1,722,343 research outputs found
Nandang Hidayat's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEWIRAUSAHAAN PADA LKP “BU NANDANG” DI KELURAHAN GUMILIR, KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan perempuan
dalam mengembangkan kewirausahaan pada LKP “Bu Nandang” di Kelurahan
Gumilir, Kabupaten Cilacap serta faktor pendukung dan faktor penghambatnya.
LKP “Bu Nandang” merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal di
Kabupaten Cilacap yang menyelenggarakan beberapa program kursus dan
pelatihan. Pemberdayaan perempuan dilakukan dengan berbagai program kursus
dan pelatihan yang diselenggarakan bagi masyarakat, khususnya perempuan.
Penelitian ini dilaksanakan di LKP “Bu Nandang” yang berada di
Perumahan Bayur Permai Blok I/4, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara,
Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
analisis deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive
sampling meliputi pemimpin, pegawai, warga belajar, dan alumni LKP “Bu
Nandang”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi,
studi pustaka dan dokumentasi. Teknik validitas data dilakukan dengan teknik
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan
model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan dalam
mengembangkan kewirausahaan di LKP “Bu Nandang” dilakukan dengan tiga
tahap yaitu: tahap penyadaran dan pembentukan perilaku menuju perilaku sadar
(memotivasi warga belajar dengan memberi masukan, bercerita tentang
pengalaman hidup dan berwirausaha, mengenalkan pengusaha dari Cilacap,
mengadakan sosialisasi dan kampanye, serta mengadakan bakti sosial), tahap
transformasi kemampuan berupa wawasan, pengetahuan, dan keterampilan
(memberikan pengetahuan dan keterampilan pada program kursus dan pelatihan
yang diselenggarakan, mengajak warga belajar mengunjungi usaha-usaha di
Cilacap, mengadakan program kepedulian lingkungan sosial), dan tahap
peningkatan kemampuan intelektual, keterampilan menuju kemandirian
(mengadakan kegiatan alumni seperti mewadahi alumni dalam Ikatan Usaha
Alumni dan mengadakan kerjasama dengan instansi lain). Adapun faktor
pendukung pemberdayaan perempuan dalam mengembangkan kewirausahaan
antara lain fasilitas, pengajar berkompetensi, pendidikan gratis, partisipasi dan
motivasi masyarakat yang tinggi, sedangkan faktor penghambatnya antara lain
ruang belajar, kurangnya pengajar, pendanaan, modal usaha, waktu, dan keluarga.
Kata kunci: pemberdayaan perempuan, kewirausahaan
Permanensi dan Dinamisitas Hukum: Konsep Perubahan Dalam Berbagai Tradisi Hukum
Dari enam hukum yang paling berpengaruh di dunia saat ini, ternyata tidak ada satupun yang tidak mengalami perubahan (dinamika). Bahkan, tradisi hukum yang bersum berpada wahyu (relevasi) seperti Hukum islam dan Hukum Taimudik, tidaklah se-statis sebagai yang diasumsikan banyak orang. Hanya saja memang, menurut Nandang Sutrisno, ada tradisi hukum yang tipis(thinner traditions) dan ada pula tradisi hukum yang tebal (thicker traditions). Di situlah jawaban atas seberapa besar masing-masing tradisi hukum memiiiki kans untuk berubah
PERENCANAAN ANGGARAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN di SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Sekolah menengah pertama diharuskan mempunyai sarana dan prasarana perpustakaan yang cukup memadai. Dan data pengunjung siswa nya cukup banyak, oleh karena itu untuk mengoptimalisasikan perpustakaan di sekolah menengah pertama perlu adanya perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan dengan baik. Dalam hal perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan ini meliputi perencanaan anggaran, dan perencanaan pengembangan koleksi. selain itu juga perlu memerhatikan sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan oleh perpustakaan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah dilaksanakan dengan baik dalam memberikan fasilitas dan bahan pustaka yang lengkap, dengan begitu pengunjung akan terasa nyaman di perpustakaan dan jauh lebih mudah mencari buku. Penelitian tentang Perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah bertujuan: (1) memahami sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah menengah pertama. (2) memahami perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan di seekolah menengah pertama
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Peranan KH. Zae Nandang dalam mengembangkan Persatuan Islam di Kabupaten Bandung (2009-2015)
Skripsi ini berfokus pada Peranan KH Zae Nandang terhadap Perkembangan Persatuan Islam di Kabupaten Bandung. Dirinya merupakan ketua dari generasi ketiga yang turut berkontribusi dalam memperjuangkan dakwah islam di Jawa Barat. Selama menjadi ketua, Pimpinan Daerah beserta jajaran mengakui dirinya sebagai ketua terbaik di Kabupaten Bandung. Hal ini dibuktikan selama dua periode, beliau mampu melaksanakan amanah dengan kinerja yang luar biasa yang dilihat dari program kerjanya, seperti: memperlihatkan sifat sebagai seorang pemimpin, tidak ragu untuk menasihati anggota jika melakukan kesalahan, memusatkan seluruh pembinaan manasik haji disatu tempat, pembinaan dan siraturahmi ke berbagai PC, pembekalan ilmu terhadap calon Mubaligh dengan program Tamhidun Mubalighien dan menghasilkan sebuah karya tulisan baik dalam buku, artikel ataupun majalah.
Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan diantaranya : (1)Heuristik, pengumpulan data dengan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka; (2) kritik, proses memilah data untuk menemukan sumber primer dan sumber sekunder dan diklasifikasikan; (3) interpretasi, proses penafsiran fakta dan data sejarah yang telah didapat dan diuji pada tahapan sebelumnya; dan (4) Historiografi, proses penulisan data-data yang telah dikumpulkan dan dikritik serta diinterpretasikan menjadi sebuah tulisan sejarah untuk dijadikan bacaan.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tokoh tersebut memiliki peran pencapaian yang signifikan dari bidang pendidikan, bidang dakwah dan bidang bimhajum kemudian pihak dari Pimpinan Pusat memberi wewenang dan tugas untuk menjabat sebagai sekretaris Dewan Hisbah mengingat Zae Nandang merupakan seorang ulama, mubaligh yang dikenal oleh masyarakat luas
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
DAMPAK PERAN PENDAMPING TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA DARI KUBE (KELOMPOK USAHA BERSAMA) DI KOTA AMBON
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan dampak dan manfaat peran pendamping terhadap pengembangan usaha dari kelompok usaha bersama (KUBE). Peran pendamping KUBE akan dianalisis dengan menggunakan empat peran dan keterampilan yang disampaikan oleh Jim Ife dan Frank Tesoreiro (2006) yaitu peran fasilitatif, peran educational, peran representasional, dan peran teknis. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu: observasi (pengamatan), wawancara mendalam dan studi dokumentasi yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa melalui peran fasilitatif kelompok akan memiliki semangat untuk menjalankan usaha, kelompok difasilitasi melalui berbagai ide dan gagasan dalam menjalankan usaha, dan adanya pendekatan personal pada masing-masing anggota kelompok ketika terdapat masalah di dalam kelompok. Dalam peran mendidik, pendamping akan meningkatkan kesadaran seluruh anggota kelompok terhadap pentingnya usaha yang mereka jalankan dan memberikan informasi yang penting bagi perkembangan usaha mereka. Yang ketiga dalam peran representasi pendamping akan membantu kelompok dalam menggunakan media yang tepat dalam mengembangkan usaha, membangun jaringan kerja dengan pihak lain, dan saling berbagai pengetahuan dan pengalaman. Dan terakhir, peran dan keterampilan teknis, pendamping membantu kelompok untuk menggunakan komputer, dan melakukan presentasi verbal maupun tertulis, dalam menjalankan dan mengembangkan usaha mereka
- …
