1,722,100 research outputs found

    Himpunan Hadith Tibb Al-Nabawi dan Isu-Isu Berkaitan Perawatan Nabawi di Malaysia

    Full text link
    Tibb al-Nabawi atau turut merujuk kepada perubatan Islam ialah kaedah perubatan yang menjadi amalan Rasulullah melalui rujukan terhadap al-Quran dan hadis Nabawi. Perubatan nabawi melibatkan ruqyah, bahan-bahan seperti air dan herba serta bekam dan hendaklah dilakukan mengikut syariat Islam. Oleh itu, artikel ini bertujuan untuk menghimpunkan hadis-hadis berkaitan dengan tibb al-Nabawi serta menelusuri isu-isu yang berlaku mengenai pelaksanaan perubatan nabawi dalam konteks Malaysia. Kajian kualitatif ini menggunakan kaedah analisis kandungan kitab hadis kutub sittah sebagai kaedah pengumpulan data utama. Manakala isu pelaksanaan perawatan nabawi di Malaysia dianalisis daripada kajian lepas. Dapatan kajian mendapati bahawa sebanyak 20 buah hadis dipilih berkaitan tibb al-nabawi. Dan terdapat isu amalan perawatan nabawi di Malaysia iaitu penyelewengan ayat al-Quran dan hadis, integriti perawat dan pusat perubatan Islam. Kaedah perawatan nabawi perlu diambil perhatian oleh masyarakat Islam dan isu yang timbul berkaitan perawatan di Malaysia perlu ditangani dengan penuh hikmah

    SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA DENGAN TERAPI ATH THIBBUN NABAWI,

    Full text link
    Dunia kesehatan dalam decade terakhir ini hanya terpaku pada pengobatan konvensional borat, sehingga khasanah pengobatan nabawi yang merupakan incluk clari ilmu penggobatan menjadi terabaikan. Di Era sekarang ini, nampaknya sudah mulai muncul sedikit kesadaran dari sebagian masyarakat unnk kembali pada khasanah pengobatan nabawi. lni dibuktikan dengan merebaknya rumah-rumah sehat dengan terapi Thibbun Nabani. banyaknya pelatihan-pelatihan bekam, dan banyaknya obat-obatan ala Thibbun Nabawi yang sudah beredar dalam kemasan praktis( seperti dalam bentuk kapsul, cair, dan sebagainya ). Karena itu kehadiran seorang pakar yang bisa menentukan jenis penyakit dan jenis penggobatan yang tepat akan sangat membantu proses penyembuhan Karena masih terbatasnya pakar penyakit dalam dengan pakar pengobatan nabawi, maka diperlukan suatu sistem komputer yang bisa diakses oleh siapa saja. Dengan bantuan Sistem Pakar ini diharapkan proses transferregenerasi, dan ekspansi ilmu akan banyak membantu

    Frequency-domain analysis and optimisation of linear networks

    No full text
    The objective of the research conducted in this thesis is the development of a package for computer-aided frequency-domain analysis and optimisation of large-scale linear electrical networks on a small interactive computer. To enable the implementation of such a package on asmall machine, and for efficient analysis, the network under consideration must be described in terms of nested subnetworks. In this case the required network analysis may be carried in a hierarchical fashion; starting with the smallest (or deepest) subnetwork and ending with the whole given network. The calculation of the admittance parameters of the equivalent three-pole of each de-nested subnetwork is central to the scheme. This is achieved in an efficient manner by using a suitable partitioning strategy whereupon an L-U factorisation technique, with its attendant forward and backward substitutions, is used to solve for the required admittance parameters. From these admittance parameters many other network functions are readily derived. The other possible analysis using the present package is the first-order linear network sensitivity analysis. A new scheme to allow this analysis to be carried out for networks including nested subnetworks is described. This scheme relies, for its efficiency, on the results of the a.c. analysis using the L-U factorisation technique, and on the use of the adjoint network concept. The implementations of this integrated scheme of analyses proved it to be both efficient and reliable optimisation of this category of networks to voltage-gain Modulus and/or Phase output specifications is carried out using an existing nonlinear programming algorithm. An appropriate transformation of design variables enables the use of an unconstrained minimisation of a least-square type of error function, to solve the optimisation problem. The user is allowed to define the performance specifications either as an upper and lower bound, or as a spot-on value, at each frequency point of interest. Since the use of gradient information enhances the speed of convergence of the minimisation process, the analyses algorithm in our package calculates the gradient vector and passes this information to the optimisation routine. From this gradient information, the latter calculates an initial estimate of the Hessian matrix. Several examples of network simulation and optimisation are introduced to demonstrate both the capababilities and efficiency of the package.</p

    TibbOnto: Knowledge Representation of Prophet Medicine (Tibb Al-Nabawi)

    No full text
    AbstractThe Quran and Hadith are the two fundamental sources of Islamic legislation. Hadith are narrations passed from Prophet companions regarding the words and deeds of Prophet Muhammad (peace be upon him). Hadith books contain topics related to all aspects of Muslim life. In this paper, we build a domain-specific ontology (Tibb Al-Nabawi ontology) to present the Prophet's medicine in a semantic ontological representation. Our source of knowledge is based on an authentic Tibb Al-Nabawi Hadith. We have identified the main classes and the relationship among them. The proposed ontology can be extended in the future to automatically generate treatments for specific diseases according to the Prophet's actions

    STRATEGI PROGRAM NABAWI TV SEBAGAI MEDIA DAKWAH

    Full text link
    ABSTRAK STRATEGI PROGRAM NABAWI TV SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Abyan Naufal, 2018, hal. xvi – 128) Skripsi S-1 Prodi Televisi dan Film, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau sejauhmana sebuah tayangan program acara televisi sebagai media dakwah yang dilakukan Nabawi TV dikaji menggunakan strategi program, yang terdiri dari empat tahapan (Perencanaan, Produksi dan Pembelian, Eksekusi, dan Evaluasi program).Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data interkatif dengan cara observasi, studi pustaka dan wawancara.Analisis data dengan reduksi data, sajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana peran sebuah stasiun televisi dalam mengembangkan metode dakwah gaya baru melalui media televisi. Sebagai media dakwah Islam, Nabawi TV menayangkan program acara yang seluruhnya bermuatan dakwah dengan menggunakan konsep Islam moderat.Media dakwah adalah salah satu transformasi dari perkembangan media televisi antara dakwah dan televisi memiliki fungsi yang sama yakni sebagai penyampai informasi. Pada tahapan perencanaan program dijelaskan tentang bagaimana pengemasan ide menjadi sebuah desain produksi, selanjutnya bagaimana proses produksi dan akuisisi yang dimana proses akuisisi ini dilakukan dengan pihak majelis dan Irtsun Nabawi, selanjutnya proses peyiaran yang dilakukan Nabawi TV malalui empat platform (satelit, website, youtube, dan facebook), dan tahapan terakhir adalah pengawasan dan evaluasi. Dengan menarik kesimpulan bahwa Nabawi TV melakukan pengelolaan program acaranya untuk kepentingan dakwah dan menjaga batasan dalam pembuatan dengan memegang nilai-nilai dan sikap yang telah dibuat Nabawi TV. Kata kunci :Strategi program, Manajemen pertelevisian, Media, Dakwah

    Indahnya Ekonomi Nabawi

    Full text link
    Dalam konteks ekonomi, negara berperan sebagai pemilik, produsen, residtributor dan regulator bidang ekonomi. bagaimana praktik nabawi dalam bidang ekonomi itu

    Klinik Pengobatan Thibbun Nabawi di Kota Pontianak

    Full text link
    Kesehatan merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat dalam melakukan sebuah aktivitas, baik itu kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah dengan membangun fasilitas kesehatan baik berupa rumah sakit maupun klinik. Salah satu klinik yang berkembang di masyarakat adalah pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif yang mulai dikenal adalah Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi. Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi merupakan perkataan, pengajaran dan tindakan Rasulullah yang berkaitan dengan dengan kesehatan maupun pengobatan. Adapun jenis Thibbun Nabawi adalah pengobatan herbal, bekam, gurah dan ruqyah. Tujuan dari perancangan klinik Thibbun Nabawi agar masyarakat khususnya yang beragama Islam dapat melakukan pengobatan yang merupakan sunnah Rasulullah. Perlu adanya klinik Thibbun Nabawi di Pontianak berdasarkan minat masyarakat terhadap pengobatan Rasulullah. Konsep pada perancangan klinik Thibbun Nabawi ini adalah spiritual. Konsep ini diambil berdasarkan sifat pengobatan yang harus tenang dan banyak mengingat sang Maha Pencipta. Konsep spiritual diterapkan dengan bentuk tatanan kawasan yang terpusat dengan mushallah sebagai pusatnya. Suasana islami dapat tercipta didalam kawasan dengan memisahkan fungsi pengobatan laki-laki dan perempuan yang berada dibagian sisi mushallah. Penempatan Utilitas di setiap bangunan menggunakan sistem yang sederhana agar lebih mudah perawatannya sebagai kawasan terpusat. Struktur bangunan yang sederhana menyesuaikan dengan fungsi bangunan

    Thibbun Nabawi dalam Perspektif Yusuf Al Qaradhawi

    Full text link
    Abstract   This study aims to explore the views of Sheikh Yusuf Al Qaradawi on Thibbun Nabawy (Prophet Medicine). One of the recent Muslim trends is the revival of thibbun nabawy. And one of the other sides, is denying modern medicine that comes from the west. This extreme attitude has given rise to many difficulties among Muslims in terms of the health and safety of the human soul. This research method uses library research . This research aims to determine whether Thibbun Nabawi is a human scientific experiment or is he part of a divine revelation. Sheikh Yusuf Al Qaradawy as a contemporary scholar has an interesting perspective on this theme. The results of the study show that the hadiths about the thibbun nabawi are not placed as tasyri as the arguments about prayer, fasting and zakat. So that treatment can be adapted to the times, and that includes the spirit of thibbun nabawi. The contribution of this research is that Muslims are not worried about using modern medical treatment, because this assumption is different from thibbun nabawi.   Keywords: thibbun nabawi, modern medicine, Yusuf Al Qaradawi.   Abstraksi   Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan Syekh Yusuf Al Qaradhawi tentang Thibbun Nabawy(Kedokteran Nabi). Salah satu tren umat Islam akhir-akhir ini adalah kebangkitan kembali thibbun nabawy. Dan salah satu sisi lainnya, adalah mengingkari pengobatan modern yang berasal dari Barat. Sikap ekstrem tersebut telah melahirkan banyak kesulitan di tengah umat Islam dari sisi kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan menempatkan thibbun nabawi, apakah dia sebagai percobaan ilmiah manusia ataukah ia bagian dari wahyu ilahi. Syekh Yusuf Al Qaradhawy sebagai ulama kontemporer memiliki perspektif menarik terkait tema ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hadits-hadits tentang thibbun nabawi tidak ditempatkan sebagai tasyri sebagaimana dalil-dalil tentang sholat, puasa dan zakat. Sehingga pengobatan bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman, dan itu termasuk ruh dari thibbun nabawi. Kontribusi dari penelitian ini adalah umat Islam tidak waswas menggunakan pengobatan medis modern, karena anggapan itu menyelisihi thibbun nabawi.   Kata kunci : thibbun nabawi, kedokteran modern, Yusuf Al Qaradhawi

    KLINIK PENGOBATAN THIBBUN NABAWI DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Kesehatan merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat dalam melakukan sebuah aktivitas, baik itu kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah dengan membangun fasilitas kesehatan baik berupa rumah sakit maupun klinik. Salah satu klinik yang berkembang di masyarakat adalah pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif yang mulai dikenal adalah Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi. Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi merupakan perkataan, pengajaran dan tindakan Rasulullah yang berkaitan dengan dengan kesehatan maupun pengobatan. Adapun jenis Thibbun Nabawi adalah pengobatan herbal, bekam, gurah dan ruqyah. Tujuan dari perancangan klinik Thibbun Nabawi agar masyarakat khususnya yang beragama Islam dapat melakukan pengobatan yang merupakan sunnah Rasulullah. Perlu adanya klinik Thibbun Nabawi di Pontianak berdasarkan minat masyarakat terhadap pengobatan Rasulullah. Konsep pada perancangan klinik Thibbun Nabawi ini adalah spiritual. Konsep ini diambil berdasarkan sifat pengobatan yang harus tenang dan banyak mengingat sang Maha Pencipta. Konsep spiritual diterapkan dengan bentuk tatanan kawasan yang terpusat dengan mushallah sebagai pusatnya. Suasana islami dapat tercipta didalam kawasan dengan memisahkan fungsi pengobatan laki-laki dan perempuan yang berada dibagian sisi mushallah. Penempatan Utilitas di setiap bangunan menggunakan sistem yang sederhana agar lebih mudah perawatannya sebagai kawasan terpusat. Struktur bangunan yang sederhana menyesuaikan dengan fungsi bangunan.   Kata Kunci: Kesehatan, Pengobatan Alternatif, Thibbun Nabaw

    E-Commerce Development of Kios Nabawi of Majelis Rasulullah

    Full text link
    The objectives of this study is developing e-commerce but the first is improved the organization of Kios NabawiMajelis Rasulullah is the largest majlis dhikr and shalawat in Jakarta which has congregation scattered in various cities in Indonesia and even abroad. In getting funding for the dakwah, Majelis Rasulullah established Kios Nabawi to sell the products and souvenir of Majelis Rasulullah. When founded in 2006, Kios Nabawi only sold one type of model of Jacket of Majelis Rasulullah. The turnover of Kios Nabawi has been growing and sells more various products. Kios Nabawi selling activities move from one place to another place following the events of Majelis Rasulullah in around Jakarta without having a permanent store. The event of Majelis Rasulullah is not hold every days, it means that Kios Nabawi does not get revenue every day. In the other side, potential market is big including more than seven millions congregation of Majelis Rasulullah are spreading in various cities in Indonesia that could not be reached by Kios Nabawi. To make customer easier to get information and order, Kios Nabawi develops e-commerce. Previously there are many issues of Kios Nabawi such as lack of organization, financial and inventory records, so the organization of Kios Nabawi should be improve before e-commerce runs. Organizational assessment is the first step in improving the management of the organization, then analyst of the elements of organization, creates organizational structure, recruitment and training for staffs of each division to make sure they are ready to carry out the daily operation. E-commerce is created by forming a project team and designed in accordance with the steps that used to be taken by companies that already successful in e-commerce. Once the e-commerce project is completed it is necessary to provide training and handover to the operational team of Kios Nabawi Keywords: e-commerce, organization, Majelis Rasulullah, Kios Nabaw
    corecore