88 research outputs found
Usulan Perencanaan Layout Tata Letak Fasilitas dengan Metode Blocplan pada Area Kerja PT Putra Jawamas
Industri otomotif merupakan sektor strategis yang terus berkembang di Indonesia, ditandai dengan peningkatan jumlah kendaraan setiap tahunnya. Seiring dengan hal tersebut, permintaan terhadap layanan purna jual seperti perawatan dan perbaikan kendaraan turut meningkat, khususnya pada jasa body repair. PT. Putra Jawamas,sebagai penyedia layanan perbaikan body kendaraan, menghadapi permasalahan efisiensi dalam tata letak fasilitas area kerja yang menyebabkan waktu tunggu panjang dan alur kerja yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas dengan menggunakan metode Block Layout Overview with Layout Planning (BLOCPLAN). Proses diawali dengan penyusunan Activity Relationship Chart (ARC) untuk mengidentifikasi hubungan kedekatan antar departemen, yang kemudian digunakan sebagai input dalam perhitungan adjacency score dan rel-dist score melalui aplikasi DOSBox 0.74. Hasil simulasi menghasilkan 20 alternatif layout, di mana lima di antaranya dianalisis lebih lanjut. Layout terbaik dipilih berdasarkan nilai adjacency score tertinggi dan rel-dist score terendah. Layout B terpilih sebagai solusi optimal dengan adjacency score sebesar 0,83 dan rel-dist score sebesar 0,77. Implementasi tata letak ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi alur kerja dan produktivitas perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode BLOCPLAN efektif digunakan dalam optimalisasi tata letak fasilitas bengkel body repair
ANALISIS KONTRASTIF ABREVIASI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA 日本語とインドネシア語の略語の対象分析
ABSTRACT
Bilal, Mochammad. 2017. “Contrastive Analysis of Abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. Undergraduate Japanese Literature thesis. University of Diponegoro. The first thesis supervisor is Drs. Surono, S.U. The second thesis supervisor is Lina Rosliana, S.S, M.Hum.
This thesis discusses “Contrastive Analysis of abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. The reason behind the choose of title by the author is due to lack of discussion about the comparasion between Japanese and Indonesian language. Furthermore, author had interested to discuss the form of abbreviation in bahasa Indonesia and Japanese language.
The data in this research are attained from written sources, such as; internet articles from asahi.com and kompas.com. Whilst the method used in the analysis is “bagi unsur langsung”, later the data are analyzed by contrastive method to compared the data which are divide into two steps, those are description and and comparasion of the results of data analysis.
Abbreviation of Japanese and Indonesian booth have 8 similarities, namely on booth have abbreviation who is not be read in its entirety, abbreviation who spell entirety, abbreviation who take 2, 3 or 4 first letters, abbreviation who take first letter from every syllables, abbreviation who had partial deletion, abbreviation who combine with foreign word, abbreviation with combination of syllables, and abbreviation who had changes in written form. The diffrences in meanwhile, abbreviation who are not found in Japanese language has 25 forms and abbreviation who are not found in Indonesian language has 2 forms.
.
Keywords: contrastive, abbreviation, Indonesian Language, Japanese Language
Rekayasa Proses Bisnis untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Sidoarjo
UD Arwan Cell adalah sebuah toko yang bergerak di bidang telekomunikasi, aksesori ponsel, dan layanan perbaikan ponsel, yang berlokasi di desa Wadungasih, kecamatan Buduran. Proses bisnis merupakan aspek krusial untuk kelangsungan hidup suatu perusahaan. Penelitian ini menggunakan Business Process Reengineering (BPR) untuk mengoptimalkan proses bisnis. Berdasarkan analisis kondisi awal, didapatkan waktu proses penyimpanan stok 6 jam 35 menit. Berdasarkan hasil rekayasa didapatkan waktu proses penyimpanan stok menjadi 1 jam 25 menit. Efisiensi hasil rekayasa proses sebesar 78%. Berdasarkan analisis kondisi awal, didapatkan waktu proses pelayanan jasa 2 jam 25 menit, setelah melalui hasil rekayasa ulang proses didapatkan waktu proses pelayanan jasa menjadi 2 jam 9 menit. Efisensi hasil rekayasa proses sebesar 11%.
UD Arwan Cell is a store operating in the telecommunications sector, mobile phone accessories, and mobile phone repair services, located in Wadungasih Village, Buduran District. Business processes are a crucial aspect for the sustainability of a company. This study applies Business Process Reengineering (BPR) to optimize business processes. Based on the analysis of the initial conditions, the stock storage process time was found to be 6 hours and 35 minutes. After the reengineering process, the stock storage process time was reduced to 1 hour and 25 minutes, resulting in a process efficiency improvement of 78%. Furthermore, based on the analysis of the initial conditions, the service process time was 2 hours and 25 minutes. After the process reengineering, the service process time was reduced to 2 hours and 9 minutes, achieving a process efficiency improvement of 11%
EFEKTIFITAS SELF ASSESMENT SYSTEM OLEH WAJIB PAJAK PENSIUNAN PADA PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 MELALUI E-FILING
Mochammad Reza Ananda, Dr. Shinta Hadiyantina,SH.,M.H., Agus Yulianto, SH.,M.H. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email : [email protected]  ABSTRAK Pada skripsi ini mengangkat tentang permasalahan tentang efektifitas dari kegiatan self-assesment oleh wajib pajak terutama pensiunan pada pelaporan pajak penghasilan 21 melalui E-filing. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan maupun kenyataan di lapangan bahwa pensiunan disini banyak yang lebih memilih melapor langsung daripada secara online. Berdasarkan hal tersebut , skripsi ini mengangkat satu rumusan masalah yaitu, 1) Apakah efektifitas Self Assessment System yang dilakukan oleh wajib pajak pada proses kegiatan e-Filing pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 sudah berjalan efektif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Hukum Yuridis-Empiris. Peneliti memilih jenis penelitian ini karena dilatar belakangi dengan adanya suatu kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan teori dan harapan para pembuat peraturan perundang – undangan, penelitian juga didasari karena adanya perilaku yang nyata terjadi di masyarakat karena disebabkan oleh berlakunya hukum normatif. Dari hasil penelitian penulis memperolehjawaban dari rumusan masalah yaitu, kegiatan e-filing ini dirasa belum berjalan secara maksimal dikarenakan tidak semua wajib pajak yang sudah pensiun ini tahu cara melaporkan dengan menggunakan aplikasi yang disediakan oleh pihak perpajakan dan juga kurangnya pengetahuan mengenai cara mengubah status menjadi non-efektif, yang bertujuan untuk menon-aktifkan NPWP dari piak yang terkait serta menggugurkan kewajiban untuk melapor SPT Tahunan. Kata Kunci: Pensiunan, Pajak Penghasilan, Self Assesment, E-filing ABSTRACT This thesis discusses about a problem related to the effectiveness of tax report through e-filing by retired taxpayers. It was motivated by complaints and reality in the field that many pensioners preferred to report directly rather than through online. Based on that, this thesis raised a question, namely: 1) whether the effectiveness of self assesment system by retired taxpayers in the process of e-Filing related to the report of income tax Article 21 has been implemented effectively. The type of research used empirical legal research. The researcher chose this type of research because it was motivated by the fact in the field which was not appropriate with theory and expectation from legislators. From the result of the research, the author found the answer that this e-filing activity seems not run maximally because not all retired tax payers. Keyword: Retired taxpayer, Income tax, Self assessment, E-filingÂ
3-lead acquisition using single channel ECG device developed on AD8232 analog front end for wireless ECG application
Manajemen Perioperatif pada Syok Sepsis et causa Peritonitis et causa Perforasi Gaster dan Suspek Abdominal Compartment Syndrome
Syok sepsis merupakan komplikasi berat dari sepsis dikarenakan kelainan sirkulasi, selular, dan metabolik yang mengancam jiwa. Sepsis dan Syok Sepsis dilaporkan merupakan kasus yang sering menjadi penyebab kematian di Intensive Care Unit (ICU). Salah satu penyebab paling sering terjadi infeksi sepsis dan syok sepsis adalah peritonitis. Kejadian peritonitis dan Syok Sepsis dapat menyebabkan terjadinya Abdominal Compartment Syndrome (ACS) yang dilaporkan meningkat pada pasien yang dirawat di ICU. Untuk dilakukan tindakan bedah pada pasien Peritonitis dan ACS maka diperlukan manajemen perioperatif yang tepa
Perencanaan ulang tata letak gudang PT. XYZ menggunakan metode Class Based Storage dan Systematic Layout Planning
Optimal warehouse layout planning plays an important role in improving operational efficiency and productivity of a company. PT XYZ faces problems in the form of an unorganized warehouse layout, causing increased search time for goods and material movement. This study aims to redesign the warehouse layout by applying the Class Based Storage (CBS) and Systematic Layout Planning (SLP) methods. The CBS method is used to classify products based on the level of goods turnover (fast-moving, medium-moving, and slow-moving), while the SLP method helps redesign the layout by considering material flow and operational activities. The results of the study indicate that the application of both methods succeeded in designing a more organized warehouse layout, reducing material movement distance, and minimizing search time for goods. Thus, the combination of the Class Based Storage and Systematic Layout Planning methods can be used as an effective approach to improving warehouse governance at PT XYZ
Elicited soybean (Glycine max L.) extract improves regulatory T cell activity in high fat-fructose diet mice
- …
