1,726,936 research outputs found
TRADISI HAUL HABIB ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD AL-MUNAWAR DI KAMPUNG ARAB AL-MUNAWAR 13 ULU PALEMBANG
Skripsi ini berjudul “Tradisi Haul Habib Abdurrahman Bin Muhammad al-Munawar
di Kampung Arab al-Munawar 13 Ulu Palembang” dilihat dari pengertian haul
biasanya diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan upacara yang bersifat peringatan
yang diselenggarakan setiap tahun atas wafatnya seseorang yang sudah dikenal
sebagai pemuka agama, wali, ulama dan para pejuang Islam. Permasalahan dalam
penelitian ini yaitu: pertama, latar belakang dan proses pelaksanaan haul, kedua,
bagaimana tanggapan masyarakat kampung Arab al-Munawar terhadap tradisi Haul.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang dan proses pelaksanaan serta
tanggapan masyarakat kampung Arab al-Munawar terhadap tradisi haul. Kajian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kebudayaan dengan menggunakan
pendekatan antropologi agama yang memfokuskan kepada tanggapan masyarakat
kampung Arab al-Munawar terhadap tradisi haul. Jenis penelitian ini adalah
penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu, data primer dan
data sekunder. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam analisis data yaitu
heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelitian ini teori yang
digunakan yaitu teori persepsi yang akan mendatangkan tanggapan seseorang
terhadap suatu objek yang akhirnya akan mempengaruhi cara berfikir dan bersikap
pada suatu objek.
Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap tradisi haul di kampung Arab
al-Munawar menunjukan bahwa tradisi tersebut mengandung unsur Islam dan
tanggapan masyarakat mengenai tradisi haul sangat berdampak baik bagi mereka,
diantaranya yaitu sebagai sarana mengenang jasa dan perjuangan sosok habib
Abdurrahman Bin Muhammad al-Munawar, haul sebagai introspeksi diri untuk
mengingatkan akan kematian, haul sebagai sarana silaturahmi sesama muslim, haul
sebagai ajang peningkatan keimanan dan ketaqwaan.
Kata Kunci: Haul, Tradis
Prospects and challenges of developing sukuk Islamic debt markets around the world
Extract: Prospects and challenges of developing sukuk Islamic debt markets around the world Mohamed Ariff, Munawar Iqbal and Shamsher Mohamad 14.1 INTRODUCTION The sukuk securities or Islamic asset-backed debt securities truly started to be offered in organized markets as publicly listed instruments only in 2000, so at the time of writing it is a 12-year-old market. There is a record of its first private issue in 1978 in Saudi Arabia, after an article in Islamic Economic Studies some years earlier had suggested this instrument to be a suitable and safe debt instrument with safeguards for investors and being consistent with ethics long since forgotten in issuing debt instruments in past Islamic empires. It has since been widely accepted as an Islamic financial product for debt-raising with one important principle, namely asset ownership of part of the assets of a borrower which gives this instrument asset backing, a unique feature in debt markets. Historical reference to sukuk is found in the records of the Abbasid Empire established in circa 900 soon after Islam spread to the Byzantine region in what is known today as Jordan, Iraq, Palestine and Syria. The sukuk instrument has in the contemporary period become an ethics-based Islamic financial instrument already issued either as private issues or as public issues in some 12 locations as at 2010, to provide both short- and long-term funding arrangements. Four more financial centres are actively putting together reforms as at 2011 to start markets for issues of this new instrument
BUDAYA POLITIK MASYARAKAT KAMPUNG ARAB AL-MUNAWAR 13 ULU PALEMBANG
Skripsi ini berjudul Budaya Politik Masyarakat Kampung Arab Al- Munawar 13 Ulu Palembang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana orientasi politik dan tipe budaya politik Masyarakat Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang. Adapun latar belakang peneliti mengangkat judul ini dilatarbelakangi oleh mayoritas masyarakat Kampung Arab Al-Munawar yang merupakan pemeluk agama Islam dan mereka merupakan satu garis keturunan. Fakta yang menarik bahwa identitas Islam dalam masyarakat Kampung Arab tidak memberikan jaminan bahwa mereka berafilasi atau mendukung partai dengan identitas keislamannya. Fokus penelitian ini akan mengkaji bagaimana budaya politik masyarakat Kampung Arab Al-Munawar. Budaya politik dalam konteks kajian ini adalah bagaimana masyarakat Kampung Arab Al-Munawar sebagai sebuah bagian dari komunitas politik melihat dan memandang kehidupan politik di Palembang. Selain itu juga penelitian ini akan mengurai perilaku, sikap dan prinsip masyarakat Kampung Arab Al-Munawar. Konteks politik dalam hal ini adalah mekanisme Pemilu yang dilaksanakan pada tahun 2014, sistem Pemilu ini dijadikan alat ukur untuk melihat budaya politik masyarakat Kampung Arab Al- Munawar. Dalam penelitian ini ada sumber data primer yang diperoleh dari ketua RT dan masyarakat yang ada di Kampung Arab Al-Munawar dan buku-buku tentang Budaya politik itu sendiri, sedangkan data sekunder diperoleh dari skripsi, tesis, arsip-arsip, dokumentasi, pdf dan website yang terkait dengan penelitian. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan teknik analisa data yaitu pertama, reduksi data Kedua, penyajian. Ketiga, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu masyarakat Kampung Arab Al-Munawar memiliki orientasi politik yang relatif tinggi terhadap sistem politik secara umum. Mereka juga memberikan perhatian yang cukup besar terhadap politik tetapi sifatnya pasif. Walaupun mereka mayoritas Islam namun dalam pemilu mereka sama sekali tidak berafilasi pada partai Islam, mereka memilih sesuai dengan tingkat pengetahuan dan naluri mereka. Mereka berpendapat bahwa Partai Nasionalis lebih peduli terhadap kepentingan masyarakat. Budaya politik Masyarakat Kampung Arab Al-Munawar dikelompokkan kedalam tipe Budaya politik Subjek/Kaula dan Partisipan karena memiliki ciri-ciri Budaya Politik Subjek/Kaula dan Partisipan itu sendiri
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PERSPEKTIF SAID AGIL HUSIN AL-MUNAWAR
BAHASA INDONESIA:Tulisan ini memaparkan pemikiran pendidikan multikultural menurut Said Agil Husin Al-Munawar. Dalam perspektif Said Agil Husin Al-Munawar, pendidikan multikultural di Indonesia dianggap sebagai sesuatu yang relatif baru di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen. Menurut SAH Al-Munawar, agar siswa memiliki pribadi yang aktif dan kepekaan sosial yang tinggi terkait dengan kondisi multikultural, maka pendidikan multikultural di Indonesia dapat mencakup tiga hal jenis transformasi, yakni: 1. Transformasi diri; 2. Transformasi sekolah dan proses belajar-mengajar; 3. Transformasi masyarakat. Menurut SAH Al-Munawar, dengan belajar dari model-model pendidikan multikultural yang pernah ada yang sedang dikembangkan oleh negara-negara maju, maka dikenal lima model pendidikan multikultural, yaitu: Pertama, pendidikan mengenai perbedaan-perbedaan kebudayaan atau multikulturalisme penuh kebaikan. Kedua, pendidikan mengenai perbedaan-perbedaan kebudayaan atau pemahaman kebudayaan. Ketiga, pendidikan bagi pluralisme kebudayaan. Keempat, pendidikan dwi-budaya. Kelima, pendidikan multikultural sebagai pengalaman moral manusia. ENGLISH:This paper describes the idea of multicultural education according to Said Agil Husin Al Munawar. In perspective of Said Agil Husin Al Munawar, multicultural education in Indonesia is regarded as something relatively new in Indonesia heterogeneous society. According to Al-Munawar, to make students have an active personal and social sensitivity associated with the multicultural, so the multicultural education in Indonesia can include three types of transformation: 1) Self-transformation; 2) The transformation of the school and the teaching-learning process; 3. Transformation of society. Based on Al-Munawar, learning from previous models of multicultural education which have been developed by the developed countries, then it is known as five multicultural education model, namely: First, education about cultural differences or benevolent multiculturalism. Second, education about cultural differences or cultural understanding. Third, education for cultural pluralism. Fourth, bi-cultural education. Fifth, multicultural education as a human moral experience
Digitalisasi Rumah Batu Kampung Al-Munawar di Palembang
This study examines the Stone House in the Arab village of Al-Munawar founded by Abdurrahman Al-munawar. The house has been inhabited by seven to eight generations, and its age is estimated to be between 200 and 300 years. By providing digital information about Al-Munawar Village, in particular Stone House, the researchers wanted to deepen their understanding of the history and structure of Stone House in al-Minawar Village. The research used literature studies to gather primary and secondary data. The data processing results were presented qualitatively and descriptively and discussed information about al-munawar village, especially Stone House. Researchers conducted direct surveys and measurements in Stone House to ensure the accuracy of the data. It produces digitized images that are accurate and suitable for field conditions.Penelitian ini mengeksplorasi Rumah Batu yang terletak di Perkampungan Arab Al-Munawar yang didirikan oleh Abdurrahman Al-Munawar, seorang tokoh dari Hadramaut, Yaman Selatan, pada awal abad ke-18. Rumah ini telah dihuni oleh tujuh sampai delapan generasi, diperkirakan berusia antara 200 hingga 300 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dengan menyajikan informasi tentang Kampung Al-Munawar dan khususnya Rumah Batu melalui digitalisasi. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder dengan studi literatur. Hasil pengolahan data disajikan secara kualitatif dan deskriptif, membahas informasi mengenai Kampung Al-Munawar, terutama Rumah Batu yang menjadi objek penelitian. Untuk memastikan akurasi data, penulis melakukan survei langsung dan pengukuran pada rumah tersebut, untuk menghasilkan gambar digitalisasi yang akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan. Digitalisasi ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan struktur Rumah Batu di Kampung Al-Munawar
Institute Kong Zi University Malaya (KZIUM) / Maisarah Munawar Makhdum Munawar
This is an internship based on a six-month internship program that I have successfully completed at Institute Kong Zi University Malaya (KZIUM) under the Administrative Division from 1 March 2023 to 15 August 2023 as a requirement of my Faculty of Business and Management in Bachelors of Office System Management (Hons.), University Technology MARA (UiTM). As someone who is completely new in working environment, every hour spent working under the Administrative Division provided me with valuable experience that cannot be expressed in words. Nonetheless, they were all beneficial for my career. In this report, the details about my profile are shown through my resume. It also contains company profile such as name, location, background vision, mission, objective, organizational structure and product or services offered at Kong Zi Institute University Malaya. For training explanation, I explained about the duration, intern allowance and details what unit I have been assign during my internship period. Besides that, for SWOT analysis also being discussed in details in this report. Lastly the discussion and recommendation part are discussing about the SWOT analysis
UPAYA PENGEMBANGAN KAMPUNG AL-MUNAWAR SEBAGAI DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI KOTA PALEMBANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) upaya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Al-Munawar, serta (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Al-Munawar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik keabsahan data yaitu, triangulasi metode. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan pengumpulan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa upaya yang telah dilakukan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Al-Munawar, adalah masyarakat telah menjaga lingkungan di Kampung Al-Munawar, masyarakat lokal telah melakukan penghijauan. Selain itu masyarakat lokal tidak pernah terlibat konflik dengan wisatawan, masyarakat lokal telah menyediakan kebutuhan wisatawan. Selanjutnya, masyarakat lokal juga sebagian besar telah terbuka dengan kehadiran wisatawan, dan masyarakat lokal juga tetap melestarikan budaya asli mereka serta yang terakhir adalah pembangunan di destinasi wisata yang telah meningkat. Selain itu ada juga upaya yang dapat dilakukan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Al-Munawar yaitu, masyarakat lokal dapat mengembangkan usahanya secara ekonomis di Kampung Al-Munawar dalam rangka memenuhi kebutuhan wisatawan, menciptakan atraksi-atraksi wisata baru di Kampung Al-Munawar yang nantinya dapat membutuhkan tenaga kerja untuk mendukung keberlangsungan dari atraksi tersebut. Saran dari skripsi ini ialah memberikan pemahaman kepada wisatawan untuk dapat mematuhi peraturan yang diterapkan di Kampung Al-Munawar serta memberikan wawasan kepada masyarakat lokal untuk dapat mengembangkan usahanya secara ekonomis di Kampung Al-Munawar
THE POTENCIES OF CULTURE IN KAMPUNG AL MUNAWAR AS A TOURISM ATTRACTION IN PALEMBANG
Judul dari laporan akhir ini adalah potensi budaya di Kampung Al Munawar sebagai atraksi wisata di Palembang. Laporan ini mendeskripsikan potensi budaya di Kampung Al Munawar sebagai atraksi wisata di Palembang. Penulis menggunakan teori dari Maryani (1991). Penulis mengumpulkan data dengan memberikan beberapa pertanyaan interview kepada beberapa ahli. Penulis juga mengumpulkan data dengan mengobservasi ke Kampung Al Munawar. Oleh karena itu, data yang telah di analisis dan penulis bias mendeskripsikan potensi budaya di Kampung Al Munawar. Berdasarkan penemuan, penulis menemukan jenis-jenis dari budaya dan potensi budaya sebagai atraksi wisata di Kampung Al Munawar. Dalam mengembangkan laporan akhir ini, kritik dan saran yang dinyatakan oleh ahli cukup bernilai
DESIGNING A BOOKLET OF AL-MUNAWAR VILLAGE IN PALEMBANG
(Maharani Puspa Ratu, 2016, 49 pages, 23 pictures, 1 figure)
The purpose of this study is to design the booklet of Al-Munawar Village in Palembang. The Research and Development Method method by Sukmadinata et al. (2005) was used to design the booklet. The Research and Development which modified consists of preliminary srudy, model development, and final product testing. Firstly, in preliminary study, the booklet draft was design based on the literature study, interview and observation about Al-Munawar Village in Palembang. Second, in model development, the booklet draft of Al-Munawar village was evaluated by the comments or suggestions of some experts in limited and wider field testing. The experts commented on the contents of the booklet draft like adding or completing the information included in the booklet. In final product testing, the revised booklet was checked by two experts in term of information about Al-Munawar Village and booklet design. The valuable comments from the experts helped the writer to design the final product entitled “Al-Munawar Village” booklet
Literature review : what are the personality disorder factors that contribute to homelessness? ; Personality disorders in the homeless population : an exploratory comparison of hostel and street dwellers
Mental illness is prevalent in the homeless population, and research suggests that personality disorders may account for a significant proportion of psychopathology. The review proceeds to an appraisal of the particular features characteristic of personality disorder that may contribute to homelessness, based on Maguire, Keats & Sambrook's (2006) model. These factors may not only increase susceptibility to homelessness, they may also act as barriers to exits from homelessness, to the extent that individuals are at serious risk for long-term, chronic homelessness. The current approach to diagnosing personality disorders may be disadvantageous to homeless individuals and also yield limited information about psychopathology. The debate between categorical and dimensional models of understanding personality disorders is presented, along with a critical evaluation of each approach. Although the present categorical approach does have certain advantages, there appear to be a number of deficiencies pertaining to the reliability of diagnoses. There is promising evidence advocating a dimensional approach and this should be given serious consideration. Given the low uptake of services and high dropout from treatment among the homeless population, alternative approaches including therapeutic communities and treatment in accommodation are reviewed. Greater funding to provide psychological therapies within accommodation and to provide suitable training for staff members (for instance, in CBT) is necessary to increase uptake and completion of treatment in a vulnerable population with severe and complex needs. There may also be potential value in prevention programs designed to enhance personality resilience and adaptive capacities. Keywords: Homeless; Personality Disorder; Diagnosis, Treatment</p
- …
