1,720,971 research outputs found

    Indonesia's Motivations for Signing of the Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA)

    Full text link
    Free Trade Agreements (FTAs) have recently become a recognized global trend which continues to increase in number as they offer ease of access to markets and reduction of trade barriers. Almost all countries involved in FTAs pursue their national interests, particularly economic ones, and Indonesia and Chile are no exception. This topic is interesting to scrutinize because the geographical factors of the two countries are quite far distant, and there were larger economic partners for Indonesia in South America (Brazil and Argentina) than Chile in regards to the establishment of a Free Trade Agreement. This article uses the approach of Solis and Katada, international relations’ experts, which looks at it with a broader view. The approach emphasizes the establishment of international economic cooperation not only based on economic interests or caused solely on geographical proximity. Yet still, even economic motives are considered, other motives like political motive cannot be denied. The results of this study indicate that Indonesia’s involvement in IC-CEPA is not only based on economic motives, there are other motives such as politics (raise international status) which cannot be ignored

    Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Terhadap Pembelajaran IPA Materi Tubuh Dengan Media Gambar Kelas I MI Assalam Martapura Kota Tahun Pelajaran 2012 / 2013

    Full text link
    Musfiroh. 2013. Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Terhadap Pembelajaran IPA Materi Tubuh Dengan Media Gambar Kelas I MI Assalam Martapura Kota Tahun Pelajaran 2012 / 2013. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Pembimbing Drs. Muhammad Yuseran, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Siswa, Pembelajaran IPA, Media Gambar Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitas dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan proses pengkajian berdaur, yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi tentang permasalahan kemampuan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemahaman siswa tentang tubuh dengan media gambar kelas I MI Assalam Martapura Kota tahun pelajaran 2012 / 2013 Berdasarkan refleksi PTK siklus I dan II penelitian ini, diperoleh data, aktivitas pembelajaran dengan menerapkan media gambar dinyatakan efektif dan meningkatkan kemampuannya, menunjukkan hasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan adanya peningkatan aktivitas guru dalam melaksanakan media gambar. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media gambar sangat membantu siswa memahami dan meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran, yang dapat dilihat sebagai berikut: Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan pertama sangat aktif 0%, siswa yang aktif 6,67%, cukup aktif 80%, sedangkan kurang aktif 13,33%, dan tidak aktif 0%. Aktivitas belajar siswa siklus 1 pertemuan kedua sangat aktif 0%, siswa yang aktif 6,67%, cukup aktif yaitu 93,33% sedangkan kurang aktif yaitu 0%, dan tidak aktif 0%. Aktivitas belajar siswa siklus 2 pertemuan pertama sangat aktif 30% siswa yang aktif 56,67%, cukup aktif 13,33%, kurang aktif 0% dan tidak aktif 0%. Aktivitas belajar siswa siklus 2 pertemuan kedua sangat aktif 0%, siswa yang aktif 33,33%, cukup aktif 66,67%, sedangkan kurang aktif yaitu 0% dan tidak aktif 0%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media gambar cukup mendukung dan aktif. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut: Hasil tes siswa pada siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 6,2. Hasil tes siswa pada siklus I pertemuan kedua rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 7,16. Hasil tes siswa dengan nilai rata-rata pada Siklus II pertemuan pertama siklus II 7,97. Hasil tes siswa dengan nilai rata-rata pada Siklus II pertemuan kedua nilai rata-rata 8,90

    Hubungan antara school engagement dan self regulation learning dengan academic burnout pada siswa kelas olimpiade MAN 2 Kota Malang

    Full text link
    INDONESIA: Siswa seringkali menghadapi beberapa tekanan dan tuntuntan akademik dilingkungan sekolah. tekanan tersebut jika tidak segera diatasi akan berdampak buruk dan menyembabkan burnout. Academic burnout adalah perasaan lelah ataupun jenuh yang dialami oleh siswa dan disebabkan oleh tuntutan akademik dan beberapa tugas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school engagement dan self regulation learning dengan academic burnout pada siswa kelas olimpiade MAN 2 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian sebanyak 92 siswa dan keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas siswa kelas olimpiade mengalami tingkat academic burnout sedang. School engagement mayoritas siswa kelas olimpiade berada pada tingkat sedang. Self regulation learning mayoritas siswa kelas olimpiade juga berada pada tingkat sedang. Hasil hipotesis dengan uji F menunjukkan bahwa school engagement dan self regulation learning memiliki hubungan secara signifikan dengan academic burnout. ENGLISH: Students often face several academic pressures and demands in the school environment. If this pressure is not resolved immediately, it will have a negative impact and cause burnout. Academic burnout is a feeling of tiredness or boredom experienced by students and is caused by academic demands and some school assignments. This study aims to determine the relationship between school engagement and self-regulation learning with academic burnout in MAN 2 Olympiad class students in Malang City. This study uses a quantitative method of multiple linear regression. The population in the study was 92 students and the entire population was used as the research sample. The results of this study indicate that the majority of Olympiad class students experience a moderate level of academic burnout. School engagement of the majority of Olympiad class students is at a moderate level. Self regulation learning of the majority of Olympiad class students is also at a moderate level. The results of the hypothesis with the F test show that school engagement and self-regulation learning have a significant relationship with academic burnout. ARABIC: غالبًا ما يواجه الطلاب العديد من الضغوط والمطالب الأكاديمية في البيئة المدرسية. إذا لم يتم حل هذا الضغط على الفور ، فسيكون له تأثير سلبي ويسبب الإرهاق. الإرهاق الأكاديمي هو شعور بالتعب أو الملل يعاني منه الطلاب وينتج عن المتطلبات الأكاديمية وبعض المهام المدرسية. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد العلاقة بين مشاركة المدرسة وتعلم التنظيم الذاتي مع الإرهاق الأكاديمي في طلاب فصل أولمبياد .MAN 2 Kota Malang تستخدم هذه الدراسة طريقة كمية للانحدار الخطي المتعدد. كان مجتمع الدراسة 92 طالبًا واستخدم المجتمع بأكمله كعينة بحث. تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن غالبية طلاب صف الأولمبياد يعانون من مستوى متوسط من الإرهاق الأكاديمي. المشاركة المدرسية لغالبية طلاب صف الأولمبياد على مستوى متوسط. إن التعلم الذاتي للتنظيم لغالبية طلاب صف الأولمبياد هو أيضًا في مستوى متوسط. تظهر نتائج الفرضية مع اختبار F أن مشاركة المدرسة وتعلم التنظيم الذاتي لهما علاقة كبيرة بالإرهاق الأكاديمي

    Young Learnes Vocabulary Understanding at Great Kids English Course in Duri

    Full text link
    Early childhood education is one of the determining factors in taking education to the next level. At this time, children begin to receive education, namely the beginning of academic skills such as reading, writing and arithmetic. One of the children's academic knowledge both at school and in society is language skills, both Indonesian as the national language and regional languages ​​as well as foreign languages ​​such as English. Even though English has been taught since elementary school, there are still some of us who cannot communicate well in this language. Even though English is not the mother tongue, it has become the language of international communication. That's why I chose this method to master English vocabulary using cards. This method is an effective learning method for early childhood, because with the help of picture objects, they can easily understand and remember English vocabulary. An effective way to use flash cards is to improve the listening, writing, memorizing and pronunciation skills included in the training or course. This stage is a test (pre-test) for early childhood at the beginning of learning, which measures mastery or knowledge of English vocabulary. Meanwhile, an assessment (post-test) is carried out at the end of each session to measure the child's ability and absorption

    Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia

    Full text link
    Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, perkembangan hadis tentunya masuk ke Indonesia, menjadi menarik untuk dibahas karena sebagian besar penikmat ilmu hadis sendiri belum mengetahui bagaimana sejarah perkembangan hadis di Indonesia.      Adapun studi tentang sejarah perkembangan kajian hadis di Nusantara, dapat dikatakan masih sangat jarang dilakukan, padahal di samping ilmu-ilmu keislaman lainnya seperti tafsir, kalam, dan tasawuf, hadis juga memegang perananan yang sangat penting dalam kajian Islam, karena ia merupakan ajaran Islam setelah alquran. Pada umumnya, kajian hadis masih berpusat pada karya-karya ulama klasik, pembahasan yang dilakukan  masih sekitar sejarah  perkembangan hadis abad ke-2 H, sampai abad ke-4 H. Di samping itu, pembahasan juga diarahkan pada pelacakan dan pengajuan status keshahihan hadis.     Namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa studi tentang hadis di Indonesia mengalami kebangkitan. Bukti dari kebangkitan hadis terletak pada penulisan kitab-kitab hadis oleh ulama Indonesia, baik yang berupa terjemahan dari kitab yang berbahasa arab maupun kitab hadis yang ditulis berdasarkan pemikiran yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat pada saat itu, yang dijadikan sebagai pedoman untuk melakukan ritual ibadah sehari-hari oleh masyarakat. Seperti kitab hadis yang berjudul Risālah Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah yang ditulis oleh K.H. Hasyim Asy‘ari seorang ulama ahli hadis yang sangat berpengaruh,  sebagai bentuk jawaban dari keberagaman masyarakat pada saat itu. Kitab ini juga berperan sebagai jawaban masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin modern.      Dalam penelitian yang dilakukan oleh Martin Van Bruinessen, kitab-kitab yang digunakan dalam dunia pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadis. Oleh karena itu K.H. Hasyim Asy’ari tercatat sebagai pelopor hadis yang pertama kali yang memperkenalkan dan mengajarkan hadis di dunia pesantren.&nbsp

    Pengaruh produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen kue bolu Hj.Enong Martapura

    Full text link
    Toko kue bolu Hj. Enong sebagai penggagas pertama kuliner kue bolu gulung khas Martapura, yang saat ini telah memiliki banyak pesaing di Martapura. Berdiri atau mulai merintis usahanya pada tahun 1990-an, dan saat ini telah memiliki 8 cabang toko kue Hj. Enong di wilayah kabupaten Banjar dengan penjualan perharinya mencapai 2000pcs. Hal yang menarik dari toko kue bolu Hj. Enong ialah walaupun sekarang banyak pesaing yang hampir sama persis produknya tetapi tetap saja kue bolu Hj. Enong banyak yang menyukai dan memilih produk tersebut. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah ada pengaruh produk, harga, lokasi dan promosi yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di toko kue Hj. Enong. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah konsumen toko kue bolu Hj. Enong dan sampel yang digunakan adalah 95 responden. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket. Teknik analisis penelitian ini adalah uji normalitas, uji linieritas, uji produk moment, uji f, uji t dan uji regresi berganda. Analisis penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa yang didapatkan dari uji F secara bersama-sama sebesar 33.840, maka sesuai dengan kriteria uji F tersebut maka Ha diterima yang artinya ada pengaruh secara signifikan. Hasil yang didapat dari nilai R Square sebesar 0,601 yang dapat diartikan bahwa variabel produk, harga, lokasi, promosi memiliki pengaruh sebesar 60.1% terhadap variabel keputusan pembelian konsumen, sedangkan 39.9% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dari variabel produk, harga, lokasi dan promosi. Selanjutnya hasil dari uji t secara sendiri-sendiri yaitu produk terhadap keputusan pembelian sebesar 7.571, maka sesuai dengan kriteria uji t tersebut maka Ha diterima yang artinya ada pengaruh secara signifikan, dan didapatkan hasil nilai R Square sebesar 0,381 yang dapat diartikan memiliki pengaruh sebesar 38.1%. Harga terhadap keputusan pembelian sebesar 7.498, maka sesuai dengan kriteria uji t tersebut maka Ha diterima yang artinya ada pengaruh secara signifikan, dan didapatkan hasil nilai R Square sebesar 0,377 yang dapat diartikan memiliki pengaruh sebesar 37.7%. Lokasi terhadap keputusan pembelian sebesar 9.778, maka sesuai dengan kriteria uji t tersebut maka Ha diterima yang artinya ada pengaruh secara signifikan, dan didapatkan hasil nilai R Square sebesar 0,507 yang dapat diartikan memiliki pengaruh sebesar 50.7%. Promosi terhadap keputusan pembelian sebesar 8.398, maka sesuai dengan kriteria uji t tersebut maka Ha diterima yang artinya ada pengaruh secara signifikan, dan didapatkan hasil nilai R Square sebesar 0,431 yang dapat diartikan memiliki pengaruh sebesar 43.1%. ABSTRACT Hj. Enong as the first originator of Martapura's typical cake bolu, which currently has many competitors in Martapura. Founded or started pioneering business in the 1990s, and currently has 8 branches of Hj. Enong in the Banjar district with daily sales reaching 2000pcs. The interesting thing about Hj. Enong bolu cake’s store is that even though many competitors are now has almost exactly the same products, but still Hj. Enong’s bolu cake’s anyone likes and choose the product. Then the purpose of this study is to examine whether there is an influence of product, price, location and promotion that influence consumer purchasing decisions at the Hj. Enong bolu cake’s store. This research method is quantitative with quantitative descriptive approach. The population is the consumer of Hj. Enong bolu cake’s store and the sample used were 95 respondents. Data collection techniques are using a questionnaire and documentation. The analysis technique of this research is normality test, linearity test, moment product test, f test, t test and multiple regression test. The analysis of this study uses the SPSS 16.0 application. The results of this study indicate that those obtained from the F test together amounted to 33,840, then according to the F test criteria, Ha is accepted, which means there is a significant influence. The results obtained from the value of R Square is 0.601 which can be interpreted that the product, price, location, promotion variables have an influence of 60.1% on consumer purchasing decision variables, while the other 39.9% is influenced by factors outside of product, price, location variables and promotion. Furthermore, the results of the t test individually namely the product to the purchase decision is 7.571, then according to the t test criteria, Ha is accepted, which means there is a significant influence, and the R Square value of 0.381 is obtained, which can be interpreted to have an effect of 38.1% . The price of the purchase decision is 7.498, so according to the t test criteria, Ha is accepted, which means there is a significant influence, and the R Square value of 0.377 is obtained, which can be interpreted to have an effect of 37.7%. The location of the purchase decision is 9.778, then according to the t test criteria, Ha is accepted, which means there is a significant influence, and the results obtained R Square value of 0.507 which can be interpreted to have an effect of 50.7%. Promotion of the purchase decision is 8,398, according to the t test criteria, Ha was accepted, which means there was a significant influence, and the R Square value of 0.431 was obtained, which could be interpreted to have an effect of 43.1%

    Analisis hukum Islam terhadap pendapat kyai tentang praktek hutang piutang Otok-Otok di Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang

    Full text link
    Skripsi ini adalah hasil penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai Bagaimana pandangan Kyai terhadap praktek hutang piutang otok-otok, Bagaimana tinjauan hukum islam terhadap kedua pennasalah tersebut. Dalam menjawab pennasalahan yang ada, penulis menggunakan teknik pengumpulan data, dengan cara interview (wawancara), observasi dan data dari perpustakaan, setelah data terkumpul kemudian data diolah dengan teknik editing, organizing, dan coding. Kemudian dianalisis Dengan teknik deskriptif analisis yaitu dengan pola pikir induktif untuk memperoleh kesimpulan dan dianalisis menurut hukum Islam. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam tradisi praktek hutang piutang otok-otok di Desa Sejati kecamatan Camplong Kabupaten Sampang tidak bertentangan dengan hukum Islam karena pada dasamya hutang piutang otok-otok tersebut hanya bert ujuan unt uk menolong orang yang terkena musibah. Akan tetapi dalam pengembaliannya ada tambahan sebesar 10% dari yang telah dihutangkan. Menurut pendapat Kyai setempat dalam hal hutang piutang tersebut terdapat perbedaan pendapat yakni, ada yang membolehkan dengan alasan adanya faktor kebut uhan ekonomi yang mendesak dan yang tidak membolehkan karena dalam pembayarannya terdapat tambahan yang menurut Islam tambahan dalam hutang piutang tennasuk riba yang haram hukumnya. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada semua pihak terutama masyarakat Desa Sejati untuk tidak menerapkan praktek hutang piutang otok-otok tersebut, karena dalam pelunasan pembayarannya tidak sesuai dengan hukum Islam. Bagi para kreditur dan debitur diharapkan lebih memperdalam pengetahuan mengenai hutang piutang agar dalam bertransaksi tidak melenceng dari hukum Islam. Disamping itu diharapkan para ulama' serta petinggi desa untuk memberikan pengarahan baik melalui penyuluhan, diskusi, pengajian maupun yang lain agar masyarakat paham tentang cara hutang piutang menurut Islam

    Indonesia’s Motivations for Signing of the Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA)

    Full text link
    Free Trade Agreements (FTAs) have recently become a recognized global trend which continues to increase in number as they offer ease of access to markets and reduction of trade barriers. Almost all countries involved in FTAs pursue their national interests, particularly economic ones, and Indonesia and Chile are no exception. This topic is interesting to scrutinize because the geographical factors of the two countries are quite far distant, and there were larger economic partners for Indonesia in South America (Brazil and Argentina) than Chile in regards to the establishment of a Free Trade Agreement. This article uses the approach of Solis and Katada, international relations’ experts, which looks at it with a broader view. The approach emphasizes the establishment of international economic cooperation not only based on economic interests or caused solely on geographical proximity. Yet still, even economic motives are considered, other motives like political motive cannot be denied. The results of this study indicate that Indonesia’s involvement in IC-CEPA is not only based on economic motives, there are other motives such as politics (raise international status) which cannot be ignored.KEYWORDSFree Trade Agreement; Chile; IC-CEPA; Indonesia; Trade cooperatio

    Identifikasi citra sidik jari menggunakan metode interpolasi nearest neighbour, principal component analysis, dan naive bayes classifier

    Full text link
    INDONESIA: Teknologi biometrik sidik jari merupakan salah satu teknologi biometrik yang penting dan memiliki keunikan yang berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk merancang suatu aplikasi identifikasi sidik jari dengan menerapkan metode Interpolasi Nearest Neighbor, Principal Component Analysis dan Naive Bayes Classifier. Terdapat dua sistem yang digunakan, yaitu sistem dengan kombinasi metode Interpolasi Nearest Neighbor dan Naive Bayes Classifier, dan sistem dengan kombinasi metode Principal Component Analysis dan Naive Bayes Classifier. Penerapan metode ekstraksi fitur yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpolasi Nearest Neighbor, dan Principal Component Analysis. Metode ini digunakan sebagai proses ekstraksi fitur citra sidik jari yang nantinya hasil ektraksi fiturnya digunakan untuk mencari nilai mean dan varian pada proses estimasi parameter untuk melakukan langkah selanjutnya yaitu proses pengklasifikasian dan pencocokan citra digital sidik jari. Salah satu metode yang digunakan untuk pengklasifikasian dan pencocokan citra digital sidik jari pada penelitian ini adalah metode Naive Bayes Classifier. Naive Bayes Classifier ini bekerja sangat baik dibandingkan dengan model classifier lainnya. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan terhadap data uji coba dari dua sistem ini, hasil akurasi tertinggi diperoleh sebanyak 4 percobaan pada sistem dengan kombinasi Interpolasi Nearest Neighbor dan Naive Bayes Classifier dengan akurasi tertinggi pada percobaan 1, yaitu sebesar 80% sebanyak 2 kelas. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan hasil yang kurang efektif menggunakan metode Principal Component Analysis dan Naive Bayes Classifier dalam aplikasi identifikasi sidik jari. ENGLISH: Biometric technology fingerprint is one of important biometric technology and has different uniqueness among humans with each other. In this research, researchers are trying to design an application identification of fingerprint by applying Interpolation Nearest Neighbor, Principal Component Analysis, and Naive Bayes Classifier method. There are two systems that are used, that is systems with a combination of Interpolation Nearest Neighbor and Naive Bayes Classifier method, and the system with a combination of Principal Component Analysis and Naive Bayes Classifier method. The application of feature extraction method in this research used Interpolation Nearest Neighbor, and Principal Component Analysis method. This method is used as the feature extraction process of fingerprint image that would result feature extraction is used to find the value of the mean and variance of parameter estimation process to perform the next step, that is a process of classification and matching digital fingerprints images. One of the methods used for classification and matching digital fingerprints images on this research is a Naive Bayes Classifier method. This Naive Bayes Classifier works very well in comparison with other classifier model. Based on the results of trials conducted against data from two trials of this system, the highest accuracy results retrieved four experiment on a system with a combination of Nearest Neighbor Interpolation and Naive Bayes Classifier with the highest accuracy in experiment 1, i.e. by 80% as much as 2 classes. The results of this research, shows the result of a less effective method using Principal Component Analysis and Naive Bayes Classifier in the application of fingerprint identification

    UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN GULING DEPAN DENGAN PENDEKATAN BERMAIN KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 2 MAJASARI KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA

    No full text
    Latar belakang penelitian ini yaitu rendahnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran guling depan sehingga hasil belajar siswa terhadap guling depan juga masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran guling depan siswa kelas III SD Negeri 2 Majasari Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara melalui pendekatan bermain. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 2 Majasari Kacamatan Pagentan Banjarnegara yang berjumlah 21 siswa. Adapun metode Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) yang terdiri dari 2 siklus dan tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi terhadap proses pelajaran dan penilaian psikomotor guling depan siswa. Adapun standar nilai KKM yang digunakan adalah 66. Hasil penelitian menunjukan pada siklus I dalam proses pembelajaran masih ditemukan kekurangan 36 %. Untuk siswa yang sudah memenuhi KKM 9 siswa atau 43% tuntas dan 12 siswa yang masih dibawah KKM atau 57% belum tuntas. Dalam siklus II proses pembelajaran guling depan meningkat menjadi 100 % artinya tidak ditemukan lagi kekurangan dalam proses pembelajaran. Pada penilaian psikomotor guling depan 20 siswa sudah Memenuhi KKM atau 95 % tuntas dan 1 siswa masih dibawah KKM atau 5% siswa yang belum tuntas. Dengan demikian pendekatan bermain pada pembelajaran guling depan menunjukan adanya peningkatan atau berhasil. Kata kunci : pembelajaran, guling depan, pendekatan bermai
    corecore