17,872 research outputs found

    Aktivitas Dakwah Guru Muhammad Noor di Desa Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala

    Full text link
    Latar belakang penulisan skripsi ini ialah untuk mengetahui segala aktivitas dakwah Guru Muhammad Noor di Desa Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala, yang dimana kita ketahui kehadiran dakwah ditengah masyarakat sendiri sangatlah penting untuk wawasan keagamaan. Pada masa sekarang ini tidak dapat kita pungkiri lagi, aktivitas dakwah lebih sering dilakukan di masjid ataupun majelis-majelis ta’lim di rumah atau tempat lainnya, seperti hal nya yang dilakukan oleh pendakwah Guru Muhammad Noor, atau sebagian orang memanggil beliau Guru Muhammad, beliau adalah seorang pendakwah kelahiran Lepasan. Guru Muhammad Noor juga memiliki banyak jamaah yang dimana jumlah jamaah Guru Muhammad Noor berkisar paling sedikit sekitar 30-an orang dan paling banyak sekitar 300-an orang , yang dimana dalam seminggu beliau mengisi ceramah agama dari kampung ke kampung yang ada di Kabupaten Barito Kuala. Majelis beliau cukup banyak, diantaranya berada di kel. Lepasan, Banua Anyar, kel. Cerbon, Kota Marabahan, di kel. Julungan, dan di berbagai tempat lainnya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini yaitu tentang apa saja aktivitas dakwah Guru Muhammad Noor. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Penulis mengumpulkan data dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data ini penulis menggunakan cara deskriptif kualitatif terhadap data yang disajikan, sehingga permasalahan dapat tergambar antara hubungan yang satu dengan yang lainnya. Hasil dari penelitian ini yaitu aktivitas dakwah guru Muhammad Noor selain di Desa Lepasan sendiri beliau juga mempunyai beberapa majelis yang tersebar di Kabupaten Barito Kuala dan tidak hanya majelis saja, beliau juga sering dipanggil di acara-acara besar Islam diantaranya yaitu seperti acara maulid nabi, acara selamatan, isra’ miraj, dan Nuzulul Qur’an

    KIPRAH PANGERAN MUHAMMAD NOOR DALAM PERJUANGAN DI KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    Provinsi Kalimantan mempunyai sejarah perjuangan yang dimana banyak mempunyai nilai - nilai yang bagus untuk diimplementasikan dalam kehidupan dan perlu di apresiasi, apalagi pada masa-masa proklamasi kemerdekaan, di mana pada saat itu tentara Jepang telah menyerah pada sekutu tetapi para pejabat masih merahasiakan tentang berita itu, di karenakan mereka masih berharap bahwa bangsa Indonesia tidak mengetahui berita tersebut. Jika menguasai Kalimantan berarti mereka berhasil dalam melengkapi kebutuhan logistik mereka, di mana hal itu merupakan sesuatu yang mereka perlukan. Jika membicarakan kekayaan kalimantan pastinya tidak terbatas dalam membicarakannya, karena melimpahnya bahan-bahan mentah yang dimiliki Kalimantan. Sebelum Indonesia merdeka, saat itu ada impian dengan keinginan ingin maju yang ada pada diri pemuda Kalimantan. Salah seorang diantaranya Mohamad Noor yang dikenal sebagai Ir. Pangeran Mohamad Noor. Dari perjuangan pangeran muhammad noor dalam memperjuangkan tanah air NKRI dan memajukan pemangunan di kalimatan selatan, juga menjadi inspirasi dalam sejarah

    Transkrip wawancara bersama Dali Omar lagenda bola sepak Malaysia / Muhammad Ammar Mohd Noor and Muhamad Nazifi Izhan Zulbakia

    Full text link
    Temubual ini adalah antara tokoh pilihan iaitu Dali Bin Omar dan pelajar sebagai penemuramah, Muhammad Ammar Bin Mohd Noor dan Muhammad Nazifi Izhan Bin Zulbakia. Sesi temubual ini berlangsung di rumah beliau, Binjai. Pada tanggal 3 Mei 2015 dan jam 1.00 tengahari, sesi temubual tersebut berlangsung dan ia berakhir pada 3.00 tengahari. Perkara-perkara yang diajukan kepada tokoh pilihan ialah berkenaan dengan latar belakang, perkembangan kerjaya beliau secara umum, pengalaman di bidang bola sepak, dan berkenaan dengan peniktirafan beliau sebagai lagenda bola sepak kelantan. Secara tuntasnya, beliau banyak memberi input dan output terhadap kepada penemuramah tentang dunia bola sepak sekarang dan keadaan bola sepak global

    SWOT analysis of Muhammad Anees & Company / Muhamad Noor Hisyamuddin Othman

    Full text link
    For the past six months, I have been blessed with the opportunity to train and gain working experience here at Muhammad Anees & Company (Penang). My name is Muhamad Noor Hisyamuddin bin Othman, a final year student of UiTM Arau majoring in Business Administration (Hons) Finance. Muhammad Anees & Company is a young and growing company that is founded by Mr. Muhammad Anees bin Sheik Othman. This company is established on 6 November of 2011 and now it has two branches which are in Penang and in Kuala Lumpur. There are 35 employees here, including permanent workers as well as internship students like I am that ranges from various ethnicity and age groups. As for my training experience, I can sum up that it has been a great and educational time for me during my internship period. I was placed in the finance department and I had learned many new things regarding financing activities such as preparing various documents such as invoices, transfer vouchers and payment vouchers. Overall, it is quite educational and useful. This study implements the SWOT analysis that covers the internal and external aspects of the company. This analysis is used as an assist to identify the company’s financial performance. This study also is made in order to center the positive and negative aspects observed while I was completing my internship at the company

    Pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor Terhadap Tafsir Ayat Kebebasan Beragama dalam Kitab Tafsir Marâh Labîd

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sebuah pengajian atau majelis ta’lim yang berbasis tafsir Al-Qur’an, yakni pengajian kitab tafsir Marâh Labîd oleh Tuan Guru K.H. Muhammad Noor. Sebagai seorang Tuan Guru atau orang yang memimpin sebuah pengajian, tentunya beliau mempunyai peran penting di lingkungan masyarakat. Apa yang beliau sampaikan akan menjadi contoh, terutama dalam masalah keagamaan. Adapun alasan pengambilan topik kebebasan beragama ini karena hal tersebut masih krusial dan kontroversial juga menjadi topik yang selalu menarik untuk didiskusikan, terlebih di negara Indonesia yang memiliki banyak keberagaman agama. Oleh karena itu penulis mencoba menggali lebih jauh terkait pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor terhadap tafsir ayat kebebasan beragama yang ada di dalam kitab tafsir Marâh Labîd. Tujuan dari penelitian yakni mengetahui penafsiran ayat kebebasan beragama dalam kitab tafsir Marâh Labîd terkait Q.S. Al-Baqarah/2: 256, Q.S. Yunus/10: 99, Q.S. Al-Kahfi/18: 29 dan Q.S. Al-Kafirun/109:6 yang kemudian mengetahui pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor terhadap penafsiran ayat tersebut dan batas-batas kebebasan beragama menurut beliau. Jenis penelitian ini adalah penelitian atau kajian tokoh (individual life history) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara kepada informan yang diteliti yaitu Tuan Guru K.H. Muhammad Noor. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa pemahaman Tuan Guru K.H. Muhammad Noor terhadap tafsir ayat kebebasan beragama dalam kitab tafsir Marâh Labîd yang pertama Q.S. Al-Baqarah/2: 256 tidak diperkenankan memaksa orang lain untuk menganut agama Islam sebab dalil dan bukti kebenaran Islam itu sudah sangat jelas, masalah agama tergantung pada hidayah dan petunjuk dari Allah Swt. Kedua Q.S. Yunus/10: 99 perbedaan adalah sunnatullâh atau ketetapan Allah, maka tidak ada yang dapat mengubah ketetapan tersebut meskipun seorang Rasulullah saw. Ketiga Q.S. Al-Kahfi/18: 29 ayat ini bukan mutlak sebuah kebebasan dan bukan pembenaran atas kekafiran, melainkan sebuah ancaman. Oleh karena itu pada kalimat selanjutnya diungkapkan bahwa sungguh telah disiapkan bagi orang yang zalim itu neraka sebagai tempat mereka dan mereka diberi minuman yang sangat panas dan dapat merusak wajah. Keempat Q.S. Al-Kafirun/109: 6 kita harus meyakini agama Islam satu-satunya agama yang benar. Tetapi Islam tetap mengajarkan untuk menghargai dan menghormati agama lain namun bukan berarti mengikuti jalan mereka. Karena sesuatu yang salah dalam syariat tetap tidak diperkenankan untuk dilakuka

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Full text link
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Noor

    No full text
    Noor is an image based project that seeks to mediate different tangents of societal and political truths and untruths of the 21st century that shroud the artist’s selfhood as a Muslim living in Singapore. The artist has begun the process of resolving the complexities plaguing his identity with a poignant overture; a calling, a cry to reclaim his comfort, heart and voice.Bachelor of Fine Art

    Noor S. I.

    No full text
    Tulisan ini adalah mengenai penulis Noor S I oleh Muhammad Ariff Ahmad (MAS). Sajak2 Noor SI yang dianggap sajak kabur pada masa itu lama-kelamaan membuat orang semakin sedar bahawa sajak2nya merupakan satu bentuk dan pendekatan baru yang nampak kelainannya dibandingkan dengan stail sajak penyair angkatan 50an. MAS mengenal Noor S I apabila ingin menubuhkan persatuan Penyair Angkatan 50 dan ajakannya di sambut dengan baik oleh penulis2 lain. Antara karya2nya, buku antologinya 'Setanggi Waja' berjaya diterbitkan pada tahun 1963. Pada tahun 1980, Noor S I dan penulis AS Amin dan M Ghazali bersama-sama melahirkan antologi yang diberi nama 'Orang Bertiga'. Buku 'Mail Mau Kawin' (MMK) yang ditulis oleh MAS dipadukan watak, perkataan dan pendapat lapan orang sahabatnya yang bernama 'Ismail'. Di antaranya adalah penulis Noor SI (Ismail Haji Omar) dan dia adalah editor yang ditugaskan mentahsihkan naskah MMK itu. Hubungan mereka bukan setakat antara sasterawan atau bersahabat sahaja, malah sampai kepada hal2 keluarga. Noor SI juga bersetuju dengan usulan MAS untuk mengadakan nadwah sastera dua tiga minggu sekali dan berusaha menghimbau teman2 penulis lain sehingga nadwah sastera itu dapat di adakan di September 1990. Dalam pertemuan pertama itu nadwah merancang untuk menerbitkan sebuah buku mengandungi rencana2 budaya, sastera, teater dan kegiatan2 Melayu di Singapura menjejak suku abad Singapura merdeka. Buku itu akan terbit dalam bulan April 1991 dan naskah Noor SI yang bertajuk 'Sastera dan Masyarakat: antara peristiwa dan pengalaman' akan terserta dalam buku itu. Noor S I telah kembali ke Rahmatullah pada November 1990 dan dengan itu Noor SI dapat mengotakan perkataannya: sekali jadi penulis, mesti terus menulis hingga ke akhir hayat.This article is about the writer, Noor SI by Muhammad Ariff Ahmad (MAS). The literary writings of Noor SI, which is considered obscure at the time, gradually makes people increasingly be aware that his writings is a new form and approach that seems different to those of the literary writers in the 50s. MAS met the writer Noor SI when MAS wanted to establish a union for Penyair Angkatan 50 and this was welcomed by other writers. Noor SI has published an anthology named 'Setanggi Waja' which was published in 1963. In 1980, Noor SI and other writers, AS Amin and M Ghazali wrote an anthology named 'Orang Bertiga'. The book 'Mail Mau Kawin' (MMK) was written by MAS based on the characters, the words and opinions of his eight friends who are all named 'Ismail'. Among them was the writer, Noor SI (Ismail Haji Omar) and at that time he was the editor and proof-read the MMK script. Their relationship is not just as fellow writers and friends but they were also close as families. Noor SI also agreed with MAS's proposal to hold 'nadwah sastera' (literary meets) onece every two or three weeks and urged other fellow writers. Thus the first meet was held in September 1990. In the first meeting, the nadwah planned to publish a book containing the articles of culture, literature, theatre and Malay activities in Singapore tracing the quarter of a century of independent Singapore. The book will be published in April 1991 and the manuscript titled 'Sastera dan Masyarakat: antara peristiwa dan pengalaman' by Noor SI will be included in the book. Noor SI passed away in November 1990 and thus Noor SI remain true to his words: 'sekali jadi penulis, mesti terus menulis hingga ke akhir hayat' (once a writer, must continue to write till the end of life)

    Hello neighbour : formative and summative assessment using Web 2.0 tools workshop in Politeknik Seberang Perai / Muhammad Aiman Abdul Halim and Noor Azli Affendy Lee

    Full text link
    Muhammad Yunus, a Bangladeshi Nobel Peace Prize winner had once said: “A university should not be an island where academics attain higher and higher levels of knowledge without sharing any of this knowledge with its neighbours.” Following this notion, three lecturers from UiTM Cawangan Pulau Pinang (UiTMCPP) went to our tertiary education neighbour, Politeknik Seberang Perai on 4th August 2022 to share some of their insights and experiences. Assoc. Prof. Ir. Dr. Zakaria Hussain from Pengajian Kejuruteraan Elektrik (PKE), Mr. Noor Azli Affendy Lee and Mr. Muhammad Aiman Abdul Halim from Akademi Pengajian Bahasa (APB) UiTMCPP were invited by Jabatan Pengajian Am, Politeknik Seberang Perai to conduct a 6-hour hands-on workshop focusing on the application of Web 2.0 tools for assessment in higher education. The workshop was conducted at Language Lab 1, Politeknik Seberang Perai and was attended by around 30 lecturers from Unit Bahasa Inggeris and Unit Pengajian Islam

    Computational Thinking Training and Its Implementation in Learning for MTS Teacher Noor Iman Samarinda

    Full text link
    The 21st century is an era where changes occur rapidly. We need the right response in dealing with it. Computational Thinking (CT) is considered a suitable approach in the thinking process to solve problems quickly and precisely. CT is a development of the basic concepts of computer science. Indonesia, through the Bebras Community, has continued to campaign for CT for teachers and students since 2016. Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University (UINSI) as one of the Bebras Bureaus in East Kalimantan continues to strive to promote CT through many trainings for teachers and students in madrasas that is in East Kalimantan. One of the madrasas targeted for Computational Thinking (CT) training is MTS Noor Iman Samarinda. This training mechanism passes through five stages, namely determination, implementation, evaluation of implementation, control, and improvement (PPEPP). The training method is through presentation, practice, and discussion. The results of this training activity enable teachers to apply Computational Thinking (CT)-based questions and design learning in the classroom to be more fun and problem-solving oriented. Keywords: computational thinking, bebras, problem solvin
    corecore