197,396 research outputs found

    Seismic Velocity Structure of Arc-Arc Collision Zone and the Fore Arc of Japan-Kuril Subduction Zone beneath the Hokkaido Corner

    No full text
    Dataset for the article " Seismic Velocity Structure of Arc-Arc Collision Zone and the Fore Arc of Japan-Kuril Subduction Zone beneath the Hokkaido Corner" by Y. Murai, K. Katsumata, T. Takanami, T. Watanabe, T. Yamashina, I. Cho, M. Tanaka, and R. Azuma submitted to Journal of Geophysical Research: Solid Earth

    Murai Batu Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    No full text
    Tugas Akhir ini mengangkat tentang burung Murai Batu. Estetika yang terdapat pada Murai Batu khususnya jenis Murai Batu ekor panjang yang terdapat di Indonesia menginspirasi penulis untuk memvisualisasikannya dalam karya seni lukis. Secara visual orisinalitas karya-karya ini terletak pada gaya dan teknis serta pendeformasian dan komposisi yang unik. Penegasan orisinalitas di sini pada gaya dekoratif penulis yang dominan mendeformasi dengan stilisasi garis yang menjadi ciri khas lukisan dengan konsep bentuk realistik hingga mudah untuk menyampaikan isi karya kepada para audiens. Bentuk pembendaharaan visual dari karya-karya seni lukis yang dirasa lebih memberi kenyamanan dan menjadikan karya Widayat sebagai acuannya. Kecintaan beliau terhadap lingkungan hidup yang diterapkan ke dalam karya-karyanya mendorong penulis untuk lebih menekuni dan memperdalam lagi, serta menggali ide dan potensi-potensi yang ada di dalam burung Murai Batu itu sendiri

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG JUAL BELI BURUNG MURAI BATU DENGAN GARANSI

    No full text
    ABSTRAK Jual beli adalah persetujuan di mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu benda dan pihak lain membayar harga yang telah disepakati keduanya. Jual beli secara akadnya, praktiknya maupun jenis barang yang diperjualbelikan, banyak sekali jenis dan bentuknya. Salah satunya yaitu jual beli burung murai batu yang terjadi di Sumur Batu Teluk Betung Utara Bandar Lampung. Adapun praktiknya yang terjadi jual beli burung murai batu ini terdapat dua cara yaitu dengan garansi dan non garansi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana praktik jual beli burung Murai Batu dengan sistem garansi?. 2. Bagaimana tinjauan hukum Islam tentang praktik tersebut jual beli burung Murai Batu dengan sistem garansi?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lapangan (field research), dinamakan studi lapangan karena tempat penelitian ini di lapangan kehidupan. Tujuan penelitian untuk mengetahui sejelas mungkin bagaimana praktik jual beli burung Murai Batu dengan garansi dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam tentang praktik jual beli burung Murai Batu dengan garansi. Dan metode pengumpulan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1. Praktik jual beli burung Murai Batu dengan garansi di kios burung Bird House dengan cara pembeli membeli burung tersebut dengan melihatnya tanpa mengetahui jenis kelaminnya, akan tetapi penjual memberi garansi terhadap burung tersebut. Jika tidak sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan oleh pembeli, maka penjual akan mengganti burung tersebut dengan burung anakan (trotolan) lagi. Apabila dilihat dengan keadaan pembeli yang sudah membesarkan burung tersebut dan telah mengeluarkan sejumlah biaya, waktu dan tenaga, kemudian burung tersebut ditukar dengan burung yang masih anakan tersebut, sehingga dalam hal ini pembeli sangat dirugikan. 2. Tinjauan hukum Islam tentang praktik jual beli burung Murai Batu dengan sistem garansi berdasarkan jenis kelamin di kios Bird House house adalah tidak sah dan tidak boleh. Sebab untuk keabsahan transaksi jual beli harus memenuhi seluruh rukun dan syarat yang antara lain adalah: 1, suci atau bersih barangnya. 2, barang atau objek yang diperjualbelikan dapat dimanfaatkan. 3, barang yang diperjualbelikan milik orang yang melakukan akad. 4, barang atau benda yang diperjualbelikan dapat diserahkan. 5, barang atau benda yang diperjualbelikan harus jelas (mu‟ayyan) dan diketahui oleh kedua belah pihak. Pada praktiknya, jual beli burung murai batu dengan garansi yang terjadi kios burung Bird House objeknya belum jelas yaitu jenis kelamin burung tersebut. Saran: 1. Hendaknya penjual mengkaji kembali tentang praktik jual beli burung Murai Batu dengan garansi di kios burung Bird House serta memberi penjelasan kepada pembeli saat melakukan transaksi ini agar memahami secara jelas. 2. Pembeli harus lebih teliti dalam memahami hukum Islam sebagai landasa transaksi praktik jual beli burung Murai Batu dengan sistem garansi berdasarkan jenis kelamin di kios burung Bird House agar hal yang dilakukan tidak melanggar aturan syariat hukum Islam nantinya

    IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA FESES BURUNG MURAI BATU (COPSYCHUS MALABARICUS) YANG DIPELIHARA OLEH PENCINTA BURUNG DI KOTA PARIAMAN SUMATERA BARAT

    No full text
    ABSTRAKBurung murai batu (Copsychus malabaricus) merupakan salah satu burung berkicau yang memiliki banyak penggemarnya. Seperti hewan lainnya, burung murai batu baik yang hidup bebas maupun dikurung dapat terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan endoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis endoparasit pada burung murai batu yang dipelihara oleh pencinta burung di Kota Pariaman yang berjumlah 50 ekor burung murai batu dari pencinta burung yang ada di Kota Pariaman. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala dan sampel diperiksa menggunakan metode apung, metode sedimentasi Borray, metode sedimentasi formol-eter, dan modifikasi asam cepat Ziehl-Neelsen. dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan metode apung diperoleh telur dari dua jenis cacing endoparasit yaitu Heterakis sp. dan Capillaria sp. Pada pemeriksaan metode sedimentasi modifikasi Borray, metode sedimetasi formol-eter dan modified fast acid Ziehl-Neelsen tidak ditemukan adanya telur cacing jenis nematoda, trematoda dan cestoda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 50 sampel feses burung murai batu terinfeksi endoparasit. Jenis endoparasit yang ditemukan dari burung murai batu yang dipelihara oleh pencinta burung di Kota Pariaman yaitu nematoda dari genus Heterakis sp. dan Capillaria sp. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat simpulkan bahwa burung murai batu yang dipelihara oleh pencinta burung di Kota Pariaman terinfeksi endoparasit. Kata Kunci : Burung murai batu, pencinta burung, endoparasit

    Seismic Velocity Structure of Arc-Arc Collision Zone and the Fore Arc of Japan-Kuril Subduction Zone beneath the Hokkaido Corner

    No full text
    Dataset for the article " Seismic Velocity Structure of Arc-Arc Collision Zone and the Fore Arc of Japan-Kuril Subduction Zone beneath the Hokkaido Corner" by Y. Murai, K. Katsumata, T. Takanami, T. Watanabe, T. Yamashina, I. Cho, M. Tanaka, and R. Azuma submitted to Journal of Geophysical Research: Solid Earth

    Macrophthalmus (Paramareotis) Komai, Goshima & Murai 1995

    No full text
    Macrophthalmus (Paramareotis) Komai, Goshima & Murai, 1995 (Fig. 4B) Small, carapace breadth <15 mm; ocular peduncles short and stout, not projecting beyond lateral carapace margins, subequal in length to breadth of front or shorter; front broad, not constricted between bases of ocular peduncles, where its breadth is 20–30% distance between external orbital angles; ischium of external maxilliped ca. 1.25 times length of merus; carapace with breadth 1.3–1.6 times length, with lateral margins subparallel, with broad-based subrectangular or pointed anterolateral teeth, without conspicuous aggregations of granules into rows or clumps on branchial regions (indistinct rows present in some); central region of posterior border of epistome usually straight (with convexity in one species); males with stridulatory apparatus in all species (i.e. with short horny ridge on ventoroflexor margin, or on inner surface near ventoroflexor margin, of cheliped merus, and lower orbital border with 1–2 large triangular protuberances occupying at least one fifth of that margin); fingers of male chela short with index straight or slightly downflexed and with differentiated teeth on both fingers. Intertidal, with one species often occurring in holes in limestone rocks and the others often associated with mangrove pneumatophores. Four species are included: M. boteltobagoe (Sakai, 1969), M. erato de Man, 1888, M. holthuisi Serène, 1973, and M. quadratus A. Milne Edwards, 1873 (the type), Kosuge & Davie (2001) having demonstrated that M. boteltobagoe and M. holthuisi are distinct species contra the opinion of Barnes (1976). Molecular sequence data (Kitaura et al., 2006) suggest that M. erato + M. quadratus are only distantly related to M. holthuisi + M. boteltobagoe, but instead are related to the M. brevis group of the subgenus Macrophthalmus.Published as part of Barnes, R. S. K., 2010, A Review Of The Sentinel And Allied Crabs (Crustacea: Brachyura: Macrophthalmidae), With Particular Reference To The Genus Macrophthalmus, pp. 31-49 in Raffles Bulletin of Zoology 58 (1) on page 42, DOI: 10.5281/zenodo.450830

    Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011

    No full text
    This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer

    "Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States" By M. Carey.

    No full text
    "Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States: containing bried sketches of the moral and political character of those states. By M. Carey, member of the American philosophical, and of the American Antiquarian Society, and author of The Olive Branch, Cindiciae Hibernicae, essays on banking, on political economy, and on internal improvement. To which are now added the English editor's comments on the subject; together with Important Advice to Emigrants, and Cautions Against Impositions Practiced in the Outports

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore