85 research outputs found

    KARAKTERISTIK KITAB TAFSIR AL-IKLIL FI MA’ANI AL-TANZIL KARYA KH. MISBAH MUSTOFA

    Get PDF
    ABSTRAK Karakteristik Tafsir al-Iklil Fi Ma’ani al-Tanzil karya KH. Misbah Mustofa Oleh: Amirul Mukminin Tafsir dalam Bahasa Melayu berhuruf Arab (jawi) berkembang di Indonesia telah dimulai pada periode abad ke 17 M. Pendidikan agama dasar pada waktu itu sudah dilakukan di surau�surau atau di Masjid. Mulai dari pengenalan huruf hijaiyah sampai pada pendalaman ayat-ayat al-Qur‟an (tafsir). Akhir tahun 1920-an, sejumlah terjemahan al-Qur‟an sudah dalam bentuk juz per-juz, bahkan seluruh isi al-Qur‟an mulai bermunculan. Bahkan dalam periode awal abad ke-20 tradisi tafsir di Indonesia bergerak dalam model dan teknis yang sudah cukup berkembang. Maka muncullah mufassir lokal yang mencoba menafsirkan al-Qur‟an dengan berbagai metode. Misbah Musthafa sebagai ulama dari Tuban Jawa Timur menafsirkan al-Qur‟an dengan pembahasan lokalan, yaitu bahasa jawa pegon. Sebagai seorang ulama Pesantren yang produktif dalam penulisan dalam berbagai kajian ilmu, tak dapat dipungkiri, bahwa analisis beliau tentu tidak lepas dari riwayat keilmuan beliau dan hasil bacaan- bacaan beliau terhadap kitab-kitab klasik terdahulu, baik tafsir maupun kitab-kitab yang lainnya yang dianggap relevan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran terhadap karakteristik tafsir al-Qur‟an dalam Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil. Untuk mengungkap teori yang digunakan maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kajian teori. Penelitian ini termasuk metode kualitatif yaitu salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa karakter, metode, ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang di amati. dan sumber datanya diperoleh dari kepustakaan (Library Research). penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang bersifat kepustakaan,misalnya buku, majalah, naskah, jurnal, kisah, dokumen, dan lain sebagainya. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa karakteristik tafsir al-Qur‟an dalam Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil dari penafsiran beliau dapat pemahaman metodologi yang beliau paparkan, beliau menggunakan sumber bi Ma’stur dan terkadang juga menggunakan bi Ra’yi dan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan historis, dimana mufasir juga melihat Asbabun Nuzul ayat dalam al-Qur‟an. Corak yang digunakan Misbah Mustafa dalam tafsirnya dengan menggunakan corak adabi al-Ijtima’i (sosial kemasyarakatan), corak fiqih dan corak tasawuf. Kata kunci: Karakteristik, Misbah Mustafa, al-Iklil fi Ma’ani al�Tanzi

    Awareness of infaq practices in Kampung Cheras Bharu, Kuala Lumpur / Amirul Aqiel Mohd Ramli

    Get PDF
    Many of muslims in our community misunderstood or didn’t knew more clearly about the infaq knowledge and their impact to our society. Aim for this research is to evaluate the level awareness of infaq practices and their roles in our society from the area of Kg. Cheras Bharu, Kuala Lumpur. Author used survey method and field study locating method for complething this research and anlyzing the data by using SPSS. Resulting in, most of the community of Kg. Cheras Bharu understood most of the infaq practices and applying it as their customary practice frequently

    Teknik Budidaya Polikultur Ikan Bandeng (Chanos chanos), Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Lamongan Jawa Timur.

    Get PDF
    "Polikultur merupakan teknik budidaya dengan menempatkan dua atau lebih spesies yang dapat hidup dalam satu wadah budidaya. Kelebihannya dari budidaya polikultur dapat menghemat penggunaan lahan kolam budidaya. Pasalnya, hasil panen selama satu siklus dapat menghasilkan lebih dari satu komoditas sehingga mampu meningkatkan pendapatan dari pembudidaya. Selain itu dapat memanfaatkan pakan alami yang ada di tambak sehingga lebih efisien. Namun, tantangannya kombinasi spesies budidaya polikultur harus tepat. Lantaran harus dapat memanfaatkan makanan alami di kolam secara efektif, tanpa menimbulkan persaingan dalam segi makanan maupun ruang gerak. Berkaitan dengan hal itu, budidaya polikultur telah diterapkan di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Lamongan menggunakan tiga spesies yakni ikan bandeng (Chanos chanos), udang vaname (Litopenaeus vannamei), dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pertama, Ikan bandeng pemakan plankton sebagai pengendali kelebihan plankton dalam peraira. Kedua, udang vaname mendapat suplai oksigen terlarut dari pergerakan atau mobilitas ikan nila. Hubungan yang seperti ini dapat menyeimbangkan ekosistem perairan. Tujuan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk mengetahui teknik dalam sistem budidaya polikultur ikan bandeng, udang vaname dan ikan nila yang berlangsung dari 12 Agustus 2021 hingga 30 November 2021. Metode kerja yang digunakan pada kolam polikultur dengan luas 4.324 m2 dan kedalaman air 1 m di IBAP Lamongan yakni metode deskriptif melalui pengambilan data yang meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, partisipasi aktif dan studi pustaka. Pada prosesnya, budidaya polikultur diawali dengan persiapan kolam yang meliputi kegiatan pengeringan dasar kolam selama 3-5 hari, kemudian dilakukan pembalikan tanah dengan mencangkul, berikutnya pemberian kapur awal sebanyak 100 kg untuk meningkatkan pH, kemudian kolam diisi air setinggi 30 cm. Setelah dilakukan pengisian air dilakukan pengaplikasian saponin 15% dengan dosis 20 kg untuk memberantas hama yang ada di kolam. Setelah 2-3 hari sifat toksik saponin akan hilang, kemudian dilakukan pembersihan hama dan dilanjutkan dengan pengisian air setinggi 1 m. Setelah air terisi dilakukan pemupukan dasar yang bertujuan untuk menyuburkan tanah dalam merangsang pertumbuhan pakan alami. Pemupukan menggunakan pupuk urea dan pupuk SP-36 dengan dosis pada pemupukan awal sebanyak 15 kg pupuk urea dan 50 kg pupuk SP-36. Selanjutnya dilakukan penebaran benih, sebelum ditebar ke dalam kolam, benih udang maupun benih ikan diaklimatisasi terlebih dahulu selama 15 menit. Penebaran dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari suhu yang terlalu tinggi agar tidak terjadi stres pada benih. Benih udang ditebar pertama pada kolam. Benih udang vaname yang digunakan merupakan benur lokal yang diperoleh dari petani lokal dengan ukuran post larva (PL) 9 dengan jumlah 77.000 ekor dengan padat tebar 17 ekor/m2. Sedangkan selang 14 hari benih ikan bandeng yang ditebar. Benih ikan bandeng juga diperoleh dari petani lokal dengan ukuran 5-7 cm dengan jumlah 2.500 ekor dengan padat tebar 1 ekor/m2. Lalu 7 hari berikutnya benih ikan nila yang berasal dari IBAP Lamongan ditebar dengan ukuran 3-5 cm. Benih yang ditebar sebanyak 2.500 ekor dengan kepadatan 1 ekor/m2. Benih tersebut ditebar pada kolam budidaya polikultur dengan kepadatan tebar total 19 ekor/m2. Berikutnya kegiatan pemeliharaan dan pembesaran yang meliputi kegiatan manajemen pakan, manajemen kualitas air, monitoring pertumbuhan, serta pengendalian hama dan penyakit. Pemberian pakan dilakukan dengan memberi pakan alami yang ditumbuhkan dengan pemberian pupuk dan pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan dilakukan dengan frekuensi satu kali sehari pada pagi hari dengan perbandingan pakan tenggelam dan terapung yaitu 1:1. Dosis total pemberian pakan tambahan yaitu 4 kg/hari. Pengukuran kualitas air seperti; suhu, pH, salinitas, dan kecerahan air dilakukan setiap hari. Monitoring pertumbuhan yaitu dengan cara sampling pertumbuhan. Sampling dilakukan setiap tujuh hari sekali dengan sampel acak 5-10 ekor udang dan ikan yang kemudian ditimbang menggunakan timbangan analitik, lalu dihitung berat rata-ratanya. Sebagai dasar pengendalian hama dan penyakit pada tambak yaitu dengan pengaplikasian biosecurity. Penerapan biosecurity seperti pemasangan barrier atau penghalang di sisi pematang kolam untuk mencegah hama masuk ke dalam kolam. Kemudian pemanenan dan pemasaran, pemanenan udang dan ikan dilakukan setelah 90 – 125 hari pemeliharaan. Pemanenan dilakukan secara total dengan mengurangi air pada kolam menggunakan pompa air yang disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil panen udang vaname pada sebanyak 225 kg dengan size 78 (78 ekor/kg) dan ikan bandeng sebanyak 293 kg dengan size 5 serta ikan nila sebanyak 362 kg dengan size 4. Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan. Analisa usaha budidaya polikultur ini dengan total biaya produksi selama satu siklus sebesar Rp 12.395.300. Sehingga keuntungan atau laba yang didapatkan sebesar Rp 17.469.700. Break Event Point (BEP) produksi yang didapat yaitu 233 kg udang vaname, 413 kg ikan bandeng dan 495 kg ikan nila. BEP rupiah yang didapat Rp 55.088 untuk udang vaname, Rp 42.303 untuk ikan bandeng dan Rp 34.240 untuk ikan nila. Berdasarkan perhitungan dihasilkan Benefit Cost Ratio (B/C) 1,42, Revenue Cost Ratio (R/C) 2,42 dan Payback Period (PP) 0,41. Dengan demikian, kegiatan teknik budidaya polikultur ikan bandeng, udang vaname, dan ikan nila di IBAP Lamongan Jawa Timur layak dilanjutkan dengan mengantisipasi segala permasalahan yang terjadi termasuk memperketat biosecurity.

    REFORMASI MENUJU LOCAL GOVERNMENT COUNCIL YANG BERKUALITAS (REFORM TOWARD QUALITY OF LOCAL GOVERNMENT COUNCIL)

    Get PDF
    Political reform has occurred in Indonesia, namely when the regime transition of power from the old order to new order, and when the transition toward the new order has yet to reform the order form is of very local government councils. Local government councils according to the opinion of the writer has never showed good political performance, they simply just as political actors who seek personal gain or rent seeking, either the status quo as well as rent-seeking hunters.In connection with these conditions the local government councils is a form of democracy at local government level is very importance role in accommodating the aspirations of the community and promote development at the local level. Referring to this idea the authors approach the study of reform as the basic options that can be found those items essential for local government reform towards a quality council. Variables of important reforms that opinion writer are:  minimize the number of political parties; amendment to the constitution need to be rethinking;political education to be a prerequisite determination of local government councils; and scope of work development of local government council.Key words: local government councils, policy reform, political partie

    Kualifikasi Tindak Pidana Kesusilaan Terhadap Penyandang Retardasi Mental Dan Cacat Fisik (Putusan Nomor 186/Pid.B/2017/PN.Kln)

    No full text
    Tindak pidana kesusilaan merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan, baik yang dilakukan oleh kelompok maupun individu, yang pelaku dan korbannya juga bervariasi yaitu remaja, dewasa, anak-anak bahkan seseorang yang menyandang retardasi mental dan cacat fisik juga tidak luput dari kejahatan ini. Salah satu perkara yang didalamnya merupakan kasus kejahatan terhadap kesusilaan yaitu putusan No.184/Pid.B/2017/ PN.Kln, dalam kasus tersebut penuntut umum mengajukan dakwaan alternatif yaitu, kesatu Pasal 285 KUHP, atau kedua Pasal 286 KUHP, atau ketiga Pasal 290 ayat (1) KUHP. Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini yaitu: menentukan ada atau tidaknya persesuaian antara bentuk surat dakwaan penuntut umum pada putusan No.184/Pid.B/2017/PN.Kln dengan Pedoman Penyusunan Surat Dakwaan yang telah ditetapkan Jaksa Agung melalui Surat Edaran Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: SE-004/JA/11/1993 dan persesuaian antara interpretasi hakim terhadap unsur “tidak berdaya” dalam Pasal 286 KUHP terhadap kondisi korban sebagaimana fakta yang terungkap dipersidangan. Tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu pertama, untuk mengetahui persesuaian bentuk surat dakwaan penuntut umum pada putusan No.184/Pid.B/ 2017/PN.Kln dengan Pedoman Penyusunan Surat Dakwaan yang telah ditetapkan Jaksa Agung melalui Surat Edaran Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: SE-004/JA/11/1993. Kedua, untuk mengetahui persesuaian antara interpretasi hakim terhadap unsur “tidak berdaya” dalam Pasal 286 KUHP terhadap kondisi korban sebagaimana fakta yang terungkap dipersidangan.Metode penelitian mutlak dilakukan untuk menyusun karya tulis yang bersifat ilmiah agar analisis terhadap objek studi dapat dijalankan sesuai dengan prosedur yang benar sehingga kesimpulan akhir yang didapat mendekati kebenaran objektif dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Tipe penelitian yang digunakan dalam skripsi ini yaitu penelitian hukum, sedangkan penulis menggunakan pendekatan perundang-undangan (statue opprouch) dan pendekatan konseptual (conceptual approuch). Bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Analisis bahan hukum yang dipergunakan adalah analisis deduktif, yaitu cara melihat suatu permasalahan secara umum sampai dengan hal-hal yang bersifat khusus untuk mencapai preskripsi atau maksud yang sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pembahasan : pertama, penuntut umum mendakwa dengan dakwaan alternatif yaitu secara lapis yang antara lapisan tersebut saling mengecualikan, dalam putusan No.184/Pid.B/ 2017/PN.Kln penuntut umum mengajukan dakwaan alternatif yaitu, kesatu Pasal 285 KUHP, atau kedua Pasal 286 KUHP, atau ketiga Pasal 290 ayat (1) KUHP. Ketiga lapisan pasal tersebut dalam hukum positif yang berlaku di indonesia termuat dalam bab yang sama yaitu Bab XIV tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan, sehingga beberapa tindak pidana yang disebutkan dalam pasal tersebut masuk pada kualifikasi/golongan tindak pidana yang sama artinya tidak saling mengecualikan. Mengingat bahwa dalam hal lapisan dalam suatu tindak pidana yang disusun secara berjenjang dengan ancaman pidana yang dimulai dari yang paling tinggi hingga paling ringan dan tindak pidana tersebut dalam suatu rumpun golongan yang sama maka dalam hal ini bentuk surat dakwaan subsidair yang sesuai sebagaimana indikator-indikator tersebut. Majelis hakim dalam putusan No.184/Pid.B/2017/PN.Kln menyatakan bahwa terdakwa bersalah melanggar Pasal 286 KUHP dan dijatuhkan pidana penjara 4 tahun. Dalam kasus tersebut pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban yang merupakan seorang wanita dengan IQ 40 (retardasi mental sedang) atau mengalami gangguan kejiwan, kendati demikian interpretasi terhadap unsur “tidak berdaya” dalam Pasal 286 KUHP hanya digunakan pada kondisi fisik korban, bukan kondisi psikis. Mengingat dalam perkara tersebut korban juga melakukan penolakan yang mana dalam hal ini tentu terjadi pertentangan kehendak antara korban dan pelaku. Berkaitan dengan kondisi fisik korban yang cacat ringan ini juga meloloskan kondisi korban dari kualifikasi unsur “tidak berdaya” dalam Pasal 286 KUHP, sehingga peristiwa persetubuhan ini layak untuk diputus berdasarkan Pasal 285 KUHP karena gerakan aktif korban dapat dikategorikan sebagai kekerasan, serta pemaksaan kehendak oleh terdakwa terhadap korban telah sesuai dengan rumusan pasal ini. Saran yang diberikan penulis yaitu, penuntut umum sebagai penegak hukum harus lebih teliti dalam rangka menentukan bentuk surat dakwaan dalam rangka memaksimalkan kinerja penuntut umum sehingga mampu mensukseskan proses penuntutan. Dalam mengadili perkara sebagaimana halnya yang telah diputus pada putusan Nomor. 186/Pid.B/2017/PN.Kln, hakim harus lebih cermat dan teliti, dalam perkara ini hakim seharusnya melakukan pemanggilan pakar hukum pidana dan melakukan konfrontir dengan ahli kedokteran forensik beserta ahli psikiater, juga saksi sehingga dapat ditemukan secara terang berkaitan dengan kondisi korban pada saat terjadinya tindak pidana tersebu

    Benchmarking Visit to UTM and UTEM for Open & Distance Learning (ODL) Program Development

    Get PDF
    A distinguished delegation from Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) recently completed a successful benchmarking visit to Universiti Teknologi Malaysia (UTM) and Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) from May 11 to May 14, 2024. The visit was led by Dr. Zulkhibri Bin Ismail @ Mustofa, Deputy Dean (Research & Postgraduate Studies), and included key academic leaders from UMPSA: Ts. Dr. Azlyna Binti Senawi, Head of Program (Postgraduates), Dr. Norhafizah Binti Md Sarif, Head of Program (Service Mathematics), Dr. Amirul Aizad Bin Ahmad Fuad, and Dr. Mohd Khairul Bazli Bin Mohd Aziz

    Composing music for anime: a case study of “Your Name” by Comix Wave Film / Amirul Aiman Mohd Hamdan

    Get PDF
    This paper study on the musical piece composition titled “Sparkle” from the animation movie “Kimi No Nawa” which has brought a phenomenal feedback from the world on its context and composition secrets – as many recognition has been established for this movie as well as the piece itself. Hence the author has successfully unrevealed the key factor that makes this piece an international hits in both artistic point of view as well as the technical point of view. In the end, this piece has successfully portray a mix-emotional vibes to all its listeners’ nonexclusive to the animation-enthusiast, but also towards those industrial analyst – such as musical institutions and musical practitioners

    Efficiency of mechanization practices on harvesting in oil palm plantation / Amirul Izzat Sanit

    Get PDF
    Mechanization has been the interface of assisted harvesting in the oil palm plantation. Over the year, comprehensive research was carried out to determine the most efficient system that suit in assisting harvesting process. The aim of study is to evaluate the most effective infield evacuation system on in oil palm plantation. Several problems has been encountered by oil palm estate plantation such as declining offoreign labour. The study was conducted to evaluate the performance of two different FFB infield evacuation system such as Badang and Mini Tractor with Grabber (MTG). The systems are evaluated through Time of working, Working experience, Maintenance of mechanization and Topography. It is all about independent variable. For the dependency is production of yield. Above two type of mechanization, Mini Tractor with Grabber shows a efficiency as it give an advantage to assist collect FFB in Oil Palm plantation. The author would strongly recommend Mini Tractor with Grabber (MTG) as a complete interface to assist harvesting process in Oil Palm plantation sector

    PENGEMBANGAN e-Modul BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK SISWA KELAS XI SMA/MA

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Pengembangan E-Modul Discovery Learning pada Materi Laju reaksi untuk Siswa Kelas XI SMA/MA” ini ditulis oleh Mustofa Amin, NIM. 12212183035, pembimbing Ali Amirul Mu’minin, M.Pd. Kata Kunci : E-Modul, Discovery Learning, Laju Reaksi Kurikulum 2013 menuntut tercapainya kemandirian, pemahaman, keterampilan dan karakter. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui penerapan model pembelajaran discovery learning. Upaya tersebut memerlukan alat bantu berupa bahan ajar yang baik dan sesuai. Namun kenyataannya bahan ajar cetak yang digunakan dalam pembelajaran kimia materi laju reaksi masih memiliki keterbatasan pada bagian tertentu penjelasan materi kurang dilengkapi dengan ilustrasi, sehingga tidak semua materi mampu divisualisasikan sehingga menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami konsep secara utuh. Oleh sebab itu, perlu adanya pengembangan bahan ajar dalam format elektronik seperti e-Modul sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa sehingga dapat terlibat aktif selama proses pembelajaran serta memahami konsep materi laju reaksi secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan e-Modul berbasis discovery learning pada materi laju reaksi untuk siswa kelas XI SMA/MA, (2) mengetahui validitas e-Modul, (3) serta mengetahui respon siswa terhadap e-Modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R & D), dengan model pengembangan 4-D yang dimodifikasi menjadi 3D dengan tiga tahap pengembangan, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Intrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara untuk analisis kebutuhan pengembangan produk, lembar validasi untuk mengetahui validitas produk, dan angket siswa. Angket siswa digunakan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan produk dan karakteristik siswa, serta mengetahui respon siswa terhadap produk yang dikembangkan. Uji validitas dilakukan oleh 2 dosen Tadris Kimia dan 1 guru kimia MA Hasyim Asy’ari sebagai ahli materi dan ahli media. Sementara uji respon siswa dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa kelas XI MIA-2 MA Hasyim Asy’ari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini berupa (1) modul elektronik (e-Modul) berbasis discovery learning pada materi laju reaksi. (2) e-Modul tersebut telah dinyatakan valid berdasarkan penilaian validator ahli materi dan ahli media dengan persentase 84%. (3) Adapun hasil uji respon siswa terhadap e-Modul berada pada kriteria sangat baik dengan persentase 77%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-Modul yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif pada pembelajaran kimia materi laju reaks
    corecore