366 research outputs found

    Zikir Prespektif K.H Muhammad Arifin Ilham dalam Buku The Miracle of Dzikir.

    No full text
    ABSTRAK Nur Haji Siti Rahmah, (2021): Zikir Prespektif K.H Muhammad Arifin Ilham dalam Buku The Miracle of Dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Zikir Prespektik K.H Muhammad Arifin Ilham dalam buku The Miracle of Dzikir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan (isi). Metode analisis isi dilakukan dengan cara membaca buku secara komprehensif, mengidentifikasi dan mengklasifikasi paparan data, lalu melakukan analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Zikir Prespektif K.H Muhammad Arifin Ilham dalam Buku The Miracle of Dzikir terdapat empat Zikir yakni: (1). Zikir hati: menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah di dalam diri dan jiwa. (2). Zikir akal: memikirkan semua ciptaan Allah dan memikirkan nikmat Allah. (3) Zikir lisan: mengucapkan dan melafazkan asma Allah dan (4) Zikir amal: senang sujud kepada Allah dan menjauhi larangan Allah. Zikir hati akan mendorong muhasabah akal, lalu mendorong Zikir lisan, kemudian Zikir amal membentuk akhlakul karimah. Keutamaan berzikir menurut K.H Muhammad Arifin Ilham ialah menyucikan diri (hati), terwujudnya kemuliaan akhlak (akhlakul karimah), mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat. Lafaz zikir sebagai berikut: Subnallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaha Illallah Waallahu Akbar. Kata Kunci: Zikir, Prespektif, The Miracle of Dzikir

    Dzikir sebagai pendidikan akhlak: studi kasus metode dzikir Az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Penulis mengambil pemikiran Muhammad Arifin Ilham di dasari oleh keinginan mendalami pemikiran Muhammad Arifin Ilham mengenai metode dzikir sebagai pendidikan akhlak. Muhammad Arifin Ilham adalah tokoh agama muda yang konsisten berdakwah dengan dzikir-dzikirnya yaQg menyentuh hati semua kalangan masyarakat. Pemikirannya selalu berpedoman pada al-Qur'an dan hadits serta senantiasa di kontekskan dengan perkembangan zaman dan realita masyarakat sekitarnya. Melalui dzikimya serta beberapa hasil karya-karyanya Muhammad Arifin Ilham berperan cukup besar dalam perkembangan Islam di Indonesia terutama dalam bidang perbaikan akhlak di tengah-tengah dekandensi moral masyarakat khususnya generasi mudanya seperti zaman sekarang-sekarang ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa kontribusi metode dzikir az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham dalam pendidikan akhlak. Untuk memperoleh hal penelitian, penulis menggunakan library reseach dengan pendekatan deskriptif terhadap data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif, serta menggunakan berbagai metode yaitu metide interpretasi, metode kesinambungan historis, metode komparatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode dzikir dzikra sebagai pendidikan akhlak menurut Muhammad Arifin ilham adalah metode takhalli, metode tahalli dan metode rajalli dari metode-metode tersebut seseorang dituntut untuk menghindari sifat-sifat tercela kemudian mengisi diri dengan akhlak terpuji kemudian merasa akan keagungan Allah. Menurut Muhammad Arifin Ilham, dzikir dibagi menjadi 4 bentuk diantaranya adalah: dzikir qalbiyah, dzikir aqliyah, dzikir lisan dan dzikir amaliyah. Pendidikan akhlak mengendalikan tindakan lahir, akan tetapi tindakan lahir itu tidak dapat terjadi bila tidak diketahui atau dikendalikan dengan tindakan batin. Oleh karena itu setiap insan diwajibkan dapat menguasai batinnya atau mengendalikan hawa nafsunya karena ialah yang merupakan motor dari segala tindakan lahir. Dengan dzikir yang apabila dilaksanakan secara istiqomah dapat mengantarkan anak didik berakhlak baik yang sesuai dengan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga dapat terwujud tujuan pendidikan Islam secara optimal fakni untuk bertaqwa kepada Allah SWT

    Tafsir sufistik tentang Nur Muhammad : studi hermeneutis terhadap penafsiran Ibnu ‘Arabi

    No full text
    Pembahasan Nur Muhammad telah ada sejak abad kedua Hijriyah. Tidak hanya oleh madzhab keagamaan tertentu dan para sufi, tetapi juga para mufassir. Hal ini tidak terlepas dari tafsir sufistik yang pada saat itu mulai bermunculan, karena melihat pentingnya sisi esoterik dan eksoterik dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga hasilnya dapat menyentul wilayah hakikat sekaligus syariah. Ibnu ‘Arabi sebagai sufi sekaligus mufassir, mampu menghasilkan penafsiran tentang Nur Muhammad secara komprehensif. Penelitian ini secara spesifik akan menjawab rumusan masalah yang penulis kemukakan, di antaranya: Bagaimana penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam Tafsirnya? Dan Bagaimana implementasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian? Oleh karena itu, penulis menggunakan content analisis sebagai metode penelitian, serta alat bantu analisis berupa hermeneutika untuk menjawab kontekstualisasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian. Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pertama, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa kata nūr di dalam al-Qur’an ada beberapa pengertian, yaitu pemberi hidayah, pemberi cahaya, penghias, yang dzahir atau tampak jelas, pemilik cahaya, dan cahaya tetapi bukan cahaya yang biasa dikenal. Di samping itu, ada pengertian lain menurut Ibnu ‘Arabi bahwa nūr di dalam al-Qur’an dalam ayat-ayat tertentu dengan istilah Nur Muhammad. Ibnu ‘Arabi juga menyebut Nur Muhammad dengan istilah rūh al-‘alam. Menurut Ibnu ‘Arabi, konsep Nur Muhammad merupakan tajalli (penampakan) Allah yang menjelma dalam Nur Muhammad, dan dari sanalah awal mula segala penciptaan di dalam semesta. Penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor historis, sosiologis, dan filosofis. Dari sisi historis, Ibnu ‘Arabi dipengaruhi oleh para guru sufinya serta ilham yang beliau dapatkan dari mimpi-mimpinya. Dari sisi sosiologis, karena Ibnu ‘Arabi ingin memadukan penafsiran secara esoterik dan eksoterik, sehingga mampu menjawab problem sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dari sisi filosofis, Ibnu ‘Arabi ingin memadukan trilogi ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Sebab menurutnya, tasawuf tidak hanya ada di dalam al-Qur’an, tetapi seluruh ayat al-Qur’an mengandung tasawuf, aqidah, dan sekaligus syari’ah. Kedua, dalam konteks kekinian seharusnya Nur Muhammad juga memiliki andil penting dalam kehidupan, tidak hanya menjadi pemikiran yang hanya terbukukan dalam tumpukan sejarah. Setiap manusia perlu melakukan segala daya dan upaya untuk mengimplementasikan makna Nur Muhammad, yaitu menjadi Insan Kamil, dalam pengertian yang sebaik-baiknya. Bagi orang yang menempuh jalan sufi, mereka dapat mengikuti jalan tarekat (thariqah). Tarekat diartikan sebagai sebuah metode, cara, atau jalan yang ditempuh sufi menuju pencapaian spiritual tertinggi, pensucian diri, pensucian jiwa, dalam bentuk dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi manusia secara umum, yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi Nur Muhammad adalah dengan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak berbuat syirik. Setiap manusia harus mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menyembah atau sujud kepada Allah juga harus dibarengi dengan perbuatan yang adil dan ihsan. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sosial bermasyarakat, baik itu dalam hal ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Setiap hamba harus mengontrol diri untuk tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi sesamanya.   ABSTRACT: Nur Muhammad's discussion has been around since the second century Hijriyah. Not only by certain religious madzhab and Sufis, but also interpretators. This is inseparable from the sufistic interpretation that at that time began to emerge, because it saw the importance of esoteric and exotic sides in the interpretation of the Qur'an, so that the results can reflect the area of nature as well as sharia. Ibn 'Arabi as a Sufi as well as interpretator, was able to produce a comprehensive interpretation of Nur Muhammad. This research will specifically answer the formulation of problems that the author put forward, including: How is ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in his interpretary? And how is the implementation of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context? Therefore, the author uses analytical content as a research method, as well as analytical tools in the form of hermeneutics to answer the contextualization of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context. The results of his research are as follows: First, Ibn 'Arabi argued that the word nūr in the Qur'an there are several meanings, namely the giver of guidance, light giver, decorator, who dzahir or clearly visible, the owner of light, and light but not the light commonly known. In addition, there is another sense according to Ibn 'Arabi that nūr in the Qur'anin certain verses with the term Nur Muhammad. Ibn 'Arabi also mentions Nur Muhammad with the term rūh al-'alam. According to Ibn 'Arabi, the concept of Nur Muhammad is the tajalli (appearance) of God incarnated in Nur Muhammad, and from there the beginning of all creation in the universe. Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad was influenced by several factors, including historical, sociological, and philosophical factors. Historically, Ibn 'Arabi was influenced by his Sufi teachers and the inspiration he got from his dreams. From the sociological side, because Ibn 'Arabi wanted to combine esoteric and exotic interpretations, so as to be able to answer social problems that occurred in society. Philosophically, Ibn 'Arabi wanted to combine a trilogy of Islamic teachings, namely faith, Islam, and ihsan. For according to him, Sufism is not only in the Qur'an, but all verses of the Qur'an contain Sufism, aqidah, and at the same time shari'ah. Second, in the current context Nur Muhammad should also have an important role in life, not only be a thoughtthat is onlyburiedin the pileof history. Every human being needs to do all the power and effort to implement the meaning of Nur Muhammad, namely to be Insan Kamil, in the best sense possible. For people who follow the Sufi path, they can follow the path of order(thariqah). Tarekat is defined as a method, way, or path taken by Sufis to the highest spiritual achievement, self-purification, sanctification of the soul, in the form of dzikr to God. While bagi man in general, what must be done to maximize the potential of Nur Muhammad is to worship God in real time and notto associate. Every human being must be able to control himself not to do corruption in the earth. And who is more unjust than he who worships Allah, and is a witness against you, and turns back on you, and turns your backs on you, and turns your backs on you, and has no helper over It is closely related to social life in society, be it in economic, political, and so forth. Every servant must control himself not to fall into deeds that cause harm to others

    Nur Dalam Perspektif Al-Qur\u27an

    No full text
    Nur secara arti arti hakiki yaitu cahaya yang bisa dilihat dan dirasakan oleh panca indra, sedangkan secara majazi, nur adalah sesuatu yang menjelaskan/menghilangkan kegelapan atau sesuatu yang sifatnya gelap atau tidak jelas. Dalam al-Quran kata nur terdapat 43 kali yang tersebar dalam 20 surat, baik dalam bentuk nur atau al-nur, yang masing-masingnya memiliki indikasi yang beragam, karena ia merupakan perumpamaan dari berbagai hal, di antaranya adalah: 1) Agama Islam, 2) Iman, 3) Pemberi petunjuk, 4) Nabi Muhammad SAW., 5)Cahaya siang (dinamakan nur), 6) Cahaya bulan (dinamakan nur), 7) Cahaya yang menerangi orang mukmin dalam melintasi ”sirathul mustaqim”, 8) Kitab Taurat, 9) Kitab Injil, 10) Kitab al-Quran, 11) Cahaya Allah SWT., 12) Keadilan. Intinya Semua hal yang baik memiliki nilai Nur dalam pandangan Al-Quran

    BIMBINGAN KONSELING INDIVIUAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU PROKASTINASI MENGHAFAL JUZ’AMMA PADA SANTRI

    No full text
    ABSTRAKPenundaan dalam keilmuan psikologi dikenal dengan prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi perilaku prokrastinasi menghafal Juz’amma pada santri putra. Mengetahui proses pelaksanaan bimbingan konseling individual. Mengetahui kondisi perilaku prokrastinasi menghafal setelah diberikan bimbingan konseling individual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara. Analisis data lebih difokuskan pada analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian selama di lapangan Kondisi santri putra melakukan penundaan menghafal Juz’amma. Bimbingan konseling individual dipilih untuk mengatasi permasalahan tersebut. Proses bimbingan melalui beberapa tahapan yaitu 1) Tahap Awal 2) Tahap Pertengahan 3) Tahap Akhir. Bimbingan konseling individual membuat santri memahami potensi dirinya, mampu membuat jadwal kegiatan dan konsisten dalam melaksanakannya. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan konseling individual mengurangi perilaku prokrastinasi menghafal Juz’amma pada santri. Ini dibuktikan perubahan perilaku santri berupa pemahaman akan potensi diri, pengendalian diri, peningkatan kemampuan managemen waktu.Kata Kunci: Bimbingan Konseling Individual; Perilaku Prokrastinas

    Metode Branch and Bound dan Aplikasinya dalam Menentukan Solusi Integer Linear Programming (ILP).

    No full text
    ABSTRAK Wahyudin Nur, 2011. Metode Branch and Bound dan Aplikasinya dalam Menentukan Solusi Integer Linear Programming (ILP). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Ilham Minggi dan Muhammad Darwis) Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka yang membahas cara menyelesaikan masalah Integer Linear Programming (ILP) yang merupakan bagian dari program linear tetapi dengan syarat tambahan bahwa variabelnya harus bilangan bulat. Dalam skripsi ini, penyelesaian ILP menggunakan metode Branch and Bound yang terlebih dahulu mengubah ILP ke bentuk program linear kemudian digunakan Metode Simpleks untuk menyelesaikan program linear tersebut. Kata Kunci: Integer Linear Programming, Metode Branch and Bound, Metode Simpleks

    PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA USAHA SABLON FRENZO INDOSHIRT TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Kualitas Produk dan Layanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Usaha Sablon Frenzo Indoshirt Tulungagung”, ini ditulis oleh Ilham Muhammad Zaki NIM. 17402153284, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, pembimbing Nur Aziz Muslim, M. H. I. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat persaingan usaha yang semakin tajam diantara industri-industri dibidang jasa sablon, khususnya komunitas-komunitas ataupun pemilu yang membutuhkan banyak seragam yang sama. Hal yang utama agar industri ini dapat bertahan, bersaing dan menguasai pasar maka strategi pemasarannya harus ditingkatkan dan diperbaiki. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk menguji pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada usaha sablon. (2) Untuk menguji pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen pada usaha sablon. (3) Untuk menguji pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen pada usaha sablon Frenzo Indoshirt Tulungagung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sumber data yang diperoleh yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner dan dokumentasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas Produk secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen pada sablon. (2) Kualitas layanan secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen pada usaha sablon. (3) Kualitas produk dan layanan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen pada sablon Frenzo Indoshirt Tulungagung. Kata Kunci : Kualitas Produk, Kualitas Layanan, Kepuasan Konsume

    Pelatihan Keuangan dan Pemasaran Untuk Meningkatkan Kapabilitas UMKM Ilham Meubel

    No full text
    This service activity was carried out at Ilham Meubel Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) located in Bondowoso. Ilham Meubel is an MSME that operates in the furniture sector. The purpose of carrying out this service is to help Ilham Meubel in solving the problems he faces, namely related to marketing and finance. The marketing carried out by partners so far is still traditional marketing. Meanwhile, in the financial sector, partners have not recorded their finances. The methods of this service activity are field surveys, lectures, broadcasting, practice and discussion. The organizers of the activity consist of four lecturers and three students with expertise in the fields of economics, accounting, management and information technology who are able to solve partner problems in the fields of marketing and finance.This activity lasted for eight months and was divided into three stages, namely survey, preparation for creating Excel-based financial applications and websites and the final stage was training. This service is expected to have a real impact on partners regarding business. managemen

    IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY BY USING FAST HANDS GAME (FHG)

    No full text
    Ilham, M.N. 2017. Improving Students’ Vocabulary Mastery by Using Fast Hands Game (FHG). A Thesis. English Department. Faculty of Languages and Literature. State University of Makassar (Supervised by Mansur Akil and Maemuna Muhayyang). The objective of the research was to find out whether or not the use of FHG can improve students’ vocabulary mastery. The researcher applied pre-experimental method with one group pretest and posttest design. The population of the research was the seventh grade students of SMP Negeri 1 Liliriaja in academic year 2016/2017. The total sample of the research was 20 students. It was determined by using simple random sampling. The data were collected through vocabulary test (pretest and posttest) to find out whether or not the implementation of FHG improved the vocabulary mastery of the seventh grade students of SMP Negeri 1 Liliriaja. The researcher used t-test analysis. The result of the data analysis showed that there was a significant difference between pretest and posttest. It was proved by the mean score of the students’ tests in which their posttest mean score (77.1) was higher than the mean score of their pretest (56.55). It was also proven by the t-test conducted by the researcher. The t-test value (20.76) was higher than the t-table (2.093). Therefore, it can be concluded that FHG can improve students’ vocabulary mastery

    Manajemen TK/TPA Masjid Jami Nurul Ilham Kassi dalam Upaya Meningkatkan Minat Baca Tulis Al-Qur'an pada Santri dan Santriwati di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar

    No full text
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen TK/TPA Masjid Jami Nurul Ilham Kassi meliputi perencanaan, pengorganisasian, Pergerakan, Pengendalian dan evaluasi. Kemudian upaya dalam meningkatkan minat baca tulis alQur’an adalah memberikan kartu kontrol bacaan dan hafalan kepada santri dan santriwati, membaca bacaannya secara diulang-ulang sampai lancar, memberikan game dan menganggap santri dan santriwati sebagai adik sendiri. Faktor pendukung dalam meningkatkan minat baca tulis al-Qur’an adalah semangat dari santri, dukungan dari orang tua, peran aktif dari tenaga pengajar dan ruangan yang mendukung. Faktor penghambat dalam meningkatkan upaya minat baca tulis alQur’an adalah terbatasnya jam pelajaran, kemalasan dan kurangnya disiplin dari santri serta sarana dan prasarana yang masih kurang
    corecore