1,720,964 research outputs found
REVOLUSI ILMU PENGETAHUAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM
The development of Thomas Kuhn's epistemology has brought certain changes in human civilization and a major influence on thinkers of Islam. Kuhn has interesting fact that the philosophers of science generally ignores the basic hermeneutic issues such as the question of what is actually done by a scientist. According to Kuhn rasioanalitas ambiguous scientific fact that basically is not merely a matter of induction or deduction or rasioanalitas also objective, but rather on matters of interpretation (hermeneutical) and persuasion which tends to be more subjective. Methods renewal of Islamic law and family law in contemporary Islamic thought though shades of change is quite pronounced but reform law paradigm of classical legal methodology to a new methodology be applied is still rare. Because according to legal experts who are still using the classic paradigm of new methods offered does not offer a complete solution in addition to the still strong around the confines of dogmatic result of this apathy is getting stronger, and most of the Islamic State and non- state wear Islamic law and Islamic law most families in particular are still patterned utilitarianistik. But stretching renewal undertaken by thinkers over a bit much to excite a new study in the field of family law in particular and Islamic thought in general and also become a point of departure expectations change when Muslims slumped amid the swift currents of change
ISLAM DAN MENEPAUSE:
This article presents the significance of Islamic counseling for menopausal women. Using multiple approaches, this study reveals that menopause is a biological process that will be experienced by all living creatures, including human beings, especially women. In this menopause phase, there will be some changes in all human parts. All human parts will gradually undergo structural and functional decline, and eventually will be dysfunctional. In Islamic perspective, men and women have equal status. The difference is only in biological aspect and in their role in social life. Therefore, the psychological problems for menopausal women needs counseling based on religious teachings
The International Context of Indonesia's Omnibus Law: A bibliometric review
This research examines the perspectives of legal professionals on omnibus legislation in Indonesia, a legal and human rights issue. We have done data searches on hundreds of legal papers that address concerns relating to the law of copyright on the job. Using the keyword system on Google Search, several domestic and international legal periodicals are combed for data. He maintained his efforts to engage the coding system thoroughly with an in-depth examination and a high level of interpretation in order to understand how it may solve issues by emphasizing the quality and integrity of the data. On the basis of the research data and debate, the vast majority of legal professionals believe it to be a fantastic legal change. Nonetheless, the majority of them continue to dispute its efficacy and execution in light of the court's recent ruling that the Creative Economy and Work Law is unconstitutional with conditional enforcement. This conclusion will hopefully influence the legal review section in Indonesi
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PELAKSANAAN KEWAJIBAN ZAKAT BAGI PNS YANG BERAGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
This study aims to determine the knowledge of zakat, the implementation of zakat, and the relationship between knowledge and the implementation of zakat obligations for civil servants who are Muslim at Makassar State University.The method to be used to achieve the objectives in this study is a qualitative descriptive approach. Through this approach, this research will describe the real situation in detail and actuality. As for the background of the use of this method, because the phenomenon to be studied requires a description or in-depth description and analysis. Thus, answers will be found that can reveal true events or facts on the ground. The results showed that six variations in the level of knowledge of Civil Servants in the Makassar State University environment on the obligation of zakat. The implementation of zakat obligation for Civil Servants in Makassar State University has not been fully implemented well and basically they have a strong awareness and desire to fulfill their obligations. The relationship between knowledge and implementation of zakat obligations for Civil Servants in the Makassar State University environment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan zakat, pelaksanaan zakat, dan hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan kewajiban zakat bagi PNS yang beragama Islam di Universitas Negeri Makassar. Adapun metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini akan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya secara rinci dan aktual. Adapun latar belakang penggunaan metode ini, oleh karena fenomena yang akan diteliti memerlukan penggambaran atau deskripsi dan analisis yang mendalam. Dengan demikian, akan ditemukan jawaban-jawaban yang dapat mengungkapkan kejadian atau fakta yang sebenarnya di lapangan. Hasil penelitianMenunjukkan bahwa enam variasi tingkatan pengetahuan Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungan Universitas Negeri Makassar terhadap kewajiban zakat. Pelaksanaan kewajiban zakat bagi Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungan Universitas Negeri Makassar belum sepenuhnya berjalan dengan baik dan pada dasarnya mereka memiliki kesadaran dan keinginan yang kuat untuk menunaikan kewajiban. Hubungan antara pengetahuan dan pelaksanaan kewajiban zakat bagi Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungan Universitas Negeri Makassar
Penyerahan Penne Anreang dalam Tradisi Perkawinan Adat Bugis Parepare : Kajian Gender dan Hukum Islam
The purpose of this research is to examine the philosophical meaning of the In Penne Anreang tradition in Bugis Parepare traditional marriages in relation to gender and Islamic law. To reveal the deep meaning of the object being studied, this research is included in the type of ethnographic research with a descriptive qualitative approach. Data obtained through interviews and documentation. The results of the understanding obtained that the meaning of the message contained in several symbols used in the tradition of surrendering penne anreang in Bugis Parepare traditional marriages contains hopes and messages, therefore it needs to be preserved. The philosophy contained in the symbols of surrender of penne anreang in Bugis Parepare traditional marriages is in line with basic principles in Islamic teachings and includes al-'urf al-sah, namely habits that are carried out in society and do not conflict with the principles of Islamic teachings, do not eliminate benefit and does not bring harm to the perpetrators. Judging from the benefit of being at the tahsniyat level, namely knowing the level of needs which if not met, it does not threaten the existence of one of the maqāshid al syariyyah (objectives of Islamic law) and does not cause difficulties.Tujuan penelitian ini untuk mengungkap makna filosofis tradisi penyerahan Penne Anreang dalam perkawinan adat Bugis Parepare dalam kaitannya dengan gender dan Hukum Islam. Untuk mengungkap makna filosofis secara mendalam dari obyek yang dikaji, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian etnografi dengan pendekatan kulitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil pembahasan diperoleh pemahaman bahwa makna pesan yang terdapat pada beberapa simbol yang dipergunakan dalam tradisi penyesrahan penne anreang dalam perkawinan adat Bugis Parepare mengandung harapan dan pesan-pesan kebaikan, oleh karenanya perlu dilestarikan. Filosofi yang terkandung pada simbol-simbol penyesrahan penne anreang dalam Perkawinan adat Bugis Parepare sejalan dengan prinsip dasar dalam ajaran Islam dan termasuk al-‘urf al-sahīh, yaitu kebiasaan yang dilaksanakan dalam masyarakat dan tidak bertentangan dengan prinsip ajaran agama Islam, tidak menghilangkan kemaslahatan dan tidak pula membawa mudarat bagi pelakunya. Dilihat dari kemaslahatan berada pada tataran tahsīniyat ialah tingkat kebutuhan yang apabila tidak terpenuhi tidak mengancam eksistensi salah satu maqāshid al syariyyah (tujuan hukum Islam) dan tidak pula menimbulkan kesulitan
HUKUM ISLAM DI ERA DEMOKRASI TANTANGAN DAN PELUANG BAGI FORMALISASI SYARI’AT ISLAM DI INDONESIA
Abstrak : Dalam era demokrasi peluang untuk memasukkan unsur-unsur syari ‘at Islam kedalam undang-undang tetap besar meskipun tantangannya juga besar. Umat Islam lebih baik mendalami syari’at Islam dan berusaha terus menerus menangkan spirit syari’at Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa harus secara formal memproklamirkan penerapan syari’at Islam. Walaupun pandangan mayoriyas dalam era demokrasi akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, tapi pandangan itu tidak bisa dipaksakan begitu saja apalagi bila pandangan itu telah melanggar atau mencampuri hak-hak sipil warga negara, mengandung unsur diskrimnasi.Kata Kunci : Hukum Islam, Demokrasi, Tantangan, Peluang, Formulas
Urgensi Ijtihad Saintifik Dalam Menjawab Problematika Hukum Transaksi Kontemporer
The article below traces to find the urgency of saintific ijtihad to solve Islamic law problems of contemporary transaction (mu'amalah mu'asirah) in the age of globalization. The age of globalization supported by information technologies revolusion makes all aspects of human life changes rapidly especially in economic activities. Many kinds and aspects of transaction that human did not think many years ago, occur in this era, for instance insurance, electronic banking, e-commerce, capital market, unit trust, etc. All forms of transaction in this era need to be solved and justified by Islamic law in order to all muslims in the world can participate in economic activities among other people at the global era. Islam as the last religion revealed by Allah swt. has many tools to anticipate and solve contemporary problems occurring in the global era. Alquran and al-Sunnah as the main sources of Islamic law provide tools to make Islamic teachings always suitable for all time, namely by saintific ijtihad. By doing saintific ijtihad to solve contemporary transaction problems in this global era will make Islamic law always appropriate whenever and wherever
Tradisi Pernikahan Anak Perempuan Sayyid Di Desa Cikoang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Dalam Perspektif Hukum Islam
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang pernikahan, (2) bentuk tradisi pernikahan di desa Cikoang kecamatan
Mangarabombang kabupaten Takalar, (3) tradisi pernikahan anak perempuan sayyid ini
bersesuaian dengan Hukum Islam atau tidak. Untuk mencapai tujuan tersebut maka
peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, Adapun sumber data yang
digunakan dari data primer yaitu informan dari aparat desa Cikoang 3 orang, ketua adat
2 orang, sedangkan data sekunder yaitu buku, jurnal, makalah, artikel-artikel dan
perundang-undangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :(1) latar belakang pernikahan anak
perempuan sayyid di desa Cikoang ini masyarakat sayyid mengikuti kepada Nabi
Muhammad Saw juga Al-Qur’an dan Hadist, yang menganggap dirinya sebagai keturunan rasul dan sudah dijadikan sebagai kebiasaan sejak lama untuk menjaga darah atturunangnya.. (2) bentuk tradisi pernikahan anak perempuan sayyid ini juga memiliki beberapa persamaan dengan tradisi pernikahan lainnya atau secara umum. (3) tradisi pernikahan anak perempuan sayyid ini ada yang bersesuaian dengan Hukum Islam ada pula tidak sesuai.
Kata Kunci: Tinjauan Pernikahan, Keturunan Sayyid, Sejarah Cikoan
Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Kearifan Lokal: Relevansi Konsep Doi’ Pallawa Wanua dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam tradisi Doi’ Pallawa Wanua serta relevansinya terhadap pembentukan karakter bangsa. Permasalahan ini penting dikaji dalam konteks upaya memperkuat karakter bangsa berbasis moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Doi’ Pallawa Wanua mengandung nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap otoritas, tanggung jawab sosial, ukhuwah, tawakkul, dan ta’awun. Nilai-nilai tersebut mencerminkan keterpaduan antara norma adat dan ajaran Islam, serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter kolektif masyarakat Bugis. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme pendidikan informal yang mentransmisikan nilai-nilai moral lintas generasi. Temuan ini menegaskan bahwa Doi’ Pallawa Wanua dapat diposisikan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan nilai keislaman yang relevan untuk penguatan karakter bangsa dalam kerangka pembangunan sosial yang berkelanjutan
- …
