1,720,978 research outputs found

    PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM LEGENDE TELUK WANG: PERSEPSI GENDER (Women’s Struggle in the Legend of Teluk Wang: Gender Perception)

    Full text link
    Salah satu bentuk sastra daerah Melayu Jambi adalah Legende Teluk Wang. Legende itu merupakan sastra lisan yang sangat menonjol dalam kehidupan masyarakat sebagai alat untuk mengungkapkan isi hati, menyampaikan maksud atau pikiran, dan menyampaikan suatu keadaan atau situasi yang menurut tradisi budaya harus disampaikan. Legende itu, melalui peran para tokohnya menggambarkan kehidupan perempuan yang berbeda dengan kehidupan perempuan dalam budaya Melayu Jambi jika dipandang dari sisi gender. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perjuangan perempuan dalam Legende Teluk Wang yang dipandang dari sisi gender dan dikaitkan dengan budaya Melayu Jambi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) dan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama perempuan mendapat kesempatan yang sama untuk memperjuangkan dan mengambil suatu keputusan yang penting, yaitu  ikut merintis dan menentukan perkampungan baru; kedua, laki-laki dan perempuan  bermitra dalam menjalankan perekonomian keluarga; ketiga,  laki-laki dan  perempuan mendapat bekal ilmu yang sama dari orang tuanya, seperti mendapat ilmu silat; dan keempat, perempuan dipandang sejajar dengan kaum laki-laki. Dengan demikian, perempuan diberi peran dan kedudukan  yang sama dengan kaum laki-laki dalam Legende Teluk Wang.Abstract:One form of Jambi Malay’s  literature is the  legend of  teluk Wang. The legend is an oral literature that is very prominent in public life as a tool to confide, to convey intentions or thoughts, and to express a condition or situation based on cultural traditions that must be delivered. The Legend through the role of the characters depicts different women’s lives  from their lives in Jambi Malay culture when viewed from the side of gender.  Therefore, this study attempts to reveal the struggle of women in the legend of  Teluk Wang  viewed from the side associated with gender and Jambi Malay culture. This qualitative study employs content analysis method and semiotic ap- proach. The results indicate four findings: first, the female got the same chance to fight on impor- tant decision, e.g. taking a part in  pioneering and determining new settlements; Second, men and women worked together as partners  in running the family economy; Third men and women got the same knowledge from their parents, i.e. having martial arts; fourth, women were equally treated to men. In conclusion, in legend of Teluk Wang women   had the same role and position as men. Key words: The legend of Teluk Wang, women’s struggle, gender perceptio

    PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM LEGENDE TELUK WANG: PERSEPSI GENDER (Women’s Struggle in the Legend of Teluk Wang: Gender Perception)

    No full text
    Salah satu bentuk sastra daerah Melayu Jambi adalah Legende Teluk Wang. Legende itu merupakan sastra lisan yang sangat menonjol dalam kehidupan masyarakat sebagai alat untuk mengungkapkan isi hati, menyampaikan maksud atau pikiran, dan menyampaikan suatu keadaan atau situasi yang menurut tradisi budaya harus disampaikan. Legende itu, melalui peran para tokohnya menggambarkan kehidupan perempuan yang berbeda dengan kehidupan perempuan dalam budaya Melayu Jambi jika dipandang dari sisi gender. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perjuangan perempuan dalam Legende Teluk Wang yang dipandang dari sisi gender dan dikaitkan dengan budaya Melayu Jambi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) dan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama perempuan mendapat kesempatan yang sama untuk memperjuangkan dan mengambil suatu keputusan yang penting, yaitu  ikut merintis dan menentukan perkampungan baru; kedua, laki-laki dan perempuan  bermitra dalam menjalankan perekonomian keluarga; ketiga,  laki-laki dan  perempuan mendapat bekal ilmu yang sama dari orang tuanya, seperti mendapat ilmu silat; dan keempat, perempuan dipandang sejajar dengan kaum laki-laki. Dengan demikian, perempuan diberi peran dan kedudukan  yang sama dengan kaum laki-laki dalam Legende Teluk Wang.Abstract:One form of Jambi Malay’s  literature is the  legend of  teluk Wang. The legend is an oral literature that is very prominent in public life as a tool to confide, to convey intentions or thoughts, and to express a condition or situation based on cultural traditions that must be delivered. The Legend through the role of the characters depicts different women’s lives  from their lives in Jambi Malay culture when viewed from the side of gender.  Therefore, this study attempts to reveal the struggle of women in the legend of  Teluk Wang  viewed from the side associated with gender and Jambi Malay culture. This qualitative study employs content analysis method and semiotic ap- proach. The results indicate four findings: first, the female got the same chance to fight on impor- tant decision, e.g. taking a part in  pioneering and determining new settlements; Second, men and women worked together as partners  in running the family economy; Third men and women got the same knowledge from their parents, i.e. having martial arts; fourth, women were equally treated to men. In conclusion, in legend of Teluk Wang women   had the same role and position as men. Key words: The legend of Teluk Wang, women’s struggle, gender perception</jats:p

    NILAI-NILAI BUDAYA KISAH CERITA RAKYAT KERINCI : STUDI STRUKTURAL DAN SEMIOTIK

    Full text link
    Tale is a means of a singing folklore. This research is trying to explore the cultural values of the tale performed in Kerinci’s local tradition to see the hajj participants off. This research applies a qualitative study in the form of content analysis with structural and semiotic approach. Structural approach is aimed at revealing cultural values related to structural elements of tale, and semiotic approach is used to find out the meaning of both cultural value and cultural semiotic signs as such icon, index, and symbol. The findings on the structural elements of Kerinci’s tale can be classified into: first, the tale of conventional poetry where the structure refers to the existing conventions. Second, the themes are in the forms of a separation, grief and compassion, advice, guidance, and love desire, desire, hope, or ideals. The findings on cultural value is human relationships with God are obedience, resignation, providence of God, the power of God, gratitude, the power of faith. Keywords : Tale structures, moral values, semiotic symbols

    Analisis Kesulitan Peserta Didik dalam Menulis Permulaan di Kelas 1 Sekolah Dasar

    Full text link
    Menulis merupakan kemampuan yang dimiliki individu dalam menuangkan gagasan/informasi melalui sebuah tulisan. Pada tingkatan awal di sekolah dasar, menulis permulaan adalah suatu keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh peserta didik. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam menulis permulaan serta upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi peserta didik. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa serangkaian kalimat yang mendeskripsikan temuan dari hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat  kesulitan-kesulitan yang dialami oleh peserta didik dalam menulis permulaan seperti masih terdapat huruf yang tertinggal saat menulis, tidak terdapat jarak saat menulis serta Peserta didik menulis dengan sangat lambat. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah Guru memahami kondisi setiap peserta didik, Guru memahami karakteristik setiap peserta didik, Guru memberikan motivasi pada peserta didik dan Guru memberikan bimbingan dalam menulis. Kata Kunci: Kesulitan menulis, Menulis permulaa

    Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan dengan Penggunaan Media Audio Visual di Kelas I SD Negeri 105/IV Kota Jambi

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media audio visual terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan di kelas I SD Negeri 105/IV Kota Jambi dan apakah penggunaan Media Audio Visual dapat meningkatkan pemahaman membaca permulaan kelas I SDN 105/IV Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan desain model dari Kemmis &amp; McTaggart. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif yang terdiri dari dua siklus. Partisipan penelitian ini adalah siswa-siswi kelas I SD Negeri 105/IV Kota Jambi yang berjumlah 13 orang siswa, terdiri dari 03 orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data melalui data : lembar observasi guru, catatan siswa, observasi dengan audio visual dan hasil observasi siswa selanjutnya data hasil tindakan direfleksi untuk menentukan tindakan siklus berikutnya dan kesimpulan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas I SD Negeri 105/IV Kota Jambi dapat meningkatkan minat dan kemampuan  membaca siswa dalam pelajaran membaca permulaan. Peningkatan minat dan kemampuan  membaca permulaan pada siswa kelas I Sekolah dasar tersebut telihat pada antusiasnya siswa dalam proses pembelajaran. Siswa tertarik dengan penggunaan media audio visual dan siswa merasa nyaman selain itu siswa terlihat fokus pada saat guru menjelaskan pelajaran di kelas. Penggunaan  media audio visual pada pembelajaran membaca permulaan Sekolah dasar membuat siswa lebih mudah dalam menghafal, memahami, melafalkan huruf , suku kata dan kalimat pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Data juga menunjukan dari 13 orang siswa 10 orang siswa telah dapat membaca dengan intonasi yang tepat dan lancar. Hal tersebut menunjukan bahwa penerapan media audio visual dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa khususnya pada pelajaran membaca permulaan di sekolah dasar

    THE STRUCTURE OF POEM IN TALE KERINCI FOLKLORE

    Full text link
    Tale is the folklore in the form of poem that is sung. This study aims to gain in-depth understanding of the structure of Tale poem in the release of the Kerinci pilgrims. This qualitative study employed content analysis as the method with a structural approach. This study discussed the structure of the Tale poem. The results of the study are Tale poem consists of sampiran phrase, the rhyme/ sound phrase, and content. It composed by ten lines to twenty lines. It has ab ab rhyme according to the sound phrase flanking each line. The sound expression serves as rhyme and rhythm former

    Strategi Guru Mengatasi Diskalkulia pada Anak Tunarungu di Sekolah Luar Biasa

    Full text link
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya hambatan diskalkulia pada anak tunarungu dalam pembelajaran matematika, khususnya kesulitan dalam membedakan simbol penjumlahan dan pengurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk hambatan tersebut serta strategi yang digunakan guru dalam mengatasinya di Sekolah Luar Biasa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah guru dan peserta didik tunarungu di salah satu Sekolah Luar Biasa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan kognitif dalam membedakan simbol operasi matematika, yang berdampak pada pemahaman konsep dasar. Guru mengatasi hambatan ini dengan menerapkan evaluasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar, serta menggunakan strategi pembelajaran multi-sensori yang mengintegrasikan indra visual, auditif, dan kinestetik. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi yang tepat dan adaptif dapat meningkatkan pemahaman matematika pada anak tunarungu, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan model pembelajaran inklusif yang lebih efektif

    MODEL PEMBELAJARAN IMAJINATIF MATERI MENULIS PUISI DI KELAS IV SDN 035 TEMBILAHAN: Imaginative Learning Model of Poetry Writing Materials In Grade IV SDN 035 Tembilahan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan model pembelajaran imajinatif materi menulis puisi di kelas IV SDN 035 Tembilahan. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumen analisis. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Adapun aktivitas dalam analisis data yaitu, data collection, data reduction, data display, conclusion drawing/ verification. Adapun lokasi penelitian ini  adalah Sekolah Dasar Negeri 035 Tembilahan, kabupaten Indragiri Hilir. Partisipan yang berperan dalam penelitian ini adalah guru. Bagaimana guru melaksanakan model pembelajaran imajinatif. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di lapangan terhadap tiga orang guru bahasa Indonesia baik observasi pertama, ke-dua dan ke-tiga pada masing-masing guru dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran imajinatif dengan menggunakan media lagu materi menulis puisi terlaksana dengan baik meski berada pada situaasi pandemi. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap tiga orang guru bahasa Indonesia di kelas IV SDN 035 Tembilahan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran imajinatif materi menulis puisi menggunakan media lagu terlaksana dengan baik, meski menghadapi berbagai kendala dikarenakan pandemic covid-19. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SDN 035 Tembilahan baik dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumen analisi, dapat penulis simpulkan bahwa. Hasil penelitian model pembelajaran imajinatif menulis puisi  di kelas IV SDN Tembilahan terlaksana dengan baik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Imajinatif, Menulis Puis

    ANALISIS PENCAPAIAN KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BOGA SISWA KELAS XI SMKN 4 KOTA JAMBI MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH

    Full text link
    The purpose of this study to describe implementation of prakerin, achievement of students on the competence of Tata Boga in PJJ SMKN 4 Jambi City. Research method used is qualitative through phenomenological research with purposive sampling techniques, instruments used, namely observation, interview and data analysis refer to Miles and Huberman\u27s theory. The results of observation obtained implementation of prakerin during covid-19 pandemic was not carried out for a full 6 months, but implementation of prakerin was carried out for 2 (two) months in DU/DI. The results of interview were obtained after carrying out prakerin, students gained new experience in the field of food and beverage processing, and knew the stages of food and beverage processing both about cookie dough, texture of cake dough and so on, new knowledge and experience in the industrial world and in the business world. Students use online applications and mobile media tools during PJJ to achieve competency skills tata boga

    NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT MASYARAKAT BUNGO DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Full text link
    Indonesia adalah negara multikultural dengan adanya keragaman suku, ras, bahasa, agama dan budaya yang dikemas dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu keragaman budaya Indonesia terdapat dalam bidang sastra, termasuk cerita rakyat. Sastra lisan digunakan untuk mengungkapkan suatu peristiwa yang mengandung nilai-nilai mulai dari nilai moral, nilai agama, adat istiadat, fantas peribahasa, nyanyian, cerita rakyat dan mantra-mantra. Salah satu genre yang termasuk dalam sastra lisan adalah folklor, cerita lisan yang hidup dan bertahan dalam suatu lingkungan masyarakat dan diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi lain dalam masyarakat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Bungo. Sebutkan dan jelaskan relevansi nilai pendidikan karkter dalam cerita rakyat Bungo terhadap pembelajaran apresiasi sastra sekolah menengah pertama. Metodologi penelitian ini meliputi: (1) Konteks penelitian dibagi menjadi 2 yaitu lokasi dan waktu penelitian, (2) bentuk dan strategi penelitian, (3) data dan sumber data, teknik pengumpulan data, (4) teknik pengambilan sampel, ( 5) validitas data penelitian, (6) teknik analisis data.. Temuan dari penelitian ini antara lain: Cerita rakyat Bungo relevan terhadap pembelajaran apresiasi sastra karena dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran.Kata kunci : Pendidikan, Cerita Rakyat, Relevansi, Sekola
    corecore