324 research outputs found
Kompisgruppen : En metod för främjandet av ungdomars sociala färdigheter
Kompisgruppen är en fritidsgrupp för ungdomar i Sarlinska högstadiet i Pargas, som vi startade i samarbete med Finlands Röda Kors. Syftet med projektet är att gruppmedlemmarna skall få utveckla sina sociala färdigheter, få nya vänner, stöd i vardagen, ha roligt tillsammans samt få en meningsfull fritid. Genom att arbeta utgående från centrala temaområden, med stöd av litteraturkopplingar, har vi arbetat för att nå vårt syfte och våra mål.
Syftet med vårt examensarbete är att utveckla och stöda vår uppdragsgivares, Röda Korsets, verksamhet samt Kompisgruppverksamheten inför framtiden. Syftet når vi genom att redogöra för och analysera arbetsprocessen för Kompisgruppen och på detta sätt skapa en produkt för Röda Korset. Vi beskriver och analyserar vår arbetsprocess, samt tar upp teorier, egna tankar och viktiga aspekter då man arbetar med ungdomar, fritidsaktiviteter och välmående. Det vi huvudsakligen arbetar med och analyserar vårt arbete utgående från är social utveckling, som i sin tur stöds av teorier och arbetssätt om temaområdena gruppdynamik, delaktighet och jämlikhet.
Examensarbetet beskriver den arbetsprocess vi gått igenom för att starta och leda Kompisgruppen i Pargas, och genom detta skapa, stöda och utveckla både vår uppdragsgivares, Röda Korsets verksamhet, samt utbudet av fritidsverksamhet för unga i Pargas. Examensarbetet kan användas som stöd i arbete med Kompisgruppsverksamhet samt överlag i arbete med ungdomsgrupper och ungas välmående samt utveckling.Kaveriryhmä on Paraisten yläasteen/yläkoulun oppilaille tarkoitettu vapaa-ajanryhmä, jonka olemme perustaneet yhteistyössä Suomen Punaisen Ristin kanssa. Projektin tavoitteena on antaa ryhmäläisille mahdollisuus kehittää sosiaalisia taitojaan, saada uusia ystäviä, antaa heille tukea arjessa, pitää hauskaa yhdessä sekä tarjota merkityksellistä vapaa-aikaa. Pyrimme saavuttamaan tavoitteemme tutkimalla keskeisiä aihealueita ja tukeutumalla aiheeseen liittyvään kirjallisuuteen.
Opinnäytetyömme tarkoituksena on tukea ja kehittää toimeksiantajamme, Punaisen Ristin, toimintaa sekä Kaveriryhmätoimintaa tulevaisuutta varten. Dokumentoimme ja analysoimme työprosessimme työskennellessämme Kaveriryhmässä, ja tällä tavoin luomme tuotteen Punaiselle Ristille. Kuvaamme ja analysoimme työprosessiamme, sekä esitämme teorioita, omia ajatuksia ja tärkeitä näkökulmia tehdessämme töitä nuorten, vapaa-ajan toiminnan ja hyvinvoinnin parissa. Olemme työskennelleet sekä analysoineet työtämme pääasiallisesti sosiaalisen kasvun kannalta, mitä vuorostaan tukee ryhmädynamiikkaan, osallistamiseen ja tasa-arvoisuuteen liittyvät teoriat ja työmenetelmät.
Tämä opinnäytetyö kuvailee työprosessia, jonka olemme käyneet läpi perustaessamme ja vetäessämme Kaveriryhmää Paraisilla, ja tätä kautta, tukiessamme ja kehittäessämme , sekä toimeksiantajamme, Punaisen Ristin toimintaa, että nuorten vapaa-ajan toiminnan tarjontaa Paraisilla. Opinnäytetyötämme voidaan käyttää tukena nuorisoryhmien sekä nuorten ja heidän hyvinvointinsa ja kasvunsa parissa tehtävässä työssä.The Friend Group is a leisure group for youths in Pargas junior high school, which we started in co-operation with the Finnish Red Cross. The purpose of the project is to help the group members develop their social skills, find new friends, get support in everyday situations, have fun together and have a meaningful leisure time. By basing our work on central themes, with the support of literature, we have worked to achieve the purpose and our goals.
The purpose of our Bachelor’s thesis is to develop and support our commissioners, The Finnish Red Cross’, activity as well as the Friend Group’s future activity. This is done through report and analysis of the work process while working with the Friend Group, and this way creating a product for The Red Cross. We describe and analyze our work process and discuss theories, own thoughts and important aspects when working with youths, leisure time activity and well-being. Our work is based on and analyzed through the theme of social development, which is supported by theories and methods found within the areas of group dynamics, participation, and equality.
This thesis describes the work process we have gone through to form and lead the Friend Group in Pargas, and through that work we have created, supported and developed both our commissioners, the Finnish Red Cross’, activity and the leisure time activities for youths in Pargas. The thesis can be used as support when working with youth groups, youths, their well-being and development
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Strategi Pemodelan dan Media Lirik Lagu untuk Siswa Kelas X SMA
ABSTRAK Wahyuningtyas, Rina Novia. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Strategi Pemodelan dan Media Lirik Lagu untuk Siswa Kelas X SMA. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menulis cerpen, pembelajaran menulis cerpen, strategi pemodelan, media lirik lagu Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas X SMA. Kegiatan menulis cerpen ini dapat meningkatkan kreativitas siswa untuk dapat menghasilkan cerpen yang baik. Namun, harapan tersebut masih kurang mendapat perhatian. Terbukti dengan adanya beberapa hambatan, antara lain hambatan dari faktor internal yaitu dari diri siswa itu sendiri dan faktor eksternal yaitu pada tersedianya bahan ajar, media, dan strategi yang digunakan oleh guru. Untuk itu diperlukan pengembangan bahan ajar menulis cerpen yang dapat mengatasi hambatan yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung proses pembelajaran menulis cerpen di SMA. Ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya pengembangan bahan ajar, yakni kebutuhan siswa dan tuntutan guru untuk dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas serta sesuai dengan karakteristik siswa kelas X SMA. Tujuan umum penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pemodelan dan media lirik lagu untuk siswa kelas X SMA. Tujuan umum tersebut, kemudian dirinci menjadi beberapa tujuan khusus, yaitu menghasilkan materi serta latihan (1) pemilihan ide dan tema cerpen, (2) penokohan cerpen, (3) pemilihan latar cerpen, (4) penentuan sudut pandang cerpen, dan (5) pemilihan dan pengembangan alur cerpen dengan strategi pemodelan dan media lirik lagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Metode penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan pembelajaran Borg and Gall. Berdasarkan model tersebut terdapat 4 tahapan prosedur penelitian pengembangan, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap revisi produk. Produk hasil penelitian ini diuji coba kepada ahli menulis cerpen, ahli pembelajaran menulis cerpen, praktisi (guru bahasa Indonesia), dan kelompok kecil siswa yang beranggotakan 10 siswa dengan membagikan angket. Berdasarkan hasil uji coba dengan ahli menulis cerpen, ahli pembelajaran sastra, dan praktisi, jika dirata-rata memperoleh persentase sebagai berikut. Hasil uji kelayakan sistematika penulisan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 91,66%, kesesuaian kompetensi bahan ajar 87,5%, keakuratan dan kedalaman materi pada bahan ajar 80,24%, penggunaan bahasa pada bahan ajar 83,3% dan kelayakan tampilan bahan ajar 85,4%. Selain hasil uji coba tersebut, terdapat hasil uji coba dari kelompok kecil siswa. Menurut hasil uji coba kelompok kecil yang beranggotakan 10 siswa memperoleh persentase kelayakan sistematika penulisan bahan ajar sebesar 100%, isi dan bahasan 90,83%, penggunaan bahasa 91,25%, dan tampilan bahan ajar 94,16%. Bahan ajar yang dihasilkan pada penelitian ini diberi judul Yuk, Menulis Cerpen dari Lirik Lagu. Bahan ajar ini terdiri atas 5 bagian. Bagian 1 memuat materi dan latihan pemilihan tema, bagian 2 memuat materi penokohan, bagian 3 memuat materi pemilihan latar, bagian 4 memuat materi penentuan sudut pandang, dan bagian 5 memuat materi alur dan pengembangan alur. Pada bagian 5 terdapat materi khusus yang memandu siswa untuk menulis cerpen secara utuh. Bahan ajar yang didominasi dengan warna hijau ini, dilengkapi dengan materi singkat tentang cerpen dan contoh cerpen sebagai pendahuluan, serta ruang refleksi dan rubrik penilaian sebagai penutup. Bahan ajar ini memiliki perbedaan dengan bahan ajar lain. Perbedaan ini terletak pada penggunaan strategi pemodelan. Strategi pemodelan memiliki 4 fase, yaitu fase atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi. Selain strategi, bahan ajar ini juga memanfaatkan media lirik lagu. Strategi dan media yang digunakan pada bahan ajar ini diaplikasikan secara tidak langsung pada setiap bagian. Sebagai langkah pemanfaatan produk yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini, ada beberapa saran yang ditujukan untuk pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar menulis cerpen. Untuk guru disarankan agar memanfaatkan bahan ajar menulis cerpen yang dihasilkan pada penelitian ini dengan optimal. Untuk siswa disarankan agar memanfaatkan produk bahan ajar ini dengan mulai membaca dan mempelajari semua tahapan menulis cerpen yang ada.
De la colaboración a la confrontación: los comunistas mexicanos a finales de los años veinte. Antropología. Boletín Oficial del Instituto Nacional de Antropología e Historia: Vigilantes y vigilados. Seguridad, espionaje, control político y social en la historia de México. Num. 101 Nueva Época (2016) diciembre
Archivo Estatal Ruso de Historia Social y Política (RGASPI), Fondo 495, Opis. 108, exp. 14, f. 1.RGASPI; Fondo 495, Serie 108, exp. 34, f. 2.RGASPI; Fondo 495, Serie 108, exp. 32, ff. 21 y 21v.RGASPI; Fondo 495, Serie 19, exp. 179.RGASPI; Fondo 495, Op. 108, exp. 94, f. 37.RGASPI; Fondo 515, Op. 1, exp. 4127, f. 81.Archivo General de la Nación, Dirección General de Investigaciones Políticas y Sociales (AGN, DGIPS), caja 260, exp. 6, f. 19.AGN, DGIPS, caja 259, exp. 34, f. 364.AGN, DGIPS, caja 260, exp. 4, ff. 225-226.AGN, DGIPS, caja 260, exp. 6, f. 126.Cano Andaluz, Aurora; “El Machete”, en Boletín del Instituto de Investigaciones Bibliográficas, vol. II, año 1, 1997, p. 158, en línea [http://publicaciones.iib.unam.mx/index.php/boletin/article/view File/607/596].Crespo, Horacio; “El comunismo mexicano en 1929: el ‘giro a la izquierda’ en la crisis de la revolución”, Elvira Concheiro et al., El comunismo: otras miradas desde América Latina, México, Centro de Investigaciones Interdisciplinarias en Ciencias y Humanidades-UNAM, 2007, pp. 559-586.Jeifets, V.L.; Komintern i evolutsia levogo dvizhenia v Meksike, (El Comintern y la evolución del movimiento de izquierda en México), San Petersburgo, Nauka, 2006, p. 125.Martínez Verdugo, Arnoldo (ed.); Historia del comunismo en México, México, Grijalbo, 1985, p. 121.Ortiz, Rina (ed. y trad.); Alexandra Kollontai en México. Diario y otros documentos, Xalapa, Universidad Veracruzana, 2012, p. 99.Ortiz Peralta, Rina; “Stanislav Stanislavovich Pestkovsky: diplomacia y subversión”, en Diario de Campo, Suplemento, núm. 55, julio-septiembre 2009, pp. 75-83.Peláez, Gerardo; “Para documentar nuestro marxismo”, en Nexos, 1 de junio de 1982.Spenser, Daniela y Rina Ortiz; La Internacional Comunista en México: los primeros tropiezos. Documentos, 1919-1922, México, INHERM, 2006.Vázquez Ramírez, Esther Martina; “Acciones comunistas: 1929-1935”, en Elvira Concheiro et al., El comunismo: otras miradas desde América Latina, México, Centro de Investigaciones Interdisciplinarias en Ciencias y Humanidades-UNAM, 2007, p. 588.Wolfe, Bertram D.; A Life in Two Centuries. An Autobiography, Nueva York, Stein and Day, 1981, p. 285.En este trabajo se analiza el paulatino deterioro en las relaciones entre los gobiernos posrevolucionarios y el Partido Comunista Mexicano en la década de 1920, hasta el punto en que este último se vio forzado a la clandestinidad. Entre los factores que contribuyeron a la confrontación pueden destacarse: por un lado, el fortalecimiento del Estado mexicano y el mejoramiento de las relaciones con Estados Unidos; por el otro, los cambios en la política de la Internacional Comunista. A parir de los documentos de la Dirección General de Investigaciones Políticas y Sociales, resguardados en el Archivo General de la Nación, se examinan las formas que adoptaron la vigilancia y la represión contra los comunistas, cuya influencia fue considerada una amenaza.This work examines the progressive deterioration in the relations between the national government of Mexico and the Mexican Communist Party in the 1920s until the communists were finally forced into clandestine work. Some of the factors that motivated the confrontation were: on one hand, the consolidation of the post-revolutionary state in Mexico and the improved relations with the United States and on the other hand, changes in Comintern policy. Based in documents from the agn Mexico (Dirección General de Investigaciones Políticas y Sociales), the author illustrates the forms of surveillance and repression conducted by the Mexican government against communists, who were considered a threat to political stability
Kebijakan dalam Menetapkan Biaya Pendidikan di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga
Pendidikan merupakan suatu sistem yang dilakukan oleh negara dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakatnya. Biaya pendidikan menjadi salah satu pokok yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan pendidikan yang bermutu. Seperti halnya pada salah satu sekolah swasta di Salatiga yaitu SMA Kristen Satya Wacana Salatiga yang terkenal dengan biaya pendidikannya yang cukup tinggi dari rata-rata biaya di Salatiga. Sehingga dibuatlah penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan penetapan biaya pendidikan peserta didik di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sehingga pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, bendahara/bagian administrasi keuangan sekolah, dan juga beberapa siswa SMA Kristen Satya Wacana Salatiga. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Perencanaan biaya pendidikan di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga didasarkan pada anggaran di tahun-tahun sebelumnya. 2) Sumber pendanaan pendidikan di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga utamanya adalah berasal dari peserta didik dan dana BOS pemerintah. 3) Kebijakan yang diambil sekolah dalam penetapan biaya pendidikan adalah dengan menetapkan sumber pendanaan utama yang berasal dari peserta didik dan kedua dari dana BOS. Selain itu sekolah juga menetapkan adanya sistem subsidi silang untuk menetapkan biaya pendidikan yang dibebankan pada peserta didik. 4) Implementasi penggunaan dana BOS diawasi melalui program ARKAS. Walaupun anggaran sudah dibuat sesuai ketentuan pemerintah, masih terdapat masalah seperti mengenai adanya perubahan pada saat proses pembelanjaan dana BOS yang mempersulit sekolah
Francis Bacon: Painting in A Godless World
Throughout his career, Francis Bacon (1909-1992) made many anti-religious and, more specifically, anti-Christian statements. Bacon was a militant atheist but his atheism was not a simple dismissal of religion and religious belief. He exploited the symbols of Christianity, especially the Crucifixion and the Pope, in order to show its untenability in the modern age. Setting out to account for Bacon's recurrent and sustained use of religious symbols, Rina Arya explains how the artist redeployed religious iconography to convey an experience of the human condition, specifically animalism and mortality. By placing the work within the context of post-war philosophical pre-occupations with the death of God, the author provides a robust framework in which to view and interpret Bacon's complex images. Refreshingly original, this book marks a new approach to appreciating the work of one of the leading artists of the twentieth century
Francis Bacon: Painting in A Godless World
Throughout his career, Francis Bacon (1909-1992) made many anti-religious and, more specifically, anti-Christian statements. Bacon was a militant atheist but his atheism was not a simple dismissal of religion and religious belief. He exploited the symbols of Christianity, especially the Crucifixion and the Pope, in order to show its untenability in the modern age. Setting out to account for Bacon's recurrent and sustained use of religious symbols, Rina Arya explains how the artist redeployed religious iconography to convey an experience of the human condition, specifically animalism and mortality. By placing the work within the context of post-war philosophical pre-occupations with the death of God, the author provides a robust framework in which to view and interpret Bacon's complex images. Refreshingly original, this book marks a new approach to appreciating the work of one of the leading artists of the twentieth century
Teaching Seakeeping for Ships and Offshore Structures: A Delicate Balance
Seakeeping is traditionally taught for Naval Architecture using mainly ships as examples. Many books are also available in a similar way citing ships as examples. However, in order to cater for students in offshore or Ocean Engineering, a paradigm shift is inevitable. The author teaches Seakeeping Part of the Module Marine Dynamics for Stage 2 students of both streams: Naval Architecture and Offshore Engineering. The available hours are limited, and within this span of time the students of both streams have to be taught basic seakeeping aspects citing examples of both ships and offshore structures. This is rather a challenge. As the same group of students study another Module Marine and Offshore Mechanics, a delicate balance need to be maintained so that both groups of students can have equal understanding of the subsequent module with ease and comfort. The author has now done it for last 5 years and according to him, most of the students finally manage to understand the module quite well. The author thinks that teaching and learning in Stage 2 has been the root of the final success
Studi analisis pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail tentang hadis maudhu’
Penelitian ini berfokus pada pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail mengenai hadis maudhu’ (hadis palsu). Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana metode yang digunakan oleh Muhammad Syuhudi Ismail dalam mengidentifikasi hadis maudhu’ serta pandangannya terhadap hadis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kriteria dan metode identifikasi yang digunakan oleh Ismail, serta mengevaluasi kontribusi dan kelemahan karyanya dalam kajian hadis maudhu’. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis kritis terhadap karya-karya Muhammad Syuhudi Ismail. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup buku-buku, artikel, dan tulisan lain yang relevan dengan topik kajian, terutama yang berkaitan dengan metodologi kritik hadis yang dikembangkan oleh Muhammad Syuhudi Ismail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Syuhudi Ismail menggunakan pendekatan yang sistematis dalam mengidentifikasi hadis maudhu’. Ia mengkategorikan ciri-ciri hadis maudhu’ berdasarkan dua aspek utama: rawi (perawi) dan matan (teks hadis). Dari segi rawi, ciri-ciri utama termasuk pengakuan langsung perawi tentang pemalsuan hadis dan ketidaksesuaian dengan fakta sejarah yang dapat diverifikasi. Dari segi matan, hadis maudhu’ sering menunjukkan kerancuan dalam redaksi atau makna serta bertentangan dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadis yang mutawatir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun hadis maudhu’ kadang mengandung materi yang sejalan dengan ajaran Islam, dampak negatifnya lebih besar karena dapat menyebabkan kesalahpahaman dan merusak citra kesempurnaan Islam. Oleh karena itu, penelitian kritis dan cermat terhadap hadis sangat penting untuk menjaga kemurnian ajaran Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi studi hadis, khususnya dalam memperkuat metodologi kritik hadis dan menambah wawasan tentang pentingnya verifikasi kesahihan hadis. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi agama dalam memahami dan membedakan hadis yang sahih dari yang palsu
Debate as an English Extracurricular Program at a Senior High School in Indonesia (A Case Study on Debate Activities at Bhawikarsu English Club "BEC" of SMAN 3 Malang).
Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang banyak digunakan oleh orang-orang di era globalisasi ini. Mengenai pentingnya bahasa Inggris, bahasa Inggris diajarkan sebagai subjek wajib di Indonesia. Subjek bahasa Inggris mencakup empat keterampilan yang akan dikuasai, salah satunya berbicara. Dalam pembelajaran berbicara, peserta didik dari negara-negara non-Inggris, seperti Indonesia, biasanya menghadapi beberapa masalah seperti kurangnya kosa kata, kurang percaya diri, dan penggunaan dominan bahasa ibu. Salah satu cara untuk memecahkan masalah-masalah itu adalah dengan menciptakan lingkungan linguistik yang dapat memastikan interaksi bagi peserta didik untuk mengumpulkan input bahasa untuk menetapkan pengetahuan dasar mereka. Beberapa sekolah telah berusaha untuk membangun lingkungan bahasa untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa mereka dalam bentuk program ekstrakurikuler di `klub Inggris`. Kegiatan paling penting di klub Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa adalah menggunakan perdebatan. Salah satu sekolah di Malang yang dikenal dengan kredibilitas dan pencapaian debatnya klub Inggris adalah SMAN 3 Malang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan debat yang dilakukan di Bhawikarsu English Club (BEC) sebagai program ekstrakurikuler SMAN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif karena upaya untuk menggambarkan dengan jelas praktik perdebatan di Bhawikarsu English Club (BEC) dari SMAN 3 Malang. Dalam proses pengumpulan data, tiga teknik digunakan, mereka adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk meningkatkan validitas data, proses triangulasi dilakukan dengan pengecekan silang data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut. Penelitian ini mengungkapkan bahwa program ini diterapkan dengan baik. Fasilitas, media, dan bahan yang digunakan sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan siswa dan prosedur pembelajaran praktik debat sejalan dengan standar kejuaraan perdebatan internasional. Apalagi motivasi siswa debat BEC sangat tinggi. Para siswa sepakat bahwa kegiatan debat di BEC meningkatkan pemikiran kritis mereka, memperluas sudut pandang mereka serta meningkatkan kemampuan berbicara mereka. Kepala sekolah, guru, dan tutor juga memberikan respons positif terhadap program ini. Ini mungkin alasan kesuksesan untuk program dalam memenangkan kejuaraan. Peneliti menyarankan kepala sekolah untuk memberikan kamar permanen dengan beberapa bahan bacaan tambahan seperti majalah Internasional Inggris bagi siswa untuk lebih termotivasi dalam praktik perdebatan. Untuk tutor, akan lebih baik jika mereka dapat memaksimalkan penggunaan media yang disediakan untuk membuat bahan yang lebih menarik. Untuk peneliti masa depan, mereka disarankan untuk melakukan penelitian tentang implementasi kegiatan lain dalam program ekstrakurikuler BEC
TEACHING SPEAKING BY USING COOPERAT1VE LEARNING THLNK PAIR SHARE FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
- …
