988 research outputs found

    Pengaruh Kedisiplinan dan Kelalaian Kerja. terhadap Kecelakaan Kerja di PT Sermani Steel

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ini adalah untuk mengatahui apakah ada pengaruh kedisiplinan dan kelalaian kerja terhadap kecelakaan kerja di PT Sermani Steel. Berdasarkan hasil Structural Equation Modelling (SEM) yang telah dilakukan mengenai . Pengaruh Kedisiplinan dan Kelalaian Kerja Terhadap Kecelakaan kerja Di PT Sermani Steel, maka dapat disimpulkan bahwa: Terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan kedisiplinan terhadap kecelakaan kerja di PT Sermani Steel (P = 0,000). Artinya, bahwa bila kedisiplinan meningkat, maka kecelakaan kerja akan menurun dan Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kelalaian kerja terhadap kecelakaan kerja di PT Sermani Steel (P = 0,000). Artinya, bahwa bila kelalaian kerja meningkat, maka kecelakaan kerja akan meningkat. Maka dari itu saya memakai moto “Resopa temmangingi namalomo naletei pammasedewata” (papasenna to riolota). ( Hanya Kerja Keras Disertai Sikap Pantang Menyerah Yang Akan Mendapatkan Limpahan Rahmat Dari Yang Maha Kuasa

    Analisis persepsi bukan Muslim terhadap pembelajaran Bahasa Arab di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA)

    No full text
    Pembelajaran bahasa Arab di Malaysia merentasi pelbagai peringkat pengajian melibatkan sekolah, institusi pengajian tinggi dan juga peringkat orang awam. Para penuntut bahasa Arab semestinya mempunyai tujuan tertentu apabila berusaha mempelajari dan mendalami bahasa yang amat sinonim dengan Islam. Dewasa ini, pembelajaran bahasa Arab turut melibatkan golongan bukan Muslim (non Muslim) di pelbagai peringkat pengajian termasuk di institusi pengajian tinggi. Justeru, makalah ini akan membincangkan persepsi golongan bukan Muslim terhadap pembelajaran bahasa Arab. Objektif kajian ini adalah untuk meneroka persepsi mereka terhadap pembelajaran bahasa Arab dalam usaha untuk memperbaiki kandungan pembelajaran bahasa Arab yang selari dengan tujuan pembelajaran bahasa ini. Kajian ini berbentuk kajian kualitatif yang melibatkan tujuh temu bual bersama pelajar bukan Muslim yang mempelajari bahasa Arab di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA). Dapatan kajian menunjukkan bahawa semua responden memberikan respons yang positif terhadap pembelajaran bahasa Arab. Respons ini turut melibatkan metode pembelajaran yang dipraktikkan dalam usaha untuk menguasai bahasa Arab serta motivasi dalam mempelajari bahasa ini. Semua respons ini memberi petunjuk bahawa persepsi bukan Muslim terhadap pembelajaran bahasa Arab amat positif sekiranya proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesan. Beberapa cadangan berkaitan pembelajaran bahasa Arab untuk pelajar bukan Muslim turut dibincangkan dalam makalah ini sebagai satu input yang boleh dimanfaatkan oleh para pengajar bahasa Arab dalam usaha memperkasakan pendidikan bahasa yang hebat ini

    Hadhanah Oleh Ibu Yang Non Muslim : Analisis Putusan Nomor: 154/Pdt.G/2011/PA.Plk

    Get PDF
    Zainal Abidin. 2016. Hadhanah Oleh Ibu Yang Non Muslim : Analisis Putusan Nomor: 154/Pdt.G/2011/PA.Plk. Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (I) Dr. H. Jalaluddin, M. Hum. Pembimbing: (II) H. Bahran, S.H, M.H. Hadhanah/hak asuh anak, baik dari pemeliharaan dan pendidikannya merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam keluarga. Pendidikan yang lebih penting adalah pendidikan anak dalam pangkuan ibu dan bapaknya, karena pengawasan dan perlakuan keduanya secara baik akan menumbuhkan jasmani dan akalnya. Hak asuh merupakan permasalahan penting ketika kedua orang tuanya melakukan perceraian. Bahkan tidak jarang, antara mantan suami dan mantan isteri saling berebut mendapatkan hak asuh anak. Dalam Kompilasi Hukum Islam anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun maka hak asuh anak jatuh kepada ibunya. Namun hadhanah pasca perceraian menjadi problematika ketika anak yang belum mumayyiz diserahkan kepada ibu yang berstatus non muslim, apakah ibu tersebut tetap diberikan haknya sebagai pengasuh atau diberikan kepada ayahnya yang masih berstatus muslim. Oleh sebab itu penelitian ini dilatar belakangi masalah karena adanya pertimbangan hakim dalam putusan Nomor.154/Pdt.G/2011/PA Plk.tentang hak asuh anak oleh ibu yang non muslim Pokok permasalahan yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah pertimbangan hakim dalm putusan Nomor.154/Pdt.G/2011/PA Plk tentang hak asuh anak yang belum mumayyiz diserahkan kepada ibu yang berstatus non muslim, apakah ibu tersebut tetap diberikan haknya sebagai pengasuh atau diberikan kepada ayahnya yang berstatus muslim? Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat studi perspektif yaitu memberikan argument dan analisis atas hasil penelitian yang telah dilakukan. Untuk mengumpulkan data maka digunakan teknik survei kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa majelis hakim memutuskan hadhanah kepada ibu yang non muslim, dikarenakan pembuktian di persidangan Tergugat lengkap dengan membawa dua orang saksi, sementara Penggugat hanya membawa satu saksi sehingga hakim berkesimpulan bahwa ibu yang non muslim selaku Tergugat telah memenuhi syarat formil. Bahwa majelis hakim harus mempertimbangkan sisi agama berdasarkan hadis yang diriwayatkan Rafi’i ibn Sinan. Masalah hadhanah oleh ibu yang non muslim dipandang tidak berhak karena kekafirannya dengan alasan ruang lingkup hadhanah meliputi pendidikan agama anak tersebut, sehingga dikhawatirkan akan terpengaruh serta berperilaku dengan agama ibunya dan dikhawatirkan akan memakan makanan yang haram menurut hukum Islam

    Religiositi sebagai faktor mediasi tingkah laku kerja muslim

    No full text
    Sorotan literatur mendapati bahawa tiada perkaitan yang jelas dan empirikal antara religiositi, personaliti dan tingkah laku kerja Muslim. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara empirikal hubungan antara personaliti, religiositi dan tingkah laku kerja dalam kalangan pentadbir Muslim di universiti awam Malaysia. Tiga instrument digunakan dalam pengukuran pembolehubah kajian iaitu NEO Five Factor Inventory (NEO FFI), Muslim Religiosity Personality Inventory (MRPI) dan Inventori Tingkah Laku Kerja Muslim (ITKM). Responden terdiri daripada 228 orang pentadbir dari lima institusi pengajian tinggi awam tempatan. Analisis korelasi, regresi dan mediasi digunakan untuk mengenalpasti hubungan antara ketiga-tiga pembolehubah tersebut. Analisis korelasi antara ketiga-tiga pembolehubah mendapati bahawa hanya tret personaliti Neuroticism (r = -.21), Extraversion (r = .19) dan Conscientiousness (r = .22) mempunyai hubungan yang signifikan dengan religiositi. Ketiga-tiga tret ini juga mempunyai hubungan yang signifikan dengan Tingkah Laku Kerja Muslim. Tret Neuroticism (r = -.32), Extraversion (r = .29) dan Conscientiousness (r = .22) juga mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkah laku kerja Muslim. Analisis regresi menunjukkan bahawa tret Neuroticism, Extraversion, dan religiositi adalah faktor peramal kepada tingkah laku kerja Muslim secara signifikan [F(3,224) = 22.31, p < .05]. Analisis mediasi menunjukkan religiositi menjadi separa-perantara secara signifikan antara tret Neuroticism dengan tingkah laku kerja Muslim (B = -0.29CI = -0.65 hingga -0.85) dan antara tret Extraversion dengan tingkah laku kerja Muslim (B = 0.28CI = 0.08 hingga 0.58). Kajian ini mengesahkan peranan religiositi sebagai perantara kepada personaliti dan tingkah laku kerja Muslim serta menunjukkan kepentingan religiositi dalam mencorakkan tingkah laku kerja dalam kalangan pentadbir Muslim di universiti-universiti awa

    Gender Equality According to Muslim Feminists] Kesetaraan Gender menurut Golongan Feminis Muslim

    Get PDF
    The issue of gender has become a struggle waged by feminists to obtain the rights to justice. This situation has happened since time immemorial, the position of women in the Jahiliyyah era was very low and daughters were planted alive. This situation changed when Islam elevated the dignity of women. Feminism is among the main mobilisers demanding the right to justice in various aspects. This agenda is also advocated by the activists in Muslim countries known as Muslim feminists. However, the demands of Muslim Feminists are seen as contrary to Islamic Sharia. The aim of th study is to look at the position of women in Islam. Therefore, the issue of gender equality was selected as an analysis by conducting research on gender and its relevance to feminism. Next, discuss the position of women's status that has been raised by Islam and the views of Muslim Feminists on the issue of gender equality that is fought for. This study uses qualitative methods. and Data are obtained based on library research. The results of the study found that Muslim feminists have demanded the rights of women to be the same as men by making changes in accordance with the passage of time. Feminists take into account issues such as polygamy, the right of leadership and the right to division of inheritance. Isu gender menjadi satu perjuangan yang dilaksanakan oleh golongan feminis untuk memperoleh hak-hak keadilan. Keadaan ini berlaku sejak dahulu lagi, kedudukan wanita pada zaman Jahiliyyah dipandang sangat rendah dan anak perempuan ditanam hidup-hidup. Selepas kedatangan Islam, situasi ini berubah apabila Islam mengangkat martabat kaum wanita. Golongan feminis antara penggerak utama menuntut hak keadilan dalam pelbagai aspek. Namun, tuntutan Feminis Muslim ini dilihat bertentangan dengan Syariah Islam. Kajian ini bertujuan untuk melihat kedudukan wanita dalam Islam. Justeru itu, isu kesetaraan gender dipilih sebagai satu analisis dengan melakukan kajian berkenaan dengan gender serta perkaitannya dengan feminisme. Seterusnya membahaskan berkenaan kedudukan darjat wanita yang telah diangkat oleh agama Islam dan pandangan Feminis Muslim tentang isu kesetaraan gender yang diperjuangkan. Kajian ini menggunakan kaedah kualitatif dan data diperolehi berdasarkan kajian perpustakaan. Hasil kajian mendapati, golongan Feminis Muslim telah menuntut hak-hak wanita agar sama seperti kaum lelaki dengan melakukan perubahan sesuai dengan peredaran masa. Golongan Feminis mengambil kira isu seperti poligami, hak kepimpinan dan hak pembahagian harta pusaka

    [Methodology of Muslim Priests in Preparing Hadith Text in its Validity] Metodologi Imam Muslim dalam Penyusunan Teks Hadith dalam Sahihnya

    Get PDF
    This article aims to reveal the methodology of Sahih Muslim from the aspect of display of hadith text pioneered by Imam Muslim. The research and analysis done shows that he used several approaches while in the process of listing the hadith in his Sahih. Such approaches include aspects related to the narration of hadith al-Mu'al, al-Musahhaf and al-Muharraf, al-Maqlub, al-Abwab al-Hadithiyyah, repetition of hadith, Mushkil al-Hadith, al-Nasikh wa al-Mansukh and hadith al-Mudraj. This approach is a testament to his high level of mastery in the ins and outs of the narrated hadiths besides also showing his meticulous and meticulous nature during the process of collecting, filtering and listing the hadiths. Artikel ini bertujuan untuk menzahirkan metodologi Sahih Muslim dari aspek paparan teks hadith yang dirintis oleh Imam Muslim. Penelitian dan analisis yang dilakukan menunjukkan beliau menggunakan beberapa pendekatan ketika dalam proses menyenaraikan hadith dalam Sahihnya. Pendekatan tersebut merangkumi aspek yang berkaitan dengan periwayatan hadith al-Mu‘al, al-Musahhaf dan al-Muharraf, al-Maqlub, al-Abwab al-Hadithiyyah, pengulangan hadith, Mushkil al-Hadith, al-Nasikh wa al-Mansukh dan hadith al-Mudraj. Pendekatan ini merupakan satu bukti kepada tahap penguasaaan beliau yang begitu tinggi dalam selok belok hadith-hadith yang diriwayatkan selain turut menunjukkan sifat cermat dan teliti beliau semasa proses pengumpulan, penyaringan dan penyenaraian hadith-hadith &nbsp; Kata Kunci: Sahih Muslim, metodologi, teks hadith, Imam Muslim

    [‘Uthmaniyyah’ Relationship with Muslim Community East Africa Africa] Hubungan ‘Uthmaniyyah dengan Komuniti Muslim Timur Laut Afrika

    Get PDF
    After the conquest of Egypt in 1517M, the relationship between the Ottoman and the northeast African Muslim community was served. On 1555M, the eyalet of Habesha was established in order to protect the Two Holy Cities of Muslims and the Muslim community in Red Sea shores particulary the northeast Africa. Apart from that, the establishment of the Habesha eyalet was to secure the political and trade route for the Ottoman on that region. Unfortunately, the Ottoman’s initiative were seen as provocations to the Bani Funj, ruler of the Sinnar Sultanate in Nubia which eventually led to centuries of feud between them.The objective of this article is to identify the relationship dynamics between the Ottoman and the Muslim community in northeast Africa, mainly in the regions of Nubia and Ethiopia. This qualitative study is carried out through literature and historical analysis to observe similarities, make comparisons and deduce interpretations of related historical events in that relationship. This study found that, the Ottoman’s relationship throughout the 16th and the 18th centuries, changes allies and foes constantly between the Sinnar Sultanate as well as the Ethiopian kingdoms. Meanwhile, even after the collapse of the Adal Sultanate’s holy war, the Ottoman’s commitment on the destiny of Ethiopian Muslim remained unchanged. &nbsp; Keywords: Ottoman, Muslim community, Sinnar Sultanate, Ethiopia &nbsp; Setelah menguasai Mesir pada 1517M, hubungan antara ‘Uthmaniyyah dan komuniti Muslim timur laut Afrika mula terjalin. Pada 1555M, eyalet Habesha telah diasaskan untuk melindungi Dua Kota Suci umat Islam serta komuniti Muslim di persisiran pantai Laut Merah terutamanya di timur laut Afrika. Selain itu, penubuhan eyalet Habesha juga bertujuan mengukuhkan kedudukan politik dan penguasaan perdagangan ‘Uthmaniyyah ke atas rantau tersebut. Walau bagaimanapun, tindakan ‘Uthmaniyyah itu dilihat sebagai sebuah provokasi kepada Bani Funj yang menguasai kesultanan Sinnar di Nubia. Keadaan ini telah membawa kepada perseteruan lebih daripada dua abad. Objektif artikel ini adalah untuk mengenal pasti hubungan dinamik ‘Uthmaniyyah dengan komuniti Muslim di timur laut Afrika terutama di dua wilayah utama iaitu Nubia dan Ethiopia. Kajian kualitatif ini dijalankan melalui kaedah kepustakaan dan analisa sejarah bagi melihat persamaan, membuat perbandingan serta menghasilkan interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa sejarah yang terkait dalam hubungan tersebut. Kajian ini mendapati bahawa sepanjang abad ke-16M hingga ke-18M, hubungan antara ‘Uthmaniyyah dan kesultanan Sinnar serta kerajaan Ethiopia menjadikan status lawan dan kawan sering kali berubah. Manakala, komitmen ‘Uthmaniyyah terhadap nasib Muslim Ethiopia tidak berubah walaupun setelah kekalahan gerakan jihad kesultanan ‘Adal. &nbsp; Kata kunci: Uthmaniyyah, Komuniti Muslim, Kesultanan Sinnar, Ethiopi

    Pemilikan modal sosial ikatan dalam kalangan cina muslim Kelantan

    Get PDF
    Artikel ini memfokuskan kepada pemilikan modal sosial ikatan dalam kalangan Cina Muslim Kelantan. Komuniti Cina Muslim diperhatikan mempunyai konflik dalam modal sosial ikatan mereka. Modal sosial ikatan ialah hubungan komuniti Cina Muslim dengan dengan ahli keluarga mereka yang tidak beragama Islam. Kajian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kajian gabungan penjelasan berikutan yang melibatkan komuniti Cina Muslim iaitu seramai 75 orang dalam kajian kuantitatif dan lima orang dalam kajian kualitatif. Kaedah pensampelan yang digunakan ialah pensampelan mudah dan bola salji. Data kajian dikumpulkan menggunakan borang soal selidik dan temu bual semi berstruktur. Hasil kajian menunjukkan pemilikan modal sosial ikatan berada pada tahap akrab sebelum memeluk agama Islam dan berubah kepada sederhana akrab selepas memeluk agama Islam. Ini menunjukkan komuniti Cina Muslim mempunyai konflik dalam modal sosial ikatan mereka. Hasil kajian turut mengesahkan terdapat perbezaan yang signifikan antara pemilikan modal sosial ikatan sebelum dan selepas memeluk agama Islam dan tidak terdapat perbezaan signifikan pemilikan modal sosial ikatan berdasarkan tempoh memeluk agama Islam. Sementara itu, data kualitatif mengesahkan perbezaan modal sosial ikatan Cina Muslim, selanjutnya data kualitatif menerangkan bahawa perbezaan dalam modal sosial ikatan tidak disebabkan oleh konflik selepas memeluk agama Islam tetapi disebabkan oleh perbezaan amalan dan kepercayaan, yang telah memberi kesan secara signifikan kepada modal sosial ikatan mereka. Oleh itu, usaha untuk meningkatkan kapasiti harus dilaksanakan supaya perbezaan agama tidak menjadi penghalang kepada hubungan yang sihat dan berterusan antara Cina Muslim dan ahli keluarga mereka yang tidak memeluk agama Islam

    [The Important Values of Muslim Individuals According Al-Ghazali] Nilai-Nilai Pentng Individu Muslim Menurut Al-Ghazali

    Get PDF
    Moral values ​​are important to be translated in daily life especially by Muslim individuals. Among the benefits is to be able to avoid a person from acts such as cheating, treason, deviation, corruption, money politics and the like. The values ​​that are important to the Muslim individual will be elaborated based on the thinking of Abu Hamid al-Ghazali (d. 505H) through some of his selected books, especially the book Ihya ‟ʻUlum al-Din. This paper will conclude that among the important values ​​of the Muslim individual according to al-Ghazali can be seen in his description of the terms al-ikhlas, al-sidq, al-amanah as well as al-mas ‟uliyyah and al-kamal. Nilai-nilai akhlak adalah penting untuk diterjemahkan dalam kehidupan seharian khususnya oleh individu Muslim. Antara kebaikannya ialah dapat mengelakkan diri seseorang itu dari perbuatan seperti menipu, khianat, menyeleweng, rasuah, politik wang dan seumpamanya. Nilai-nilai yang penting untuk individu Muslim tersebut akan dihuraikan berdasarkan pemikiran Abu Hamid al-Ghazali (m. 505H) menerusi beberapa kitabnya yang terpilih, terutamanya kitab Ihya’ `Ulum al-Din. Makalah ini akan menyimpulkan bahawa antara nilai-nilai penting individu Muslim menurut al-Ghazali boleh dilihat pada huraiannya terhadap istilah al-ikhlas, al-sidq, al-amanah serta al-mas’uliyyah dan al-kamal. &nbsp; Katakunci: Nilai-nilai, al-ikhlas (keikhlasan), al-sidq (benar), al-amanah (amanah), al-mas’uliyyah (bertanggungjawab) dan al-kamal (kesempurnaan)

    Sikap Dan Peranan Pencerap Muslim Semasa Gerhana Menurut Hadith

    Get PDF
    Gerhana bulan dan matahari merupakan salah satu daripada fenomena astronomi yang menarik. Seluruh dunia menantikan ketibaannya. Pencerap kebiasannya akan datang bagi membuat pemerhatian dan rakaman fenomena ini, dengan sikap dan sambutan yang pelbagai. Di dalam agama Islam, nabi telah meletakkan beberapa panduan bagaimanakah sikap dan peranan pencerap Muslim semasa fenomena tersebut. Kajian ini merupakan satu analisis tematik mengenai sikap dan peranan Muslim semasa berlakunya gerhana matahari
    corecore