1,724,709 research outputs found

    METODE DAKWAH HAZLIYYAH USTAZAH MUMPUNI HANDAYAYEKTI

    Full text link
    Penelitian ini difokuskan untuk menjawab permasalahan yang diteliti yaitu tentang Metode Dakwah Hazliyyah Ustazah Mumpuni Handayayekti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan mereduksi data yaitu memilah beberapa data yang akan bisa menjawab pertanyaan penelitian. Selanjutnya mendeskripsikan secara lengkap data-data tersebut dan mengklasifikasikan data yang bisa menjawab persoalan. Teknik analisis data yang digunakan adalah ferdinan de saussure menjadi dua kategori petanda dan tanda. Penelitian ini fokus mengacu pada metode hazliyyah yang berfokus pada tiga penggunaan teknik humor yaitu Puns, Ironi dan Parodi. Dalam penggunaan teknik humor puns menggunakan teori Evolusi/Instink/Biologi, sedangkan untuk teknik humor ironi Ustazah Mumpuni Handayayekti termasuk dalam teori Inkongruitas, yang dikemukakan oleh Goldstein dan McGhee, dan dalam penggunaan teknik humor parodi Ustazah Mumpuni termasuk dalam kelompok teori antropologi yaitu yang menyatakan bahwa humor disampaikan dengan adanya rangsangan dari orang lain. Penelitian ini hanya membahas tentang Metode Dakwah Hazliyyah Ustazah Mumpuni. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan menganalisis sisi- sisi yang lain dari sosok Ustazah Mumpuni Handayayekti untuk penelitian berikutnya. Kata kunci: Metode dakwah,Mumpuni Handayayekti, Sosial Medi

    Mumpuni, tapi Buta Huruf

    Full text link
    Judul di atas menggambarkan seorang Darsi, penari perempuan yang populer di era tahun 70-an. (Kompas, 15/11/2007). Seorang yang mumpuni menari dan segala pengetahuan yang berhubungan dengan kesenian Jawa, tetapi buta huruf

    Gaya bahasa ceramah Ustadzah Mumpuni Handayayekti dalam Video Youtube

    Full text link
    Skripsi ini meneliti, (1) Bagaimana pilihan kata yang digunakan Ustadzah Mumpuni handayayekti dalam video Youtube yang berjudul “Terbaru Pengajian Lucu Ngapak Ustadzah Mumpuni handayayekti (Blimbing Bruno Purworejo)”?, (2) Bagaimana struktur kalimat yang digunakan Ustadzah Mumpuni Handayayekti dalam video Youtube yang berjudul “Terbaru Pengajian Lucu Ngapak Ustadzah Mumpuni handayayekti (Blimbing Bruno Purworejo)”?. Untuk meneliti permasalahan yang ada secara mendalam serta menyeluruh, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa kualitatif deskriptif dengan memakai analisis semiotik model Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini yaitu Gaya Bahasa Ceramah ustadzah Mumpuni Handayayekti berdasarkan pilihan kata mulai dari gaya bahasa resmi, tidak resmi dan percakapan tetapi yang paling dominan adalah tidak resmi dan percakapan, gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat menggunakan klimaks dan repetisi, dan berdasarkan nada suara menggunakan gaya sederhana, gaya mulia bertenaga dan gaya menegah. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Ceramah (Ustadzah Mumpuni), Media Youtub

    Berharap Guru Profesional yang Berkarakter Mumpuni

    Full text link
    “Mumpuni character” is the appearance of a complete personality coveted Master, according to the value of integrity considerations include aspects: Emotional, Intellectual, Moral, and Spiritual. From the literature we can learn, both locally and overseas, it was concluded that, the character is seen as a healthy mutual relationship between individuals with three things, namely Environment: Internal (on and in the individual), external (other people and the environment), as well as spiritual (something vast and eternal). On the basis of that view, it can be concluded there are four stages of quality of character, which eventually accumulated in the last stage, which can describe Teachers the “Mumpuni Character”. First stage character, a character levels that are still a bit of moral considerations in behavior. Second stage character, a character which is characterized by the ability to make a reciprocal relationship in a healthy manner towards him with a solid intellectual control. Third stage character, a character in the level of ability to perform in a healthy mutual relationship between himself and other people and the wider environment. Fourth stage character, a character that is characterized by the ability to make a healthy mutual relationship with the environment. All thoughts, attitudes, and actions reflect a healthy personality conditions, thus providing a very broad meaning for themselves and others. Key words : Mumpuni characte

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    ETIKA DAKWAH MUSLIMAH BERBASIS HAZLIYAN DI ERA MODERN: STUDI PENYAMPAIAN AJARAN ISLAM OLEH USTAZAH MUMPUNI PADA YOUTUBE @tvumumchannel

    Full text link
    Skripsi berjudul “Etika Dakwah Muslimah Berbasis Hazliyan di Era Modern: Studi Penyampaian Ajaran Islam Oleh Ustazah Mumpuni pada YouTube @tvumumchannel” ditulis oleh Sulistiawati. NIM: 126311203055. Pembimbing: Pembimbing Dr. Bobby Rachman Santoso M.S.I Kata Kunci: Dakwah Musimah, Hazliyan, Youtube @tvumumchannel Dakwah Islam di era teknologi modern mengalami kemajuan besar, terutama melalui media sosial seperti YouTube, di mana peran para dai, termasuk Ustazah Mumpuni, menjadi vital dalam menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang menarik dan relevan bagi masyarakat luas. Penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan keilmuan, performa, dan etika dakwah bagi para dai Muslimah di media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui dan menganalisis etika dakwah Ustazah Mumpuni dalam berdakwah pada youtube @tvumumchannel. 2) peran dakwah Ustazah Mumpuni dalam menyampaikan ajaran Islam melalui youtube @tvumumchannel. 3) peluang dan tantangan dakwah Ustazah Mumpuni dalam berdakwah pada youtube @tvumumchannel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang spesifikasinya yaitu penelitian fenomenologis. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan psikologis. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Etika dakwah Ustazah Mumpuni terbentuk dari 4 bentuk komunikasi Islami, maka terbentuklah etika dakwah yang khas dari Ustazah Mumpuni yaitu Qaulan Hazliyan. 2) Peran Dakwah Ustazah Mumpuni, baik secara langsung maupun melalui platform digital seperti @tvumumchannel, berhasil memperoleh respons positif dari masyarakat dengan memperkuat solidaritas ukhuwah insaniyah, meningkatkan derajat wanita dalam dakwah, menumbuhkan cinta terhadap Islam, dan menghibur masyarakat serta netizen. 3) Peluang dakwah Ustazah Mumpuni di Youtube @tvumumchannel terletak pada kemampuan menjangkau audiens secara luas, sementara tantangannya adalah minimnya interaksi dan risiko manipulasi konten

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    ANALISIS KOMPARATIF RETORIKA DAKWAH DIGITAL USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS DAN USTADZAH MUMPUNI HANDAYAYEKTI BERDASARKAN TEORI RETORIKA ARISTOTELES

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji gaya retorika dakwah dua tokoh da’iyah perempuan, Ustadzah Halimah Alaydrus dan Ustadzah Mumpuni Handayayekti, dalam menyampaikan pesan – pesan keislaman melalui platform YouTube. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi komunikasi dakwah di era digital, di mana pendakwah dituntut untuk mampu menyampaikan pesan agama secara efektif, komunikatif, dan menjalin koneksi emosional serta intelektual dengan audiens. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana penggunaan ethos, pathos, dan logos dalam dakwah Ustadzah Halimah Alaydrus? (2) Bagaimana penggunaan ethos, pathos, dan logos dalam dakwah Ustadzah Mumpuni Handayayekti? (3) Bagaimana perbandingan keduanya dalam penggunaan retorika Aristoteles tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan elemen retorika Aristoteles (ethos, pathos, dan logos) dalam dakwah Ustadzah Halimah Alaydrus dan Ustadzah Mumpuni Handayayekti di YouTube, serta mengetahui persamaan dan perbedaan gaya dan strategi retorika keduanya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data terdiri dari data primer berupa dua video ceramah di YouTube “Tutup Telingamu, Tenanglah Hatimu” oleh Ustadzah Halimah Alaydrus dan “Ora Ngapak Ora Kepenak” oleh Ustadzah Mumpuni Handayayekti, dan data sekunder berupa literatur pendukung seperti jurnal, skipsi yang relevan, dan website. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadzah Halimah menggunakan pendekatan dakwah yang tenang, lembut, dan reflektif dengan gaya bahasa spiritual. Sebaliknya, Ustadzah Mumpuni tampil dengan gaya yang tegas, ekspresif, dan membumi melalui bahasa daerah, humor, serta kisah nyata. Meskipun berbeda dalam gaya penyampaian, keduanya sama-sama efektif dalam menyampaikan dakwah yang relevan dengan karakteristik audiens mereka
    corecore