227 research outputs found

    Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Terpadu Model Learning Cycle untuk Siswa SMPN 2 Malang dengan Tema Sistem Gerak

    No full text
    ABSTRAK   Hidayah, Nikmatul. 2011. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Terpadu Model Learning Cycle untuk Siswa SMPN 2 Malang dengan Tema Sistem Gerak. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Pudyo Susanto, M.Pd.,     (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata kunci: modul pembelajaran, IPA terpadu, Learning Cycle, tema sistem gerak Berdasarkan lampiran permendiknas RI no. 22 tahun 2006, salah satu pelajaran yang diberikan kepada siswa SMP adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Pembelajaran IPA dilaksanakan secara terpadu. Melalui pembelajaran IPA  terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistik), bermakna, otentik dan aktif. Berdasarkan hasil observasi, pelaksanaan pembelajaran IPA di SMPN 2 Malang belum terpadu. SMPN 2 Malang masih menerapkan sistem pelajaran yang terpisah antar bidang kajian pada mata pelajaran IPA. Kendala utama yang menyebabkan pelaksanaan IPA terpadu belum berhasil yaitu guru-guru IPA merasa tidak mampu untuk mengajarkan konsep di luar keahlian mereka. Buku atau bahan ajar dan LKS yang mereka gunakan juga masih menerapkan konsep yang terpisah-pisah antar bidang kajian. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan modul pembelajaran IPA terpadu. Modul yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul yang terdiri dari Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Lembar Kerja (LK), Lembar Penjelasan (LP), Lembar Jawaban Tes (LJT), Kunci Lembar Tes (KLT) dan dilengkapi dengan  Petunjuk Guru. Model pembelajaran yang digunakan adalah Learning Cycle yang berbasis konstruktivis. Sementara model keterpaduan yang paling sesuai adalah model webbed. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model pengembangan 4D meliputi define, design, develop, dan disseminate. Namun dalam penelitian tidak sampai pada tahap disseminate.  Setelah modul selesai dikembangkan, modul divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan guru. Modul kemudian diuji cobakan pada siswa SMPN 2 Malang. Berdasarkan hasil validasi dari validator, diperoleh persentase rata-rata penilaian yaitu 74,44% dari ahli media dengan kriteria cukup valid,  87,55% dari ahli materi dengan kriteria valid, dan 89, 38% dari guru dengan kriteria valid. Berdasarkan hasil uji coba, modul mendapatkan presentase penilaian 92, 45% dengan kriteria valid. Oleh karena itu, modul pembelajaran yang dikembangkan telah layak diujicobakan untuk diterapkan di sekolah. Modul juga perlu dikembangkan untuk Kompetensi Dasar lainnya

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI MTsN 17 JOMBANG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII pada Materi Aritmatika Sosial di MTsN 17 Jombang” ditulis oleh Nikmatul Hidayah. NIM. 12204183282. Pembimbing Dr. Dewi Asmarani, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS), Motivasi, Hasil Belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran matematika dan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini diakibatkan dalam pembelajaran matematika di sekolah masih banyak yang didominasi oleh guru. Akibatnya, siswa menganggap pelajaran matematika itu sulit. Sehingga, dipilih model pembelajaran yang membuat siswa aktif diantaranya TAPPS. Model pembelajaran TAPPS adalah model pembelajaran yang mengacu pada permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan penyelesaiannya dilakukan secara berpasangan yaitu sebagai problem solver dan listener. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsN 17 Jombang, (2) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsN 17 Jombang, (3) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsN 17 Jombang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design. Populasi pada penelitian ini adalah kelas VII MTsN 17 Jombang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian ini diambil dari hasil angket motivasi dan nilai posstest, analisis data menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsN 17 Jombang, (2) Ada pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsN 17 Jombang, (3) Ada pengaruh model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsN 17 Jombang

    PENGARUH HARGA, KUALITAS PELAYANAN DAN KELENGKAPAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM PADA TOKO VITARA KAMULAN DURENAN TRENGGALEK

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan dan Kelengkapan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Dalam Perspektif Ekonomi Islam Pada Toko Vitara Kamulan Durenan Trenggalek” yang ditulis oleh Kabib Nikmatul Hidayah, NIM. 126402201010 jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Prof. Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag. Penelitian ini dilatar belakangi adanya globalisasi yang menyebabkan gaya hidup masyarakat meningkat akan tetapi kondisi perekonomian ritel yang menurun, serta semakin banyak persaingan para pelaku usaha yang semakin gencar menarik minat konsumen membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih produk maupun tempat belanja. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertimbangan keputusan pembelian yaitu harga, kualitas pelayanan dan kelengkapan produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1) Apakah harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Toko Vitara?; 2) Apakah kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Toko Vitara?; 3) Apakah kelengkapan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Toko Vitara?; 4) Apakah harga, kualitas pelayanan, dan kelengkapan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Toko Vitara?; 5) Bagaimana ekonomi islam memandang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pada Toko Vitara? Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran kuisioner. Penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode accidental sampling. Pengujian data ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Pengujian data dengan SPSS 25.0 memberikan hasil yang dapat disimpulkan, yaitu 1) Variabel harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Vitara Kamulan Durenan Trenggalek; 2) Variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Vitara Kamulan Durenan Trenggalek; 3) Variabel kelengkapan produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Vitara Kamulan Durenan Trenggalek; 4) Variabel harga, kualitas pelayanan dan kelengkapan produk secara parsial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Vitara Kamulan Durenan Trenggalek. 5) Faktor harga, kualitas pelayanan dan kelengkapan produk yang ditetapkan oleh toko Vitara sudah sesuai dengan Alquran dan Hadist. Kata Kunci : Harga, Kualitas Pelayanan, Kelengkapan Produk dan Keputusan Pembelia

    Klasifikasi Penjurusan Sekolah Menengah Atas dengan Algoritma Naive Bayes Classifier pada SMAN 1 SUBAH

    No full text
    Placement of students of class X who will rise to a high school class XI students aim to be more focus on developing skills and interests owned. This strategy is expected to maximize the potential, talent or talents of the individual, so also will maximize academic value. Determination of the majors will have an impact on the activities and influence the selection of the next academic science or study for students who want to go to college later. Programs that are not appropriate can be very detrimental to the students and their future.On the basis of these problems, then do the research to apply data mining methods, namely naive bayes classifier algorithm to classify major courses.Naive bayes is a method of classifying the data with statistical models that can be used to predict the probability of membership in a class and used ntuk analyzing the decision help achieve the best result of a problem from a number of alternatives. The results of the classification accuracy of a high school student majoring N 1 Subah using naive bayes has an accuracy of 98.00% and the AUC value 0.999%. Accuracy produced by the naive bayes algorithm an excellent accuracy and can be applied to improve the classification accuracy of placement of students SMA N 1 Subah

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMIK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS IV MI NURUL HIDAYAH ROWOREJO NEGERIKATON PESAWARAN

    No full text
    The study was conducted with the aim of developing media-based learning cooperative comic material on the subjects of Social Sciences. Media-based learning comic created to facilitate teaching and learning activities for teachers and learners. With the comic-based learning media students more interested and motivated in learning activities. Research conducted by the author is research development by using models Borg and Gall performed with several stages of conducting research preliminary studies, product design and production development, valisadasi experts that due diligence based learning media comic that consists of three subject matter experts, three experts media and three teachers, field tests consist of a small group test with ten learners and test a large group of twenty-seven learners. This research was conducted in MI Nurul Hidayah Roworejo Negerikaton Pesawaran. Based on these stages, it can be concluded that the instructional media comics on the subjects of Social Sciences cooperative material obtained average value of materials experts at 165.91% categorized as very feasible, an average of 70.73% a decent media experts and average -rata votes 88.58% of teachers are very decent. While the assessment given by students at the stage of testing a small group, and large group test earned an average percentage of 83.67% were categorized as very feasible. and 99.07% were categorized as very feasible, this shows the comic-based learning media developed a very practical and fit for use in the learning process.Keywords: Media learning, comics, social science

    Interpretasi Makna Hidayah Dalam al-Quran (Telaah Pemikiran Al-RÄgib al-Aá¹£fahÄnÄ«)

    Full text link
    This article explains the meaning of hidayah in the Qur’an from the perspective of al-RÄgib al-Aá¹£fahÄnÄ«. Verses about hidayah are presented in the Qur'an in various ways. In some places, they seem contradictory. Through of descriptive-analytical, the author tries to explain about hidayah in the Qur’an from al-RÄgib's presentation recorded in his magnum-opus MufradÄt alfaẓ al-QurÄn. He was one of the commentators in the 5th century H. The verses about hidayah described in the Qur’an are classified by al-RÄgib into four stages; the first stage is hidayah obtained by all living things on this earth (garizah, natural nature and thinking power), the second stage is hidayah given to humans in the form of preaching from the prophets and apostles, the third stage is hidayah given special by Allah to those who ask and want guidance (taufiq), the fourth stage is hidayah obtained by humans in the hereafter, namely the guidance of Allah in the beauty and pleasures of heaven

    Penafsiran tentang ketawakalan Nabi Yusuf dalam QS.Yusuf

    Full text link
    Kisah nabi terdahulu merupakan salah satu kandungan al-Qur’an yang dapat menjadi acuan dalam hidup barmasyarakat. Ketika manusia dihadapkan dengan permasalahan, terkadang mereka mengambil jalan keluarnya tidak mengacu pada ajaran al-Qur’an. Kisah dalam al-Qur’an dapat dianalisis dengan beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan semiotika Roland Barthes. Konsep mitos yang diusung Barthes dapat menghantarkan pada pesan dalam kisah Yusuf. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna tawakal menurut nuansa denotatif, nuansa mitos dan apa pesan-pesan filosofis dibalik ketawakalan Nabi Yusuf dalam QS. Yusuf. Rumusan masalah tersebut bertujuan untuk mengetahui apa makna tawakal dalam nuansa denotatif, nuansa mitos dan apa pesan filosofis dibalik ketawakalan Nabi Yusuf dalam QS. Yusuf, guna untuk memperluas hazanah keilmuan yang berkaitan tentang ulumul qur’an khususnya tentang Qashash al-Qur’an dan semiotika. Adapun metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode kualitatif, jenis data berupa kajian pustaka (library research), dan sumber data dalam pelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: pertama, sumber data primer yang meliputi kitab-kitab tafsir. Kedua, sumber data sekunder yang meliputi buku, karya tulis (Skripsi, Tesis dan Disertasi) yang berkaitan dengan Qashash al-Qur’an dan semitioka Roland Barthes. Analisis yang digunakan merupakan analisis isi (content analysis), dalam menganalisis kisah ini, penulis menggunakan dua tingkat makna yang telah diusung oleh Roland Barthes, yaitu pertama makna denotasi yang diistilahkan dengan nuansa denotatif dan kedua makna konotasi yang diistilahkan dengan nuansa mitos. Berdasarkan analisis yang dilakukan menghasilkan kesimpulan, kisah ini terbagi menjadi tiga fragmen, pertama Yusuf di buang dalam sumur, kedua Yusuf di goda oleh istri al aziz, ketiga Yusuf dalam penjara. Makna denotasi dalam fragmen pertama adalah bukti cinta dan dekatnya Yusuf pada Tuhannya, dalam nuansa mitos bermakna pertolongan Allah akan senantiasa menghampiri kepada seseorang yang keimanannya kuat serta memiliki kesabaran. Makna denotasi dalam fragmen kedua adalah jawaban yang mencerminkan bahwa tidak ada sesuatu apapun dalam hatinya kecuali Tuhannya, dalam nuansa mitos bermakna seberapa kuat fitnah yang menimpa, akan kalah dengan sikap iklas, sabar dan tawakal seorang hamba. Makna denotasi dalam fragmen ketiga adalah berpegang kepada selain Tuhannya membuatnya tetap berada dalam penjara, dalam nuansa mitos bemakna jika dihadapkan dengan ujian kemudian sudah berusaha tetapi tetap belum berhasil maka yang harus di lakukan adalah sabar dan ridha dengan ketetapan-Nya. Adapun pesan filosofis yang bersemayam di dalamnya meliputi keimanan yang kuat, ikhlas, sabar, ridha dan tawakal terhadap ketetapan-Nya

    Penggunaan metode householder dan metode-qr untuk mengaproksimasi nilai-nilai eigen matriks setangkup nyata

    No full text
    ABSTRAK Nilai eigen merupakan salah satu bagian aljabar linear yang secara umum memberikan cara-cara yang mudah untuk mendapatkan solusi diberbagai bidang keilmuan. Nilai-nilai eigen untuk matriks-matriks sederhana seperti matriks kuadrat yang berukuran 2 dan 3 dapat dicari dengan menggunakan penyelesaian persamaan karakteristiknya. Akan tetapi untuk matriks yang berukuran besar, perhitungan persamaan karakteristiknya menjadi rumit. Berdasarkan hal di atas maka diperlukan suatu metode yang lebih baik untuk menghitung nilai-nilai eigen suatu matriks yang berukuran besar yaitu dengan metode-QR. Sebelum penerapan metode-QR, suatu matriks A haruslah berbentuk Hessenberg atau bentuk tridiagonal setangkup. Jika kasusnya tidak demikian, maka matriks A harus direduksi ke dalam salah satu bentuk-bentuk tersebut. Suatu matriks setangkup nyata A dapat direduksi menjadi bentuk matriks tridiagonal setangkup nyata dengan metode householder. Untuk itu penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode householder dalam mereduksi matriks setangkup nyata menjadi bentuk matriks tridiagonal dan untuk mengetahui penggunaan metode-QR dalam mengaproksimasi nilai-nilai eigen matriks setangkup nyata. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Reduksi dalam metode householder dilakukan melalui transformasi keserupaan sebanyak /7-2 kali dengan menggunakan matrik-matriks householder p r (r =!,...,,7-2). Matriks-matriks p ini adalah orthogonal dan setangkup, pr-I - 2vrvfT, vf= [Vjr] adalah vektor satuan yang r komponen pertamanya adalah nol. Setelah n-2 kali transformasi keserupaan matriks A yang setangkup nyata akan dihasilkan matriks tridiagonal setangkup nyata B. Selanjutnya dalam metode-QR akan memfaktorkan matriks B؟ = Q R dan menentukan = R؟Q؟. Cara memperoleh faktorisasi-QR bagi matriks B ئ ini adalah dengan mengalikan B, dari kiri dengan matriks-matriks cj (/ = 2,..., sehingga diperoleh matriks segitiga atas R١ = c c-1 ... c 2«؟. Matriks Bh yang diperoleh dari hasil metode-QR akan menuju ke-suatu bentuk matriks diagonal. Karena nilai-nilai eigen suatu matriks diagonal adalah semua unsur-unsur diagonalnya, maka dengan mudah dapat diketahui nilai-nilai eigen dari matriks tersebut

    Pengembangan Potensi Pariwisata Daerah Berbasis Kearifan Lokal (Local Wisdom) (Studi Pada Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Kendal)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi Pemerintah Daerah dalam pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal (local wisdom). Pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kendal, selain itu Pemerintah Daerah diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki daerah serta dampak dari kegiatan kepariwisataan dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles, Huberman, & Saladana (2014). Berdasarkan penelitan dapat diketahui bahwa Pemerintah Daerah yaitu Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal dalam pengembangan potensi daerah berbasis kearifan lokal (local wisdom), salah satu bentuk pengembangannya berupa desa wisata. Desa wisata yang menjadi obyek penelitian adalah Desa Wisata Gondang yang memiliki sumber daya alam dan budaya yang dijadikan sebagai obyek dan daya tarik pariwisata. Obyek tersebut adalah Curug Penglebur Gongso, Acara adat tahunan bertema Grebeg Alas Susuk Wangan (GASW) dan wisata edukatif yang memanfaatkan lahan pertanian di sekitar Desa Gondang. Faktor pendukung dalam pengembangan potensi pariwisata yaitu adanya program pengembangan destinasi pariwisata, karakteristik sumberdaya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Kendal sebagai potensi pariwisata, dan dukungan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Sedangkan faktor penghambat adalah aksebilitas menuju lokasi wisata yang kurang memadai dan status kepemilikan lahan serta pengelolaan Curug Penglebur Gongso yang ada di wilayah perbatasan masih kurang jelas. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan potensi pariwisata daerah berbasis kearifan lokal (local wisdom) di Kabupaten Kendal, khususnya di Desa Wisata Gondang memiliki sumberdaya alam dan budaya sebagai obyek dan daya tarik wisata sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, hal tersebut dikarenakan masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan kepariwisataan. Agar dapat memaksimalkan pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal (local wisdom) perlu adanya perhatian dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan aksebilitas, sarana dan prasarana dan penyelesaian terhadap status kepemilikan dan pengelolaan Curug Penglebur Gongso yang terletak pada wilayah perbatasan
    corecore