggi, kecuali hasil Penelitian yang bersifat rahasia, mengganggu, dan/atau membahayakan kepentingan umum. Untuk memenuhi amanah undang-undang tersebut selayaknya sebuah perkuliahan menggunakan konsep research base. Oleh karena itu kami menerapkan konsep tersebut pada mata kuliah Psikologi Sosial. Mahasiswa diharapkan dalam mengeksplorasi dan meningkatkan kepekaan membaca fenomena-fenomena yang ada di sekitarnya. Kemudian menuangkan pengalamannya dalam bentuk tulisan ilmiah. Hasilnya cukup menggembirakan, pengamatan pada isu-isu riset bervariatif dan orisinal. Mulai dari mengungkap isu anak-anak, Nur Hayati , Wildan Ulil Husna, Ratih Susilawati, dan Novia Dwi Rahmawatie tertarik meneliti pola asuh ibu yang mengasuh anaknya di penjara. Anak-anak narapidana perempuan ini berpotensi mendapatkan efek buruk dari lingkungan penjara, meskipun para ibu mempunyai harapan besar pada anak-anak mereka kelak menjadi orang yang sukses. Ketertarikan pada isu-isu anak denga resiko tinggi juga dimiliki oleh Moch. Sulaiman Zuhdi Agung Kurniawan, Faza Nasrullah, dan Rinaldy Risa Darmawan yang mencoba mengungkap orientasi masa depan pada anakanak jalanan. Zuhdi dkk, bahwa anak-anak jalanan tidak hanya memikirkan situasi hidup yang hari ini harus dijalani, mereka mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik kemudian hari. Beberapa profesi yang menginspirasi anak jalanan seperti pemain sepakbola dan pemadam kebakaran menjadi idaman anak jalanan. Kehidupan mahasiswa juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para peneliti, mulai dari kehidupan berorganisasi maupun kehidupan personalnya. Dalam kehidupan berorganiasai Isma Junida dan Al iftitahu Haffatir Roihah, menelusuri alasan memilih ketua BEM. Faktor rasionalitas menjadi faktor yang paling kuat dalam menentukan pilihan, meskipun faktor ideologi juga menjadi penentu yang lain dalam pemilih kandidat. Mahasiswa dalam memilih mengikuti organisasi maupun tidak ditentukan oleh pola pengambilan keputusan yang berbeda. Penelitian Ika Azizatul Rahmawati, Elma Prastika Maharani, Titi Nur Aini, dan Roikhatul Uzza mengungkap bahwa mahasiswa yang tidak aktif, lebih intuitif dalam mengambil putusan. Selain kehidupan beroraganisasi, kehidupan personal mahasiswa juga menarik untuk disorot. Misalnya pola cinta lokasi (Ernawati dan Ushfuriyah) dan pernikahan dini (Ibrahim hasan & Luluk Kurniawati) menunjukkan keunikan fenomena tersendiri. Bahkan relasi dalam berjejaring sosial memikat Astika Rimbawati dan Ariyana Isti Kusumayani untuk menelitinya. Kejelian para peneliti tidak hanya berkutat pada kehidupan anak-anak dan mahasiswa tetapi juga merambah pada dunia kerja. Bahkan peneliti berusaha mengeksploitasi nilai-nilai positif yang dipunyai oleh masyarakat sekitar. Misalnya Riananda Regita Cahyani dan Asri Khairil’aini melihat bahwa masyarakat yang secara swadaya mengatur lalu lintas atau yang biasa disebut dengan ‘polisi cepek’, memiliki keterikatan kerja yang unit. Mereka rela melakukan pekerjaan secara rutin dengan imbalan yang tidak pasti demi tujuan kemanusiaan. Pengalaman melihat kecelakaan di jalan raya menjadi salah satu penggerak nurani polisi cepek ini. Lain halnya dengan tukang ojek konvensional, yang tetap bertahan di tengah persaingan usaha dengan ojek online. M. Yusuf Wildan A, Ahmad Farafs Hakari, Khumaidatul Khananah, dan Umumatul Adzibah, menelusuri modal sosial yang bisa diangkat sebagai amunisi untuk tetap bertahan menghadapi persaingan usaha ini. Rasa syukur yang dipunyai oleh tukang ojek konvensional adalah tameng untuk menghadapi menurunnya income dan mempertahankan idealismenya. Fenomena sosial yang lebih makro juga tidak lepas dari pengamatan peneliti. Misalnya propaganda flm hollywood tentang Islam. Abdul Muchith, Haris Hanifah, Wildan Habibullah, Mas Ian Rif’ati dan Seftyan Dwi Rarangganis menemukan dalam analisis flm yang dilakukan bahwa ada beberapa adegan flim yang menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang kejam. Disisi lain penelitian yang di Lakukan oleh Lilin Khoiriyah, Elva Rohmatin Neysa, Lutfatul Fiqriyah dan Iluk Auliya menunjukkan bahwa nilai toleransi merupakan nilai yang menjadi ajaran utama dalam Islam. Respoden tokoh-tokoh agama mempunyai batasan-batasan tertentu dalam implikasinya di kehidupan sehari-hari. Orang Islam harus menjunjung tinggi kebersamaan di kehidupan sehari-hari tapi mempunyai batasan kuat dalam berakidah. Variasi topik riset peneliti ini menunjukkan keluasan kajian psikologi khususnya psikologi sosial yang semakin hari semakin berkembang. Upaya stimulasi kelas berbasis riset hingga penyusunan buku ini adalah langkah awal membawa fenomena lapangan ke proses perkuliahan agar mahasiswa lebih mampu mendekatkan teori dan fenomena di lapangan. Diatas semua itu kami menyadari bahwa buku ini masih memiliki kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi dan disempurnakan di kemudian hari. Semoga langkah ini bisa memotivasi para akademisi psikologi untuk bersama-sama menghasilkan karya yang lebih baik di waktu yang akan datang demi menyebarkan kemanfaatan ilmu psikologi secara luas, Aamiin

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI BPS NUR HAYATI KRIAN SIDOARJO

    Get PDF
    Pengetahuan ibu hamil yang kurang memahami dalam melakukan perawatan gigi dan mulut dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan ibu dan dapat menyebabkan resiko persalinan prematur pada janin atau bahkan keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut di BPS Nur Hayati Krian Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care di BPS Nur Hayati sebesar 23 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Variabel penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kurang (52,17%), tingkat pengetahuan cukup (39,13%), dan tingkat pengetahuan baik (8,7%) tentang kesehatan gigi dan mulut di BPS Nur Hayati Krian Sidoarjo. Simpulan penelitian menunjukkan ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care sebagian besar memiliki pengetahuan yang kurang dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut agar ibu hamil dapat mencegah terjadinya sakit gigi dan gusi bengkak. Dan untuk ibu hamil hendaknya lebih aktif dalam mencari informasi dari berbagai media atau hadir saat diadakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk menambah wawasan

    Za\u27ba - my grandfather

    No full text
    MY life was touched early on by my grandfather when my parents asked him to suggest an appropriate name for me. While I do not have any recollection of how this was done, my guess is that he gave my parents a boy\u27s name and girl\u27s name to choose from before I was born, as at that time he was away in Singapore (then known as Syonan- to), while my parents lived in Kuala Lumpur, and the only safe means of communication at that time was by letter. Those were the years of the Japanese Occupation. The girl\u27s name as given to my parents i.e. Nur Hayati, thus became my name which in Arabic means, "light of my life." I am grateful to have been given such a beautiful name. I suppose it is an appropriate name for the first-born grandchild of his eldest daughter, Raihanah. (Copied from article)

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BERBASIS E-GOVERNMENT

    Get PDF
    The Government Agency Performance Accountability System (SAKIP) is an integrated system of planning systems, budgeting systems and performance reporting systems, which is in line with the implementation of the financial accountability system at the Disdukcapil Kab. Pekalongan. In this case, every organization is required to record and report every use of state finances and their compliance with applicable regulations. The design of the E-SAKIP information system uses a Data Flow Diagram (DFD), Entity Diagram, and Context Diagram model. The transition from manual technology to the use of databases and systems that facilitate reporting to the secretariat of the Disdukcapil Kab. Pekalongan. The E-SAKIP system makes it easier for decision makers to monitor government management systems that focus on increasing accountability as well as improving results-oriented performance (outcomes).Keywords: E-SAKIP, Design, Information Systems, Data Flow Diagrams Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) merupakan sistem integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan pada Disdukcapil Kab. Pekalongan. Dalam hal ini, setiap organisasi diwajibkan mencatat dan melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Perancangan sistem informasi E-SAKIP menggunakan model Data Flow Diagram (DFD), Entity Diagram, Context Diagram. Peralihan dari teknologi manual ke penggunaan database dan sistem yang memudahkan pelaporan kepada bagian kesekretariatan Disdukcapil Kab. Pekalongan. Sistem E-SAKIP memudahkan pemangku keputusan untuk memantau sistem manajemen pemerintahan yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas serta sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome). Kata kunci: E-SAKIP, Perancangan, Sistem Informasi, Data Flow Diagra

    Multifunctional upholstered table / Nur Hayati Daud

    Get PDF
    Upholstered furniture is not new in the furniture making industry. This design project was done to design a multifunctional upholstered table and to create a space saving and cheap upholstered furniture. Customer survey has been done during this project by distributing the questionnaire to 50 random picked respondents. The respondent’s opinion and choice has been analyzed to gain some information regarding this design project. The result gain was vary but still met the project target. The project design can enter the marketplace

    ASUHAN KEBIDANAN MULAI KEHAMILAN TM.III SAMPAI DENGAN NIFAS DAN KB PADA NY.N DI BPM NUR HAYATI, Amd.Keb DESA SUMBER PENGANTIN KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    Kehamilan ibu merupakan aset terpenting dalam kehidupan. Kesehatan ibu dapat memberikan gambaran suatu kehidupan yang sejahtera bagi bayi yang dikandung. Banyak faktor yang membahayakan kesehatan ibu dan bayinya,terutama ibu yang tidak mendapat asuhan dimulai dari kehamilan,melahirkan,nifas,neonatus dan pemasangan alat kontrasepsi tenaga kesehatan. Sehingga angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih tinggi. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan Asuhan Kebidanan secara Continuity of Care (COC) yang harus dilakukan pada Ny “N” mulai masa kehamilan TM III sampai dengan masa nifas dan Keluarga Berencana di BPM Nur Hayati,Amd.Keb, Jogoroto Jombang” Metode yang digunakan dalam penulisan menggunakan 6 standar Asuhan Kebidanan yang meliputi pengkajian data,perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan,perencanaan tindakan,pelaksanaan tindakan,evaluasi dan pencatatan perkembangan. Hasil Asuhan Kebidanan pada Ny”N” dari masa hamil, melahirkan, nifas, neonatus, . dan KB Di BPM Nur Hayati,Amd.Keb Jogoroto Jombang yang dilakukan mulai dari bulan januari sampai dengan bulan mei tahun 2017 tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yang telah dilaksanakan. Dalam melakukan Asuhan Kebidanan pada Ny”N” tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus, sehingga asuhan kebidanan pada Ny”N” bisa dilakukan dengan lancar sesuai dengan rencana asuhan yang diberikan. Kata Kunci : Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus dan Keluarga Berencana

    MANAJEMEN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PESERTA KESETARAAN PAKET C PKBM NUR HAYATI CIREBON

    Get PDF
    Lutfi Kamaludin 1808109123 : Manajemen Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Peserta Kesetaraan Paket C PKBM Nur Hayati Cirebon Manajemen merupakan proses yang pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendayagunaan melalui tahapan proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. dikatakan peningkatan mutu pembelajaran suatu proses meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target yang dicapai dengan lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) Proses pengelolaan PKBM, (2) Peningkatan Mutu PKBM, (3) Peningkatan Mutu Pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi: (1) wawancara, (2) Observasi, (3) Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Proses Pengelolaan di PKBM Nur Hayati sudah cukup baik. (2) Peningkatan mutu PKBM di PKBM Nur Hayati cukup baik. Kata Kunci: Manajemen PKBM dan Meningkatkan Mutu Pembelajara

    Macular thickness variations with refractive error in healthy / Nur Hayati Mohamed Shabery

    Get PDF
    Macula is the center of the retina which produces the sharpest vision. Thickness of the macula will affect the production of image. This study is conducted to measure the macular thickness in healthy eyes using spectral domain optical coherence tomography (SD-OCT) in Malay subjects. This cross-sectional study included 73 Malay subjects recruited from Ui Vision Optometry Clinic for measurement of macular thickness using Topcon 3D-1000 Spectral Domain OCT. Subjects were those who have 6/6 best corrected vision and aged from 18 to 40 years old. One-way annova is used to measure the difference of macular thickness in three refractive groups and Pearson Correlation is used to examine the association between macular thickness and refractive error. This study included 73 subjects (20 males and 53 females) with mean of spherical equivalent of -1.00 ± 2.58. The total average macular thickness shows myope have the thinnest macular thickness (269.63 ± 29.01) while hyperope and emmetrope have macular thickness of 271.81 ± 28.80 and 271.39 ± 29.73 respectively. The thinnest region is central macula (224.44 ± 22.11), followed by average outer macula (259.50 ± 18.34) and the thickest is average inner macula (293.78 ± 15.63). Distribution of macular thickness is tested using Shapiro Wilk Normality Test (p >0.005). Macular thickness is not significantly variety with different refractive error (p=0.666). The macular thickness and macular volume is not significantly different with spherical equivalent when tested with One-way Annova. However, there is significant correlation between outer superior, outer inferior and average outer macula when tested using Pearson Correlation
    corecore