15,103 research outputs found
Metode hisab gerhana matahari menurut Ali Mustofa dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah
karya Ali Mustofa ini merupakan salah satu kitab falak yang membahas sistem hisab gerhana Matahari. Metode hisab yang digunakan dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah adalah metode dengan menggunakan data awamil kusuf yang hampir sama dengan proses hisab gerhana Matahari dalam kitab ad-Durul Aniq. Penulis tertarik untuk mengkajinya karena hisab gerhana Matahari menurut Ali Mustofa dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah dapat menghasilkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan NASA.
Dengan membahas latar belakang di atas, penulis merumuskan dua pokok rumusan masalah. 1) Bagaimana metode hisab gerhana Matahari yang dikemukakan oleh Ali Mustofa dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah ? 2) Bagaimana tingkat akurasi metode hisab gerhana Matahari yang dikemukakan oleh Ali Mustofa dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah ?.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitiannya adalah library research (penelitian kepustakaan). Sumber data primer pada penelitian ini adalah wawancara langsung dengan pengarang kitab Al-Natijah Al-Mahshunah yaitu Ali Mustofa tentang metode hisab gerhana Matahari pada kitab tersebut. Sedangkan sumber data sekunder adalah kitab Al-Natijah Al-Mahshunah, ad-Durul Aniq, hasil gerhana Matahari NASA, buku-buku falak, tulisan-tulisan tentang gerhana, ensiklopedi, kamus, artikel-artikel, buku-buku, dan jurnal. Data tersebut demudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan pertama, bahwa metode hisab gerhana Matahari dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah karya Ali Mustofa adalah metode hisab kontemporer dalam bentuk awamil kusuf dan sudah menggunakan nilai konstanta astronomis. Kedua, akurasi metode hisab gerhana Matahari dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah karya Ali Mustofa jika dibandingkan dengan hasil NASA maka menunjukkan selisih antara 1 detik sampai 1 menit 20 detik. Sehingga hasil perhitungan ini tergolong akurat dan dapat digunakan sebagai pedoman hisab gerhana Matahari oleh masyarakat umum
Stepmothers, witches and fairy godmothers in grimms’ children’s and household tales: students’ perceptions of women stereotypes
Jacob and Wilhelm Grimm are two of the most famous fairy tale writers with Children's and Household Tales (de: Kinder- und Hausmärchen) which have been popular over the last decades and are still read by the average people today. However, each story in their collection are rarely depicted an untroubled relationship between mother and child. The category of mothers inside these tales are traditionally divided into the positive mother figures, particularly for giving and creating life, protecting, feeding and nurturing their children; and conversely for the negative types of mother who starve their children and threaten to eat them. This study further aims to analyze the students' perceptions of women stereotypes through the tales of the Grimm Brothers. While the data was gathered through questionnaire and document analysis. The finding shows that students as participants have explored the perceptions surrounding these fairy tales that their mother figure are very weak and the women who become mothers do not care for and even neglect their children. This further attracts the researcher to immediately reveal the discord and competition between mother and child, especially daughters, which causes the unhealthy relationship of these two people
Analisis metode hisab gerhana bulan dalam kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid karya Ali Mustofa
Elemen Besselian adalah seperangkat nilai yang digunakan untuk menghitung dan memprediksi keadaan okultasi lokal bagi pengamat di Bumi. Metode ini terutama digunakan untuk gerhana matahari, tetapi juga diterapkan untuk okultasi bintang atau planet oleh Bulan dan transit Venus atau Merkurius. Selain itu, untuk gerhana bulan metode yang sama digunakan, di mana bayangan dilemparkan ke Bulan alih-alih Bumi. Dalam Kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid di dalamnya memuat Element bessel untuk perhitungan gerhana bulan dan perhitungan mencari Bessel element. Selain itu hal yang mendasari penulis mengambil kitab ini ialah untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum bahwa sebenarnya masih banyak karya-karya yang khususnya berkaitan dengan ilmu falak yang masih belum tersebarluaskan seperti halnya kitab ini.
Fokus permasalahan yang akan dikaji oleh penulis adalah : 1. Bagaimana Metode Hisab Gerhana Bulan yang dikemukakan oleh Ali Mustofa dalam Kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid dan 2. Bagaimana keakurasian Metode Hisab Gerhana Bulan yang dikemukakan oleh Ali Mustofa dalam Kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (Library Research) yang bersifat deskritif komparatif, sumber data primer di ambil dari kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid karya Ali Mustofa dan wawancara dengan Ali Mustofa sedangkan data sekunder diperoleh penulis dari dokumentasi berupa tulisan-tulisan tentang gerhana, ensiklopedi,kamus, artikel-artikel, buku-buku dan jurnal. selanjutnya penulis menggunakan Analisis pertama yang digunakan adalah metode content analysis (analisis isi) yaitu sebuah metodologi yang memanfaatkan prosedur untuk menarik kesimpulan dari suatu dokumen, anaslisis kedua menggunakan analisis komparasi guna mengukur tingkat akurasi metode hisab gerhana Bulan dalam kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid dengan data gerhana Bulan dari NASA yang ditampilkan pada website resminya yang secara spesifik membahas gerhana Bulan. Alamat website tersebut adalah www.eclipse.gsfc.nasa.gov/lunar.html.
Hasil penelitian hisab yang digunakan oleh Ali Mustofa dalam hisab gerhana bulan Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid yaitu menggunakan metode perhitungan element Bessel atau awamil khusuf dan termasuk sistem hisab kontemporer. Dikatakan sebagai kitab kontemporer karena kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid dalam menghitung sistem koreksinya lebih teliti dan kompleks sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi. Rumus-rumusnya lebih disederhanakan sehingga untuk menghitungnya bisa menggunakan kalkulator atau personal komputer.Tingkat akurasi hasil hisab gerhana Bulan kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid karya Ali Mustofa tergolong sudah sangat akurat dan dapat dijadikan pedoman dalam penentuan waktu gerhana. Hal tersebut sudah penulis buktikan dengan membandingkan antara hasil hisab kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid dengan hasil NASA. Hasil kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid dengan NASA tidak terpaut jauh, selisih rata-rata antara kitab Tibyanul Murid ‘Ala Ziijil Jadid dengan NASA hanya berbeda antara 1 detik sampai 1 menit 11 detik dan tergolong cukup akurat
Analisis hisab awal bulan Kamariah Ali Mustofa dalam buku Al-Natijah Al-Mahshunah
Penelitian ini membahas buku al-Natijah al-Mahshunah yang merupakan salah satu buku falak karya ahli falak dari Kediri, yaitu Ali Mustofa. Penulis tertarik untuk mengkajinya karena hisab awal bulan kamariah al-Natijah al-Mahshunah menggunakan metode awamil, yang tidak dimiliki oleh buku-buku falak lain. Dengan menggunakan awamil tersebut, hisab awal bulan kamariah menjadi lebih ringkas dan praktis. Awamil merupakan sebuah element untuk perhitungan ijtima’ dan posisi hilal saat Magrib pada hari terjadinya ijtima’ yang menggunakan data tanggal dengan waktu standar WIB, sehingga data awamil yang disediakan dalam tulisan tersebut adalah pada tanggal terjadinya ijtima’ dan sehari setelah ijtima’. Untuk menjawab permasalahan-permasalahan di atas, penulis merumuskan dua pokok rumusan masalah. 1) Bagaimana metode hisab awal bulan kamariah Ali Mustofa dalam buku al-Natijah al-Mahshunah? 2) Bagaimana akurasi hasil hisab awal bulan kamariah Ali Mustofa dalam buku al-Natijah al-Mahshunah? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengambil sumber data primer yaitu buku al-Natijah al-Mahshunah dan data skunder yaitu hasil wawancara, buku, makalah dan jurnal yang berkaitan dengan obyek penelitian. Teknik pengumpulan data terdiri atas dokumen dan wawancara. Penulis menganalisis data menggunakan pendekatan deskriptif analisis yaitu untuk menggambarkan bagaimana pola perhitungan yang ada dalam buku al-Natijah al-Mahshunah sehingga analisis data yang digunakan penulis adalah content analysis (analisis isi). Di sisi lain penulis menggunakan analisis uji akurasi hasil hisab awal bulan kamariah dalam buku al-Natijah al-Mahshunah dengan metode hisab lain yang setara yaitu accurate times dan ephemeris. Menggunakan accurate times karena alur hisabnya yang sama, dan menggunakan ephemeris karena kemetrian agama menggunakan ephemeris sebagai acuan hisab awal bulan kamariah. Hasil penelitian menunjukkan pertama, bahwa hisab awal bulan kamariah dalam buku al-Natijah al-Mahshunah karya Ali Mustofa dapat dikategorikan hisab kontemporer karena menggunakan rumus-rumus serta sumber data yang digunakan dari buku astronomi modern seperti jeeun meeus serta sumber data dalam pembuatan awamil mengutip dari accurate times. Hisab al-Natijah al-Mahshunah telah menggunakan data astronomis dengan peralatan yang lebih modern. Kedua, berdasarkan hasil uji akurasi hisab awal bulan kamariah al-Natijah al-Mahshunah karangan Ali Mustofa dengan metode hisab kontemporer lain menunjukkan selisih tidak terpaut jauh. Selisih rata-rata antara buku al-Natijah al-Mahshunah dengan accurate times hanya berbeda pada nilai detik. Sedangkan selisih rata-rata al-Natijah al-Mahshunah dengan ephemeris berbeda pada nilai menit dan detik. Sehingga perhitungan ini tergolong akurat dan dapat digunakan sebagai pedoman hisab awal bulan kamariah
Analisis hisab awal bulan kamariah dalam buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkiki karya Ali Mustofa
Ilmu hisab dalam penentuan awal bulan kamariah memiliki peran yang sangat peting. Seiring dengan perkembangan zaman, dengan adanya kecanggihan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan ilmu hisab pun mengalami perkembangan dari hisab klasik sampai pada hisab kontemporer. Penelitian ini membahas tentang buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi hisab Tahkiki karya Ali Mustofa yaitu ahli falak yang berasal dari Kediri. Buku ini dijadikan sebagai penelitian, karena buku ini menyajikan proses hisab awal bulan Kamariah yang bermula dari hisab taqribi kemudian diolah menjadi hisab tahkiki yang hasilnya mendekati hasil hisab kontemporer. Selain itu, proses dalam mengerjakan hisab taqribi di dalam buku Pengembangan Hisab Taqribi sudah tidak berpatokan pada tabel seperti dalam kitab-kitab taqribi lainnya, melainkan sudah menggunakan rumus.
Dari latar belakang permasalahan di atas, penulis membuat dua rumusan masalah, 1) Bagaimana metode hisab awal bulan Kamariah dalam buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkiki karya Ali Mustofa? Berapa besar akurasi hasil hisab awal bulan Kamariah dalam buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkikikarya Ali Mustofa?.
Metodologi peneltian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan kajian kepustakaan (library research) atau kajian literatur dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkiki. Sedangkan data sekunder penulis menggunakan wawancara, buku-buku, jurnal serta tulisan karya ilmiah yang berhubungan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data, penulis menggunakan dokumen dan wawancara. Analisis data, penulis menggunakan pendekatan deskriptif analisis, yaitu menggambarkan metode hisab yang ada di dalam buku pengembangan hisab taqribi. Selain itu, penulis juga menggunakan analisis uji akurasi hasil perhitungan awal bulan Kamariah dalam Buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkiki dengan perhitungan kontemporer (Ephemeris Kemenag RI).
Hasil penelitian menunjukkan pertama, metode hisab awal bulan Kamariah dalam buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkiki sudah menggunakan metode hisab kontemporer, dengan data dan rumus yang sudah menampilkan proses hisab kontemporer. Kedua, hasil perhitungan dari buku karya ali Mustofa tersebut jika disandingkan dengan perhitungan kontemporer (Ephemeris Kemenag RI) hasilnya tidak terpaut jauh yaitu hanya kisaran detik dan menit yaitu rata-rata + 0-12 menit,dengan demikian, buku Pengembangan Hisab Taqribi Menjadi Hisab Tahkiki bisa digunakan sebagai pedoman untuk perhitungan awal bulan Kamariah
Prison problems: planned and unplanned releases of convicted extremists in Indonesia
This report examines the number of Indonesian extremist prisoners due for parole, the recidivism rate, and the dynamics in prison between the “pragmatists” and the “rejectionists” among extremist inmates.IntroductionMany convicted Indonesian terrorists will be released over the next several years after serving time in prison. The Indonesian government has little capacity at present to provide adequate post-release monitoring, although it is taking some steps to remedy this. Under the circumstances, how much of a security risk do these releases pose? The answer is probably not as much as some people fear; the recidivism rate for convicted extremists remains low. The problem is that systems are not yet in place to keep track of individuals who are considered potential problems.Any evaluation of risk must take several factors into account. One is the numbers involved. In early 2013, articles appeared in the regional media suggesting that 300 prisoners were due for release by the end of 2014. The National Anti-Terror Agency (Badan Nasional Penganggulangan Terorisme, BNPT) later stated the real figure was only 39. A more reasonable estimate is about 80 releases in 2013-2014, some of which have already taken place, with over 100 more in 2015- 2016. No one has exact data, however, and accurate predictions are close to impossible.A second factor is the prison experience of those scheduled for release. It is simply not possible to assess risk on the basis of the activities that led to their convictions. Some of the men that might have been judged most dangerous appear to have modified their views and behavior; others who might have seemed low risk have grown more militant because of associations made in prison. Which way an individual turns may depend less on government “deradicalisation” programs -- although interventions that provide status and income can help -- than on the nature and influence of fellow inmates and connections maintained on the outside. In general, senior JI leaders tend to exert a moderating influence, whereas those who follow radical preacher Aman Abdurrahman are likely to keep the level of militancy high.Other factors can also come into play, including the degree to which inmates can mix with ordinary criminal offenders. The problem of released prisoners does not relate just to those charged with terrorism but also to others they may have recruited. The largest cluster of repeat offenders among convicted extremists consists of men whose first offense had nothing to do with terrorism.The riot in Tanjung Gusta prison, Medan, on 11 July 2013 was a reminder that in thinking about scheduled releases, one should think of unscheduled ones, too, even if the number of terrorist escapes over the last decade has been remarkably low. Overcrowding, understaffing and the poor physical condition of many Indonesian prisons combine to produce escapes of ordinary criminals so frequently that it is a wonder that not more extremists make the attempt.To address these risks, improving the capacity of the Indonesian corrections system to analyse and respond to developments in prison is essential. It is also important for the government as a whole to recognize the need for improved post-release monitoring and allocate the necessary resources to put a better system in place.Managing convicted extremists goes to two much larger issues, however. One is overall prison reform: the government acknowledges that the prison system as a whole is in a state of crisis and the Corrections Directorate with the Law and Human Rights Ministry has been receptive to donor assistance in trying to address it.The second is the spread of extremist teachings in a way that generates new groups of young radicals convinced that violence is the way to address injustice, religious deviance and vice. Until the government does more to address this much more sensitive problem, the best monitoring program in the world will be of limited value
Dakwah Kyai Ali Mustofa dan Nyai Alfia: studi kualitatif tentang perbedaan budaya di Desa Temoran Kec. Omben Kab. Sampang
Islam adalah agama risalah yang dikembangkan oleh nabi Muhammad SAW dari sudut kota Makkah al mukarromah, lalu diteruskan oleh para pengikutnya yang setia. Sehubungan dengan dakwah ini banyak cara didalam orang memanifestasikan potensi dirinya didalam berdakwah aa yang melalui lisan, tulisan, seni, sumbangan materi dan lain- lain. Dalam skripsi ini penulis mengambil judul Dakwah Kyai Ali Mustofa dan Nyai Alfia (Studi Kualitatif Tentang Perbedaan Budaya di Desa Temoran Kec. Omben Kab. sampang). Dengan rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, tentang perbedaan dan persamaan antara budaya madura yang di miliki oleh kyai Ali Mustofa dan budaya Jawa yang dibawa oleh nyai Alfia dalam penyampaian dakwah di desa Temoran Kec. Omben Kab. Sampang. Kedua, adakah kedua budaya tersebut saling mempengaruhi atau dipengaruhi dalam penyampaian dawah. Ketiga, tentang bagaimana budaya tersebut dapat dipengaruhi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perkawinan antar etnis antara Kyai Ali Mustofa yang berlatar belakang etnis Madura dan Nyai Alfia yang berlatar belakang etnis Jawa memperkuat dan memperteguh usaha dakwah tanpa membeda- bedakan unsur etnis
Analisis metode hisab gerhana bulan dalam kitab Al-Natijah Al-Mahshunah fi kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah karya Ali Mustofa
Penelitian ini membahas analisis metode hisab gerhana Bulan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah karya Ali Mustofa. Penulis tertarik untuk mengkajinya karena hisab gerhana Bulan kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah dapat menghasilkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil NASA. Metode yang digunakan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah adalah metode dengan menggunakan data Awamil untuk mempermudah proses perhitungan. Hal lain yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji metode hisab gerhana Bulan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah adalah proses perhitungan dan penggunaan Awamil Khusuf yang hampir sama dengan proses perhitungan dan Awamil Khusuf dalam kitab ad-Durul Aniq. Untuk membahas latar belakang di atas, penulis merumuskan dua pokok rumusan masalah. 1.) Bagaimana metode hisab gerhana Bulan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah karya Ali Mustofa? 2.) Bagaimana akurasi hasil hisab gerhana Bulan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah? Metode penelitian ini berdasarkan analisisnya termasuk kualitatif. Jenis penelitiannya adalah library research (penelitian kepustakaan) yang bersifat deskriptif kompratif. Sumber data primer pada penelitian ini adalah kajian pustaka kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah dan hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan Ali Mustofa sebagai pengarang kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah. Sedangkan sumber sekunder pada penelitian ini adalah kitab At-Taisir karya Ali Mustofa, kitab ad-Durul Aniq karya KH Ahmad Ghozali, hasil NASA, ephemeris Hisab Rukyat Kemenag RI, buku-buku falak, penelitian-penelitian dan jurnal-junal yang berkaitan dengan obyek penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis), yang kemudian dikaji melalui studi komparatif untuk mengetahui akurasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama, bahwa metode hisab gerhana Bulan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah karya Ali Mustofa tergolong hisab kontemporer karena menggunakan rumus matematika modern dan data Awamil Khusuf dalam proses perhitungannya. Kedua, akurasi hisab gerhana Bulan dalam kitab al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah karya Ali Mustofa jika dibandingkan dengan hasil NASA menunjukkan selisih antara 0 detik sampai 1 menit 10 detik. Hasil hisab gerhana Bulan al-Natijah al-Mahshunah Fi Kayfiyati Hisab Hilal As-Syuhur Al-Qamariyah dinilai cukup akurat
Kajian Ma\u27anil Hadis Libas Asy-Syuhrah Perspektif Ali Mustafa Yaqub
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hadis libas asy-syurah dalam perspektif Ali Mustofa Yaqub. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif untuk menganalisa pemahaman Ali Mustofa Yaqub tentang hadis ini. Ali Mustofa Yaqub berpandangan bahwa libas asy-syurah adalah pakaian yang terlihat berbeda secara zhahir dari pakaian yang pada umumnya di pahami oleh masyarakat kebanyakan, Jenis pakaian ini tidak dibatasi oleh kualitasnya, baik atau buruk. Tetapi lebih kepada suatu kondisi dimana jika pakaian tersebut dipakai pada saat dan situasi tertentu, ia menjadi pusat perhatian orang lain sehingga menjadi syuhrah (terkenal dan menjadi pembicaraan orang). Ali Mustofa Yaqub mengatakan bahwa hukum mengenakan pakaian syuhrah ialah Haram
Studi pemikiran Ali Mustofa tentang hisab awal bulan kamariah dalam buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki
Penetapan awal bulan Kamariah merupakan suatu hal yang sangat penting, mengingat bulan Kamariah ini erat kaitannnya dengan pelaksaan ibadah bagi umat muslim. Dengan berkembangnya zaman, banyak bermunculan beberapa pakar dalam bidang ilmu Falak.
Tentunya dengan bermunculan para pakar Falak tersebut, masing-masing mempunyai beberapa pemikiran tersendiri, seperti pada penggunaan metode dalam penentuan awal bulan Kamariah. Ali Mustofa merupakan ahli falak yang berasal dari Maesan, Mojo, Kediri. Beliau telah mencetak beberapa karya dalam bidang ilmu Falak, seperti pembuatan alat peraga yang dapat digunakan untuk menggambarkan bola langit secara nyata.
Beliau juga membuat beberapa konsep perhitungan dalam menentukan awal bulan Kamariah, salah satunya yang diterapkan dalam buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki. Konsep perhitungan penentuan awal bulan Kamariah dalam buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki ini, data yang menjadi dasar perhitungan yakni data awamil sudah disediakan dalam bentuk tabel tanpa perlu melakukan proses perhitungan, salah satu data yang sudah disediakan dalam tabel awamil yakni waktu ijtimā’.
Hal ini tentunya berbeda dengan kebanyakan buku atau kitab yang membahas penentuan awal bulan Kamariah yang dalam perhitungannya perlu menentukan data yang menjadi dasar perhitungannya terlebih dahulu untuk dapat menentukan waktu ijtimā’. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut konsep perhitungan dalam buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki serta tingkat akurasinya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian Kualitatif, dengan kajian kepustakaan (library research). Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki karya Ali Musofa, sedangkan untuk sumber data sekundernya berupa wawancara dengan Ali Mustofa selaku pengarang dari buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki.
Untuk teknik analisis data yang digunakan berupa telaah terhadap buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki serta hasil wawancara terhadap Ali Mustofa, kemudian penulis menguji keakurasian hasil perhitungannya dengan perhitungan Ephemeris Hisab Rukyat yang dijadikan pedoman dalam penentuan awal bulan Kamariah oleh Kementerian Agama RI.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan, di antaranya: pertama, bahwa penggunaan data yang dijadikan dasar perhitungan yakni data awamil dalam buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki ini berasal dari beberapa kitab yang berbeda, untuk data awamil hilāl datanya berasal dari kitab Sullamul Qodiriyah karya Ali Mustofa juga, sedangkan untuk data awamil ijtimā dari kitab ad-Dūrr al-Anīq karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah.
Sementara metode yang digunakan yakni hisab ḥaqīqi bit taḥqīqi, hal ini dibuktikan dengan penggunaan rumus trigonometri atau ilmu ukur segitiga bola serta memperhitungkan gerak Bulan dan Bumi yang sebenarnya. Kedua, hasil uji akurasi perhitungan penentuan awal bulan Kamariah antara buku As-Sullam at-Taqribi wat Tahkiki dengan Ephemeris yang merupakan perhitungan dengan metode kontemporer tergolong akurat, selisih terbesar terjadi pada penentuan nilai azimuth hilāl yakni 15m 55d, sementara untuk selisih terkecil pada penentuan waktu matahari terbenam yakni 1d
- …
