1,728,097 research outputs found

    Kiprah Nanang Suhara di Dunia Wayang Golek

    No full text
    Skripsi ini adalah hasil penelitian tentang Kiprah Nanang Suhara Di Dunia Wayang Golek. Nanang Suhara berkiprah di Kampung Kreatif Dago Pojok, Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Bandung. Adapun penelitian ini melibatkan sejumlah narasumber khususnya narasumber utama yaitu Nanang Suhara dan beberapa narasumber sekunder yakni Rahmat Jabaril, Sutina, Mang Udin, dan Ika Ismurdyahwati. Masalah inti yang diangkat dilatarbelakangi oleh keberhasilan Nanang Suhara di dalam menata, memberdayakan potensi masyarakat yang ada di Dago Pojok, dan mengembangkan potensi Kampung Kreatif Dago Pojok sebagai salah satu aset wisata di kota Bandung. Pertanyaan penelitian yang dikemukakan adalah (1) Bagaimana Kiprah Nanang Suhara di Kampung Kreatif Dago Pojok?.Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, penulisan akan dianalisis dengan menggunakan teori motivasi atau kebutuhan dasar dari Abraham Maslow dengan metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan fenomenologis. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Proses analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan konklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nanang Suhara berperan aktif di dalam membangun, menata, dan mengembangkan Kampung Kreatif Dago Pojok. Melalui kiprahnya di Kampung Kreatif di Dago Pojok, kampung ini semakin hari semakin berkembang dan banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Faktor pendorong di dalam upaya ini berupa faktor-faktor yang muncul dari dalam (bersifat intern) dan dari luar (bersifat ekstern). Faktor-faktor ini pada dasarnya menjadi stimulus terhadap perkembangan Kampung Kreatif di Dago Pojok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak terkait agar Kampung Kreatif di Dago Pojok ini mendapat perhatian yang serius untuk keberlangsungannya di masa yang akan datang

    KIPRAH NANANG SUHARA DI DUNIA WAYANG GOLEK

    Full text link
    ABSTRAKSkripsi ini adalah hasil penelitian tentang Kiprah Nanang Suhara Di Dunia Wayang Golek. Nanang Suhara berkiprah di Kampung Kreatif Dago Pojok, Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Bandung. Adapun penelitian ini melibatkan sejumlah narasumber khususnya narasumber utama yaitu Nanang Suhara dan beberapa narasumber sekunder yakni Rahmat Jabaril, Sutina, Mang Udin, dan Ika Ismurdyahwati. Masalah inti yang diangkat dilatarbelakangi oleh keberhasilan Nanang Suhara di dalam menata, memberdayakan potensi masyarakat yang ada di Dago Pojok, dan mengembangkan potensi Kampung Kreatif Dago Pojok sebagai salah satu aset wisata di kota Bandung. Pertanyaan penelitian yang dikemukakan adalah (1) Bagaimana Kiprah Nanang Suhara di Kampung Kreatif Dago Pojok?.Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, penulisan akan dianalisis dengan menggunakan teori motivasi atau kebutuhan dasar dari Abraham Maslow dengan metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan fenomenologis. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Proses analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan konklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nanang Suhara berperan aktif di dalam membangun, menata, dan mengembangkan Kampung Kreatif Dago Pojok. Melalui kiprahnya di Kampung Kreatif di Dago Pojok, kampung ini semakin hari semakin berkembang dan banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Faktor pendorong di dalam upaya ini berupa faktor-faktor yang muncul dari dalam (bersifat intern) dan dari luar (bersifat ekstern). Faktor-faktor ini pada dasarnya menjadi stimulus terhadap perkembangan Kampung Kreatif di Dago Pojok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak terkait agar Kampung Kreatif di Dago Pojok ini mendapat perhatian yang serius untuk keberlangsungannya di masa yang akan datang.Kata Kunci: Kiprah, Wayang Golek, Kampung Kreatif Dago Pojok.ABSTRACTThis thesis is the result of the research Nanang Suhara in the Wayang Golek world. Nanang Suhara is aactive in Dago Pojok Creative Village, Dago village, Coblong District, Bandung. The main resourche persons are Nanang Suhara and several secondary sources is Rahmat Jabaril, Sutina, Mang Udin, and Ika Ismurdyahwati. The core problem raised was motivated by the success of Nanang Suhara in managing, empowering the potential of the people in Dago Pojok, and developing the potential of Kampung Kreatif Dago Pojok as one of the tourism assets in Bandung city. The research questions raised are (1) How is the Way of Nanang Suhara in Wayang Golek? To answer these two questions, the writing will be analyzed by using the theory of motivation or basic needs from Abraham Maslow with research methods namely qualitative descriptive and phenomenological approaches. The data collection is done through observation, interviews, and document analysis. The process of data analysis is done through data reduction, data display, and conclusion. The results showed that Nanang Suhara are active role in developing, managing and developing Kampung Kreatif Dago Pojok. Through his work in Kampung Kreatif Dago Pojok, this place is increasingly growing and visited by many domestic and foreign tourists. The driving factors in this effort are arise from within internal and external. These factors basically become a stimulus for the development of Kampung Kreatif in Dago Pojok. Based on the results of the study was suggested to related parties that the Kampung Kreatif Dago Pojok should get serious attention for sustainability in the future.Keywords: Gait, Wayang Golek, Dago Corner Creative Village

    Nanang Dwi 027 V 8 Mei - Meilamy NT_Nurirwan S_Sunggito O

    Full text link
    Nanang Dwi 027 V 8 Mei - Meilamy NT_Nurirwan S_Sunggito

    ASPEK PENOKOHAN DALAM NOVEL CEPLIK KARYA NANANG AL QOS

    No full text
    Novel merupakan cerita yang dikarang oleh pengarang dan dikemas dalam sebuah buku. Di dalam novel terdapat unsur-unsur yang saling berkaitan, yaitu tema, tokoh, penokohan, alur, sudut pandang, amanat, dan lain sebagainya. Novel mempunyai keberagaman genre maupun bahasa. Selain terdapat novel berbahasa Indonesia, ada novel berbahasa Jawa, baik bahasa Jawa daerah wetan maupun pesisir (dialek ngapak). Novel Ceplik merupakan novel berbahasa Jawa ngapak yang dikarang oleh Nanang Al Qos. Novel Ceplik berisi cerita tentang kehidupan seorang masyarakat desa yang sabar menghadapi konflik-konflik dalam permasalahan hingga membuahkan hasil yang memuaskan. Adanya konflik-konflik para tokoh mengakibatkan banyak sifat atau penokohan para tokoh yang ada di dalam novel Ceplik ini. Penokohan dalam novel Ceplik dapat dijadikan sebuah gambaran dan contoh dalam menghadapi konflik di dalam kehidupan. Penelitian ini mengkaji novel Ceplik karya Nanang Al Qos. Novel ini merupakan novel terbitan baru dan belum pernah ada yang meneliti. Selain itu, novel ini menceritakan fenomena kehidupan masyarakat desa dalam menghadapi konflik antar tokoh yang menghasilkan sifat-sifat para tokoh yang berbagai macam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek tokoh dan penokohan dalam novel Ceplik karya Nanang Al Qos berdasarkan perspektif Nurgiyantoro. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan tokoh dan penokohan dalam novel Ceplik karya Nanang AlQos. Sumber data penelitian ini, yaitu novel Ceplik karya Nanang Al Qos berbahasa Jawa ngapak yang rilis pada bulan Februari 2019. Hasil penelitian ini berupa: (1) Novel Ceplik memiliki beragam jenis tokoh dan wujud sifatnya. Jumlah tokoh ada 21 tokoh, analisis tokoh dibagi menjadi 3 yakni tokoh protagonis, tokoh antagonis dan tokoh tritagonis, (2) analisis penokohan dibagi menjadi 2 yakni penokohan berdasarkan kondisi fisik dan penokohan berdasarkan sifat tokoh, (3) Novel Ceplik merupakan novel berbahasa ngapak yang belum pernah diteliti. Saran yang dapat disampaikan melalui penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan mengkaji novel Ceplik dari berbagai aspek pendekatan sastra dan aspek kesalahan berbahasa

    Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu Banjar Karya Nanang Irwan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa dan makna yang terdapat dalam lirik lagu Banjar karya Nanang Irwan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah lagu-lagu Banjar karya Nanang yang diperoleh dari situs YouTube. Adapun data dalam penelitian ini berjumlah 69 data dengan rincian: 4 gaya bahasa antitesis, 5 gaya bahasa antonomasia, 24 gaya bahasa hiperbolisme, 5 gaya bahasa repetisi, 3 gaya bahasa retoris, 1 gaya bahasa tautologi, 2 gaya bahasa litotes, 16 gaya bahasa metafora, 1 gaya bahasa personifikasi, 5 gaya bahasa simile, dan 3 gaya bahasa sinisme. Penelitian ini juga  menemukan 16 makna yang terdapat dalam 69 data gaya bahasa dari penggalan lirik lagu Banjar karya Nanang Irwan yaitu: makna kesetiaan, sangat menyukai, kepasrahan, rasa bahagia, kesedihan, memberitahukan, larangan, kekecewaan, menyindir, harapan, kekaguman, perintah, belum yakin, penegasan, ketidakmampuan, dan mempersamakan

    Eksplorasi Bentuk-bentuk Bahasa Figuratif dalam Dimensi Estetika pada Kumpulan Puisi Penyair Midas Karya Nanang Suryadi

    Full text link
    Bahasa figuratif secara analitis adalah salah satu bagian yang mendasar dalam sebuah puisi. Pemanfaatan bahasa dapat menimbulkan kesan serta makna mendalam yang terkandung di dalam puisi. Kumpulan puisi Penyair Midas karya Nanang Suryadi merupakan salah salah satu kumpulan puisi yang menarik untuk dikaji, namun hingga saat ini belum ada yang melakukan kajian terhadap kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeskplorasi bentuk-bentuk bahasa figuratif yang terkandung dalam kumpulan puisi Penyair Midas karya Nanang Suryadi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan bahasa figuratif yang digunakan dalam kumpulan puisi Penyair Midas karya Nanang Suryadi sangat beragam, yaitu meliputi metafora, personifikasi, sinekdoke, metonemia, dan simile. Pemanfaatan bahasa figuratif dalam kumpulan puisi Penyair Midas Karya Nanang Suryadi tersebut menyiratkan makna yang sangat mendalam, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sesama manusia, maupun alam. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif dalam melakukan apresiasi sastra, khususnya puisi. 

    Model retorika Da'i Nanang dalam majelis pengajian rutin

    Full text link
    Retorika merupakan salah satu teknik yang digunakan agar pesan yang disampaikan Da’i lebih cepat dipahami oleh para pendengarnya. Retorika meliputi unsur-unsur isi pesan, gaya bahasa, ekspresi, diksi, intonasi, dan variasi. Da’i Nanang adalah seorang Da’i yang dalam ceamahnya menggunakan retorika. Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui dan menjelaskan penggunaan unsur-unsur retorika yang digunakan dalam ceramah Da’i Nanang. Penelitian ini menggunakan teori Aristoteles yang merupakan model komunikasi klasik atau sering disebut model retoris. Asumsi dasarnya yaitu pembicara – pesan – pendengar. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Alasan penggunaan metode ini bermaksud menggambarkan secara sistematis tentang permasalahan yang akan diteliti, yakni mengenai retorika dakwah Da’i Nanang. Karakteristik penelitian deskriptif yang dikumpulkan berupa data dari beberapa kata dan bukan angka-angka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Da’i Nanang dalam dakwahnya menggunakan 3 unsur retorika: pertama, gaya bahasa, dalam penggunaan gaya bahasa ia menggunakan bahasa yang popular atau bahasa yang akrab dengan masyarakat. Gaya bahasa yang digunakan mengandung beberapa majas dari gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa perulangan, gaya bahasa sindiran, gaya bahasa pertentangan, dan gaya bahasa penegasan. Kedua, intonasi, dalam ceramahnya dia mempunyai intonasi yang bervariasi kadang menggunakan intonasi dengan nada tinggi, nada rendah, dan menggunakan nada naik turun atau sebaliknya sesuai dengan bagaimana seharusnya kalimat itu disampaikan. Ketiga, diksi, penggunaan diksi dalam ceramahnya dia menggunakan pemilihan kata yang tepat serta fasih dan jelas. Makhraj tiap-tiap huruf yang disampaikan terdengar mantap dan meyakinkan

    Nanang Mulyana's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
    corecore