1,720,964 research outputs found
Membangun Karakter Anak Lewat Permainan Tradisional Daerah Gorontalo
Karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan; akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sebagai model pikiran, perasaan, sikap dan tindakan yang melekat kuat pada diri seseorang. Maka, karakter seseorang harus dibentuk sejak usia kanak-kanak agar tebiasa berperilaku positif. Karena kegagalan dalam membentuk karakter sejak kanak-kanak akan menimbulkan masalah perilaku di masa dewasa. Oleh sebab itu pembentukan karakter anak haruslah dilakukan sejak dini. Diantara sarana terbaik untuk mengokohkan karakter anak-anak adalah melalui permainan yang melibatkan fisik maupun pemikiran anak. Permainan tradisional dapat mendukung keterlibatan fisik dan pemikiran anak. Permainan tradisional anak-anak merupakan salah satu genre atau bentuk folklore yang berupa permainan anak-anak. Gorontalo memiliki beragam permainan tradisional seperti cur pal, bilu-bilulu dan sebagainya
KemampuanLiterasi Numerasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Penelitian ini mendeskripsikan tentang kemampuan literasi numerasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mendeskripsikan kemampuan numerasi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Mahasiswa mengerjakan 3 pertanyaan masalah matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah 76 mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo Semester 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan numerasi mahasiswa PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo Semester 5 dalam menyelesaikan masalah matematika adalah cukup dalam menggunakan berbagai macam angka atau simbol untuk menyelesaikan  masalah kehidupan sehari-hari serta menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk seperti grafik, tabel, bagan,diagram dan  lain sebagainya. Secara umum, hasil analisis tersebut belum dapat digunakan mahasiswa untuk memprediksi dan mengambil keputusan dengan tepat. Hal ini ditunjukan pada hasil hanya 11,84% mahasiswa mampu menggunakan berbagai  macam angka dan simbol pada pertanyaan pertama, 21,05% mahasiswa mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk dan hanya 9,21% yang memiliki kemampuan dalam menafsirkan seluruh analisis pertanyaan untuk mengambil keputusan yang tepat
Analisis Regresi Robust Estimasi Least Trimmed Square dan Estimasi Maximum Likelihood pada Pemodelan IPM di Pulau Sulawesi
Sulawesi Island is one of the islands in Indonesia with the second lowest HDI after Papua in 2011-2018, so it is necessary to study more deeply the factors that affect the HDI on Sulawesi Island. One of the methods in modeling is the robust regression method that can be used even though there are outliers in the data. This study aimed to determine the factors that affect HDI in Sulawesi Island using a robust regression model of Least Trimmed Square (LTS) estimation and Maximum Likelihood (M) estimation and to find out the best method for modeling HDI in Sulawesi Island. The robust regression of the LTS estimate has a reasonably high breakdown point value compared to other estimates, while the M-estimate has a high efficiency. The results showed that the factors that affect HDI on the island of Sulawesi are Life Expectancy (UHH), Expected Years of Schooling (HLS), Average Years of Schooling (RLS), and Real Expenditures per capita (PPP). The best model in HDI modeling in Sulawesi Island is a robust regression model with LTS estimation where the standard error is 0.1513, and the R-Square is 99.78%. A very high R-Square value indicates that the ability of the UHH, HLS, RLS, and PPP variables to explain HDI is very good
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS VIDEO ANIMASI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI SEKOLAH DASAR
This research aims to examine and explore the use of interactive multimedia based on animated videos in mathematics subjects and what are the supporting and inhibiting factors for the use of interactive multimedia based on animated videos in learning in Class V of SD Muhammadiyah 4 Limboto. This research uses qualitative research with a descriptive approach. Data was collected through observation, interviews and documentation. The subjects of this research were the homeroom teacher as a mathematics teacher and class V students at SD Muhammadiyah 4 Limboto. The research results show that the use of interactive multimedia based on animated videos has a positive impact on improving mathematics learning. Students become more motivated and enthusiastic in participating in lessons. Apart from that, this media helps students understand abstract mathematical concepts more easily through attractive visualizations. Teachers also feel that this media is very helpful, because it can convey material more effectively and attract students' attention. The use of interactive multimedia based on animated videos in mathematics learning at SD Muhammadiyah 4 Limboto shows an increase in students' understanding of the material being taught, as well as increasing student participation and interaction during the learning process. This research suggests that the use of interactive multimedia based on animated videos continues to be developed and applied in learning, and integrated with other learning methods to achieve effective and optimal results
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION (ISO) PADA PENDIDIKAN TINGGI
Tujuan Penelitian ini yakni untuk menganalisis trend penelitian tentang perencanaan dan implementasi ISO pada Pendidikan Tinggi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Penelitian ini merupakan studi literatur metode Narrative Literature Review, teknik pengumpulan data penelitian dilakukan secara tidak langsung ke objek yang diselidiki berupa data sekunder berbentuk artikel jurnal. Data diambil dari jurnal internasional bereputasi dengan basis data Scopus melalui scopus.com mengenai Perencanaan dan Implementasi International Organization for Standardization (ISO) pada Pendidikan tinggi dengan kata kunci yang telah ditentukan dari studi awal yakni ISO, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Program Studi. Dalam rentang waktu 4 tahun terakhir (2019-2023) dan diperoleh 4 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan 4 hal yang dapat dimplementasikan untuk meningkatkan standarisasi mutu pendidikan perguruan tinggi, (1) integrasi ISO 9001 dengan prinsip 5-S Kaizen untuk melihat program prioritas dari sebuah perguruan tinggi serta level mutu berada pada level apa (2) Mengembangkan sistem informasi Tracer Study yang terintegrasi dengan database Sistem Informasi Akademik (SIA) dan dengan database SIA menganalisis kinerjanya dengan menggunakan ISO/IEC 25010. (3) Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) ISO 14001 dan pengukuran kinerja GreenMetrcis perguruan tinggi tentang kinerja lingkungan (4) Mengembangkan model sistem penjaminan mutu terpadu untuk institusi pendidikan tinggi bersertifikasi ISO, dengan mengintegrasikan Akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:200
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION (ISO) PADA PENDIDIKAN TINGGI
Tujuan Penelitian ini yakni untuk menganalisis trend penelitian tentang perencanaan dan implementasi ISO pada Pendidikan Tinggi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Penelitian ini merupakan studi literatur metode Narrative Literature Review, teknik pengumpulan data penelitian dilakukan secara tidak langsung ke objek yang diselidiki berupa data sekunder berbentuk artikel jurnal. Data diambil dari jurnal internasional bereputasi dengan basis data Scopus melalui scopus.com mengenai Perencanaan dan Implementasi International Organization for Standardization (ISO) pada Pendidikan tinggi dengan kata kunci yang telah ditentukan dari studi awal yakni ISO, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Program Studi. Dalam rentang waktu 4 tahun terakhir (2019-2023) dan diperoleh 4 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan 4 hal yang dapat dimplementasikan untuk meningkatkan standarisasi mutu pendidikan perguruan tinggi, (1) integrasi ISO 9001 dengan prinsip 5-S Kaizen untuk melihat program prioritas dari sebuah perguruan tinggi serta level mutu berada pada level apa (2) Mengembangkan sistem informasi Tracer Study yang terintegrasi dengan database Sistem Informasi Akademik (SIA) dan dengan database SIA menganalisis kinerjanya dengan menggunakan ISO/IEC 25010. (3) Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) ISO 14001 dan pengukuran kinerja GreenMetrcis perguruan tinggi tentang kinerja lingkungan (4) Mengembangkan model sistem penjaminan mutu terpadu untuk institusi pendidikan tinggi bersertifikasi ISO, dengan mengintegrasikan Akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:200
PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA
This study aims to determine whether the application of educational snakes and ladders game tools can improve the ability to count on the material of multiplication of numbers in Mathematics subjects in class II SDN 4 Limboto, Gorontalo Regency. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were class II at SDN 4 Limboto totaling 15 people. The data analysis technique used in this study was analysis of test results and analysis of observation results. Based on the results of the study, it can be concluded that learning Mathematics using educational snakes and ladders game media can improve the ability to count on the material of multiplication of numbers of class II students at SDN 4 Limboto. This is indicated by the learning outcomes of students in cycles I and II which have increased. In cycle I, there were 10 students who were categorized as achieving KKM with a percentage of 66% and in cycle II, 14 students were categorized as achieving KKM with a percentage of 93%. So KKM increased by 27%. This is because in cycle II students have started to improve in the learning process, most students are already at their maximum in their ability to count on the material of multiplication of numbers. So student learning in cycle II has reached the KKM value or the performance indicator that has been set
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM KURIKULUM MERDEKA MANDIRI BERUBAH DI SDN 2 LIMBOTO
This research aims to describe how implementation of mathematics learning in the independent curriculum has changed. The method used in this research is a qualitative phenomenological approach with data collection through observation, interviews and documentation. The results of this research show that at the planning stage of mathematics learning in the Independent Change Curriculum, it has been implemented well and structured, including teachers analyzing learning outcomes, formulating learning objectives, creating a flow of learning, and creating teaching modules that contain components in accordance with the modules in the curriculum Independent. The implementation of mathematics learning in the independent and changing curriculum has gone quite well, and in the learning, the teacher prepares the class to be comfortable and conducive. Students are actively involved in the learning process, teacher master the learning material well, but in terms of the use of learning media, it needs to be varied and adapted to the characteristics of the students. The evaluation of mathematics learning in the independent curriculum changed to using three assessments, namely diagnostic assessment, formative assessment and summative assessment.
Keywords: Implementation of Learning; Mathematics Learning; Independent Curriculum ChangesPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahap perencanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah sudah terlaksana dengan baik dan terstruktur, mencakup guru menganalisis capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, membuat alur tujuan pembelajaran, dan membuat modul ajar yang memuat komponen-komponen sesuai dengan modul pada kurikulum merdeka. Pada pelaksanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah telah berjalan dengan cukup baik, dimana pada pembelajaran guru mempersiapkan kelas menjadi nyaman dan kondusif. Peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru menguasai materi pembelajaran dengan baik, namun dari segi penggunaan media pembelajaran perlu divariasikan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Pada evaluasi pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah menggunakan tiga asesmen, yaitu asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif.
Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran; pembelajaran matematika; kurikulum merdeka mandiri berubah; SDN 2 Limbot
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM KURIKULUM MERDEKA MANDIRI BERUBAH DI SDN 2 LIMBOTO
This research aims to describe how implementation of mathematics learning in the independent curriculum has changed. The method used in this research is a qualitative phenomenological approach with data collection through observation, interviews and documentation. The results of this research show that at the planning stage of mathematics learning in the Independent Change Curriculum, it has been implemented well and structured, including teachers analyzing learning outcomes, formulating learning objectives, creating a flow of learning, and creating teaching modules that contain components in accordance with the modules in the curriculum Independent. The implementation of mathematics learning in the independent and changing curriculum has gone quite well, and in the learning, the teacher prepares the class to be comfortable and conducive. Students are actively involved in the learning process, teacher master the learning material well, but in terms of the use of learning media, it needs to be varied and adapted to the characteristics of the students. The evaluation of mathematics learning in the independent curriculum changed to using three assessments, namely diagnostic assessment, formative assessment and summative assessment.
Keywords: Implementation of Learning; Mathematics Learning; Independent Curriculum ChangesPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahap perencanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah sudah terlaksana dengan baik dan terstruktur, mencakup guru menganalisis capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, membuat alur tujuan pembelajaran, dan membuat modul ajar yang memuat komponen-komponen sesuai dengan modul pada kurikulum merdeka. Pada pelaksanaan pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah telah berjalan dengan cukup baik, dimana pada pembelajaran guru mempersiapkan kelas menjadi nyaman dan kondusif. Peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru menguasai materi pembelajaran dengan baik, namun dari segi penggunaan media pembelajaran perlu divariasikan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Pada evaluasi pembelajaran matematika dalam kurikulum merdeka mandiri berubah menggunakan tiga asesmen, yaitu asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif.
Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran; pembelajaran matematika; kurikulum merdeka mandiri berubah; SDN 2 Limbot
- …
