118 research outputs found
Implementasi Pendekatan ABCD dalam Metode Hafalan Kitab Mutamimah Untuk Penguatan Ilmu Nahwu di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Ponorogo 2025
This article discusses the Implementation of the ABCD Approach in the Book of Mutamimah Memorization Method to strengthen nahwu knowledge at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School in Ponorogo. This service article aims to identify supporting and inhibiting factors in the process of memorizing the book of mutamimah at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School in Ponorogo, as well as analyzing memorization-based nahwu learning strategies. The ABCD approach emphasizes the use of the potential, assets, and strengths possessed by students and the pesantren environment, so that the learning process does not only focus on weaknesses, but on the development of existing abilities. The subjects of this research include students, and education administrators. This research was conducted on July 20-August 25, 2025 at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School. In the practical process, students are required to make memorization deposits to listeners every day. Some students were able to complete memorization to khatam within six months. The process of strengthening nahwu knowledge at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School in Ponorogo is carried out through several methods, including tikrar (repetition), memorization deposit of the book of mutamimah, and muroja'ah
DIFFERENT RAW MATERIAL EFFECT IN PREFERENCE LEVEL AND MOISTURE CONTENT OF SEASONING POWDER
Seasoning is widely used in many dishes for the example fried rice, meatball, chicken soup, beef stew for enhancing the flavor of food. The food will have a good taste by adding some seasoning. It will give umami taste and make people even more enjoying their meal. The purposes of this research were to know the preference level and moisture content of seasoning powder with different raw material. The analysis used in research were moisture content by gravimetric method and preference level consist of appearance, taste, aroma, texture by hedonic test. The moisture content of the anchovy, seaweed and white oyster mushroom seasoning were 10%, 20% and 15% respectively. The appearance levels were 3.7, 2.5, and 4.3. the taste level were 3.5, 1.8, and 4.5. The aroma levels were 1.9, 2.6 and 3.8. The texture levels were 2.6, 1.7 and 4.2.
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BERBASIS ECONOMIC VALUE ADDED DAN FINANCIAL VALUE ADDED DI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC INDEX
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Perbandingan Kinerja Keuangan Berbasis Economic
Value Added Dan Financial Value Added Di Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta
Islamic Index ” ditulis oleh Mimah Mutamimah Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dibimbing oleh Dr. H.
Mashudi, M.Pd.I dan Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., M.M.
Kata Kunci: Kinerja keuangan, Economic Value Added Dan Financial Value Added
Kehadiran pasar modal berdampak besar dalam menunjang perekonomian suatu
negara. Pasar modal merupakan sarana yang dapat digunakan untuk memobilisasi atau
meminimalisir dana, baik dana dari luar negeri maupun dana dari dalam negeri. Terlebih
dalam praktik ekonomi konvensional dalam pasar modal terdapat unsur spekulasi yang
bertentangan dengan prinsip keuangan syariah. Perbedaan antara pasar modal
konvensional dengan pasar modal syariah dapat dilihat dari instrument keungan yang
digunakan dan proses transaksinya. Sedangkan perbedaan indeks saham syariah dengan
saham konvensional dapat dilihat dari kriteria saham yang harus dipenuhi emiten.
Demi mencapai nilai tambah bagi investor, perusahaan harus menunjukkan kinerja
yang baik sesuai harapan para pemegang saham. Acuan yang digunakan adalah kinerja
perusahaan yang tercermin dari dalam laporan keuangan perusahaan yang meliputi
pendapatan laba dan arus kas dari operasi perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan
dapat dinilai dengan menggunakan alat analisis keuangan. Alat analisis keuangan salah
satunya menggunakan laporan keuangan. Metode yang digunakan untuk menganalisis
laporan keuangan menggunakan Economic Value Added Dan Financial Value Added.
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya adalah (1) bagaimana
kinerja Economic Value Added (EVA) perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index
? (2) bagaimana kinerja Financial Value Added (FVA) perusahaan yang terdaftar di
Jakarta Islamic Index ? (3) bagaimana perbandingan kinerja perusahaan yang terdaftar
di Jakarta Islamic Index berdasarkan metode EVA dan FVA ?
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis
penelitian komparatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dari OJK. Populasi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic
Index tahun 2016-2020. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Economic Value
Added Dan Financial Value Added serta uji manova dengan bantuan program statistik
SPSS. Hasil penelitian menggunakan metode EVA memiliki nilai signifikasi positif. Hal
tersebut berdasarkan nilai EVA berarti perusahaan tersebut mampu memberikan nilai
tambah bagi investor. Apabila biaya modal lebih sedikit dan mampu memenuhi biaya
modal perusahaan maka perusahaan tersebut mampu mensejahterakan para investor.
Metode FVA memiliki nilai signifikasi positif. Hal tersebut berdasarkan nilai FVA
berarti perusahaan tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi investor. Apabila
equivalent depreciation yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dan dapat meningkatkan
nilai FVA perusahaan. Hasil penelitian terhadap hipotesis ketiga menunjukan bahwa
metode EVA dan FVA tidak memiliki varian yang sama. Hal ini disebabkan oleh variabel
perhitungan di tiap metode dan nilai yang diperoleh tiap perusahaan juga berbeda
Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Budaya Disiplin Peserta Didik (Studi Kasus Di MA Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kuaman Ponorogo)
ABSTRAK
Mutamimah, Duwi Habsari, 2019, Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Budaya Disiplin Peserta Didik (Studi Kasus Di MA Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo). Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Moh. Miftahul Choiri, M.A.
Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah, Budaya Disiplin,
Di era modern seperti sekarang ini, dimana perkembangan teknologi semakin pesat, tugas dari kepala sekolah untuk membentuk kepribadian dan karakter peserta didik yang baik semakin berat. Kepala Sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan dituntut kreatif dalam membuat peraturan dan pembiasaan hal-hal yang baik kepada para peserta didik. MA Ma’arif AL-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo adalah salah satu lembaga yang Kepala Sekolahnya mengedepankan perannya dalam kedisiplinan diantaranya yaitu membuat tata tertib dan sanksi yang mendidik.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin peserta didik di Madrasah Aliyah Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo. 2) Mengetahui upaya yan dilakukan Kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin peserta didik di Madrasah Aliyah Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo. 3) Mengetahui hasil peran Kepala sekolah dalam pengembangan dari budaya disiplin peserta didik di Madrasah Aliyah Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikaji, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Peran Kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin peserta didik di Madrasah Aliyah Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo meliputi: a) sebagai pemimpin; b) sebagai inovator yang baik untuk mewujudkan budaya disiplin. c) sebagai motivator yang disukai para peserta didik; 2) Upaya yang dilakukan sekolah dalam pengembangan budaya disiplin peserta didik di Madrasah Aliyah Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo meliputi: a) Membentuk petugas kedisiplinan yang melibatkan guru, wali kelas, peserta didik dan Kepala sekolah. b) Membuat berbagai peraturan bagi peserta didik. c) Memotivasi peserta didik, para guru serta staf agar selalu semangat dalam KBM. d) Membiasakan Kegiatan shalat dhuha. d) Memberi contoh kedisiplinan dalam hal disiplin waktu; 3) Hasil peran Kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin peserta didik di Madrasah Aliyah Ma’arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo dinilai berhasil dengan adanya banyak perubahan pada peserta didik, terbukti Dengan adanya tata tertib peserta didik, dengan adanya poin-poin pelanggaran dan dengan adanya motivasi dari Kepala sekolah serta waka kesiswaan dan guru, peserta didik lebih senang dan lebih disiplin dalam hal sikap dan kebiasaan.
ABSTRACT
Mutamimah, Duwi Habsari, 2019, Role Principal in the development of a culture of student discipline (Case Study at MA Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo), Islamic Education Management Studies Program, Post Graduate Program, State Islamic Institute Ponorog. Supervisor: Dr. Moh. Miftahul Choiri, MA
Keywords: The role of the Principal, Culture of Discipline,
In the modern era, as now, where the rapid technological development, the task of the Principal to shape the personality and character are good learners heavier. Principal as the creative leader demanded educational institutions in making rules and habituation good things to the learners. MA Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo is one of the institutions emphasizes principal role in discipline among which create rules and sanctions educate.
This study aims to: 1) Determine the role of Principal in the cultural development of the discipline of students in Madrasah Aliyah Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo; 2) To find out the efforts made by the principal in developing a culture of students in Madrasah Aliyah Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo; 3) Know the results of the principal role in the development of a culture of discipline of students in Madrasah Aliyah Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo;
This study used a qualitative approach with case study. Collecting data in this study using in-depth interviews, observation and documentation. Data were analyzed using techniques interactife Miles and Huberman include data reduction, data presentation, and verification or conclusion.
Based on the research that has been studied, it could be concluded as follows: 1) Principal role in the cultural development of the discipline of students in Madrasah Aliyah Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo include: a) as a leader. b) as an innovator who better to embody a culture of discipline. c) as a motivator like learners. 2) the efforts made by the principal in the development of learner discipline culture in Madrasah Aliyah Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo include: a) Forming a discipline officer involving teachers, homeroom, students and principals. b) Make regulations for students. c) to motivate learners, teachers and staff to keep the spirit of the teaching. d) Familiarize Activity Duha prayer. d) Give an example of discipline in terms of the discipline of time. 3) Results Principal role in the cultural development of the discipline of students in Madrasah Aliyah Ma'arif Al-Mukarrom Somoroto Kauman Ponorogo considered successful with the many changes in learners, proven With the discipline of students, with their points with their offense and motivation from the Principal and vice principal in student affairs and teacher, the learner is more fun and be more disciplined in terms of attitudes and habits
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR OLEH GURU UNTUK KESIAPAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 11 BLITAR
Skripsi dengan judul “Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar oleh Guru untuk Kesiapan Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar” ini ditulis oleh Kusnul Mutamimah, NIM 126205202166, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulunggagung. Pembimbing Dr. Nita Agustina Nurlaila Eka Erfiana, M.Pd.I.
Kata Kunci: Penerapan, Kurikulum Merdeka Belajar, Kesiapan Pembelajaran
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh Kebijakan baru pada sistem pembelajaran "Merdeka Belajar", Kurikulum Merdeka hadir untuk menyempurnakan kurikulum 2013 yang berlaku. Tujuan kurikulum ini adalah sebagai pemulihan dari krisis pembelajaran yang semakin parah akibat pandemi dan juga bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada guru dan lembaga untuk membuat dan mengelola kurikulum mereka sendiri. Akibatnya, MIN 11 Blitar menarik perhatian karena merupakan sekolah pertama yang menerapkan kurikulum merdeka.
Fokus dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana persiapan guru dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar? (2) Bagaimana Pelaksanaan guru dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar? (3) Faktor apa saja yang dapat menghambat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar?, Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk Menganalisis Persiapan Guru dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar. (2) Untuk Menganalisis Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar. (3) Untuk Mendeskripsikan Hambatan yang ada dalam Pembelajaran merdeka belajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Blitar.
Skripsi ini disusun berdasarkan data lapangan yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) guru harus mempersiapkan diri untuk menerapkan pembelajaran kurikulum merdeka dengan membuat Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, dan Penilaian Pembelajaran yang berkaitan dengan kurikulum merdeka. Selain itu, mempersiapkan diri secara mental melalui kegiatan sosialisasi, seminar, dan pelatihan. Selain itu, guru dapat mengikuti pelatihan terkait penyusunan perangkat ajar kurikulum merdeka dari kementrian dan pelatihan internal satuan pendidikan. (2) Pelaksanaan guru dalam kesipan pembelajaran kurikulum merdeka memungkinkan pembelajaran lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik peserta didik sehingga peserta didik memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar. Proses evaluasi pembelajaran meliputi penilaian di awal dan akhir materi, serta penilaian setiap tengah dan akhir semester. (3) Faktor-faktor yang menghambat kesiapan pembelajaran kurikulum merdeka termasuk kurangnya pemahaman anak tentang pembelajaran, ketersediaan sarana dan fasilitas madrasah yang cukup, dan kesiapan guru untuk mengaja
Keterlibatan Perempuan Dalam Proses Transmisi Literatur Keilmuan Al-Qur’an: Analisis Terhadap Al-Mu’jam Al-Mufahras Karya Ibn Ḥajar Al-‘Asqalānī
ABSTRACT
Keterlibatan perempuan dalam transmisi keilmuan Al-Qur’an belum terdeteksi dengan jelas, terkodifikasi, serta terkompilasi secara komprehensif dalam berbagai kajian. Maka dari itu, studi ini dimaksudkan untuk mengangkat persoalan tentang keterlibatan perempuan dalam proses transmisi literatur keilmuan Al-Qur’an ditinjau dari satu karya Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī yang berjudul al-Mu’jam al-Mufahras aw Tajrīd Asānīd al-Kutub al-Masyhūrah wa al-Ajzā’ al-Manṡūrah. Sejumlah pertanyaan menarik mungkin muncul, namun masalah pokok yang menjadi fokus studi adalah bagaimana dinamika yang terjadi dalam proses transfer dan penyebaran literatur keilmuan Al-Qur’an dan sejauh mana para perempuan tertentu berperan di dalamnya sehingga menyumbang efisiensi ketersampaian dari mu’allif (penulis kitab) kepada mukharrij (Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī). Masalah pokok tersebut dijabarkan dalam beberapa rumusan masalah. Pertama, siapakah para perempuan yang terlibat dalam proses transmisi literatur keilmuan Al-Qur’an dalam al-Mu’jam al-Mufahras karya Al-‘Asqalānī?; kedua, bagaimana perempuan memerankan diri dalam proses transmisi literatur keilmuan Al-Qur’an dalam al-Mu’jam al-Mufahras karya Al-‘Asqalānī? Untuk mengulas kajian lebih dalam digunakanlah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historiografi. Objek utama dari penelitian ini adalah perempuan periwayat literatur keilmuan Al-Qur’an dalam al-Mu’jam al-Mufahras. Data primer diambil dari al-Mu’jam al-Mufahras sedangkan data sekunder berupa dokumen yang berasal dari buku, kitab masy-yakhah dan mu’jam, maupun artikel yang terkait dengan tema penelitian. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Perempuan yang terlibat dalam periwayatan antara lain Maryam bint Aḥmad ibn Muḥammad, Fāṭimah bint Muḥammad ibn al-Munjā, Zainab bint al-Kamāl, Syuhdah al-Kātibah, Fāṭimah bint Muḥammad ibn ‘Abd al-Hādī, Ḥabībah bint al-Zain, Sitt al-‘Arab bint Muḥammad ibn ‘Alī ibn Aḥmad ibn ‘Abd al-Wāḥid, dan Asmā’ bint Aḥmad ibn ‘Abdillah ibn Bahrān. Kedelapan perempuan ini menjadi periwayat literatur keilmuan Al-Qur’an yang tersebar dalam 12 ragam kitab. Selain berposisi sebagai periwayat juga meriwayatkan, atau selain sebagai pengajar juga pelajar. Hal menarik lain, sebagai pengajar para perempuan tersebut menyampaikan kepada laki-laki dan periwayatan diteruskan hingga sampai di tangan Al-‘Asqalānī. Demikian berlaku sebaliknya ketika mereka sebagai pelajar.
ABSTRACT
Women’s participation in the scholarly transmission of the Qur’an has not been clearly explored, nor has it been comprehensively recorded or compiled in various studies. Therefore, this study aims to raise the issue of women’s participation in the process of transmitting Quranic scholarly works through the work of Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī entitled al-Mu’jam al-Mufahras aw Tajrīd Asānīd al-Kutub al-Masyhūrah wa al-Ajzā’ al-Manṡūrah. A number of interesting questions may arise, but the main problem that is the focus of the study is how the dynamics occur in the process of transferring and disseminating Qur’an scientific literature and the extent to which certain women play a role in it so as to contribute to the efficiency of the achievement of mu’allif (author of the book) to mukharrij (Ibn Hajar al-‘Asqalānī). The main problem is described in several problem formulations. First, who are the women involved in the process of transmitting the scientific literature of the Qur’an in al-Mu’jam al-Mufahras by Al-‘Asqalānī?; second, how women play themselves in the process of transmitting Qur’an scientific literature in al-Mu’jam al-Mufahras by Al-‘Asqalānī? To review the study in more depth, qualitative research methods were used with the type of library research with a historiographical approach. The main object of this research is the female narrator of the scientific literature of the Qur'an al-Mu’jam al-Mufahras. Primary data was taken from al-Mu’jam al-Mufahras while secondary data is in the form of documents originating from books masy-yakhah and mu’jam, as well as articles related to the research theme. This research produced several findings. Women involved in the narration include Maryam bint Aḥmad ibn Muḥammad, Fāṭimah bint Muḥammad ibn al-Munjā, Zaynab bint al-Kamāl, Syuhdah al-Kātibah, Fāṭimah bint Muḥammad ibn ‘Abd al-Hādī , Ḥabībah bint al-Zayn, Sitt al-‘Arab bint Muḥammad ibn ‘Alī ibn Aḥmad ibn ‘Abd al-Wāḥid, dan Asmā’ bint Aḥmad ibn ‘Abdillah ibn Bahrān. These eight women became narrators of the scientific works of the Qur’an spread across twelve different books. In addition to being a narrator, she also narrates, or in addition to being a teacher, she is also a student. The other interesting thing is that women passed them on as teachers to men, and the narration continued until it reached Al-‘Asqalānī’s hands. The opposite happened when they were students.
مستخلص البحث
لم يتم اكتشاف مشاركة المرأة في النقل العلمي للقرآن بشكل واضح، ولم يتم تدوينها أو تجميعها بشكل شامل في الدراسات المختلفة. ولذلك تهدف هذه الدراسة إلى إثارة مسألة مشاركة المرأة في عملية نقل المؤلفات العلمية القرآنية من خلال عمل ابن حجر العسقلاني مستحقّ المعجم المفهرس أو تجريد أسانيد الكتب المشهورة والأجزاء المنثورة. قد ينشأ عدد من الأسئلة المثيرة للإهتمام، ولكنّ المشكلة الرّئيسيّة الّتي تركز عليها الدّراسة هي كيفيّة حدوث الدّيناميكيّات في عمليّة نقل ونشر المؤلّفات العلميّة القرآنيّة ومدى قيام بعض النّساء فيها. وذلك للمساهمة في كفاءة الإنجاز المؤلّف (مؤلّف الكتاب) للمخرّج (ابن حجر العسقلاني). تمّ وصف المشكلة الرّئيسيّة في العديد من صيغ المشكلة. أوّلا، من هنّ النّساء المشاركات في عمليّة نقل المؤلّفات العلميّة للقرآن الكريم في المعجم المفهرس عمل ابن حجر؟؛ ثانيا، كيف تلعب المرأة نفسها في عمليّة نقل المؤلّفات العلميّة للقرآن الكريم في المعجم المفهرس بواسطة ابن حجر؟ ولمراجعة الدّراسة بمزيد من التّعمّق، تمّ استخدام أساليب البحث النّوعيّ مع نوع البحث المكتبيّ (أبحاث المكتبة) مع النّهج التّاريخيّ. الهدف الرّئيسيّ لهذا البحث هو الرّاوية للأدب العلميّ للقرآن المعجم المفهرس عمل ابن حجر. تمّ أخذ البيانات الأوليّة من المعجم المفهرس بينما تكون البيانات الثّانويّة على شكل وثائق مصدرها الكتب مشايخة ومعاجم بالإضافة إلى المقالات المتعلّقة بموضوع البحث. وقد أسفر هذا البحث عن عدّة نتائج. ومن النّساء المشاركات في الرّواية: مريم بنت أحمد بن محمّد، فاطمة بنت محمّد بن المنجا، زينب بنت الكمال، شهدة الكاتبة، فاطمة بنت محمّد بن عبد الهادي، حبيبة بنت الزّين، ستّ العرب بنت محمّد بن علي ابن أحمد بن عبد الواحد، وأسماء بنت أحمد بن عبد الله بن بهران. أصبحت هؤلاء النّساء الثّمانيّ رواة مؤلّفات القرآن العلميّة المنتشرة في اثنى عشر كتابا مختلفا. بالإضافة إلى كونها راوية تروي أيضا، أو بالإضافة إلى كونها مدرّسة أيضًا طالبة. والشّيء الآخر المثير للإهتمام،زأنّ النّساء نقلتهنّ كمعلّمات إلى الرّجال، واستمرت الرّواية حتّى وصلت إلى أيدي العسقلاني. وحدث العكس عندما كنّ طلّابة
EFEKTIFITAS TINDAKAN MOBILISASI PROGRESIF DALAM PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN TIRAH BARING LAMA DI ICU CENTRAL RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA
Dekubitus menjadi masalah yang sampai saat ini belum bisa teratasi.
Dekubitus ini banyak terjadi pasien yang mengalami gangguan mobilitas seperti
pasien tirah baring lama di ruang ICU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui efektifitas tindakan mobilisasi progresif dalam pencegahan dekubitus
pada pasien tirah baring lama di ICU Central RSPAL dr. Ramelan Surabaya.
Desain penelitian menggunakan Quasy-Experiment dengan pendekatan pre
post test control group design. Populasi semua pasien dengan tirah baring di Ruang
ICU Central RSPAL dr. Ramelan Surabaya sebanyak 100 orang. Besar sampel
sebanyak 80 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol
diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah
mobilisasi progresif, variabel dependen adalah pencegahan dekubitus. Instrumen
menggunakan lembar observasi. Data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon Signed
Rank Test dengan nilai kemaknaan α = 0.05
Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan mobilisasi progresif pada
kelompok intervensi sebagian besar (67.5%) mengalami resiko terjadi dekubitus,
sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan sebagian besar (62.5%) mengalami
resiko kecil terjadi dekubitus. Sedangkan sesudah dilakukan mobilisasi progresif
pada kelompok intervensi didapatkan sebagian besar (62.5%) responden tidak ada
resiko terjadi dekubitus, dan pada kelompok kontrol didapatkan hampir
setengahnya (42.5%) mengalami beresiko kecil terjadi dekubitus. Hasil uji
Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai ρ = 0.001 artinya ada efektifitas
tindakan mobilisasi progresif dalam pencegahan dekubitus pada pasien tirah baring
lama di ICU Central RSPAL dr. Ramelan Surabaya.
Mobilisasi progresif dengan pasien tirah baring efektif mencegah terjadinya
risiko dekubitus pada pasien ICU. Diharapkan perawat dapat melakukan tindakan
mobilisasi progresif secara mandiri
PEMANFAATAN PERCA KAOS UNTUK TAS REMAJA WANITA
atar belakang proyek Tugas Akhir ini adalah memanfaatkan perca kaos menggunakan teknik-teknik yang masih jarang digunakan menjadi tas remaja wanita. Perca kaos biasanya hanya dijadikan peralatan rumah tangga dengan teknik pembuatan yang terbilang masih sederhana. Padahal perca kaos mempunyai warna yang sangat beragam serta bahanya cukup fleksibel sehingga mudah untuk dikreasikan menjadi berbagai macam produk. Alasan pemilihan tas sebagai eksekusi produk karena tas merupakan bagian dari item fesyen yang penggunaanya sudah umum dan banyak diminati oleh remaja. Tujuan proyek Tugas Akhir ini adalah memanfaatkan perca kaos menjadi produk tas remaja wanita yang inovatif , mempunyai nilai guna serta nilai ekonimis. Metode yang dipakai dalam proyek Tugas Akhir perancangan ini yaitu metode desain. Metode ini melewati tahapan berupa metode perancangan, konsep perancangan, dan visualisasi. Metode perancangan melewati tahap analisis permasalahan, strategi pemecahan masalah, pengumpulan data, uji coba, dan menentukan gagasan awal perancangan. Konsep perancangan berisi landasan pemikiran untuk perancanagn desain tugas akhir. Visualisassi yaitu tahap memvisualkan konsep perancangan yang ada dalam proses perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Perancangan tas untuk remaja wanita dari bahan perca kaos menghasilkan 8 desain dengan tema musim semi. (2) Perca kaos dikelompokan berdasarkan bahan, ukuran, warna, ketebalan, serta tingkat elastisitasnya untuk menentukan teknik penggarapan yang sesuai. (3) Teknik yang digunakan dalam proyek perancangan ini adalah jahit aplikasi, jahit tindas, trapunto, sulam dan bordir. (4) Tas yang dihasilkan berjenis handbag, backpack, clutch,dan sling bag. Kata Kunci: Perca Kaos, Tas Remaja, Tas Wanita
Tinjauan Hukum Islam terhadap Penalti pada Pengambilan Simpanan Mudharabah Berjangka (Deposito) Sebelum Jatuh Tempo di BMT Syirkah Muawanah MWC NU Adiwerna Tegal
Simpanan Berjangka (Deposito) adalah simpanan dari pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan. Seorang anggota yang ingin melakukan kegiatan mudharabah berjangka (deposito) di BMT harus melakukan perjanjian terlebih dahulu atau sebuah kesepakatan tentang jangka waktu yang akan digunakan penginvestasian serta syarat-syarat mudharabah berjangka dengan pihak BMT. Dalam sistem deposito Bank konvensional dikenal dengan sistem bunga namun dalam Islam dikenal dengan nisbah keuntungan atau Profit Sharing. Dalam akad perjanjian, apabila terjadi penarikan dana oleh anggota sebelum jatuh tempo, maka pihak BMT akan mengenai potongan atau penalti terhadap anggota tersebut, hal yang semacam ini yang membuat ketertarikan penyusun untuk mengkaji lebih dalam dari praktek penalti dan sudut pandang hukum Islamnya.
Sehubungan dengan latar belakang masalah tersebut, ada beberapa pokok masalah yang timbul seperti, bagaimana praktek penalti pada pengambilan simpanan mudharabah berjangka (deposito) sebelum jatuh tempo dan bagaimana hukum Islam memandang potongan atau penalti yang dilakukan pihak BMT terhadap anggota yang menarik dananya sebelum jatuh tempo, sahkah penalti tersebut menurut hukum Islam.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitis, data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang menggambarkan dan melukiskan subyek atau obyek pada seseorang atau lembaga pada saat sekarang dengan berdasarkan fakta yang tampak sebagaimana yang berhubungan dengan penalti yang dilakukan pihak BMT terhadap anggota yang menarik dananya sebelum jatuh tempo, kemudian dilakukan analisis tentang permasalahan tersebut dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh hukum Islam.
Melalui penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa anggota BMT yang mengambil simpanan mudharabah berjangka (deposito) sebelum jatuh tempo, maka anggota akan dikenai penalti dari jumlah nominal simpanan yang didepositokan. Besar kecilnya penalti sesuai dengan kesepakatan antara anggota dengan pihak BMT. Dan praktek penalti dalam akad perjanjian mudharabah berjangka (deposito) antara anggota dengan pihak BMT Syirkah Muawanah MWC NU Adiwerna Tegal adalah sah menurut hukum Islam karena akad dilakukan atas dasar kerelaan dan kesepakatan antara kedua belah pihak
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Kartu Huruf Pada Anak TA A Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Limpung
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media kartu huruf pada anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Limpung. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Tahap-tahap dalam penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi atau pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik di Kelompok A TK Negeri Pembina Limpung yang berjumlah 5 anak didik yang terdiri atas 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki dengan rentang usia 4-5 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Sebelum tindakan diperoleh persentase sebesar 20% dan mengalami peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 20% sehingga menjadi 40%. Pada siklus II mengalami peningkatan 40% sehingga menjadi 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak di Kelompok A TK Negeri Pembina Limpung dapat ditingkatkan melalui media kartu huruf.This study aims to improve early reading skills through letter cards for children aged 4-5 years in Negeri Pembina Limpung Kindergarten. This research is classroom action research (CAR). This research was carried out in three cycles where each cycle consisted of one meeting. The stages in this research follow classroom action research procedures, namely: (1) planning, (2) implementation, (3) observation or observation, and (4) reflection. The subjects in this study were teachers and students in Group A of Negeri Pembina Limpung Kindergarten which consisted of 5 students consisting of 4 girls and 1 boy with an age range of 4-5 years. The results of this study indicate an increase in learning outcomes. Before the action, the percentage was 20% and increased in the first cycle by 20% so that it became 40%. In the second cycle there was an increase of 40% from the first cycle to 80%. Thus, it can be concluded that the early reading ability of children in Group B of Tunas Karya Kindergarten can be improved through the media of letter cards
- …
