1,721,012 research outputs found

    Pengaruh Pendidikan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pengetahuan Pemeriksaan IVA Test Guna Mendeteksi Dini Kanker Serviks Diwilayah PMB Novia Dewi

    No full text
    ABSTRACT In the PMB Novia Dewi area, the IVA coverage rate is only 33% of 990 women aged 25-45 years. The significant mortality rate due to Cervical Cancer can be associated with the low level of participation in IVA screening. This action is influenced by various elements, especially the insight and mindset of the individuals studied. This study aims to evaluate the impact of education levels on awareness and attitudes of Women of Reproductive Age (WUS) towards the IVA Test for early detection of Cervical Cancer. This research method uses an exploratory study of associative research design with the Cross-Sectional method. The population of this study consisted of 990 Women of Reproductive Age (WUS) who had sexual intercourse in the PMB Novia Dewi work area. In this study, a sample of 99 Women of Reproductive Age (WUS) was used. Information collection was carried out using a Questionnaire and data were analyzed using the Chi-Square test. The results of the study showed that higher education had an impact on knowledge about the IVA Test for early detection of Cervical Cancer with a significance of p (0.000) <0.05; and the influence of attitudes towards knowledge of Women of Reproductive Age (WUS) affects the IVA Test examination for early detection of Cervical Cancer with a p value (0.023) <0.05. Education of Women of Reproductive Age (WUS) affects knowledge and attitudes towards the IVA Test examination for early detection of Cervical Cancer. Women of reproductive age should improve their understanding of the benefits of Visual Inspection of Acetic Acid (IVA) examination as a way to detect Cervical Cancer early. Keywords: Knowledge, Attitude, Education Level And IVA Test.  ABSTRAK Diwilayah PMB Novia Dewi angka cakupan IVA hanya 33% dari 990 wanita usia 25-45 tahun. Angka kematian yang signifikan akibat Kanker Serviks dapat dikaitkan dengan rendahnya tingkat partisipasi dalam skrining IVA. Tindakan tersebut dipengaruhi oleh berbagai elemen, terutama wawasan dan pola fikir individu yang diteliti. Penelitian ini bertujuan ntuk mengevaluasi dampak tingkat pendidikan terhadap awareness dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap pemeriksaan IVA Test untuk deteksi awal Kanker Serviks. Metode penelitian ini menggunakan studi mengeksplorasi desain penelitian asosiatif dengan metode Cross-Sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 990 Wanita Usia Subur (WUS) yang pernah berhubungan seksual diwilayah kerja PMB Novia Dewi. Dalam penelitian ini, digunakan sampel sebanyak 99 Wanita Usia Subur (WUS). Pengumpulan informasi dilakukan dengan menggunakan Kuesioner dan data dilakukan analisis menggunakan tes Chi-Square. Hasil penelitian menghasilkan pendidikan yang lebih tinggi berdampak pada pengetahuan tentang pemeriksaan IVA Test untuk deteksi dini Kanker Serviks dengan signifikansi  p (0,000) < 0,05; dan pengaruh sikap terhadap pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) berpengaruh terhadap pemeriksaan IVA Test untuk deteksi dini Kanker Serviks dengan nilai p (0,023) < 0,05. Pendidikan Wanita Usia Subur (WUS) mempengaruhi pengetahuan dan sikap terhadap pemeriksaan IVA Test untuk deteksi dini Kanker Serviks. Perempuan usia reproduksi harus meningkatkan pemahaman mereka mengenai manfaat pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai cara untuk mendeteksi Kanker Serviks secara dini. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Jenjang Pendidikan Dan IVA Test

    STRATEGI FUNDRAISING ZAKAT, INFAQ, DAN SHODAQOH (ZIS) DI BAZNAS KABUPATEN INDRAGIRI HULU

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Pini Novia Dewi Jurusan : Manajemen Dakwah Judul : Strategi Fundraising Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) Di Baznas Kabupaten Indragiri Hulu BAZNAS Kabupaten Indragiri Hulu merupakan lembaga sosial yang bergerak dibidang penghimpunan dan pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah. Dalam pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah BAZNAS Kabupaten Indragiri Hulu memiliki strategi yang tentunya ada perbedaan dengan lembaga amil zakat khususnya. Namun demikian tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menguraikan bagaimana strategi yang digunakan dalam pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah pada BAZNAS Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan jenis penelitian lapangan (field research. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teori yang peneliti gunakan yaitu dengan teori Abu Bakar dan Muhammad tentang tahapan strategi fundraising zakat, infaq, dan shadaqah untuk melihat strategi fundraising zakat, infaq, shadaqah yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Indragiri Hulu. Hasil penelitian ini menunjukakan bahwa dalam kegiatan fundraising zakat, infaq, dan shadaqah pada BAZNAS Kabupaten Indragiri Hulu memiliki strategi, namun strategi yang dilakukan masih lemah, karena BAZNAS hanya lebih dominan melakukan strategi dalam menentukan segmen dan target muzaki, dan juga strategi membangun sistem komunikasi. Tahapan strategi dilakukan dengan cara: pertama, menentukan segmen dan target muzaki, bentuk strategi yang dilakukan yaitu: menjadikan segmen pemerintahan, koperasi, kalangan ASN, perusahaan dan juga dari masyarakat umum yang mempunyai harta mencapai nisab sebagai target muzaki. Kedua, strategi penyiapan sumber daya dan sistem operasi, bentuk yang dilakukan yaitu: penetapan amil yang memiliki pendidikan S1 dan beragama Islam, mempunyai pengalaman bekerja, mengetahui tentang zakat, dan mampu mengoprasikan komputer. Ketiga, membangun sistem komunikasi, bentuk yang dilakukan yaitu: pendekatan komunikasi secara langsung ataupun tidak langsung dan komunikasi secara umum dengan sosialisasi menggunakan berbagai media. Keempat, strategi menyusun standar pelayanan, bentuk yang dilakukan yaitu: pelayanan secara langsung yang dilakukan dikantor, online/transfer, dan jemput zakat, pelayanan tersebut diberikan sesuai kebutuhan muzaki. Kata Kunci : Strategi, Fundraising ZI

    PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANTAN PEKERJA MIGRAN LUAR NEGERI UNTUK MENGEMBANGKAN BUDIDAYA JAMUR TIRAN DI DESA LEMBAH KECAMATAN BABADAN PONOROGO

    Get PDF
    ABSTRACK Novia Dewi Lutfi Azizah (18221736) with the title The Role Of The Village Government in Empowering The Community Of Former Overseas Migrant Workers in Developing Oyster Mushroom Cultivation in Lembah Village, Babadan Subdistrict, Ponorogo. This study aims to determine: 1) What is the role of the Village Government in empowering former foreign migrant workers in Lembah Village, Babadan Sub-district, Ponorogo. 2) What are the supporting and inhibiting factors in Community Empowerment of Former Overseas Migrant Workers with Oyster Mushroom Cultivation in Lembah Village, Babadan Subdistrict, Ponorogo. The method used in this research is descriptive qualitative research. Data obtained through interviews and documentation. The location of this research is Valley Village, Babadan District, Ponorogo Regency. Where there is an oyster mushroom cultivation group whose members consist of former foreign migrant workers in Lembah Village. The formation of this oyster mushroom cultivation group is an effort from the role of the village government in improving the economy and creativity of the ex-migrant community. Therefore, the empowerment of ex-migrant workers from abroad in developing oyster mushroom cultivation in Lembah Village, Babadan Sub-district, Ponorogo is interesting to study. During the research process, the data obtained by the researchers came from interviews conducted by several informants including the Valley Village Head, Head of the Oyster Mushroom Farmers Group, and the Former Migrant Community. From the results of this study, it can be said that the role of the Lembah Village Government in empowering the community of ex-overseas migrants in developing oyster mushroom cultivation here is to bridge between ex-migrants and the parties concerned to provide training and socialization facilities aimed at developing the creativity of the community of foreign migrant workers. , especially in this oyster mushroom cultivation group. Keywords: Empowerment, Role of Village Government, Former Migrant Workers, Oyster Mushroom Cultivatio

    MANAJEMEN KURIKULUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Manajemen Kurikulum Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di MTsN 2 Tulungagung” iniditulis oleh Novia Dewi Lestari, NIM: 12207173032. 2020. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, di bimbing oleh Dr.Hj. Indah Komsiyah, S.Ag.,M.Pd. Kata Kunci:Manajemen,Kurikulum, Hasil Belajar Peningkatan hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa setelah melakukan proses belajar mengajar. Hasil belajar biasanya ditunjukan dengan nilai angka sebagai laporan hasil belajar peserta didik kepada orang tuanya. Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal, salah satunya yaitu melalui aspek kurikulum. Kurikulum menjadi suatu hal yang penting bagi lembaga pendidikan karena menjadi salah satu komponen pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di MTsN 2 Tulungagung yaitu dengan mengguakan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa, keadaan lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi yang dintegrasikan dengan nilai-nilai Islam serta terdapat program tambahan keIslaman yaitu pembiasaan ubudiyah dan program kitab kuning. Hal inidiharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan mendukung peserta didikdalam mengembangkan kemampuannya yang memiliki implikasi pada pencapaianoutput yang lebih optimal. Hal inilah yang membuat peneliti merasa tertarik untukmenelitinya lebih dalam. Fokus penelitian ini adalah (1) bagaimana perencanaan kurikulum untuk meningkatkan hasil belajar siswa di MTsN 2 Tulungagung, (2) bagaimana pelaksanaan kurikulum untuk meningkatkan hasil belajar siswa di MTsN 2 Tulungagung, (3) bagaimana evaluasi kurikulum untuk meningkatkan hasil belajar siswa di MTsN 2 Tulungagung Jika dilihat dari sumber datanya, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Sedangkan jenis datanya, pendekatan yang digunakan termasuk penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis secara induktif dengan tiga tahap, yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini meliputi: (1) perencanaan kurikulum dilakukan dengan: Perencanaan kurikulum dilakukan dengan: a) adanya workshop EDM (Evaluasi Diri Madrasah) dan RKM (Rencana Kerja Madrasah) dengan melibatkan tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah serta mengundang pengawas dan narasumber untuk bersosialisasi terkait perangkat pembelajaran. b)rapat koordinasi. c) merencanakan kurikulum bersama MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). d) program tambahan kurikulum (kitab kuning dan ubudiyah). (2) pelaksanaan kurikulum dilaksanakan sesuai dengan kurikulum nasional dan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman selain dalam proses pembelajaran, terdapat pembiasaan ubudiyah dan program kitab kuning dimana semua siswa diwajibkan untuk mengikutinya dengan sistem pembelajaran memaknani dan juga membacanya atas bimbingan dari ustadzahnya. Serta terdapat pengecekan kesiapan guru melalui pengecekan perangkat pembelajaran oleh kepala madrasah dan absensi guru, strategi yang dilakukan kepala madrasah agar guru dapat merealisasikan kurikulum. Pemanfaatan sarana dan prasana yang menunjang proses pembelajaran. (3) evaluasi kurikulum melalui EDM (Evaluasi Diri Madrasah) yang dilakukan pada setiap memasuki tahun ajaran baru, pengecekan kesiapan guru seperti RPP oleh kepala madrasah, supervisi kepala madrasah pada proses pembelajaran, evaluasi formatif dan sumatif yang hasilnya dimasukkan ke dalam rapor, prestasi akademik dan non akademik, sikap religius peserta didik

    UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM OLEH DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KOTA BLITAR TERHADAP PELAKU USAHA MIKRO KECIL AKIBAT ADANYA PENGUASAAN PASAR OLEH PELAKU USAHA LAINNYA (STUDI PADA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KOTA BLITAR DAN SENTRA USAHA SAMBEL PE

    No full text
    Novia Dewi Aprilia, Dr. Hanif Nur Widhiyanti,SH.,MHum., Dr. Reka Dewantara,SH.,MH. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]   ABSTRAK Sambel pecel adalah salah satu makanan khas diBlitar dan produknya dapat dipasarkan dimana saja termasuk dipasar. Kawasan pasar besar terdapat empat toko yang beroplah besar mendominasi suatu jenis barang yaitu sambel pecel yang diperoleh dari usaha mikro kecil. Dari penelusuran dipasar besar terdapat perjanjian tambahan atau peraturan tidak tertulis yang diberlakukan beberapa toko tertentu dipasar yang menetapkan bahwa produksinya hanya dapat dijual pada toko tersebut saja disuatu pasar dan tidak menjual ditoko lain sehingga konsumen hanya dapat membeli produk sambel pecel hanya ditoko tersebut. Kesepakatan yang mau tidak mau harus menyetujui tersebut memberi implikasi, keuntungan dan kerugian. Keuntungannya toko hanya menjual produk sambel pecel miliknya, kerugiannya karena dalam memasarkan produk sambel pecel kurang luas sehingga mengakibatkan kecilnya jumlah keuntungan yang didapat dan bagi pelaku usaha pesaing terhambat untuk menitipkan produknya ditoko tersebut. Perilaku toko yang menetapkan aturan semacam ini menurut hukum persaingan usaha dapat dikategorikan sebagai tindakan penguasaan pasar sebagaimana yang diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Kendala kurang luasnya pelaku usaha mikro kecil dalam memasarkan produknya karena para pedagang diduga telah melakukan kegiatan penguasaan pasar. Akan tetapi ketentuan dalam Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999  tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat tidak mengatur tentang perlindungan hukum dan telah dikecualikan bagi pelaku usaha kecil sehingga Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tidak memiliki wewenang atas semua permasalahan yang dialami pelaku usaha kecil. Kewenangan yang dianggap efektif mengenai kasus diatas adalah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Blitar dengan membentuk Badan Penyelesaian Sengketa (BPS). Kata kunci: upaya perlindungan hukum, pelaku usaha mikro kecil, penguasaan pasar ABSTRACT Chilli sauce is one of the local food products produced in Blitar. The product has been marketed everywhere including traditional markets. Four stores located in the traditional market dominate the circulation of the products obtained from small and micro enterprises. The observation done in the traditional market reveals that unwritten agreement was involved, regarding the fact that the products are only supplied to only certain stores. In other words, the profits gained from selling the products are dominated by only those stores. This agreement then had implication regarding the benefit and loss gained, in which the stores only sell the products they own while the products are marketed in a limited scope, bringing only small profits to the stores. This situation also hinders other suppliers to put their other products in the stores. This behavior is considered as an act aimed to dominate a certain market area, which is regulated in Article 19 of Law Number 5 of 1999 on Prohibition of Monopoly Practices and Unhealthy Business Competition. This Law regulates legal protection for small and micro enterprises so that the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) does not hold any authorities overall problems faced by small enterprises. It is considered essential that the Industry and Trade Office of Blitar establish Dispute Settlement Agency (BPS). Keywords: effort done to provide legal protection, small and micro enterprises, market monopoly  Â

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore